Hujan Malam

12:07:00

 
foto dari google
Malam begitu pekat diantara kilat, desau angin dan hujan yang mendera.
Ah…dingin begitu menusuk nusuk  menggapai tubuh dari  sisi sisi  jendela..
Sepasang tangan pun dengan cekat menarik kain dan merapatkan tubuh
Sembunyikan diri dibalik tebal selimut
Lalu terbuai dalam dekap malam…

Hei! Yang berselimut.
Lihat diri mu,  masih kah… kau katakan Tuhan tidak adil…
Malam ini diantara hujan lebat berkilat..
Tuhan telah memberimu tempat beratap menyantap lelap yang tak sekejap

Lantas ..!
Apa kabar dia disana…?
Tubuh dingin…diterpa alam  yang tak bersahabat…
Ditengah malam beku…
Menggenggam jemari yang bergetar dan memucat..
Merapatkan tubuh pada dinding dingin jembatan..
Menyandarkan diri Pada tiang –tiang pasar…
Memeluk lutut yang mulai gemelutuk dan perut yang  berteriak lapar.

Hei Yang berselimut…!
Tak kah bisa kau menepis dingin
Membiarkan gigil menegakkan semua  bulu roma
Biarkan Air mengalir dalam lekuk anggota wudhu..
Rendahkan dahi… sejajar tanah..
Meninggikan ketaqwaan  sejajar langit..
Menghina diri  serendah-rendahnya lalu Memuji-NYA setinggi-tingginya

Biarkanlah hujan menenggelamkan diri dalam deras  aliran iman.
Dan membanjiri hati dengan Zikir yang selalu mengingat-Nya
Dan Biarkan Angin menyapu segala  keangkuhan dan kesombongan.
Jangan  biarkan hujan malam , membuat diri terperangkap dalam gelap kekufuran.

-------
*By  : Novili*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

14 komentar

  1. Sejuk membaca puisi ini....

    Salam kenal mak...saya dah follow...
    kalau ada waktu mampir keblogku ya mak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih..kunjungannya mak...., salam kenal kembali... *saya segera menuju... :)

      Delete
  2. ALhamdulillah kita mash bisa pakai selimut dan tidur dengan nyaman ya mak ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak....., kadang jadi kepikiran tentang diri sendiri yang kurang bersyukur... :)

      Makasih kunjungannya...

      Delete
  3. Ih kakaa, aku sukaa nih puisinyaa..
    diksi nya gak macem2 tapi nyampe maknanyaa :) kereen..

    ReplyDelete
    Replies
    1. diksinya... kurang ada pengandaian.. ya ran.... :D

      Delete
  4. Menyentuh banget ni. dalam banget maknanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih.... udah parkir di blogku.. :p

      Delete
  5. saat hujan turun di malam hari..saat itulah doa diijabah Sang Khaliq....keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hujan..merupakan waktu terijabah doa juga ya...

      Delete
  6. Aku membayangkan mbak Nova baca puisi ini di panggung lalu ditonton orang banyak, pasti bagus banget :)

    ReplyDelete
  7. Merinding bacanya, Mbaak. Keingat hinanya diri :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh.. kirain merinding ngelihat hantu.. :)

      Delete

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link atau brokenlink akan dihapus..

FOLLOWERS

LIKE NASHHAH ON FB

GOOGLE FOLLOWERS

VIVA LOG

PAGEVIEWS

RANK ALEXA