Merawat Bayi yang Benar

Merawat bayi itu ternyata tidak mudah, apalagi bagi seorang ibu baru yang baru melahirkan pertama kali seperti aku. Sama sekali belum punya pengalaman, terkadang bingung mesti melakukan apa, takut bayi kenapa-napa. Diminggu-minggu pertama punya baby aku dan suami suka cemas,apa lagi kami sudah lama menantikan kehadiran buah hati.

 Melihat anak sering cegukan, bingung bagaimana menghentikannya, anak gumoh dan muntah selesai menyusu stress minta ampun, apalagi waktu itu pernah sampai keluar dari hidung..aku sampai nangis takut Hamid gak bisa bernafas. ya ampun.... pokoknya sering shock deh... dengan keadian-kejadian kecil seperti itu.

Terkadang kami bertanya pada kakak, ibu dan saudara lain tapi jawaban tidak memuaskan dan tidak rasional. Anak cegukan bearti dia membesarkan badan, anak gumoh bearti nyiram badan biar bersih. Terus kalau bayi habis minum susu harus diberi air putih.
 Tentu kami tidak serta merta percaya dan menuruti saran tersebut. Sebagai orang tua kami ingin Hamid tumbuh sehat dengan cara yang benar. Tak jarang kami meggali informasi dari internet tentu dengan banyak sumber. Ternyata cegukan pada bayi karena rongga pernafasannya belum sempurna, dan anak gumoh itu bisa di hindari misalnya dengan menggendong bayi di pundak agar bersendawa setelah minum susu. Dan air putih untuk bayi enam bulan kebawah itu ternyata tidak boleh dan belum boleh diberi makanan apa pun selain susu.

 Ternyata banyak mitos yang berkembang di masyarakat yang sebagian besar tidak benar. Kita sebagai orang tua harus pintar memilah-milah saran yang diberikan oleh “senior” . kita harus cari kebenarannya. Pokoknya jangan percaya “katanya-katanya” bagaimanapun perawatan anak harus optimal terutama usia menjelang  tiga tahun yang masih rentan dengan berbagai penyakit. Sebagai orang tua kita perlu Panduan Cara Merawat dan Mendidik Bayi umur 0-3th yang benar. Agar tidak salah mengambil tindakan dalam merawat bayi..begitu juga soal pendidikannya, mereka bagai kertas putih yang masih bersih tanpa coretan, mereka akan menjadi sesuatu seuai yang kita tuangkan..apakah sebuah tulisan indah ataukah hanya coretan-coretan yang tak bermakna.

Repost : Aku menyesal membuatnya menunggu lama

Pada Sabtu, 4 Februari 2012 yang lalu adalah hari terakhir mahasiswa untuk registrasi semester genap di PT tempat aku bekerja. Karena pada hari Sabtu Bank Tutup..maka kami memperbolehkan mahasiswa yang belum sempat ke bank, untuk bayar cash di kampus.

Menjelang ashar…Kesibukan mulai mereda..mahasiswa hanya satu-satu yang ingin berurusan ke kantor.
Dan.. Datanglah seorang mahasiswa untuk registrasi wajah yang menunduk.. kurang happy…
Saya mau bayar bu….(begitulah kira-kira..)
kemudian cepat saya tuliskan kuitansi…dan saya tanda tangani..
Hmmm..uangnya?
Ini bu…..Katanya..sambil menyerahkan kantong plastik berwarna hitam…
Aku sedikit merasa aneh…anak kuliahan…kok gini sih…masa duit dimasukan plastik seperti bungkus gorengan aja….kan lebih bagus dimasukan amplop???

Tanpa banyak tanya..langsung ku buka… Astaga!!! ternyata dua pertiga dari uangnya..adalah..uang recehan seribuan rupiah..aku menghitungnya tentu agak lama karena uangnya banyak.. aku tak ingin melihat wajah anak itu…. aku tahu wajah kurang bahagia itu..karena ia menyimpan rasa malunya karena uang bayarannya adalah uang recehan….

Ada berbagai rasa yang mengisi hati ku…. kasihan,bangga (karena dia pasti memiliki semangat kuliah yang hebat..berusaha mengumpulkan uang untuk meneruskan kuliah….),rasa kaget..karena setahuku orang tuanya cukup mampu..(tapi ntahlah…)

Dan ada merasa menyesal…karena menghitung lama didepannya…membuat kakinya tertahan untuk cepat berlalu dari ku…. apa lagi ada seseorang yang mengantri di belakangnya..membuatnya semakin malu..dan tak ada seulas riang diwajahnya….
Aku yakin…banyak di luar sana yang berusaha keras untuk membiayai kuliahnya sendiri…berusahalah maksimal..jangan malu…yang penting jalannya Halal..dan tak merampas hak orang lain.

Tetap semangat.

J-Theme