-->

Puisi : Hutanku


Gelapnya hutan dirangkul malam..
Tak lah bulan membiarkan..
Cahayanya menyelinap diketiak dedaunan..
Remang temaram penuh keromantisan..

Teduh syahdu mendamaikan..
Burung, jangkrik, kumbang menyatukan merdu dialunan nada
Sungguh tiada meresahkan
Penuh tentram hingga fajar menerangkan..

Namun kicauan riang tiba-tiba tergantikan..
Hiruk pikuk penuh ketakutan
Segenap penghuni berlarian
Derap langkah datang penuh keserakahan
Membuat hutanku bak neraka jahanam..
Asap hitam membumbung ke ketinggian
Menghancurkan kehidupan dalam hitungan jam

Hutanku kini tinggal kenangan..
Kabut menyeruak ke pemukiman..
Menyusup lunak ke rongga pernafasan..
Mata merah..hambat penglihatan..

Hutanku hilang..
Tanahnya lekang..
Kemarau datang kabut tersandingkan..
Hujan tiba rakyat kebanjiran
Sampai kapankah ini kan dibiarkan..?

(by novili)

Salam yang sempurna

Sebagai sesama muslim kita dianjurkan untuk saling mendo'akan,salah satunya melalui ucapan salam..karena dalam salam tsb mengandung do'a keselamatan,kesejahteraan dan keberkatan.


Hukum mengucapkan salam adalah sunnat. Sedangkan menjawab salam hukumnya adalah fardhu 'ain(kewajiban individu) jika sendirian, dan fardhu kifayah(kewajiban yang bisa diwakili) jika banyak orang. Jadi apabila ada seorang saja yang menjawab salam maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya. Sedangkan jika tidak ada seorangpun yang menjawab maka berdosalah seluruhnya.

Ada beberapa ayat alqur'an dan hadits tentang anjuran mengucapkan salam..

Alqur'an:

Apabila kalian diberi salam/penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa.” (QS. An-Nisa’: 86)

"Hai orang-orang yg beriman janganlah kamu memasuki rumah yg bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.yg demikian itu lebih baik bagimu agar kamu selalu ingat"(An-nur:27)

".....maka apabila kamu memasuki rumah hendaklah kamu memberi salam......salam yang ditetapkan dari Allah,yang diberi berkat lagi baik. Demikian Allah menjelaskan agar kamu memahaminya"(An-nur:61)


Hadits:

"Apakah amalan yg terbaik dalam islam? Jawabnya:"memberi makanan dan uluk salam kepada orang yg sudah dikenal maupun belum di kenal"(HR.Bukhari-Muslim)

Dari Abu hurairah, Nabi saw bersabda" ketika Allah menciptakan nabi Adam Ia berfirman"pergilah kamu dan uluk salamlah kepada para malaikat yg tengah duduk,dan perhatikan jawaban mereka itu,maka hal semacam itu bakal ditetapkan menjadi uluk salammu dan anak keturunanmu kelak maka uluk salam lah dia "assalaamu'alaikum" lalu mereka menjawab"Assalamu'alaika warahmatullaah", mereka menjawab dengan yang terbaik yakni ditambah kata warahmatullaah. (HR.Bukhari-Muslim)



“Seorang laki-laki datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan , ‘Assalaamu’alaikum’. Maka dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia duduk, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sepuluh’. Kemudian datang lagi orang yang kedua, memberi salam, ‘Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaah.’ Setelah dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ia pun duduk, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dua puluh’. Kemudian datang orang ketiga dan mengucapkan salam: ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’. Maka dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia pun duduk dan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tiga puluh’.” (Hadits Riwayat Bukhari )


dan banyak lagi hadits yg lain dan yg paling dianjurkan adalah salam dengan mengucapkan "ASSALAAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAAH WABARAAKATUH"

Sepertinya ga perlu lagi diterangkan kapan tepatnya salam diucapkan..biasanya selain bertamu,bertemu & berpisah,berpapasan, memulai pidato,dll..saat ini salam sering kita ucapkan ketika memulai komunikasi di telepon atau pun via sms yg menunjukkan etika kita dalam berkomunikasi dengan sesama.

Tapi walaupun kita tahu salam merupakan sebuah do'a yang insyaAllah diterima Allah..kita sering mengucapkan dengan tidak serius..bermain-main..bahan candaan.. mengucapkan salam dengan kata - kata yg ga ada artinya..
Misalnya nih ada beberapa contoh salam yg ga serius ketika masuk rumah..atau di sekolah dengan teman-teman..atau pas datang ke kantor:

-"Mlekom..." (apa artinya ya... ?)
-"lamlikum..." (auk dech..)
-" kum.." (eh! yg dengar jawab "lam.." kalau ga ya cuma "hmmm" doang)
-"Assalaamu'alacium"( ssst..ni gue bangets pas SMA, terus dijawab teman-teman"waalaciumsayang" terus jadi cekikikan ga jelas..huu! Eh,Jangan bilang siapa-siapa ya..ini cuma rahasia kita..)


eh kalo di sms biasa nya lain lagi..
-"Ass.."(katanya sih arti sebenarnya pan**t)
-"Mlexom"(lebih ga jelas..mau di jawab apa..coba?)

Setelah dipikir-pikir dari pada buang tenaga & suara dengan kata-kata yang gak jelas artinya mending diucapkan secara sempurna toh tenaga dan pulsa yg di keluarin sama aja.. Malah dapat do'a dan berkah lagi..

"Oke dech..besok ga gitu lagi..salamnya sempurna. Janji"

Puisi : SESAL




Kemilau perak menyeruak dipagi lengang
Menyusuri siang hingga jingga mengambang
Kian berlalu hingga bulan berpagar bintang
Bumi pun tak lelah berputar riang


Timbul tenggelam sinar menerpa terang
Datang dan pergi jingga di saat petang
Begitu banyak waktu terluang
Beribu hari ikut menghilang


Tiadalah diri ingat sembahyang
Kemanakah pergi iman melayang
Terpesona hingar bingar dunia gemilang
Namun sesal terlambat datang


Ketika tubuh lemah telentang
Menunggu maut kan menjelang
Tetesan air mata kian berlinang
Mengingat diri nan pembangkang
Aturan Tuhan dianggap penghalang


Namun tiada daya tuk hidup mengulang
Kini ajal telah datang
Roh dicabut tubuh meregang
Hanya diiringi tangisan keluarga tersayang
Tanpa amal yang menopang
Hanya siksaan nan menghadang
Sungguhlah nasib begitu malang
Sebab pikiran keduniaan lebih tertuang
Kebutuhan akhirat selalu di tentang


_____ Nova Violita

Jilbab sebagai alat kontrol diri


Alqur’an merupakan kitab suci umat islam yang isinya kompliiiit..banget.., kok komplit..? ya iya lah…. Hampir semua aspek kehidupan ada aturannya… katanya nih….Alqur’an tuh banyak berisi rumus-rumus canggih, rumus tentang kehidupan, rumus tentang peradaban , kemanusiaan , keimanan, rumus tentang pernikahan, kebahagiaan, keadilan rumus tentang kebenaran ! ye…. Ini sih isi lagunya justice voice…, emang! Dicontek abis….he2 .

Eh! Tapi bener kok, dalam Alqur’an tidak hanya berisi aturan tentang manusia dan tuhannya atau antar sesama manusia.. tetapi mencakup semuanya… termasuk aturan tentang cara berpakaian bagi pemeluk agama islam..

Ga percaya…..? nih dalilnya..dari Alqur’an…

Hai anak Adam, Sesungguhnya kami Telah menurunkan kepadamu Pakaian untuk menutup auratmu dan Pakaian indah untuk perhiasan. dan Pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia Telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami Telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. ( Al-‘araf 26-27)
Kita dianjurkan berpakaian untuk menutup aurat(bagian tubuh yang tak boleh dilihat) …menurut hadits batasan aurat untuk pria adalah antara pusar dan lutut dan wanita ..hampir seluruh tubuhnya merupakan aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya.
Salah satu Hadits tentang batasan aurat wanita( sesuai judul…di sini Cuma membahas tentang jilbab jadi tidak ditulis hadits untuk aurat lelaki)

Dari Khalid bin Duraik, dari Aisyah r. A. Asma' binti Abu Bakar R. A., pernah berkunjung kepada Rasulullah S. A. W. memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah S. A. W. berpaling dari padanya seraya bersabda: "Wahai Asma', sesungguhnya wanita apabila telah baligh, tidak benar terlihat dari padanya kecuali ini... dan ini...". Beliau memberi isyarat kepada wajah dan kedua tangannya.
Khusus untuk para wanita jenis pakaian yang dianjur adalah menggunakan jilbab dan kerudung..

"Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan pehiasaannya kecuali yang biasa nampak dari pandangan. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan jangan- lah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau kepada ayah mereka, atau putra-putra mereka, atau saudara- saudara mereka, atau putra-putra suami mereka, atau wanita- wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan- pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap kaum wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat kaum wanita. dan janganlah mereka memukul kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung". (Qs An Nur : 31)
Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istri engkau, anak-anak engkau yang perempuan dan perempuan-perempuan orang-orang yang beriman, supaya mereka menutup tubuhnya dengan baju dalamnya (Jilbab). (Dengan) demikian itu mereka lebih patut dikenal dan (karena itu) mereka tidak diganggu. Dan Alloh itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang. QS. Al - Ahzab (33): 59



Nah, dari kedua ayat diatas dijelaskan bahwa wanita tidak boleh memperlihatkan auratnya kepada selain yang disebutkan pada surat An nur ayat 31…Dan yang perlu kita ketahui ternyata antara jilbab dan kerudung itu ternyata berbeda..jilbab itu memiliki arti luas yaitu pakaian lapang dan longgar yang dapat menutupi aurat dari atas kepala sampai kedua telapak kakinya.. sedang kerudung adalah tudung kepala yang dapat menutupi kepala leher dan dada. Tapi kalau kita nih di Indonesia ..biasa menyebut kerudung itu dengan jilbab .. tapi apapun bahasanya.. yang penting kita memakai pakaian sesuai anjuran alqur’an yang merupakan kewajiban kita sebagai wanita muslim yaitu memakai pakaian yang dapat menutupi seluruh aurat kita dan pakaian itu longgar tidak transparan..tidak ketat hinggga atau dapat memperlihatkan lekuk tubuh..

Terus…kalau ada wanita yang memakai pakaian ketat.. celana panjang..sempit baju lengan panjang tapi ketat pungsat.. kalau nungging keliatan cd-nya dan memakai tudung kepala Cuma sampai leher..kalau angkat tangan kelihatan udel ne..terus poninya pakai di keluarin ( lagi terend nih jilbab poni) apa bisa dibilang wanita berjilbab ya…? Tau deh… jawab sendiri ajach…

Pada akhir ummatku nanti akan muncul kaum laki-laki yang menaiki pelana seperti layaknya kaum laki-laki, mereka turun kemasjid-masjid, wanita-wanita mereka berpakaian tetapi laksana telanjang, diatas kepala mereka (ada sesuatu) seperti punuk unta yang lemah gemulai. Laknatlah mereka, karena sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita yang terlaknat” (HR. Ahmad)

Jilbab tak hanya sekedar berfungsi sebagai penutup aurat saja tapi agar dikenal sebagai muslimah..dan agar tidak diganggu seperti yang telah dijelaskan seperti ayat diatas..sekedar menambahkan bagi saya jilbab juga sebagai alat kontrol diri dalam bersikap dan bertingkah laku.. karena banyak diantara kita yang mengatakan “ah..buat apa pakai jilbab yang pentingkan hati…” atau ada juga yang bilang “ di luar aja yang pakai jibab tapi dalamnya (hatinya) jelek… kelakuan masih tidak benar” dll.

Memang sih…orang yang pakai jilbab belum tentu itu hatinya baik..bersih…dan terkadang masih ada prilaku yang tidak sesuai dengan yang seharusnya.. tapi paling tidak dengan jilbab lambat laun kita dapat berproses kearah pribadi yang lebih baik..
Misalnya yang tadinya kita bersifat tukang boong..kesana kemari kerjanya ngerumpiin orang…atau kalau lagi ngumpul becanda sama teman-teman ketawanya ngakakkk…bangets tiga RT kedengaran…atau ada yang hobinya jalan-jalam ke mall seharian tanpa ada keperluan…cuma mejeng doang... dengan jilbab kan jadi ada rem buat nahan.

“ aduh…ketawaku tadi keras banget ya…malu..masa jilbaber kayak gini… bisa merusak citra jilbab nih gara-gara aku nanti yang lain ikut kena imbas..”

Atau.. kalau yang malas sholat..

“ Duh malu nih sama diri sendiri dan Tuhan… masa diluar pakai jilbab tapi sholat bolong-bolong…aku mesti rajin sholat nih! Biar tak kelihatanya saja alim..tapi harus alim beneran..”

Itu sih ..sebagian contoh…mungkin banyak contoh-contoh lainnya… tapi saya tidak bilang orang yang tidak pakai jilbab itu tidak bisa mengerem tindakannya.. tapi alangkah baiknya jika hati kita (dirasa- katanya… ) baik..dan ditambah dengan pakaian yang baik pula..jadikan komplit.. didalam baik diluar juga kelihatan menyejukkan..

Sekarang kita sudah tau…kalau jilbab itu wajib dan membawa kebaikan kepada prilaku kita kedepannya..yuk..kita istiqomah dengan jilbab yang kita pakai bagi yang belum, mari kita menyempurnakan pakaian kita sesuai tuntunan Al-qur’an dan hadits…… “Malu..ah..aku kan ga ikut pengajian..masa pakai jilbab..lebar lagi!?” Pakai jilbab itu tidak menunggu ikut pengajian.. mengikuti ajaran Alqur’an dan Hadits tidak menunggu ikut pengajian.. begitu tahu kewajiban langsung dilaksanakan.. Nanti setelah pakai Jilbab dan punya niat untuk menambah pemahaman tentang islam dan kemudian ikut pengajian itu sich… lebih oke lagi.
Semoga Allah membimbing kita semua..untuk dapat berprilaku sesuai yang di Firmankannya dalam Alqur’an..Amin…

InsyaAllah,tapi gak janji

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya Aku akan mengerjakan Ini besok pagi,
Kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan Katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini".( Qs.Al-kahfi,23-24)


Kata insyaAllah harus kita ucapkan ketika kita akan melakukan sesuatu tetapi belum pasti dilakukan..salah satunya ketika berjanji dg teman atau siapa pun..

Insya Allah memiliki makna:
"Jika Allah mengizinkan"
"Jika Allah berkehendak"
"Jika Allah memperkenankan"

Dengan mengucapkan InsyaAllah ketika kita akan melakukan dan melaksanakan sesuatu yg belum pasti, menunjukkan ketundukan kita kepada Allah swt dan kelemahan kita sebagai makhluk..dimana kita tidak memiliki kekuatan dan kuasa apa2 dihadapan Allah,kita hanyalah makhluk yg hanya bisa membuat rencana dan keputusan sesungguhnya 100% berada dalam genggaman Allah..

Tapi terkadang sebagian kita ketika membuat janji mengaburkan dan menggeser makna insyaAllah..

- Sekedar basa basi..cuma ucapan..
- Sebagai alasan untuk tidak menepati..
- Menunjukkan keraguan.. sebenarnya tidak akan melakukan
- Menganggap remeh janji..dan sengaja melupakan..
- Merasa tidak enak..untuk mengatakan tidak bisa berjanji..

Pada hal dengan mengucapkan insyaAllah ketika berjanji bearti di dalam hati kita tertanam kuat untuk menepatinya kecuali ada hal2 di luar kuasa kita yg membatalkannya misalnya hujan..ada musibah atau ada hal yg sangat penting yg tiba2 harus di selesaikan..
Karena pergeseran itu kata InsyaAllah tak lagi "diakui" sebagian orang..mungkin kita sendiri..

"Pokoknya kamu harus datang..gak ada tu insyaAllah-insyaAllah-an"
"InsyaAllah tuh kan kisi-kisinya tidak.."
Walaupun sipengucap janji sangat yakin ingin menepatinya...mereka jadi tidak lagi dipercaya..

Memang seharusnya jika mulut berucap dengan menyebut nama Allah janganlah terselip kebohongan..dengan niat mengingkarinya..kita harus memaknainya dengan maksud sebenarnya..bukan sekedar kebiasaan..
Jadi gak ada lagi tuh kalimat:
"InsyaAllah..tapi gak janji lo ya.."
dengan kalimat insyaAllah bearti telah membuat janji dan berkeinginan kuat menepati.
Jika seumpamanya kita berkemungkinan besar tidak bisa lebih baik kita berterus terang..mungkin dengan kalimat-kalimat lain yang jauh dari maksud menutupi alasan sebenarnya di balik kata insyaAllah..

Mungkin selama ini kita khilaf dan kurang memaknainya dengan baik..semoga Allah memaafkan kelemahan kita yg telah menutupi kemunafikan kita di balik nama agungnya -Amin..

(wallahu 'alam)

6*J-Theme