“ Karena Terbatas Bukanlah Pembatas” itu kalimat pertama yang saya temukan ketika mengetikkan sebuah nama di kolom pencarian google, sebuah kata yang mengandung motivasi kuat mengajak kita terus berkarya walau dalam keterbatasan. Sebuah pertanyaan muncul di benak saya “ keterbatasan apa yang dimaksud?”
Jujur, terkadang kita merasa tidak sabar menghadapi tingkah laku anak. Seringkali, kita memarahinya dengan emosi yang meledak-ledak. Setelah itu, rasa sesal datang menghantui: “Kenapa aku tidak bisa sedikit lebih sabar? Kenapa harus semarah itu, padahal semua bisa disampaikan dengan tenang?” Pertanyaan-pertanyaan itu muncul bukan tanpa sebab. Kadang, kita pun bertanya lebih dalam pada diri sendiri: “Apakah ini luka batin dari masa lalu? Apakah ini karena orang tua dulu terlalu keras?” Bukan untuk menyalahkan mereka, apalagi membuka aib, tapi untuk mengambil pelajaran dari perjalanan hidup.


