[Parenting] Miris ketika browshing dengan
kata kunci “orang tua yang cerewet”, justru yang bermunculan tulisan tentang
bagaimana mengatasi orang tua yang cerewet,
cara mengahadapi orang tua yang cerewet, menghadapi mertua bawel dll. Kok rasanya orang tua cerewet itu adalah
hal-hal jelek, padahal kita tahu banget kalau orang tua agak nyinyir itu pasti
ada sesuatu yang dianggap salah tentang diri kita, mungkin saja mereka benar
tapi mungkin bisa mereka salah paham atau tidak tahu apa yang sebenarnya
terjadi, sebagai anak tentu kita bisa menjelaskan kepada mereka secara baik,
dan pasti ketemu solusinya. Jadi bukan semena-mena bilang orang tua cerewet,
dan padahal ternyata kitalah yang egois.
Kisah 1
Aku punya makcik (tante) yang dalam omongannya da kesan bangga dan bilang
“aku gak gernah marahin anak” , kenapa dia bilang begitu? karena dia tahu
banget kalau ibuku tergolong orang tua yang cerewet bahkan tak segan menghukum
kami jika melakukan kesalahan. Tapi ketika aku lihat sepupu sepupuku dari
anak tanteku ini, malah aku merasa
bangga punya ibu yang cerewet. Menurutku tanteku ini terlalu diam melihat
tingkah anaknya, malah membuat anak seakan semena-mena pada dia. Aku gak tahu
bagaimana kehidupan masa lalunya bagaimana ia mendidik anak, tapi dari sejumlah
anaknya 1 orang buta huruf, dan hanya 1 orang yang tamat SMA, bahkan
anak-anaknya yang kebanyakan laki-laki itu malah jadi preman gak jelas bahkan
setelah jadi kepala keluarga pun begitu, masih suka main perempuan, berjudi,
berusaha dijalan yang tidak halal dll. Oke soal gak tamat sekolah dan buta
huruf mungkin faktor ekonomi, tapi kebaikan akhlak bukankah madrasah pertama
itu adalah orang tua dirumah. Walau gak sekolah kita masih bisa berdagang
dijalan halal dalam menafkahi keluarga, walau gak sekolah tetap wajib sholat 5
waktu, walau gak sekolah bisa hormat ke orang tua dan gak bentak-bentak orang
tua. Tante ku itu terlalu lemah pada anak karena berpikiran ‘ah..nanti sholat /
ngaji bisa sendiri”, tapi buktinya jika hal yang sederhana itu gak dibiasakan
dan tidak selalu diingatkan justru akan terbawa-bawa ketika berkeluarga.
Kisah 2
Lain lagi tentang sebuah keluarga lain, sepengamatan ku ibu ini
sangat baik ke anak-anaknya dan dia juga tidak terlalu cerewet dan sepertinya
jarang memarahi anak tapi terkadang juga
bisa ngomel sesekali. Punya anak cewe usia 17 tahun, masih sekolah, jika libur
suka bangun siang dan gak sholat. Seharusnya usia segitu bisa bantu-bantu nyapu
, ngepel, nyuci piring, nyuci baju dll kenapa aku bilang begitu karena bukan
keluarga kaya raya dan tak punya ART pula.
Yah..semisal libur dan ingin bangun siang, minimal sholat subuh dulu,
bantu ibu cuci piring, atau cuci baju sendiri, nyapu lantai, mandi n tidur
lagi. Kadang si ibu ngeluh karena anak
gak mau bantu-bantu, kenapa gak di suruh aja sih bu?? si ibu jawab percuma
nanti yang bilang malas, atau jawab ini –itu, bikin hati sedih apalagi sampai
dicemberutin. Ngomelin anak, malah balik di ngedumelin, ampun deh…. Bahkan
bangunin supaya sholat aja si ibu udah males banget.
Lain lagi kebiasaan anak yang
lain, kalau pergi gak pernah pamit dan salam. Yah..ibu juga tahu anak pergi
kerja ntah lagi pergi survey kelapangan. tapi minimal pamitan gitu loh… “ bu
aku berangkat kerja ya.. assalammualaikum”, “bu..hari ini aku mau
survey..kesini..kesitu..mungkin hari ini pulang telat”, ya pokoke minimal ada
salam kalau mau pergi kemana.
---------------
kok..??? ini kayaknya aku yang
cerewet yah…:D hahahaha…, latihan dulu jadi ibu mertua yang bawel #eh. Dan
menurut aku jadi ibu yang nyinyir dan cerewet itu penting , apalagi di zaman
sekarang yang makin banyak hal-hal negatif diluar sana yang mungkin saja
mencemari pola pikir anak, jadi harus ada “doktrin” orang tua yang terekam
dikepala anak, yang bisa menjadi rem pakem bagi anak untuk bertingkah laku.
Membuat anak cepat paham
Pasti sudah tahu, bahwa
kebanyakan anak yang cepat pinter
ngomong, kosakatanya banyak, pasti anak sering mendengar ibunya lagi ngomong
ini ngomong itu, n ceriwis didepan dia. ditahap ini sebagai orang tua tentu
kita bisa memilih kata-kata apa yang pantas didengar olehnya, jangan sampai
kita mengeluarkan kata-kata kasar.
Membuat Anak lebih disiplin
Sudah menjadi sifat anak anak
sukanya bermain dan inginbebas melakukan ini itu. Tapi sebagai orang tua wajib
untuk mengingatkan mereka atas kewajiban
yang mereka emban. Mulai bangun pagi, sholat subuh, mandi, sarapan, sekolah,
ngerjain pe-er, tidur siang, bermain, menjemur handuk sehabis mandi, menaruh
sepatu ditempatnya. Kesannya memang nyinyir , tapi itu semua untuk kebaikan
anak dengan begitu anak semakin paham dan tahu waktu bermain, belajar atau yang
lainnya.
Menanamkan Sifat Gotong Royong dan Belajar Mandiri
Sebagai orang tua kita boleh
cerewet ketika anak telah memasuki usia remaja atau ABG. Diusia ini anak sudah
mulai berani membantah dan terkadang lebih menuruti apa kata teman dibanding
orang tuanya, dan kadang suka membandingkan dengan orang tua temannya yang
lebih membebaskan dibanding kita. Sebagai orang tua kita wajib tegas dan bijak jika menghadapi anak seperti ini,
karena itulah sebelum anak memasuki usia remaja kita sudah memberikan wejangan-wejangan dan “kecerewetan” kepada
mereka apa yang menjadi hak dan manapula yang menjadi kewajiban.
Anak seusia ini bisa sdikit kita
berikan kewajiban atau tugas-tugas
dirumah yang bisa mereka kerjakan. Tugas kecil itu bisa menyapu halaman,
mencuci piring setelah makan, mencuci
sepatu sekolah sendiri , merapikan kamar sendiri dll. Tugas-tugas kecil ini
untuk melatih kemandirian mereka, dan juga rasa memiliki rumah bersama, bahwa
tiap anggota keluarga ada kerjasama untuk membuat rumah bersih rapi.
Membuat anak lebih hormat dan memiliki sifat terbuka.
Untuk membuat anak hormat dan
terbuka itu orang tua memang harus nyinyir dan cerewet. Lo kamu masuk rumah
nyelonong aja sih…? beri salam. Jika mau pergi-pergi itu coba deh minta izin
dulu ke orang tua. Bilang permisi dulu kalau mau lewat depan orang.
Nah..hal-hal yang mungkin dianggap cerewet itu sedikita banyak membuat anak
lebih terbuka dan lebih hormat. Untuk lain waktu anak dengan sendirinya bakal
minta izin, atau ngomong dulu kalau mau pergi, atau pulangnya bakal cerita apa
saja yang iya lakukan saat pergi, dan gak nunggu ortunya minta diceritaiN dan
tak sekedar itu saja anak dan orang tua juga lebih akrab, bondingnya lebih kuat
gitu deh.
---
#SelfReminder
Cerewet tidak sama dengan marah.
Cerewet sama dengan perhatian
cerewet sama dengan peduli.
