{blog} novanovili.com
{blog} novanovili.com
  • Home
  • DISCLOSURE
  • ABOUT ME
  • LIFESTYLE
  • FEMALE
    • Kesehatan
    • Kecantikan
    • Parenting
    • Relationship


    Alhamdulilah Allah memberikan nikmat tidur kepada kita..., dengan tidur kita dapat beristirahat secara total..tidak hanya istirahat dari lelah fisik saja tapi juga psikis..kita bisa melupakan sejenak segala masalah hidup..sehingga ketika bangun kita kembali fresh..segar..dan bisa berpikir jernih kembali...
    Rasa kantuk merupakan sinyal bahwa tubuh lelah..

    Kita bisa membuat tidur tidak hanya merupakan istirahat dari kesibukan dunia... Tapi juga merupakan tabungan akhirat bagi kita...dan menjadikan tidur merupakan ibadah..
    Yaitu dengan melakoni adab-adab tidur seperti dicontohkan Rasulullah saw..

    1. Berwudhu ketika akan tidur
    “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)
    Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan".

    2. Membaca doa akan tidur
    Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, "Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa" (Dengan nama- Mu ya Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur berdoa, "Alhamdulillahillaji ahyana ba ’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur." (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali." (HR. Muslim)

    3. Miring ke sebelah kanan Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits Rasulullah Muhammad saw yang artinya: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

    Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan".

    4. Meletakkan tangan di bawah pipi sebelah kanan “Rasulullah Muhammad saw apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya. ” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)

    5. Membaca surat surat Al-Ikhlash, Al-Falaq,
    dari An- Naas Aisyah ra. berkata: “Bila Rasulullah Muhammad saw berbaring di tempat tidurnya, beliau kumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya dan dibaca pada keduanya surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An- Naas. Kemudian disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua tangannya. Beliau mulai dari kepalanya, mukanya dan bagian depan dari badannya. Beliau lakukan hal ini sebanyak tiga kali. ” (HR. At Tarmidzi)

    6. Tidurlah di awal malam
    “Bahwasanya Rasulullah Muhammad saw membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang- bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya. ” (Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235))

    7. Tidak tidur dengan posisi telungkup (tengkurap) “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla. ” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)

    8. Berdoa ketika bangun tidur Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, "Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa" (Dengan nama- Mu ya Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur berdoa, "Alhamdulillahillaji ahyana ba ’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur." (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali." (HR. Muslim)

    9. Mengusap Bekas tidur “Maka bangunlah Rasulullah Muhammad saw dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” (HR. Muslim No. 763 (182)

    10. Beristinsyaq, beristintsaar dan bersiwak ketika bangun tidur “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238)

    Beristinsyaq dan beristintsaar adalah menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan kembali air dari hidung. “Apabila Rasulullah Muhammad saw bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak. ” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)

    Itulah beberapa adab tidur..yang disunnahkan kepada kita...
    Jadi gak ada lagi deh... Bangun tidur langsung nyomot makanan,,, atau tidur tengkurep.. atau langsung 'bleg' tidur di kasur karena gak tahan kantuk (pada hal baru datang..ntah dari mana....) n gak begadang.... Karena Rasullullah gak menyukai itu.... Dan kita harus mencontoh Rasul karena dia adalah tauladan bagi kita semua..

    Hmmm...semoga manfaat yah... Dan kita bisa lakoni ini semua..agar tidur kita juga merupakan ibadah...

    "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. " (QS. Al-Imran:185)

    ---------------------------
    Jum'at 27/05/2011
    Siang menjelang sore...
    Redup mentari dibalut mendung..
    Titik-tik awan berderai membasahi bumi..
    Seiring berita duka yang kami terima..
    Seakan derai hujan tak ingin kalah dengan airmata yang tak sanggup kami bendung..
    Adik tercinta menghembuskan nafas terakhirnya... Diuasia yang relatif muda
    Ntahlah....rasa rindu terhadapnya begitu cepat menyusup.... Mungkin benar, besarnya rasa cinta yang kita miliki, baru kita sadari ketika orang yang kita cintai..tak ada lagi disisi, kita begitu menyesal.. Begitu banyak waktu terbuang--begitu banyak episode hidup yang kita sia-siakan untuk bisa berbagi sayang-berbagi canda tawa, setelah dia pergi hanya sesal yang tersisa.. Kenapa dulu ketika dia ada tidak memberikan sayang yang lebih...

    Tapi semuanya tak boleh diratapi...
    Kita mesti sabar dan Ikhlas atas kehendak Allah swt.. Sesungguhnya Dia-lah pemilik kuasa segalanya,kita tidak punya hak untuk protes, sesungguhnya Dia maha tahu yang terbaik bagi hambanya dan kita mau tidak mau -sanggup tidak sanggup mesti tunduk pada ketetapannya... Dan Allah tak akan menguji diluar kemampuan hambanya..

    Kita mesti sadar, Apa-apa yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan, harta,Ayah,ibu,keluarga,teman,sahabat,suami,istri hanyalah titipan yang suatu saat akan diambil pemilikNya bahkan diri kita sendiri pun hanya dititipkan didunia ini yang di suatu waktu pun akan dijemput ke hadirat_Nya:
    Tiap kita berdiri pada antrian panjang maut... Kapankah waktunya?? Hanya Allah swt lah yang tahu.. tugas kita hanya mempersiapkan diri untuk waktu itu.. Dengan amal sholeh yang kita miliki...

    Semoga peristiwa ini memberi hikmah bagi keluarga, agar bisa menjadi manusia yang lebih bertaqwa.. Dan menyadari bahwa maut bisa datang kapan saja diluar dugaan kita sebagai manusia yang lemah..
    Dan tak satupun yang dapat kita bawa ke alam barzah selain bekal amal baik di dunia.. Sesungguhnya di sinilah kehidupan sesungguhnya akan di mulai.. Dan dunia hanyalah persinggahan sementara untuk mengumpulkan bekal-bekal kebaikan untuk kehidupan akhirat yg kekal..

    "Ya Allah berikan ketabahan kepada kami..
    Jadikan kami hambaMu yang bertaqwa...hambaMU yang selalu berjalan pada koridor yang paling engkau ridho-i jangan Kau biarkan kami terlena pada kehidupan dunia yang fana ini...jadikan lah kami ahli surga Mu ya Allah...jangan biarkan kami terperosok pada siksa nerakaMU yang kejam" amin...

    Kata orang cinta itu ibarat candu... Mungkin sejenis.. Nikotin.. Narkotik..shabu2..atau apalah... Yang membuat orang menjadi..terbuai..terlena..ketagihan..

    Ya..tentu..
    Rasa sayang setiap hari... Siapa yang tak ingin...
    Sms-sms bernada rindu...
    Telepon di telpon setiap hari..bercerita penuh canda...
    Membuat kita ketagihan....

    8eberapa jam saja tak terdengar kabar beritanya.. Hati penuh kegundahan,..kegelisahan... Jangan2 begini..jangan2 begitu... Resah..sakau..

    Apa lagi...
    Jika si pembuat candu tsb, tak lagi mengirim kabar berita....atau bahkan meninggalkan kita sendiri...dan pergi berlari meninggalkan tanpa memikirkan kita yang kecanduan...
    Sedih...
    Menangis...
    Dongkol..
    Berteriak..
    Diantara rasa benci dan rindu..memuakkan!!!


    Tapi ...please....
    Bangkitlah...!!!
    Jangan terperangkap pada keadaan..
    Apakah dengan menangis dan bersedih..akan merubah semuanya...???
    Hidup terus berjalan...
    Jangan biarkan kita terperangkap dan jatuh..

    Kenapa sedih??
    Apakah hanya dia yang terbaik buat kita??? Tidak.

    Jika dia baik...
    Tak mungkin dia demikian...
    jika dia baik..pasti dia masih bersama mu..
    Bahkan menggandeng mu ke pelaminan..
    Tapi...
    Dia hanya memainkan perasaan mu, lewat sms-sms cinta nya yang mengambang..., kata2 rindu nya yang tak pasti...
    Jika dia baik...pasti dengan sopan, dia melamarmu ke orang tua mu ..tanpa banyak basa-basi..tanpa banyak janji2 tak berbukti....

    Yakinkan diri...
    Dia bukan yang terbaik..

    Dunia begitu luas...
    Allah telah persiapkan orang yang cocok untuk mu....
    Bangkitlah..penuh senyum..walau berat..

    Jangan sia2kan waktu dan fikiranmu untuk orang yang tak menyematkan namamu di hatinya...

    Tersenyumlah...
    InsyaAllah...Allah mengirimkan..orang yang lebih baik... Jika dirimu berprilaku baik ,untuk mendapatkan cinta yang terbaik..

    Jangan terbuai pada cinta yang dimuntahkan pasa sms..
    Jangan turuti rayuan tanpa saksi..
    Jangan percaya pada janji tak berwaktu..
    Karena hidup bukan sekedar gurauan..
    Bukan sekedar happy2-an yang sesaat,
    Hidup itu menuntut keseriusan, apa pun itu...
    Harapan akan tercapai jika dijalani dengan keseriusan..

    SEMANGAT!!!! ;)

    Kucari dirimu di sela2 silaunya mentari diwaktu pagi..
    Disaat burung2 bernyanyi riang ..
    Disaat embun membelai lembut rerumputan..
    Bahkan disaat bunga2 indah bermekaran
    Hingga terik merajai siang..
    Kau tiada...

    Namun...
    Disaat saga senja melukis ufuk barat..
    Angin pun mengantar mentari keperaduaanya..
    Kau hadir..

    Kau semerbak disaat bunga lain melayu..
    Kau muncul disaat burung kan lelap di sangkarnya..
    Kau hadir bagai bulan yang menerangi bumi.
    Bagai sya'ir pengusir sepi..
    Bagai tetesan embun penyejuk hati...

    Tapi..apa yang terjadi..
    Ketika gelap menutup senja..
    Ketika kelam merebut cahaya..
    Ketika langit bertabur bintang..
    Kau lenyap...

    Kau lenyap..
    Bagai debu tertiup angin..
    Kenapa kau ada ..hanya sekejap..
    Sekejap waktu senja...

    -------------------------
    Untuk yang pernah merasakan cinta sesaat...
    Mengenal seseorang.....namun kemudian dia pergi ntah kemana...



    Postingan ku kali ini ...bisa merupakan curhat... Atau.. Apa ya...??? Hmmm....mungkin sekedar share aja....
    Tapi jujur...ini sama sekali gak ada hubungannya dengan kota Salatiga.. Soalnya akupun gak pernah tau keadaannya.... Mau pagi senin..pagi minggu..apalagi pagi jum'at... Juga bukan bercerita tentang asal-usul Sunan Kalijaga yang memberi nama Salatiga..karena kesalahan telah diperbuat Nyi Pandan Arang II dan suaminya yang akan dirampok.... Walaupun kisahnya rada mirip..he2, Jika asal usul Salatiga karena kesalahan yang diperbuat oleh tiga orang... ,nah kalau kisah aku ini karena berbuat tiga kesalahan.... (gak nyambung banget)

    Jum'at 20/5/11
    Seperti biasanya... Setiap hari Jum'at aku libur bekerja... Karena memang instansi tempat aku memberi libur kepada karyawannya setiap hari Jum'at...dan hari minggu tetap masuk bekerja..

    Dan pagi ini aku malas-malasan untuk bangun.. Setelah Sholat subuh aku tidur kembali.. Sebenarnya tidak tidur... Cuma sekedar rebahan aja.... Lagi pula masih dingin..malas buat ngapa-ngapain.., libur juga kok..

    Hampir Setengah tujuh aku baru bangun.. dan langsung kedapur untuk mencuci piring bekas makan malam yang belum ku cuci.. Tentunya sekalian membuat sarapan...

    Sampai di dapur brisik sekali ada suara bayi kucing... ya.. Aku tau itu bayi kucing ..kemarin aku sudah melihatnya..., bukan kucing peliharaan ku.. Tapi keluarga kucing itu tinggal di belakang rumah ..menempati bekas kandang ayam kami yang tak terpakai lagi. Oke kembali ke bayi kucing.... Yang berisik... Suaranya nyaring sekali..

    "ngeing...ngeing..ngeing..ngeing.." tak berhenti-henti dan memekakan telinga...
    (maaf..aku tahu suara kucing itu meong..meong..., tapi ini kan bayi kucing..jadi suaranya lebih kecil dan nyaring.. )

    Hhhh....
    Sebel, berisik kali sih kucing ini... Batinku..
    Sambil membereskan..piring kotor... Dan mengumpulkan tulang-tulang ikan... Yang sengaja ingin.. Kubagikan kepada kucing...

    Dan.. Ku buka pintu dapur.. Untuk melemparkan tulang itu pada kucing....
    Apa kulihat...Induk kucing itu duduk dengan santai di depan pintu dapur..., mungkin dia sengaja menunggu tulang ini... (kebiasaan tiap pagi begitu...)
    Melihat itu aku langsung ngomel.. Asli seperti memarahi manusia...

    "HEH!!! APA KAMU GAK DENGAR... ANAK KAMU NANGIS.... BUKAN NYUSUIN.., MALAH CUEK AJA..., DASAR KUCING GAK BECUS! NGURUS ANAK... PANTAS ASAL LAHIRAN ANAKNYA PADA MATI...KALO GAK DI MANGSA..!!!" (asli... Gak bo'ong lo...)

    kucing yang diomelin malah melototin aku tanpa bersalah..

    "ngoing...ngoing...ngoing..!!!!!"
    Duh...makin berisik aja....

    eh!!!!
    Tapi tunggu dulu... Suaranya kok terasa dekat sekali ya...?? Seperti tidak ada pembatas dinding antara aku dan dia...
    Aku coba menyusuri... Suara itu sepertinya di dalam ,bukan di samping dapur....

    Astaga!!!
    Benar...
    Ya tuhan....
    Ternyata bayi kucing itu di belakang pintu dapur dalam sebuah kardus...(kapan ya..maknya kucing naruh di situ???.. Tau deh)

    Langsung aku keluarkan kardus itu...
    Induk kucing masih ditempatnya...
    Kali ini.... bahasa ku lebih lunak...

    "Maaf ya kucing.... Aku gak tau anakmu di dalam... Pasti kamu takut ya.... Masuk ke dapur karena ada aku......"

    Kucing yang di ajak ngomong... Mukanya rada bengong....
    Dia menghampiri kardus yang ku letakkan diluar.... Dan langsung pergi menjauh....

    Marahku meledak lagi...
    "Ya ampun....., bukannya masuk... Ke kardus malah pergi!!! Susuin ngapa sih!!!"

    "Ngoing...ngoing...ngoing..."
    Nangisnya makin menjadi..... Hhhhh... Cape deh...

    Eh tunggu dulu.!!!
    Dari sebelah sana... Ada kucing lain yang berlari mendekati kardus....
    Kucing berwarna hitam putih...

    "Coba lihat! Malah kucing lain yang lebih perhatian sama anak mu....kata ku , sama induk kucing yang tadi."

    Eh. Jangan-jangan kucing ni malah pengen gangguin bayi kucing....ntar malah di makan lagi...kan kasian...

    Aku hentikan langkah (seperti adegan sinetron saja)

    tapi kok sepi ya...??? Bayi kucing itu diam...
    Owh. Bayi kucing itu berada di mulut kucing hitam itu... Dan membawanya ke kandang ayam... Eh ..dia peluk hangat...n nyusuin bayi nya.....

    Ternyata... Yang ku sangka induk kucing sebelumnya... Ternyata bukan induk si bayi kucing yang cengeng itu.... Hhhh...

    Aku lirik... kucing yang kusangka tadi...
    "Oooohhh... Ternyata.. Bukan anak mu toh"... Lagi-lagi... Si kucing melotototin aku....
    Mungkin Kalo kucing itu bisa ngomong pasti bilang gini...
    "makanya..kalo gak tau jangan asal nuduh...!!"
    haaaa...untung dia gak bisa ngomong..
    tapi mungkin negedumel juga tuh batinnya...tentunya pake bahasa kucingnya.... "miang--miung--ngeng--ngeng..." hehhehe..
    Aku tersenyum dalam hati dengan kelakuanku pagi ini.....
    Aku melanjutkan mencuci piring... Malu sendiri..

    _-------------------

    Tapi... Pagi ini ..diam-diam aku menertawakan diri ku sendiri...., dan aku mendapat pelajaran dari peristiwa ini..
    Ini adalah sifat kebanyakan kita...
    Jika terjadi sesuatu atau melihat sesuatu, kita terlalu cepat menyimpulkan...,cepat berkomentar ini-itu..berprasangka yang bukan -bukan, menyalahkan, dan berfikir negatif...
    Padahal masalah yang terjadi belum tentu seperti yang kita lihat..atau kita dengar
    Dan kita tidak tau kejadian sesungguhnya..


    Hhhhh...manusia...

    Hubungan dengan salatiga apa dunk...
    Yah..mengacu pada Sunan Kali jaga...
    Aku pun ikut memberi nama dengan peristiwa "salatiga" karena aku telah melakukan 3 kesalahan.... (hihi :) )
    pertama aku memarahi induk kucing karena tidak mau menyusui anaknya... Yang jelas2 dia bukan induknya, Yang ke dua aku cepat menyimpulkan kucing itu cuek pada bayinya karena cuma menghampiri tu kardus.. yang ketiga akau menduga bahwa kucing hitam putih ingin melukai bayi kucing... Yang ternyata induknya....

    Ow..ow...ow...
    Semoga kita bisa memetik hikmah... Dari setiap peristiwa yang kita lalui...
    Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

    ABOUT ME

    Hai, saya Nova, seorang ibu, blogger, dan freelance digital yang senang berbagi cerita melalui tulisan. Di blog ini, saya menulis tentang lifestyle, dunia perempuan, kesehatan, serta berbagai informasi menarik lainnya. Semoga setiap artikel yang Anda temukan di sini menjadi teman membaca yang menyenangkan. Terima kasih sudah berkunjung dan menjadi bagian dari perjalanan blog ini. Jika tertarik untuk bekerja sama, silakan cek halaman Disclosure..

    SUBSCRIBE & FOLLOW

    POPULAR POSTS

    Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates