“Ya Tuhan....”
“Ya..Ampuun!! ,Siapa sih yang coret-coret tembok rumah
begini?, Ya Allah…. Gak Cuma satu, di depan rumah, disamping ,belakang,
mana tulisannya gede-gede lagi ‘RANDA’ “
“ Pasti anak-anak yang bermain sekitar sini…, kok berani sih
mereka…. Ck…ck…”
“Tadi dua jam yang lalu mas sempat melarang mereka, karena mereka mencoret
tembok pagar tetangga.., lah kenapa jadi rumah kita yang jadi sasaran?”
“Anak-anak masih kecil, kok udah ada sifat dengki gitu?, gak bisa melihat punya orang bagus..malah pengen dirusak, di
kasih tahu malah kita jadi sasaran”
“Padahal tadi mas
ngasih tahunya baik-baik , gak marah-marah”
“Berarti ada yang
salah dengan karakter mereka, mungkin karena didikan orang tua mereka,
eh..tapi gak bisa nyalahin ortunya juga,
lingkungan juga bisa mempengaruhi lo…, tadi menegurnya pakai kata ‘jangan’ ya ?
“iya…”
“Nah…itu dia, katanya
sih… kata ‘jangan’ itu tidak baik, justru membuat seseorang tertantang
melakukan sesuatu yang dilarang”
______
Besoknya jadi berfikir sesuatu…..
“Mas…, ketika kecil mas pernah mencoret-coret rumah orang
gak….?”
“Ya.. dah lupa sih…., Cuma dulu kalau main bola kasti,
bolanya kan kotor tuh.., mas pernah melempar-lemparkan bola yang basah ke dinding
rumah orang.., biar cepat kering… , otomatis bekas kotor pantulan bola banyak
menempel kedinding…”
“Tuh..kan..?”
“Kalau dinda gimana?”
“Mungkin pernah juga…, Cuma lupa..”
"Hhhh.. ya sudah lah.., nanti kita cat lagi yang dicoret-coret itu"
_____
Astaghfirullah….
Terkadang sebagai manusia kita suka khilaf, kita terlalu
cepat menuduh atau mengkambing hitamkan sesuatu/orang lain atas kerugian yang kita terima. Tapi Mungkin saja
suatu waktu dulu.. kita pernah memperlakukan orang lain dengan hal yang sama…, Mungkin juga itu teguran Allah buat kita, agar berhati-hati dalam melakukan sesuatu.
Semoga Allah memaafkan kita…. Aamiin…
*Bukan Fiksi, bukan imajinasi, bukan puisi, ini terbentang nyata dibelahan katulistiwa
cetar membahana..*Haaalaaah..