{blog} novanovili.com
{blog} novanovili.com
  • Home
  • DISCLOSURE
  • ABOUT ME
  • LIFESTYLE
  • FEMALE
    • Kesehatan
    • Kecantikan
    • Parenting
    • Relationship



    Dalam pejam
    Ku sibak bilik-bilik tak berpintu..
    menyusuri ruang gelap tak bertepi..
    Sunyi...

    Dalam pejam
    Bayang Suram terpampang
    Membiarkan segala pedih menari
    Menelanjangi dosa tanpa kata

    Dalam Pejam..
    Sesal berteriak mendesak...
    Mengalir bersama bulir-bulir yang mengisaK
    Banjiri kekerontangan hati yang lama tak tersirami

    Dalam pejam sujud panjang..
    Tenggelamkan jiwa dalam do'a
    8ergetar beristigfar
    Mengalunkan bait taubat  tiada henti

    Tuhan...
    Dalam pejam kekhusukan hati..
    Terimalah uluran tangan hamba..
    Meraih ridhoMu..
    Hingga diri ini melapuk dipeluk bumi..

    ____

    By: Novili




    Jum'at siang kemarin, dikala para pria  beriman (#eeeeaaaa..) bergegas menuju masjid, untuk melaksanakan ibadah sholat jum'at. Aku dan temanku  bergegas pula kerumah seorang teman untuk menghadiri  acara aqiqahan anak keduanya.  Rencananya kami cuma sebentar saja,  selesai makan pulang (SMP-donk). Tapi wanita jika bertemu gak afdol kalo nggak ngobrol ngalor ngidul, dari utara ke selatan, dari barat ke timur, dari musim rambutan ke musim duren (ini mah lagu 'wali'), ditambah narsis-narsisan semakin memperpanjang waktu ;) .



     
    narsis with baby

    Diluar langit tampak mendung menggantung, awan ikut ngalor ngidul diterpa angin, gak mau kalah dengan obrolan kami dan sungguh mempersuram (he2) keadaan. Kami pun ijin pamit pada tuan rumah, namun baru hendak  menaiki sepeda motor,  tiba-tiba brrrrrrr... hujan turun dengan deras. Ah... terpaksa lah kembali duduk... dan tuan rumah kembali menyuguhkan kue.... #ehm :D

    Cukup lama juga kami menanti hujan reda. Ketika hujan mengurangi volume curahnya, kami pun bergegas pamit. Namun apa daya baru 100 meter hujan kembali deras  menerpa :p , mo balik kanan lagi? Pak ....munginnn... (tak mungkin maksudnya), terpaksa deh... mencari tempat berteduh. Dan kami berhenti pada sebuah bengkel (mungkin) kecil yang tutup. Hujan lebih deras dan angin lebih kencang, dan kami kedinginan dibawah nya diterpa tempias hujan yang diterbangkan angin.  Apa daya nasi telah menjadi bubur (apa an sih?)  *sedikit me-lebay*, kami mesti menikmati hujan, dan berharap gak masuk angin  he2.

    Dedaunanpun tampak terayun-ayun , seakan tak sabar  menggapai tiap tetes hujan yang tercurah.
    Jika tumbuhan saja begitu bersyukur dengan hadirnya hujan, lah... ? Kenapa kita mesti misuh-misuh dengan turunnya hujan?
    Lantas?
    Yuk kita nikmati hujan sambil foto-foto he2 (tettteeeeepppp...)
    Dan jangan lupa berdo'a ...
    "Allahumma Shoyyiban nafi'a..."

     
    brrrrrr... dinginnnnnn...
    Dingin, segar melihat daun yang basah

    Trio kwek-kwek  juga ikut sukaria dibawah hujan

    Happy banget ya... keliatannya..

    Setelah agak mereda kami pun kembali melanjutkan perjalanan pulang...namun tiada di sangka hujan deras kembali mengguyur.. terpaksa berteduh lagi #nasib.

    mbak.... jangan ngelamun ya..  he2
    Dan untuk selanjutnya kami terus melaju menantang butiran awan tanpa peduli dengan tubuh yang kuyup.

    Soal ujan-ujanan cukup sampai disini dulu ya…, Cuma ingin membahasakan pristiwa dalam rajutan kata-kata kok:) 


     ********
    By : novili
    Aku (tengah) diantara 2 juri lomba puisi lainnya

    Beberapa Waktu lalu, kampus tempat Aku bekerja mengdakan Lomba PIOS(  Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni).  Lomba ini rutin diadakan 2 tahun sekali, pesertanya adalah siswa-siswi SLTA/MA/Sederajat Sekabupaten Indragiri Hulu.

    Jika beberapa tahun lalu Lomba-lomba yang diadakan lebih mengedepankan pembuatan karya ilmiah dan bidang olahraga, maka tahun ini lebih kepada Seni nya. Ada tiga lomba yang diadakan  yaitu  lomba membuat mading tiga dimensi, lomba nasyid acapella, dan lomba baca puisi.


    Yang cukup membuat kaget, yaitu aku didaulat oleh panitia untuk lomba baca puisi. ha? aku sama sekali belum berpengalaman agak membuat ku deg-deg plus juga, lain halnya jika lomba menulis puisi , mungkin aku bisa menilai gaya bahasanya, majas-majas yang digunakan atau melihat bahasa pengandaiannya dll. Tapi ini menilai tentang penghayatan, pelafalan , penampilan, ini menurutku cukup sulit apa lagi mereka tampil bagus-bagus. cukup membuat bingung he2. Syukurnya panitia (anggota senat mahasiswa) telah menyiapkan draft penilaiannya jadi sangat membantu lah.
    Siswa-siswi tingkat smu, Antusias mengikuti perlombaan
    Pada lomba ini ada 2 kategori puisi ada puisi wajib yaitu puisi  CINTA DALAM SUJUDKU karya CAKSYAM  dan beberapa  puisi pilihan salah satunya puisi DOA SEHELAI DAUN KERING karya EMHA AINUN NADJIB.
    Puisi-puisi yang sungguh membuatku gemetar *mulai lebai deh* bagus-bagus , apalagi ketika melihat para peserta banyak yang menangis ketika menghayatinya, hmmmm udah deh..ikutan meleleh... *cuma dalam hati sih..* gawat kalo juri ikutan nangis...ha2
    Salah satu peserta lomba baca puisi



    Saat penentuan pemenang jadi deg-degan lagi , takut  salah menilai dan menuai protes dari para peserta lomba puisi . Tapi Alhamdulilah semua berjalan lancar, dan keputusan juri dapat diterima. Wah... lega deh...








    Sayangnya  aku gak bisa ambil foto lebih banyak, karena hp jadul ku lowbat, dan  yang dapat ku foto hanya beberapa saja. Tapi panitia berbaik hati he2... aku diberi beberapa dokumentasi , thanks buat panitia. Selamat juga buat para pemenang.
    Memberikan piala kepada salah satu pemenang

    sumber foto: inilah.com



    "Mak.... Mak....!!! Assalammualaikum...!! Mak.. Mak...!!!"
    "Waalaikumsalam Alif,  mak di belakang....!!"
    Alif setengah berlari mendapati mak yang berada dibelakang rumah, yang sedang memisah-misahkan sampah, dari hasil memulung.
    "Ada apa alif..?? Kamu kok teriak-teriak begitu..."
    "Mak..., coba tebak , Alif bawa apa ?"
    Masih mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Anak kelas tiga SD itu tampak bahagia sekali
    "Emang kamu bawa apa?? Bawa uang satu juta?" Emak terkekeh.
    "Bukan mak”
    "Apa?"
    "Taraaaaa.....!!!"Alif memperlihatkan sebuah kertas kecil.
    "Kupon daging kurban mak!" sambungnya dengan wajah  riang.
    "Hmmmm..." Mak melihatnya tak semangat.
    "Mak  kok gitu sih...., mak  besok kita bisa makan sambal tomat daging kesukaan kita, sudah satu tahun ini mak tak pernah memasaknya"
    "Kamu masih ingat lif..., lebaran qurban tahun lalu, emak hampir kehabisan nafas saat berdesak-desakkan dengan yang lainnya. Dikota besar seperti ini sangat susah mendapatkan daging kuban lif... Apa lagi orang kumuh seperti kita, hampir tiap tahun begitu, dan akhirnya pulang dengan tangan hampa"
    "Kalau begitu biar saja Alif yang ambil mak.., Alif kan kecil? Jadi bisa nyempil-nyempil mak..., kadang kalau lihat anak  kecil yang datang malah dibantu sama petugas, mak menyiapkan sambal nya aja dirumah, biar Alif yang ambil"
    Mak diam saja.. berat hati untuk mengatakan  "ya" .
    "Mak?"
    Mak menoleh.....
    Hhhhhh...
    "Baiklah.." sahut mak pelan, sambil melanjutkan pekerjaannya.
    "Yes!!!" Alif berteriak Girang.

    --------
    Mak tampak sibuk didapur, menyiapkan sambal tomat pesanan  Alif. Ah... sebenarnya tak terlalu sibuk cuma menyiapkan cabe dan tomat saja dengan sedikit bawang. Nanti jika Alif datang, hanya tinggal  mencuci dan merebus daging biar agak empuk, kemuadian digoreng dan disambel.
    Hmmm....
    Mak tersenyum.
    dalam hati mak, membenarkan kata Alif, sudah lama mereka tak mencicipi sambel goreng daging. Mak makin bersemangat.
    ------
    Hari menjelang sore...., Alif belum pulang.
    Mak gelisah..
    Bergegas Mak menyusul Alif ke Masjid, jangan -jangan Alif terjepit diantara desakan orang-orang.
    “Oh.. Syukurlah..” Mak mengusap dadanya ,saat mak menatap sosok Alif di ujung jalan sana  dengan menenteng  kantong plastik berwarna hitam.
    "Ah...pasti daging, Akhirnya Alif mendapatkan daging.." mak bergumam tersenyum bahagia

     "Alif.... !!!!"
    Alif  Menoleh
    Mak......!!!, Mak.... Aku dapat dagingnya...!!!!" seraya mengangkat kantong pelastik ditangan kanannya... Dan berlari menyongsong emak yang ada di seberang.
    "Jangan lari-lari lif.....!!!"
    "Lif....!!! Hati-hati....!!!"
    "Ya mak.....tunggu !!!!"
    "Lif....!!! Awasssss!!!
    Brmmmmmm...!!!!   Ciiiiiiit.....!!!Braaakkkk!!!!
    "Aliiiif......!!!"
    Sosok tubuh Alif terpental, sebuah Mini bus menghantam tubuh kecil Alif dan mengantarkannya pada keabadian.

    ***********

    "SELAMAT HARI RAYA  IDUL ADHA"
    "Semoga Allah SWT membimbing kita menjadi hamba yang Ikhlas berbagi untuk sesama" Aamin...

    *By : Novili *

    Wah, Gak biasanya nih ..ngeposting tentang resep masakan , camilan dll…, tapi gak apa deh sekedar berbagi resep yang sangat sederhana.

    Hari ini, Sebelum subuh Airmolek dan sekitarnya diguyur hujan deras, Alhamdulilah…rupa-rupanya telah memasuki musim penghujan, jika beberapa minggu lalu banyak yang ngeluh mengenai air sumur  yang kering, maka minggu ini banyak yang pergi kerja cantik-cantik, soale gak ada lagi yang gak mandi pagi… (gak segitunya kaleee…). Eh.. tapi ada kok teman yang ngeluh… “Aduh..kemarin aku mandi pakai air galon, karena air sumur gak naik….” Duh kaya banget ya mesti mandi  air aq*a, terpaksa  dari pada gak mandi katanya.

    Oke deh…kembali lagi..ke niat semula…he2
    Biasanya nih…kalau pagi-pagi dengan cuaca dingin apalagi hujan kita biasanya membuat sarapan yang ringan-ringan dan hangat. Bagaimana kalau sesekali kita ganti menu yang agak beda, kalau biasanya pakai roti, nasi goreng, mi goreng dll,kita ganti dengan Pisang Goreng Madu

    Cara membuatnya super gampang kok, cukup dengan menggoreng Pisang kepok seperti biasanya, angkat, lalu agak setengah dingin atau setengah anget lumurin dengan  madu sesuai selera. hmmmm rasanya manis  yummmiiii , cukup mengenyangkan dan bertenaga (tau donk… manfaat madu).

    Bagaimana ? mau nyoba? He2
    Tapi bagi yang punya penyakit diabetes saya tidak menganjurkan, karena pisang katanya memiliki kalori tinggi…
    Selamat mencoba ya….


    *By: Novili*
    Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

    ABOUT ME

    Hai, saya Nova , seorang ibu, blogger, dan freelance digital yang senang berbagi cerita melalui tulisan. Di blog ini, saya menulis tentang lifestyle, dunia perempuan, kesehatan, serta berbagai informasi menarik lainnya. Semoga setiap artikel yang Anda temukan di sini menjadi teman membaca yang menyenangkan. Terima kasih sudah berkunjung dan menjadi bagian dari perjalanan blog ini. Jika tertarik untuk bekerja sama, silakan cek halaman Disclosure

    SUBSCRIBE & FOLLOW

    POPULAR POSTS

    • ISTRI MENULIS KEBURUKAN SUAMI DI MEDIA SOSIAL
    • GURUKU PAHLAWANKU, PAHLAWANMU DAN PAHLAWAN KITA SEMUA
    • Review: Wardah Exclusive Matte Lip Cream 12 Plump It Up
    • √SAKIT MAAG MEMAKSAKU UNTUK ENDOSKOPI
    • Makan Nanas dan Durian menjelang HPL, berani?

    Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates