{blog} novanovili.com
{blog} novanovili.com
  • Home
  • DISCLOSURE
  • ABOUT ME
  • LIFESTYLE
  • FEMALE
    • Kesehatan
    • Kecantikan
    • Parenting
    • Relationship
    contoh daftar belanja dapur
    Sebagai emak  rumah tangga kita emang dituntut  untuk pelit  #Eh , maksudnya kita harus bisa ngirit. Apalagi jika kita diberi uang belanja oleh suami dengan sistem bulanan,kita  mesti pintar-pintar mengelolanya apa lagi jika kita murni  ibu rumah tangga yang tidak punya penghasilan sampingan. Banyak cara untuk ngirit , mulai dari area kamar mandi perlengkapan seperti sabun, detergen, sampai area dapur misalnya penggunaan minyak goreng, penggunaan gas, cara masak dll.

    Kalau  ibuku dari dulu menyuruhku  membiasakan diri  untuk  membuat daftar belanjaan sebelum kepasar. Berapa yang dibutuhkan , segitu pulalah Uang yang dibawa .jika ingin bawa lebih  maka dilebihkan seperlunya saja. Misalnya  setelah kita rinci  untuk keperluan masak adalah  Rp. 85.000,- maka cukup bawa seratus ribu rupiah. 

    Cara  ini dilakukan  untuk mencegah agar tidak belanja over, atau untuk  mencegah lapar mata atau tergoda akan bujuk rayuan pedagang.  Karena kadang-kadang kalau ke pasar dengan tujuan membeli  sayur  mayur, eh.. tiba-tiba ada  kerudung cantik yang berkibar-kibar  di seberang sana, eh kaki otomatis  melangkah ke toko yang kita lihat tadi niatnya Cuma satu gak tahunya beli dua karena bujukan si penjual. Emang sih cara ini simple banget, tapi lumayan untuk bisa ngirit sampai akhir bulan.


    “Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Irit tapi Bukan Pelit yang diadakan oleh Kakaakin”


    Aku gak tahu  siapa sebenarnya  “ Jeng Nik” pada  Fiksi Mini “‘Senyum Jeng Nik Semanis Es Krim”. Bisa jadi dia adalah seorang cucu,anak, adik, pacar, atau istri  dari sipemberi eskrim. Tapi aku sangat yakin bahwa jeng Nik adalah seorang wanita.

    Membaca Fiksi ini aku tersenyum, teringat akan kata-kata ibu ku  yang mengatakan bahwa “hati wanita itu seperti kerak nasi yang mengeras di periuk”.  Ibuku bilang sekeras apapun hati wanita yang sedang marah  jika dibujuk, dirayu, disayangi pasti akan luluh juga . Seperti halnya kerak nasi diperiuk,  sekeras apa pun bahkan udah gosong sekali pun , jika disiram air maka kerak-kerak yang menempel akan  lepas. Seperti halnya  Jeng Nik yang begitu mudah dibuat tersenyum, semudah es krim  melumer.

    Wanita memang makhluk unik, dia  seorang yang lembut tapi bukan lemah . Hanya saja wanita adalah seorang yang sensitive dan perasa.  Wanita gampang menangis, merajuk cemburu, marah, sesuai apa yang dirasakannya. Wanita menangis bukan bearti cengeng  Cuma saja disetiap tetes air matanya tersimpan bulir-bulir kekuatan. Tangisan Cuma sekedar pelampiasan, jika tangis mereda  hatinya menjadi lega, dan kekuatan untuk bertahan seketika muncul setelahnya. Setegar dan sekuat apapun wanita bahkan yang katanya “tomboy” sekali pun tetap  mencari bantal dan meminta kekuatan pada sungai yang mengalir pada ujunng matanya.

    Wanita itu Pemaaf, tapi bukan pula makhluk yang gampang dibodohi. Perasaan wanita itu sangat tajam. Dia dapat membaca hati dan pikiran pasangannya, menebak jalan cerita  akan  dibawa kemana. Jadi jangan sampai  pria mencuri waktu untuk berdusta padanya, karena walau dia diam, dia tahu bahwa dia telah dibohongi hanya saja dia butuh waktu yang tepat untuk mengklarifikasi semuanya.

    Wanita itu seperti kucing yang manja terlelap tidur  diatas pangkuan tuannya…yang sangat menikmati kepalanya dibelai-belai. Tapi coba saja ia disakiti atau diancam… ia tak akan segan-segan mencangkar bahkan menggigit, melukai hingga berdarah.

    Jadi, jangan sakiti hati wanita.

     Artikel ini diikut sertakan pada Giveaway 2 Hari yang diadakan oleh Pakdhe Abdul Cholik



     
    foto :google
    Bukan sebuah kisah baru, bukan pula cerita usang yang di tepis jaman
    Adalah sebuah imbas kerusakan akibat ulah tangan manusia
    Ntah sejak kapan ..cerita pedih terus berulang, bukan pula cerita bersambung, hanya saja cerita itu terus ada.. dibawa musim
    Jangan tanyakan akibat, jangan pula tanyakan sebab. Mereka sudah tahu.. tapi selalu mengabaikan…
    Itulah  jadinya…, cerita itu datang tanpa bosan, tanpa bisa ditepis….
    Rakyat bukan satu-satunya akibat, tapi rakyat juga ikut dalam penyebab…, warisan tak hanya harta, Lingkungan wajib kita jaga.


     :::::
    by : Novili


    "Inilah akhirnya harus kuakhiri
    Sebelum cintamu semakin dalam
    Maafkan diriku memilih setia
    Walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya"

    Sahabat Nashhah pasti sudah sering mendengar bait lagu Fatin ini.... asyik banget ya.. Buat didenger...
    Hmmmm...

    Tapi lama2 jadi mikir deh.. Setelah liriknya dibaca ulang...

    Itu kan ceritanya tentang seseorang yang selingkuh , kemudian tersadar dan memilih untuk setia pada pasangan..

    Tapi kenapa juga pake minta maaf, yang bener tu minta maaf pada pasangan karena telah menduakan dan mungkin juga telah melukai perasaannya.
    Kalau udah sadar...gak usah bilang, seandainya aku masih sendiri bakal milih kamu, karena aku juga cinta kamu. Oh no! Kalau udah milih setia gak usah deh.... Bilang cinta, itu namanya ga setia. Bener ga?

    Eh... Tapi, tapi sisi positif ...gara-gara mendengar lagu ini semoga saja banyak para suami yang suka main mata berubah jadi lebih setia sama istrinya..
    Eh tunggu..!*sebelum ditimpuk para suami* mungkin juga untuk para wanita yang kecantol pria idaman lain.. *nunduk...takut natap mata para istri...*

    Ah... Namanya juga lagu, kadang kita menikmatinya tanpa perlu memahami isinya..., yang penting iramanya enak di dengar.., udah deh.. *aku gitu.Ini baru nyadar* :p

    Tapi nih....jangan-jangan yang suka banget lagu ini, bener2 mendalami maknanya , dan pernah ngerasa gak setia pada pasangan...? Bener ga??

    Adoooh.... kenapa jadi ngelantur... , udah ah.... Gak mau berprasangka.
    Lah... Tapi kenapa di posting coba?
    Ya...mau posting aja... :)
    Bye....

    *novili*

    Aku sangat setuju pada Setiana bahwa pernikahan itu adalah Mitzaqan Ghalizaa (Perjanjian yang Kuat), perjanjian di depan Allah Swt yang tidak bisa dibuat main-main. Pernikahan adalah sebuah janji diri terhadap Allah untuk menyempurnakan Agama, dan menyatakan diri sanggup untuk menjalankan segala kewajiban sebagai istri, suami, bahkan sebagai pendidik bagi keturunan.

    Saat aku menikah beberapa tahun lalu usia ku juga  sudah menginjak usia 29 tahun, gelisah sudah pasti. Di dalam keluargaku sendiri tak ada  patokan menikah harus usia berapa, bahkan orang tua ku pun adem ayem saja ketika itu, tapi justru cobaan itu dari luar, biasalah.. terlalu banyak usil yang mengatakan begini begitu. Ketika itu aku hanya bisa berdo'a semoga Allah pertemukan aku dengan seseorang yang mencintaiku dengan segala kekurangan dan kelebihanku, dan aku berharap  pernikahan itu terikat kuat dan hanya sekali untuk selamanya.
    Lewat seorang teman aku diperkenalkan dengan seseorang, yang sekarang ini telah menjadi suamiku. Tak butuh proses panjang, akhirnya  kami menikah, sebelumnya tentu kami  terlibat pembicaraan serius mengenai komitment dalam berumah tangga .

    Pernikahan tentunya tak sama dengan pacaran, pernikahan bukan untuk sebulan dua bulan, atau pun untuk setahun atau dua tahun tapi  untuk seumur hidup. Jika pacaran, saat  ada masalah , bisa dengan mudah bilang "putus" dan kemudian sambung lagi, dan itu terkadang bisa putus nyambung untuk sekian kalinya. Tidak dengan menikah,  saat ada masalah harus benar -benar di bicarakan jalan terbaiknya, dan jalan terbaik itu  tentunya bagaimana pernikahan itu tetap langgeng dan harmonis, bukan jalan terbaik seperti yang sering kita tonton di TV banyak sekali artis atau aktor yang mengatakan perceraian adalah jalan terbaik (walau mungkin ada benarnya bagi masalah yang mereka hadapi). Seakan-akan pernikahan  itu tak ada kekuatan, bagai sebuah cincin yang gampang dipasang dan dilepas. Komitment kami yang lain adalah berusaha menjadi  pribadi yang baik, selalu untuk berusaha  setia, jika tak ingin terluka maka jangan melukai perasaan pasangan masing-masing.

    Pernikahan adalah perjanjian yang kuat antara hati dan janji kepada Allah, yang tak mudah untuk mencerai berainya. Dan pernikahan tak di nilai seberapa mahal cincin   yang melingkar dijari. Karena cincin tak dapat mengikat hati, yang membuat pernikahan itu kuat adalah niat yang kuat untuk salaing menyinta. Jika niat untuk menghancurkan maka hancurlah, jika ingin selalu utuh  maka apapun yang terjadi akan  selalu saling menguatkan.

     "Tulisan ini disertakan dalam Giveaway Novel Perjanjian yang Kuat,"
    Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

    ABOUT ME

    Hai, saya Nova , seorang ibu, blogger, dan freelance digital yang senang berbagi cerita melalui tulisan. Di blog ini, saya menulis tentang lifestyle, dunia perempuan, kesehatan, serta berbagai informasi menarik lainnya. Semoga setiap artikel yang Anda temukan di sini menjadi teman membaca yang menyenangkan. Terima kasih sudah berkunjung dan menjadi bagian dari perjalanan blog ini. Jika tertarik untuk bekerja sama, silakan cek halaman Disclosure

    SUBSCRIBE & FOLLOW

    POPULAR POSTS

    • ISTRI MENULIS KEBURUKAN SUAMI DI MEDIA SOSIAL
    • GURUKU PAHLAWANKU, PAHLAWANMU DAN PAHLAWAN KITA SEMUA
    • Review: Wardah Exclusive Matte Lip Cream 12 Plump It Up
    • √SAKIT MAAG MEMAKSAKU UNTUK ENDOSKOPI
    • Makan Nanas dan Durian menjelang HPL, berani?

    Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates