{blog} novanovili.com
{blog} novanovili.com
  • Home
  • DISCLOSURE
  • ABOUT ME
  • LIFESTYLE
  • FEMALE
    • Kesehatan
    • Kecantikan
    • Parenting
    • Relationship
    Resep Mi sagu Sederhana 

    Beberapa hari lalu BWke blognya Mba HM Zwan ..eh…dia pamer-pamer dapet kiriman mi sagu enak dari catering temannya…duh bikin ngiler banget.
    eh! Jadi keingat kalau di kulkas ada stok mi sagu. Aku sih jarang bikin …karena yang sukadi rumah tu Cuma aku.  Ya udah..besoknya lasngsung deh bikin. Mi sagu diapain juga enak.. buat campuran makan lontong juga mak nyuss kok, malah teman aku kadang cuma di sambel aja...rasanya teteap enak.

    Nah...  kalau aku sukanya di tumis pedas manis  , apa lagi bumbunya juga gak ribet .

     
    rESEP MI SAGU SEDERHANA 
    Bahan Utama
    Setengah Kilogram Mie Sagu

    Bumbu untuk menumis :

    6 batang  cabe merah
    10 batang cabe rawit (suka-suka sih... kalau mau pedas ya ditambahin lagi)
    7 siung bawang Merah
    5 Siung Bawang putih
    Kecap manis
    Daun Seledri biar  ber-aroma lebih segar aja.
    Garam
    dan Penyedap rasa.

    Lebih enak jika di tambah suiran ayam... he2

    Iris..semua  bawang dan cabai, kemudian ditumis deh... 
    setelah wangi masukkan Mi sagu aduk hingga rata, beri sedikit air agar mi sagu lembut, kemudian beri garam , penyedap rasa dan kecap manis. aduk-aduk hingga matang, biasanya mi sagu berubah warna lebih bening yang tadinya agak putih dan keruh. sebelum diangkat taburi irisan seledri dan aduk-aduk sebentar.

    kemudian sajikan dan nikmati selagi hangat.
    Gampang ,gak ribet, enak.
    Kepengen? :)

    Emang  sih..ga seenak kaya foto di blog mba Hana ..tapi....  rasanya tetap enak ini...hahahaahah.. maksa..maksa..., seenak-enak foto di kampung orang..lebih enak didapur sendiri.. hujan emas dinegri orang hujan asap dinegri sendiri... apaan sihhhh..gak nyambung...qiqiqqi..
     


    Ruang aman bagi anak

    Curiga dan Waspada itu beda tipis. Karena kita Curiga maka kita waspada, karena waspada  bawaan jadi curiga. Benar ga sih…?
    Hidup dicurigai emang gak enak. Tapi keadaan menuntut kita untuk selalu waspada dimana pun kita berada. Contohnya didalam  angkot atau taransportasi umum , kita selalu waspada jangan-jangan  diantara penumpang ada pencopet, penjambret, penodong, maka kita berhati-hati. Ya…. Mungkin juga kita dicurigai oleh yang lain…
    “haaaa…. Aku pencopet ya..nggaklah…!!!!”
    Itukan kata kita, orang mah gak tau apakah kita jujur atau nggaknya.
    Kenapa jadi curigaan gini ya.
    Seperti yang aku bilang sebelumnya, saling mencurigai itu gak enak, tapi keadaan memaksa kita harus waspada, tapi bukan bearti menuduh.
    Akhir-akhir ini banyak pristiwa perlakuan kekerasan terhadap anak . Terakhir yang masih hot adalah peristiwa pembunuhan anak SD usia 9 tahun di Jakarta Barat. Hal ini banyak menimbulkan kekhawatiran terhadap orang tua, yang biasanya tidak pernah mengantar dan menjemput anak , sekarang meluangkan waktunya untuk itu.  Karena khawatir kejadian serupa menimpa anak mereka. Anak-anak diwanti-wanti agar berhati-hati terhadap orang asing.
    Kekerasan kepada anak sebenarnya tak hanya dilakukan oleh orang asing. Terkadang justru dilakukan oleh orang-orang terdekat. Ntah itu tetangga, saudara, om, teman,  bahkan orang tua sendiri. Kekerasan Fisik misalnya pemukulan, cepat diketahui orang sekitar dan biasanya segera  dilaporkan oleh masyarakat setempat ke pihak yang berwenang.
    Yang paling mengerikan bagi ku adalah kekerasan dalam bentuk pelecehan seksual pada anak, baik pemerkosaan ataupun sodomi. Biasanya peristiwa ini telah berlangsung lama , bahkan tahunan dan telah banyak korban , baru kejadiannya terbongkar.  Pelecehan Seksual  tak hanya meyebabkan trauma fisik tapi juga psikis bahkan bisa menyebabkan anak-anak menderita dis orientasi seksual ketika dewasa, dan melakukan hal sama. Ah, rasanya tak termaafkan untuk pelakunya.
    Baik kembali kepada Curiga
    Kalau dulu orang tua seenaknya menitipkan anak ketetangga , jika ingin kepasar atau jika ada keperluan sebentar. Sekarang jadi takut jangan-jangan anak aku diapa-apain, atau jangan-jangan ART dirumah juga gitu.
     Disekolah ? “ Kamu hati-hati ya nak, jangan dekat-dekat pak guru loh,  atau hati-hati dengan pak satpam disekolah, kalau mau ke kamar kecil ajak teman”atau
    “ Nak..disekolah kamu pernah disentuh-sentuh pak guru ga…?”

    Guru dan Pak satpam adalah orang tua disekolah, yang seharusnya tempat pelindung dan memberikan rasa aman pada anak. Justru menjadi orang pertama yang dicurigai yang mungkin ngapa-ngapain anak. Ditempat Les, juga begitu. Hampir disegala ruang membuat anak waspada dan curiga.
    Bahkan dirumah sendiri.
    “ Dek..kamu kan udah gede, jangan  sembarangan  masuk kamar abang ya..” abang sendiri loh..
    “ Nak.. kalau ibu gak dirumah, Pintu kamar kunci rapat ya, kalau perlu jangan keluar dulu sebelum ibu pulang. Pada hal ada Suami dirumah. Ayah pun perlu diwaspadai?! Ya Allah…lantas siapa lagi yang dapat dipercaya dibumi ini. Jika Bapak kandung juga di waspadai ,yang seharusnya membela anak dunia dan akhirat.
    Kenapa ini terjadi. Sebab banyak sekali peristiwa ayah kandung menodai anaknya hingga hamil. Dan seenaknya mengatakan itu khilaf.  Jika bapak kandung saja diwaspadai apalagi orang lain.Lantas dimana tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak?
    Terkadang nggak habis pikir dengan segala pristiwa yang terjadi. Jika sudah kejadian, gak bisa menyalahkan siapa-siapa , karena akan terlalu banyak yang akan dipersalahkan. Mulai dari kelalaian orang tua, guru, bahkan teknologi pun ikut andil karena salah dalam memanfaatkannya. Dan biasanya  Lebih Fokus kepada penyelesaian dan penyembuhan fisik dan psikisnya.
    Tapi Kewaspadaan itu wajib, waspada tak hanya mencurigai tapi lebih bertindak pada pencegahan dari diri sendiri. Misalnya:
    1.       Berpakaian yang sopan untuk anak-anak perempuan , jangan pernah mengatakan “alah….bukan karena pakaian, emang dasar laki-laki aja yang bejat buktinya yang jilbabban aja ada yang dilecehkan” Nah. Kalau yang tertutup aja  berpeluang untuk dilecehkan apalagi yang buka-bukaan.
    2.       Jangan memakai perhiasan, walaupun sedikit. Ya… bagi yang punya mungkin sedikit. Bagi yang butuh  dan jahat itu akan kelihatan sangat banyak
    3.        Jangan memberi anak uang jajan yang berlebih. Ini berpeluang dia untuk dipalak oleh teman-temannya  atau orang luar.
    4.       Jangan berhias. Terkadang ada anak SD yang udah pakai lipgloss pink, bedak tebel dan lainnya. Tentu akan membuka mata orang-orang yang berpikiran mesum.
    5.       Berpakaian sederhana. Untuk kesekolah misalnya gunakan merk yang umum dipakai jangan yang  bermerk. Biasanya penjahat juga paham dengan merek merek tertentu misalnya jam tangan atau lainnya. Bisa ditandain loh..ini anak orang kaya, bisa saja berniat menculik.
    Aduhhhh..kalau diturutin banyak banget ya…… Mungkin itu tak sepenuhnya  mencegah pristiwa kejahatan paling tidak kita meminimalisasi peluang terjadinya tindak kejahatan.
    Hmm…tuh kan..??? jadi beneran curigaan aja bawaannya…
    -------------


    kabut asap


    “Jadi Bencana Nasional , Parameternya jumlah korban, Kerugian Ekonomi, dan lainnya lalu harus ada PP baru yang mengatur status bencana ‘’

    Kami memang tidak diterjang tsunami , diterpa angin topan, gempa bumi, ataupun gunung meletus yang membuat  daerah kami bergelimpangan mayat-mayat, membuat kami kehilangan saudara, kehilangan tempat tinggal yang membuat rugi secara ekonomi dan psikis kami terganggu bahkan gila.
    Apakah dengan parameter tersebut kami tidak bisa dikatakan sebagai korban.

    Apakah..kami harus mati dulu….
    Apakah kami harus miskin dulu…
    Apakah kami harus gila dulu…
    Baru bisa dikatakan korban..

    Selama ini kami korban..
    Korban keganasan dan kerakusan para penguasa egois.. yang mungkin jadi merekalah yang memberi izin membuka lahan baru, dan mereka tidak ingin rugi. Dengan modal sebatang korek api mereka membabat hutan kami, dan menebarkan penyakit dengan memasukkan partikel berbahaya pada nafas kami.

    Mungkin, sekarang  tak ada mati massal, tapi tunggulah beberapa tahun lagi akan ada kematian massal pada generasi kita. Kematian oleh penyakit yang dihirup berpuluh puluh tahun. Ini lebih kejam dari eksekusi mati seorang penjahat. Karena kami menikmati rasa sakit dengan mengeluarkan biaya sedikit demi sedikit  ,untuk berobat, padahal  semua biaya tabungan kematian.

    Itu semua membuat kami miskin, miskin udara bersih, miskin kekayaan alam kami. Tak lagi bisa bercerita pada cucu kami tentang indahnya dan sejuknya hutan. Percuma sekarang kita bercerita di buku pelajaran tentang pentingnya hutan menyimpan segala sumber daya alamnya. Toh pada kenyataannya justru berubah menjadi lahan industri demi kepentingan sekelompok orang.
    Tak bisa bercerita kepada mereka bahwa Desa indah permai dengan udara yang bersih. Justru kini desa lah yang udaranya paling kotor.

    Sekarang  pun kami sudah gila , keadaan ini membuat kami tertekan dan stress. Bagaimana tidak, kami disuruh tetap di dalam rumah dan mengurangi aktivitas diluar rumah. Anak-anak kami diliburkan sekolah, mereka tak lagi bebas bermain dengan keadaan ini. Dan bapak tau…sekarang pun menyelinap kedalam rumah kami.  Kemana kami harus mengungsi..?  Kami terpenjara di tanah tumpah darah kami sendiri. Apa itu tak membuat jiwa kami tertekan..?? stress kita harus bepergian keluar rumah dengan membawa anak, karena keperluan mendesak ntah berobat atau lainnya.

    Kami disini perlu gebrakan, Gebrakan dengan menyatakan bahwa kabut asap adalah bencana nasional yang perlu  dipadamkan segera secara serentak. Percuma jika padam satu daerah..karena  asap akan terbawa oleh  angin… jika perlu keluarkan lah Peraturan pemerintah terbaru, karena peraturan itu kondisional jika keadaan sudah parah begini perlukah  terikat pada peraturan yang lama.? Bagi kami 14 Pesawat dan 17 Helikopter itu belum cukup.

    Haruskah kami mati dulu..?
    ----------

    Airmolek, 5 Oktober 2015
    Selamat hari TNI
    Dalam sumpah mu..
    Bangkitlah membangun negri.
    Serahkan Jiwa dan ragamu untuk bangsa ini.


    www.novanovili.com
    Jempol mesti bijak , untuk ikut menyebarluaskan suatu berita, yang kita pun belum tahu kebenarannya
    Beberapa waktu lalu aku mendapat pesan singkat di facebook ku:
    “Pagi kak..” akrab sekali , seperti kenal dekat. Tapi aku sama-sekali gak familiar dengan nama yang tercantum. Sebelum membalas pesan itu aku coba lihat profilenya…
    Degh. Ya Tuhan… foto profilenya itu loh, masa dia memasang foto polos nya alias tanpa busana setengah badan, dan maaf… PD nya terpampang nyata…, eits….. ga usah dibayangin ya.. (ini mah nyuruh tau..  hehehehe..)

    Skip…
     lanjut ya..

    Karena aku penasaran… maka kuliat foto-fotonya yang lain…ternyata ada beberapa foto serupa, yang sangat Haram dipajang di media seperti ini dimana semua mata bisa liar ..melihatnya. aku coba bandingkan dengan foto dia  yang berhijab, sangat mirip..dan sama. Aku yakin ini bukan editan, lagian tu di foto bukan artis, siapa juga yang meluangkan waktu buat nyari tubuh n kepala yang beda, kurang kerjaan banget.
    Ini memalukan, di profilenya tertulis pula pernah bersekolah di XXX ga tega rasanya seseorang seperti dia , ngaku-ngaku jadi alumni sekolah XXX. Aku bales pesannya..sembari nanya… Nama asli kamu siapa, kamu benar pernah sekolah di XXX , angkatan tahun berapa?hmmm..teman-teman seangkatan kamu siapa aja, mungkin kakak..lupa?

    Aish…bukannya menjawab pertanyaan..malah menerangkan silsilah keluarganya, masa Kakak lupa aku kan A anak si anu, mantan istri si anu, keponakan si anu. Lah…. Mana aku kenal. Langsung aja aku todong..
    “ Kamu laki-laki kan.. kamu hack akunt A, hapus foto-foto..itu, kasian tau….” Jawaban ku terima juga ga nyambung. Ya ..udah…. aku tutup aja jendela pesan.

    Aku masih gak rela nama sekolah XXX tercantum disana. Ku lihat ada 13 teman yang sama, ingin sekali aku bertanya dengan mereka siapa si A ini. Tapi…. Hati kecil  melarang, jangan-jangan mereka yang ku Tanya belum tahu tentang foto –foto ini, dan belum pernah lihat. Jika  aku nanya dan membuat mereka  penasaran dan pasti melihat foto ini. Ini sama saja aku ikut menyebarkan luaskan foto tersebut, menyebarluaskan aib. Bukankah  itu gak boleh?!. Akhirnya ku urungkan niat tersebut. Beberapa jam kemudian aku cek lagi profilenya,Alhamdulilah semua foto sudah dihapus.

    Selang beberapa hari kemudian  foto tersebut diapload lagi dan memenuhi berandaku. Kali ini lebih  banyak dari sebelumnya. Aku kembali mengingatkan agar menghapus foto, ternyata dia nantangin aku . Masa pict Pin BBM ku di FB , dia  tag namanya…  itu bearti membuat pin ku terpajang di FB nya dia. Langsung ku blokir tuh dia.

    Tapi ternyata yang melihat itu tak hanya aku. Dari 13 Teman tersebut ada salah satu membuat status begini kira-kira :
    “ Memalukan alumni XXX  tanpa malu memajang foto bla..bla..”

    Aku kemudian Tanya (dasar mak-mak kepo hi2), tentu tanpa sebut nama… ternyata benar dia alumni XXX…yang katanya  sudah cerai dan menjadi PSK . Aku ga percaya sih…. Masa jadi PSK terang-terangan gitu. Tanpa malu memajang foto yang di sana juga ada foto orang tua dan keluarganya..anak-anaknya juga. Gak butuh waktu lama komentar dan like bejibun, dan pake keceplosan tuh jempol main ketik nama. Jadilah tu akunt SI A buruan banyak orang.  

    Ini ga bisa di biarkan, langsung aku kirim pesan sama  adek yang bikin status… menyarankan agar dihapus saja. Karena semakin banyak yang penasaran semakin banyak yang melihat. Takut tanpa sengaja kita bisa jadi ikut andil menyebarkan aib itu. Dan bisa saja  ada orang jahat ikut ngesave picturenya dan menyebarkannya pula. Padahal semua belum jelas.Memang benar asli foto dia, tapi belum tentu dia yang apload, mungkin ada orang jahat yang menguasai FB nya. Kesalahannya Cuma satu kok ya mau di foto dengan pose tersebut,Alhamdulilah Adek faham dan menghapus status nya. Makasih Ya Dek…
    ----
    Ada  yang dapat ku petik  dari kejadian ini.
    1.       Jangan berfoto dengan pose erotis, seksi, ntah itu selfie atau difotoin suami   atau siapapun, oke deh itu koleksi pribadi. Tapi kita gak jamin, naudzubillah minzalik kalau sampai cerai terus dia dendam n menyebarkan semua. Atau Hp hilang dan diketemukan sama orang gak bertanggung jawab, wah..bisa berabe.
    2.       Jangan membuat status tentang sesuatu yang kita juga gak faham, bahkan gak tahu. Takut justru kita tertuduh pencetus utama menyebarkan fitnah.
    3.       Di Medsos sangat banyak berita yang berbau SARA, Fornografi, Provokasi kita harus bijak menggunakan jempol buat ikut ngeshare, atau ngelike. Toh kita ga tau pasti itu berita benar atau tidak. Jaman sekarang yang baik bisa kelihatan jahat yang jahat juga bisa keliatan sangat baik. Jangan sampai Jempol  yang seharusnya terangkat untuk menyatakan kebaikan lah..justru menjerumuskan kita  ke jurang neraka…
    -------
    #SelfReminder





    foto : search from google
    Libur kerja itu membahagiakan. Pasti  pada setuju, karena dengan libur jadi punya waktu untuk mengerjakan hal-hal yang lain. mungkin bisa rekreasi bersama keluarga, mengerjakan hoby, bersih-bersih rumah dll. Kalau aku libur kerja artinya bisa full time bersama Hamid.

    Biasanya kalau hari libur,  tempat aku bekerja memiliki peraturan hari libur itu Jum'at sedangkan Sabtu-Minggu tetap masuk. Maka Kamis Sore aku mencuci pakaian, dan pagi Jum'at aku masak dan beres-beres layaknya seperti hari biasa dan  jam 7 pagi diusahakan udah beres semua, dengan begitu seharian aku bisa fokus bersama Hamid. Memandikan, menyuapi makan , becanda , tidur-tiduran.. pokoknya Hamid Time deh.....

    Nah... kemarin ada 4 hari libur karena cuaca, Alias kabut asap..., ga tau deh.. libur ini dadakan banget, aku tahunya juga dari teman. Asik.... aku malah kepikiran , pengen menjalani rutinitas sesantai mungkin...abis subuh..tiduran lagi... setengah tujuh baru muter cucian, bikin sarapan, nyambi mandiin  baby love, nyuapin...ngantuk ya  boboin dulu . Ah... aku mikir balik kalau gini kapan siapnya kerjaan ya? disaat hamid Tidur aku buru-buru menyelesaikan cucian sambil  bolak-balik ngayun Hamid, kalo ayunan berhenti , ah...ternyata sebelum sempat ngejemur, Hamid dah nangis-nangis... ya ampun belum juga sampai satu jam bobo nya. terpaksa aku tunda..alaaah... belum masak buat makan siang. Aku coba biarin Hamid main sendirian.. tapi takut kejedut, jatuh, soalnya lagi aktiv merangkak kadang suka berdiri megang dinding/kursi terus tangan main lepas aja padahal belum seimbang. Yah..... keteteran banget pokoknya lari sana-lari sini  emaknya... nyuapin sambil ngegendong, sambil liat masakan takut santan pecah. cuapekkk..... tapi kok ya senang ya...? ada kepuasan bisa nyelesaikan pekerjaan dengan manajemen waktu yang buruk terlalu nganggep sepele...pengen nyantai, tapi repot sendiri.
    Sesekali minta Kakek Hamid buat ngejagain, mangku... ya ampun si Kakek malah ngos-ngosan yang di pangku malah lonjak-lonjak, si kakek--- ketawa ketiwi dibuat ngosngosan. Kakek juga senang di bikin capek ma cucu ternyata :p

     Libur hari ke dua dan seterusnya... aku lebih fokusin ke Hamid. Capek..ngelonin anak itu ada rasa puas yang bikin bahagia,,,, ya gak sih..?!

    Ada emak Blogger yang bilang " Alhamdulilah kalo bisa dikerjain semua, tapi klo nggak harus bisa pilih apa yang mau di korbakan waktu istirahatkah? atau rumah yang berantakan?  atau anak yang dibiarin?"

    Kalau mau pilih... aku lebih pilih biarin rumah berantakan... kalau kurang istirahat ntar bisa sakit siapa yang gantiin ngelakuin semuanya.. kalo anak di telantarin..ah..semua juga ga bakal setuju. biarin deh rumah berantakan... ntar kalo ada waktu juga bisa di rapi-rapi in dikitlah... ( dasarnya emang males..heheheheh)


    Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

    ABOUT ME

    Hai, saya Nova , seorang ibu, blogger, dan freelance digital yang senang berbagi cerita melalui tulisan. Di blog ini, saya menulis tentang lifestyle, dunia perempuan, kesehatan, serta berbagai informasi menarik lainnya. Semoga setiap artikel yang Anda temukan di sini menjadi teman membaca yang menyenangkan. Terima kasih sudah berkunjung dan menjadi bagian dari perjalanan blog ini. Jika tertarik untuk bekerja sama, silakan cek halaman Disclosure

    SUBSCRIBE & FOLLOW

    POPULAR POSTS

    • ISTRI MENULIS KEBURUKAN SUAMI DI MEDIA SOSIAL
    • GURUKU PAHLAWANKU, PAHLAWANMU DAN PAHLAWAN KITA SEMUA
    • Review: Wardah Exclusive Matte Lip Cream 12 Plump It Up
    • √SAKIT MAAG MEMAKSAKU UNTUK ENDOSKOPI
    • Makan Nanas dan Durian menjelang HPL, berani?

    Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates