{blog} novanovili.com
{blog} novanovili.com
  • Home
  • DISCLOSURE
  • ABOUT ME
  • LIFESTYLE
  • FEMALE
    • Kesehatan
    • Kecantikan
    • Parenting
    • Relationship
    pict : pixabay.com
    Bayi adalah  makhluk yang paling rentan terserang  berbagai penyakit . Pada usia 1-6 bulan bayi harus diberikan ASi eksklusif untuk meningkatkan imun tubuhnya agar tak mudah terserang penyakit.

    Setelah Usia melebihi 6 bulan sudah seharusnya diberikan makanan tambahan untuk mencukupi kebutuhan gizinya, apalagi usia segini anak mulai aktif dan banyak berinteraksi dengan orang sekitar. Sudah seharusnya mereka  diberikan makanan yang sehat . Apalagi untuk makanan pertama yang dikonsumsi bayi  sebagai pendamping ASI eksklusif. Makanan pendamping ASI untuk bayi hendaknya memiliki nutrisi yang sehat dalam bentuk bubur. Karena sistem pencernaan bayi masih belum lancar dan optimal. Selain untuk bayi, makanan sehat untuk Ibu menyusui juga sangat penting untuk kesehatan Ibu dan bayinya.
    Sebelum bayi mendapatkan makanan dalam jumlah yang normal, hendaknya harus tetap diberikan ASI, baru setelah mulai dapat makan dalam jumlah yang normal, asupan ASI mulai dikurangi. Ada baiknya dalam meningkatkan jumlah asupan makanan selain ASI di lakukan secara perlahan dan jangan tiba-tiba dalam jumlah takaran yang banyak agar pencernaannya mampu beradaptasi dengan baik. Bayi juga acapkali mengalami sulit untuk di suap, tapi seperti demikianlah karena normalnya seperti itu. Mungkin sibuah hati sudah merasa kenyang dengan makanan yang barunya dan jangan dipaksakan apabila dia menolaknya.

    Berikut beberapa jenis makanan yang cocok untuk bayi 6 bulan :
    Bubur Susu. Jenis makanan untuk bayi yang sejak dahulu selalu dianjurkan dari masa ke masa adalah dengan memberikan bubur susu. 


    pict : pixabay.com
     Lalu bagaiamana cara membuatnya agar lebih baik? Cara pembuatannya cukup mudah, yang Anda butuhkan adalah bahan berupa tepung beras dengan takaran 1 sendok makan, serta susu bubuk sebanyak kurang lebih 200 ml. Kemudian larutkan tepung beras tadi dengan menggunakan susu bubuk. Masaklah dengan api yang sedang hingga mendidih. Atau bisa juga bubur tepung beras dicampur dengan beberapa sendok ASI ini tentu lebih sehat.
    Jus Buah / Sayur. Tak hanya orang dewasa bayi juga membutuhkan asupan serat. Serat pada makanan sangat membantu sistem pencernaan bayi, untuk mencegah diare bahkan sembelit. Kita bisa mengenalkan beberapa buah yang aman bagi pencernaan bayi seperti Alpukat, Peer, Apel, Jeruk bisa kita kenalkan dengan sedikit perasan pada buburnya. Untuk sayuran kita bisa membuat bubur kentang untuk mempercepat perkembangan bayi 6 bulan.  Variasi makanan bagi bayi hanya cukup disarankan agar bayi tidak merasa bosan karena selalu mengkonsumsi makanan yang itu saja. Jenis makanan ini adalah makanan padat pertama yang sebaiknya diberikan untuk bayi
    Biskuit Bayi. Biskuit bayi juga bisa di berikan sebagai selingan. Selain menambah asupan dan varian rasa juga untuk melatih sistem motorik kasar anak. Dengan diberi biskuit ia belajar menggenggam, dan merangsang pertumbuhan gigi bayi.

    Apasih menu pertama yang bunda berikan ketika anak membutuhkan makanan pendamping ASI?. Sharing yuk..


    Aku tergolong terlambat memutuskan untuk berhijab.  Keputusan ku untuk berhijrah sempat pula dilarang oleh kakak ku dengan bilang selesaikan kuliah dulu, aku gak tau juga apa alasan dia. Namun beberapa Minggu kemudian aku tak lagi minta persetujuannya, aku langsung berhijab, tapi bersyukur dia gak ada mengomentari negatif tentang keputusan ku.

    Kita bersyukur berada di zaman yang memudahkan kita untuk berhijab berpenampilan lebih muslimah . Beda banget dengan kejadian beberapa dekade lalu,  dengan mengatakan orang berjilbab dengan aliran tertentu bahkan disebut atau difitnah sebagai penyebar racun. Dikantor, dipemerintahan, disekolah sangat jarang bahkan tidak ada yang berkerudung. Tapi kini begitu mudah orang untuk berhijab, banyak toko yang menjual tak terkecuali secara online.

    Walau kini keputusan berhijab bisa begitu mudah dilaksanakan tapi masih saja yang banyak merasa belum siap melakukannya. Banyak beralasan bahwa dia belum pantas berhijab, karena merasa hati masih belum bersih, sholat yang belum benar dan lainnya. Padahal menurut aku lebih baik berhijab dulu, kemudian pelan-pelan membenahi ibadah yang lain. Hijab bisa kita jadikan benteng pertahanan untuk tidak melakukan hal buruk, misalnya pengen ninggalin sholat, kemudian  iman dihati berbisik “kamu berhijab kan malu dengan hijabmu  kalau nggak sholat” akhirnya kita sholat deh. Ya, semua bisa kita lakukan tahap demi tahap.Sebenarnya perintah  berhijab bisa disejajarkan  dengan perintah sholat, karena Allah langsung yang memerintahkan dalam firmanNya .

    Selain karena belum siap secara hati, banyak pula yang enggan berhijab karena timbul kekhawatiran didalam hatinya. Tapi nyatanya kekhawatiran itu terlalu mengada-ada, yang tanpa sadar itu hanyalah sebuah bisikan agar kita ingkar pada perintah Nya.

    Berikut beberapa hal yang dikhawatirkan atau ditakutkan saat memutuskan untuk berhijab.

    Takut Terlihat Jelek . Alasan ini terlalu mengada-ada, karena sekarang sudah banyak berbagai mode hijab yang bisa disesuaikan dengan bentuk wajah, begitu juga pakaian gamis, setelan rok dan celana kulot yang justru membuat kita terlihat lebih anggun. Sebenarnya hijab justru membuat kita lebih cantik, kulit jadi lebih bersih karena terlindung dari sengatan matahari dan debu, begitu juga dengan rambut yang selalu terlindungi. Tak hanya berefek pada fisik tapi lambat laun membuat hati dan pikiran lebih positif dan lebih ikhlas menerima segala sesuatu yang terjadi. Soal cantik itu tergantung kita merawat diri , kalo nggak berhijab pun kalo malas dandan malas mandi, pake baju asal-asalan sembrono, ya gak enak dipandang juga kan?

    Takut Tidak Dapat Jodoh. Jodoh itu ditangan Tuhan, bagaimana bentuk “wajah” jodoh tergantung usaha dan cara apa kita menjemputnya. Semoga dengan berhijrah berhijab menjadi kendaraan untuk menjemput jodoh yang lebih Sholih. Alasan ini juga tidak sesuai toh banyak juga mereka yang belum berhijab tapi belum dapat jodoh hingga usia 40 tahun. Jadi kesimpulannya, hijab bukan penghalang mendapatkan jodoh.

    Takut Tidak Dapat Pekerjaan. Dizaman sekarang sepertinya semua sudah menerima keberadaan hijab, bahkan polisi pun berhijab. Orang2 sudah paham kok, dalam pekerjaan itu yang dibutuhkan adalah keahlian pada bidangnya bukan penampilan semata., Bukankah dengan berhijab bukan berarti penampilan amburadul kan?. Memangnya mau melamar jadi apa, kok takut ditolak? kecuali kamu melamar untuk bekerja ditempat “hiburan malam” yang memiliki aroma mesum. Dunia begitu luas memang tak sedikit perusahaan yang menolak wanita berhijab, tapi masih begitu banyak yang menerima wanita berhijab.

    Takut Karena dilarang suami. Jika suami melarang berhijab, cobalah tanya alasannya. Apakah dia ingin melihat kita seksi. Perintah berhijab adalah untuk menutup aurat dari pandangan bukan muhrim terutama lelaki lain. Tanyakan apakah suami senang jika ada pria lain melototi  pinggul istri yang dibalut jins ketat? , Apakah suami suka jika belahan dada kita dinikmati oleh pria lain yang sengaja mengintip saat kita menunduk. Yakin deh, pasti mereka tidak suka. Kita istri hanya tertutup untuk orang lain, jika dirumah tentunya kita bisa tampil seksi untuk memuaskan hati suami. Mana lebih utama Mengikuti perintah suami ataukah mentaati perintah Allah?

    Wanita berhijab bukan artinya tak memiliki cela. Hijab adalah jalan untuk menuju  kesempurnaan ibadah. Ada langkah , ada tahap, ada proses menuju kesempurnaan itu. Jika sekarang berhijab tapi mencela, berhijab tapi pembohong, berhijab tapi bla-bla, semoga dengan kemantapan hati membuat ibadah kita semakin bagus dan hubungan antar manusia semakin baik. Selamat memutuskan untuk berhijab. :)



    bahagia saat hamil

    Setelah mengandung sekitar 9 bulan lebih, saat – saat menjelang persalinan adalah saat paling mendebarkan bagi seorang ibu. Ada rasa tak sabar untuk melihat bagaima rupa si jabang bayi yang selama ini mengulet-ngulet menyentuhnya dalam kandungan. Tak hanya ibu yang mengandung bahkan seluruh anggota memiliki rasa yang sama ingin melihat si mungil lahir ke dunia. Saat Hamil dan melahirkan memang saat-saat membahagiakan. Apalgi buat yang sudah lama menantikan kehadiran buah hati ditengah keluarga.


    Bahasan kali ini sedikit menyinggung pelajaran bahasa Indonesia, karena aku ingat ada salah satu bab pelajaran bahasa Indonesia kalau nggak salah ketika aku sekolah smp, yang membahas tentang perluasan makna, penyempitan makna, peyorasi dan ameliorasi. Hmm, tapi gak serius banget, tapi ini penting karena  merupakan bagian  perkembangan bahasa di tanah air Indonesia kita #halaaaah :D. (Paragraf pertama aja udah bikin males)
    Penyempitan dan perluasan makna sebuah kata itu ternyata di pengaruhi perkembangan jaman. Terbukti sekarang banyak sekali istilah –istilah baru yang muncul, yang dulu mungkin sudah ada tapi sangat asing terdengar ditelinga, dan sekarang ternyata justru jadi familiar banget.  
    Oke kembali ke judul, Ketika Panggilan Mengalami Penyempitan Makna. Jadi dulu saat belajar ibu guru menerangkan  kalimat yang ada di buku cetak tentang beberapa contoh kata panggilan yang mengalami perluasan makna adalah kata “ibu” jika dulu ibu hanya panggilan untuk wanita yang melahirkan kita , kini ibu bisa digunakan  untuk panggilan ke semua wanita yang dihormati tak hanya lebih tua usia tapi juga karena pangkat, misalnya ibu guru, ibu camat dll.Contoh panggilan yang mengalami penyempitan makna adalah kata “bibi” jika dulu adalah panggilan untuk istri paman, atau orang dewasa yang usianya lebih muda dari orang tua kita, tapi kini bermakna lebih sempit yaitu panggilan untuk yang bantu-bantu dirumah/ ART.

    Setelah 20 tahun berlalu ternyata banyak berubah, jika dulu dengan maksud menghormati dan kelihatan lebih sopan, ternyata kini justru berbalik dan dianggap tidak sopan. Jika dulu panggilan “mbak” untuk daerah jawa itu adalah panggilan halus dan sopan bahkan anak kecil perempuan juga dipanggil mbak. Tapi ternyata panggilan mbaK itu memiliki makna yang khusus dan sempit yaitu mbak-mbak yang bantu-bantu dirumah. Ah ..ternyata jaman membuat orang ingin selalu dipanggil muda kalau dulu bibi sekarang jadi mbak, naik pangkat satu generasi :D.
    Terus yang dipanggil mbak dipanggil apa?. Nah, karena tak ingin disamakan  dengan yang bantu-bantu dirumah yang mbak-mbak  maunya dipanggil “kakak” , bahkan anak kecil sekalipun. Keponakan ku usia 8 tahun juga tidak mau dipanggil mbak, jadi ceritanya sepupu aku yang di Jakarta mudik ke Riau, dia punya anak cewe usia sekitar 8 atau Sembilan tahun gitu, maksud hati sih mau ngajarin Hamid hormat sama yang lebih tua jadi manggilnya “mba Keysa”, terus  sepupuku aku nyolek “stttt.. jangan panggil mbak, dia gak mau dipanggil mbak maunya dipanggil kakak”,”Loh..kenapa?”, “iya.., dia bilang emang keysa mbak-mbak yang masak dirumah”. Oalaaaaah…, aku jadi ngikik dalam hati, Kids jaman now (eh istilah ini beberapa bulan lalu belum ada).
    Oh, Iya ada satu kisah lucu yang baru kemarin diceritakan kakak ku. Jadi saat dia kepasar , ya namanya didaerah pasarnya emang tradisional banget, banyak yang jualan cuma gelar tikar terus naroh sayur dan  ikan sungai begitu saja. Jadi ceritanya kakak ku belanja  dan mau tanya harga “ mak, mak itu harga ikan nya berapa?” itu yang jualan nunduk dan gak peduli, dan kakak ku nanya sampai berkali-kali tapi yang jualan cuek aja. Akhirnya nanya sama yang jualan disebelah “itu kenapa?”, yang ditanyain tentu saja nggak tau, akhirnya yang jualan buka suara sembari ngomel sodara-sodara! , mau tau apa katanya. “Enak aja manggil mamak-mamak, awak masih muda gini, panggil kakak lah!”.  Ya tuhan, terus  kakak ku bilang, kalau aku mah terserah aja mau dipanggil orang, kakak,mamak, ibu asal jualan laku. Padahal tu ibu-ibu yang jualan udah tua juga dan sudah  punya anak cucu. Ah ternyata panggilan ‘kakak’ sudah merembet ke area pasar  hahhaaha, gak mau dipanggil emak-emak, apa disuruh bikin blog dan  gabung ke emak blogger dulu ya?

    Ternyata kini menyebut dan memanggil dengan sebutan lebih tua itu dianggap kurang sopan. Dan fenomena ini disadari oleh pelaku bisnis, yang berdagang, bahkan tukang angkot dan tukang ojek sekalipun. Jadi agar dapat pelanggan dan pelanggan senang maka abang tukang ojeg dengan senang hati memanggil pelanggannya “kakak”, walaupun ibu-ibu dan bercucu. :D, apa lagi si ibu yang dipanggil kakak itu tersenyum menyeringai #apaansih. 
    Kalau aku pribadi sih terserah saja mau dipanggil siapa, dipanggil ibu boleh walau agak baper ,wkwkwkwk, dipanggil kakak  juga lebih bergairah :D.  Cuma jujur saja belum bisa move on dari panggilan kakak walau sekarang sudah bisa menyadari bahwa banyak yang memanggil ibu.

    Memang sudah naluri perempuan ingin selalu terlihat lebih cantik dan lebih muda, dan iri liat Puspa Dewi masih seger burger diusia 50 tahun. Jangan iri kalau kitanya aja malas merawat tubuh dan mandi suka dijamak, jangan iri kalau lebih senang makan jeroan, kaki dan kepala ayam daripada ngunyah wortel mentah. Emangnya siapa yang iri sih?! ;D *celingak-celinguk. Dan bahkan ada yang tidak mau pakai kerudung karena takut terlihat  seperti orang tua atau takut dipanggil ibu. Aduh..kalau alasan belum siap mungkin masih bisa diterima ya, karena soal hati. Tapi kalau takut dipanggil ibu-ibu kok ya berlebihan, kan jadi doa kalau ada yang manggil  dengan sebutan “ibu haji”, pada hal nginjek pasir mekah aja belum pernah hehehe. Sekarang kerudung kan sudah banyak modenya ,  bahkan makainya juga simple  dan gak ribet seperti kerudung pashmina , dan banyak bermunculan hijab – hijab terbaru yang membuat penampilan lebih anggun dan muda.

    Satuhal yang kita sadari ternyata kita berada dizaman dimana setiap orang ingin gak mau disebut tua. Kalau teman-teman disini suka dipanggil sebuatan apa sih, mba, kakak, tante, atau ibu?. hmm… aku juga pernah dengar ada yang   gak mau dipanggil tante, “enak aja..emang saya tante-tante”. Memang nya “tante-tante” disini punya makna yang menyempit juga kah..?? apakah tante-tante itu memiliki aroma negatif atau bagaimana? (serius nanya). O iya? buat yang laki-laki sukanya dipanggil mas, bapak, om, atau babang ,ah..jadi inget Hamish Daud:D, efek kebanyakan ngikutin akunt gossshhhhhip.

    Bersyukur sekali di era sekarang  banyak orang tua sadar betapa pentingnya pendidikan untuk anak. Pada umumnya masyarakat berpikir bahwa  tingkat pendidikan mampu menunjang  kehidupan yang lebih baik, anak tak cukup sekolah hanya sampai pendidikan menengah atas saja. Sulitnya lapangan pekerjaan untuk tamatan SMA membuat orang tua berusaha keras agar anak bisa kuliah melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan kehidupan yang layak dimasa depannya. Para orang  tua berusaha keras agar bisa mewujudkan impian anak-anaknya bahkan rela menjual harta yang mereka miliki seperti tanah, perhiasan, bahkan meminjam sebagai  pertolongan pertama saat biaya pendidikan anak kurang.
    Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

    ABOUT ME

    Hai, saya Nova , seorang ibu, blogger, dan freelance digital yang senang berbagi cerita melalui tulisan. Di blog ini, saya menulis tentang lifestyle, dunia perempuan, kesehatan, serta berbagai informasi menarik lainnya. Semoga setiap artikel yang Anda temukan di sini menjadi teman membaca yang menyenangkan. Terima kasih sudah berkunjung dan menjadi bagian dari perjalanan blog ini. Jika tertarik untuk bekerja sama, silakan cek halaman Disclosure

    SUBSCRIBE & FOLLOW

    POPULAR POSTS

    • ISTRI MENULIS KEBURUKAN SUAMI DI MEDIA SOSIAL
    • GURUKU PAHLAWANKU, PAHLAWANMU DAN PAHLAWAN KITA SEMUA
    • Review: Wardah Exclusive Matte Lip Cream 12 Plump It Up
    • √SAKIT MAAG MEMAKSAKU UNTUK ENDOSKOPI
    • Makan Nanas dan Durian menjelang HPL, berani?

    Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates