Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menjadi tutor , memberikan pelatihan digital kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah angkatan 2024 di STAI Nurul Falah Airmolek. Di tengah arus konten yang serba cepat seperti reels, short video, dan unggahan singkat yang mudah lewat, saya memilih untuk memperkenalkan blog kepada mereka dengan judul Bangun Portofolio Digital Lewat Blog: Kreatif, Produktif, dan Positif. Bagi saya blog tetap relevan untuk dipelajari karena memberi ruang berpikir yang lebih utuh dan tidak terburu-buru. Tulisan di blog tidak mudah hilang, bisa dibaca ulang, dirapikan, dan menjadi arsip proses belajar. Menulis blog juga melatih literasi digital yang bertanggung jawab tetap menjaga privasi, menyaring informasi, menghargai karya orang lain, serta menyampaikan gagasan dengan bahasa yang jujur dan enak dibaca. Blog sebagai ruang literasi digital yang tenang, tempat menuliskan kembali pengetahuan, yang kelak dapat menjadi jejak digital positif sekaligus portofolio digital bagi mereka.
Pada awal pertemuan, tampak keraguan dari sebagian mahasiswa tentang apa yang akan ditulis. Menulis di blog terasa berbeda bagi mereka. Namun, perlahan keraguan itu mencair ketika dijelaskan bahwa menulis di blog tidak harus kaku atau akademik. Yang terpenting adalah tulisan rapi tertata dan enak dibaca. Sebenarnya, mereka sudah sangat terbiasa dengan aktivitas menulis. Makalah, esai, dan artikel akademik adalah bagian dari keseharian perkuliahan. Menulis bukan hal baru. Perbedaannya hanya pada ruang dan gaya. Kali ini, tulisan tidak berhenti sebagai tugas, tetapi diposting di blog pribadi dengan bahasa yang lebih mengalir, ringan, dan terasa seperti sedang mengobrol, dan menjadi konten blog disukai pembaca.
Blog sebagai website pribadi, ruang digital yang memungkinkan seseorang menulis dengan lebih bebas dan bernapas. Bebas dalam memilih topik dan gaya bahasa, namun tetap berlandaskan tanggung jawab. Menulis di blog berarti menjaga etika digital, tidak menyebarkan informasi palsu, tidak mengambil tulisan orang lain tanpa izin, serta tidak memuat ujaran kebencian. Dengan cara ini, blog menjadi ruang yang positif sekaligus aman.
Di tengah budaya konten yang serba cepat, blog menawarkan ritme yang berbeda. Tulisan tidak langsung tenggelam, tetapi dapat dibaca ulang, diperbaiki, dan disimpan sebagai jejak. Bahasa yang digunakan pun tidak harus kaku seperti tulisan akademik, namun tetap runtut dan mudah dipahami. Dari sini, mahasiswa belajar menuliskan kembali pengetahuan dan pengalaman dengan cara yang lebih personal.
Pelatihan ini berlangsung dalam tiga kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada 22 Desember 2025, berfokus pada pengenalan blog dan praktik langsung membuat serta menulis postingan awal. Dua pertemuan berikutnya dilanjutkan pada 13 Januari 2026, dengan fokus merapikan tulisan, menambahkan gambar dan tautan, mengenal dasar SEO, serta mendaftarkan blog ke Google Search Console agar dapat terindeks dan ditemukan.
Sepanjang proses pelatihan, terlihat bahwa tantangan utama bukan terletak pada kemampuan menulis, melainkan pada kebiasaan menarasikan kembali. Ketika bahasa dibuat lebih dekat dengan keseharian dan tidak terlalu terikat pada aturan baku, tulisan pun mengalir lebih alami.
Harapan dari kegiatan ini sederhana. Blog yang dibuat dapat tumbuh menjadi portofolio digital yang positif dan kreatif, berisi rekam jejak proses berpikir, perjalanan akademik, dan kedewasaan bermedia. Terima kasih untuk mahasiswa penerima KIP Kuliah angkatan 2024 yang telah terbuka untuk belajar, mencoba, dan menulis. Semoga blog-blog ini kelak menjadi jejak yang bermanfaat, tidak hanya untuk kebutuhan perkuliahan, tetapi juga untuk perjalanan hidup ke depan.

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
Semangat bu guru, saya sendiri juga begitu... setiap anak magang di kantor pasti di ajarin cara buat blog, setidaknya untuk portofolio atau CV mereka. karena saya sendiri merasakan ada pengaruhnya ketika masuk ke dunia kerja
BalasHapusBlog jadi rekam jejak positif tentang kegiatan dan pencapaian, bisa kita tulis apa saja ...tetap dengan tanggung jawab. Tidak akan tenggelam..
HapusKeren sih bisa mengajar sekaligua memperkenalkan blog ke gen z. Jujur saat ini belum banyak yang tauh seputar blog itu seperti apa dan apa. Semangat untuk memperkenalkan dunia blogger seperti apa. Dan jangan sampai mati dunia blogger 🔥🔥
BalasHapusAnak2 sekarang kenalnya konten singkat, menulis jadi tantangan sendiri, karena terbiasa melihat video pendek dan to the point
Hapus