Banyak orang menganggap bahwa keramik yang memiliki permukaan kasar pasti lebih aman dan tidak licin. Padahal, tingkat keamanan keramik anti slip tidak hanya ditentukan oleh tekstur permukaannya. Ada faktor lain yang perlu diperhatikan, seperti daya cengkeram, struktur permukaan, serta R-Rating produk.
Lantas, apakah keramik kasar pasti anti slip? Simak penjelasannya berikut ini.
Mitos:
Permukaan Kasar Pasti Anti-Slip
Anggapan bahwa lantai anti slip cukup dengan memilih tekstur kasar sudah mengakar kuat di masyarakat. Ketika berbelanja keramik anti slip, banyak pembeli langsung mengusap permukaannya dan memilih yang terasa paling kasar. Mereka berpikir, semakin kasar permukaan, semakin aman lantai tersebut.
Padahal, cara berpikir
ini tidak sepenuhnya benar dan bisa berbahaya. Mitos keramik kasar ini
seringkali membuat orang salah pilih dan justru mengorbankan keselamatan
keluarga.
Fakta: Kekasaran Bukan
Penentu Utama
Faktanya, kekasaran permukaan tidak berpengaruh langsung pada tingkat keamanan lantai saat terkena air. Yang menentukan apakah keramik tidak licin atau justru berbahaya adalah daya cengkeram (traksi) permukaannya, yang diukur melalui standar internasional bernama R-Rating atau Slip Resistance Rating.
Mengapa demikian? Permukaan yang tampak kasar secara visual belum tentu memiliki kemampuan menahan gesekan yang baik. Beberapa faktor yang mempengaruhi:
- Struktur permukaan – Apakah
teksturnya kontinyu atau hanya pola visual ?
- Porositas material – Apakah
permukaan menyerap air atau membentuk lapisan air ?
- Material dasar – Apakah
lapisan glaze licin saat basah ?
Keramik anti slip yang baik tidak
hanya mengandalkan tekstur kasar, tetapi dirancang dengan struktur permukaan
yang mampu memberikan traksi optimal saat basah—termasuk terkena air sabun
sekalipun.
R-Rating: Standar yang
Harus Diperhatikan
Jika kekasaran bukan
jaminan, lalu apa yang harus dicari? Jawabannya ada pada R-Rating yang
tertera pada spesifikasi produk. Keramik anti slip R12 dari
Sun Power Ceramics, misalnya, telah teruji secara teknis memberikan traksi
maksimal di area basah.
Berikut panduan
sederhana:
| Rating | Tingkat Keamanan | Rekomendasi Area |
|---|---|---|
| R9–R10 | Sedang | Area kering (ruang tamu, kamar tidur) |
| R11 | Cukup Aman | Area semi basah (dapur, koridor) |
| R12 | Sangat Aman | Area basah (kamar mandi, kolam renang, garasi) |
| R13 | Ekstra Aman | Area basah ekstrem (industrial) |
Fakta Lain yang Perlu
Diketahui
Selain perbedaan antara
kasar dan anti-slip, ada beberapa fakta penting lainnya:
- Keramik kasar bisa
menyulitkan pembersihan karena kotoran menempel di celah-celah tekstur.
- Lantai yang terlalu kasar
bisa membuat kaki tidak nyaman dan bahkan terasa perih.
- Keramik anti slip terbaik adalah yang
memiliki struktur permukaan halus namun tetap memberikan traksi saat
basah—seperti yang ditawarkan Sun Power.
Kesimpulan: Jangan
Tertipu Mitos!
keramik anti slip tidak bisa
dinilai hanya dari seberapa kasarnya permukaan. Kunci keamanan terletak
pada R-Rating dan struktur permukaan yang dirancang secara
teknis untuk memberikan traksi maksimal.
Sun Power Ceramics
hadir dengan koleksi keramik anti slip R12 yang tidak hanya
aman di area basah, tetapi juga tetap nyaman di kaki dan mudah dibersihkan.
Produk-produk ini menjadi solusi untuk Anda yang mengutamakan keselamatan tanpa
mengorbankan estetika.
Jadi, mulai sekarang jangan cari lantai yang "kasar"—carilah lantai yang "terbukti aman" dengan R-Rating yang jelas!
Sun Power Ceramics – Kualitas Terjamin, Lantai Aman Bukan Sekadar Kasar.


0 Comments
Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link,brokenlink , dan harus menggunakan nama semestinya , anonim dan merk tidak akan diterbitkan.