{blog} novanovili.com
{blog} novanovili.com
  • Home
  • DISCLOSURE
  • ABOUT ME
  • LIFESTYLE
  • FEMALE
    • Kesehatan
    • Kecantikan
    • Parenting
    • Relationship

    Adakah yang nggak tau dengan  paha?
    Rasanya pada tau semua lah ya….., pasti langsung membayangkan paha…, tapi jangan mikirin paha yang lain ya…? cukup Paha ayam, paha sapi, paha tikus, paha kucing, hmmm paha kamu sendiri juga boleh kok..
    Baik lah…, disini aku  gak ngebahas tentang paha yang..yang.., atau ngebahas tentang sate atau ayam goreng.  Tadi tuh.. aku abis baca-baca kamus…eh ternyata paha punya peribahasa loh…, jadi pengen  mempostingnya, lumayan buat nambah ilmu soal paha *digetok*.

    1.       Bergendang Paha : Bersuka hati karena orang lain mendapat kesusahan.
    Aduh…jangan sampai deh, apalagi mengingat akhir-akhir ini negri kita sering dilanda bencana. Jangan sampai kita merasa gembira ketika saudara kita kesusahan.
    2.       Diberi betis hendak paha : Diberi Sedikit Minta banyak
    Ya iya lah..wong paha banyak daging kok..he2, kecuali bagi yang suka ceker.
    3.       Menepak-nepak paha :  Bersusah hati
    Kalo yang ini aku pernah lihat…apalagi sambil nagis, pastilah hatinya lagi susah
    4.       Menaruh dibawah paha : tidak memperhatikan,tidak mengacuhkan.
    Jadi inget pas SMA suka naruh buku contekan ..he2 (nakalnya anak SMA)
    5.       Tercubit paha kiri paha kananpun tersa sakit : Jika ada anggota keluarga, teman, sahabat atau kerabat yang menderita atau kesusahan kita pun ikut merasakan.
    (Kalau ini  sepertinya kebalikan nomor 1 ya..)

    Banyak juga pribahasa yang menggunakan kata “paha”, sebagian saya malah belum pernah dengar, kira-kira teman-teman punya peribahasa yang menggunakan kata “paha” ga? Selain yang 5 ini?

    ___
    Salam…
    By novili


    Menulis adalah melahirkan perasaan dan pikiran dalam bentuk tulisan, bisa bentuk abjad, angka, surat, cerita dan lain-lain. Bercerita melalui tulisan sangat berbeda ketika bercerita secara lisan.
    Saat bercerita secara lisan tak hanya mulut yang bersuara, tapi ekspresi wajah, tangan terkadang ikut mendukung agar apa yang kita ceritakan memberi kesan yang lebih menarik, karena orang tak hanya mendengar apa yang kita ceritakan tapi juga melihat bahasa tubuh kita (body language).

    Beda halnya ketika kita bercerita melalui tulisan, kita mesti pandai memainkan kata bercerita secara rinci dalam menggambarkan suatu keadaan, baik soal lokasi atau tempat, menggambarkan emosi marah, nangis, lucu atau tentang warna dll. Disini penulis dituntut untuk dapat mengarahkan imajinasi pembaca sesuai apa yang diinginkan penulis.

    Sejujurnya aku bukanlah orang yang sabar dalam bercerita, baik lewat lisan maupun tulisan. Ketika lewat lisan aku langsung bercerita pada pokok tujuan tidak mau berbelit-belit, begitu juga dalam tulisan selalu ingin terburu-buru menyelesaikannya, kurang pandai membuat pembaca menjadi penasaran, belum apa-apa sudah tertebak jalan ceritanya mau kemana. Padahal ingin sekali menuliskan sesuatu secara rinci, step by step, sesuai kronologinya, tapi rasa tidak sabar selalu mengalahkan perasaan itu.

    Dengan alasan tidak sabar itu pula , membuat aku lebih suka menulis puisi dibanding cerpen dan lainnya (walau sebenarnya kurang pandai berpuisi). Dengan puisi cukup mencari kalimat atau kata yang menyimbolkan keadaan atau perasaan tertentu. Jika dituliskan dalam bentuk cerita atau cerpen butuh beberapa halaman, maka dengan puisi cukup beberapa bait saja.

    Dan rasa tak sabar itu juga membuat aku merasa iri kepada teman-teman yang bisa menulis pristiwa tertentu dengan panjang lebar, mutar kesana belok kesitu baru…deh.. nyampai ketujuan. Mereka dapat mengantar sebuah tulisan dengan hal-hal yang menarik, misalnya:

    “Siang itu… matahari bersinar sangat terik…., sepoian angin sebenarnya cukup membuat bulu-bulu tubuh terangkat dan pori-pori dapat menikmati kesejukannya…, tapi siang ini yang begitu terik tak cukup dengan sepoian angin yang sedikit membawa hawa gersang kemarau. Mungkin… dengan mampir kewarung Mbok Min ..dapat merubah suasana hati. Warung Mbok Min terkenal dengan Es cendol campur spesialnya , ah…. Sepertinya kerongkongan ini perlu di aliri yang segar-segar. Sesegar hutan yang tak pernah dijamah tangan-tangan kasar, yang seenaknya merusak hutan membakar semaunya lalu membiarkan asap-asap hasil tangan mereka di hisap oleh paru-paru yang tak berdosa…dan mereka tertawa dalam keserakahan”

    Terkadang menulis tak hanya agar pembaca paham yang kita maksud, tapi juga membuat pembaca terlena, menikmati apa yang kita tulis sedikit demi sedikit hingga habis, seperti menjilati es krim atau mengisap sebuah permen,mereka pelan-pelan menikmati manisnya hingga habis. Bukan seperti makan kerupuk… begitu digigit ..kunyah…kunyah.. kruk..kruk..kroak… langsung telan(he2), mereka juga menikmati kerupuk.. tapi mereka menikmati secara cepat begitu habis di mulut, langsung ambil kerupuk yang lain, mereka tak sabar ingin cepat selesai. (ini soal makan kerupuk atau ngebahas soal tulisan yak?)

    Ah….
    Sejujurnya tulisan atau postingan ini melatih kesabaran aku. Mau tau…? Dari tadi awal nulis ..aku selalu saja melihat jumlah kata yang kutulis, untuk menyelesaikan 500 kata saja rasanya tak sabar. Padahal aku ingin kalian membaca ini dengan rasa sabar… menjilati es krim dengan merem melek..(apaan sih..?) hmmmm… ya.. seperti penyuka kopi susu..dia tak ingin cepat-cepat menghabiskan minumannya.., dia menyeruput sedikit demi sedikit.. (ahai..makin tak jelas..).

    Oke..deh… adakah yang mulai tak sabar dengan tulisan ini?…, yang mulai ngelantur dan ngalor ngidul… kututup tulisanku dengan lima ratus empat puluh lima kata..

    Salam…. By novili

    -------
    kesimpulan : Belum lulus dalam uji kesabaran  menulis :p (545 kata tak termasuk kesimpulan).
    Maaf ya… kalau  ni tulisan rada rada lebay…, maklum ini kali pertama karya puisiku di buku kan, walaupun buku antologi,  aku tu… seneng banget. Jadi gak heran kalau aku nunggu-nunggu kiriman dari bogor… tapi bukan kiriman banjir ya..?? he2 , tapi kiriman itu adalah 5 examplar buku antologi puisi Harmoni yang aku pesan beberapa waktu lalu.

    Kemarin siang..setelah menunggu dalam ketidak sabaran…(cie2), Akhirnya berada dalam genggaman, walau gak bisa digenggam :)
    Satu buku aku buka dari plastiknya…karena ingin melihat apakah puisi “memeluk seribu bunga” karyaku ikut dipajang disana, karena puisi itu baru ku kirim sekitar akhir bulan Januari pasalnya kata Mas Rudi puisi tema cinta tanah air masih kurang. Setelah dilihat…. Taraaaa…semua puisi yang ku kirim tampil semua, seneng deh. Satu buku diminta atasan ku, satu buku aku jual pada atasanku yang lain… (Alhamdulilah…. Makasih bapak…. Full smile deh) .
    salahsatu puisi yang masuk di antologi 'Harmoni'
    Sesampai dirumah, buku yang dibuka plastiknya tadi langsung dipinjam suami ku, dia ketawa-ketawa.. ga tau maksudnya apa, kayanya seneng ngelihat puisi istrinya dibukukan (kelihatan dari ekspresinya), dan langsung lihat profil aku, yang ada dibagian halaman belakang.

    Sekarang tinggal 2 buku lagi…, adakah teman-teman yang di tinggal di Airmolek dan sekitarnya yang berminat?? Tinggal Inbox aku di Facebook ya….teman blogger juga bisa pesan kok…
    Rencananya kalau habis pengen pesen lagi… yang lebih banyak….
    Masih ada stoknya kan Mas Rudi?

    _____

    By: Novili





          Sebelum… ngomong panjang lebar.. ada baiknya..diperhatikan dulu deh… foto super manizzz berikut…..


    Bagaimana???  
    Ehm…
    Ini bukan ngebahas  si empunya blog yang punya senyum paling manis…. (#ahai….. :p kata suami ku sih….)  kalau itu semua juga pasti udah tau kalau aku jarang senyum, tapi begitu tersenyum langsung pada terpikat….. ( wedewwwww..makin ngelunjak..)

    #skip
    Next…

    Jujur… aku  sungguh mencintai blog ini…. Walau pun jarang di update… jarang  ada yang mampir..malah terkadang malah sepi sunyi ditinggalkan empunya yang kadang sibuk (sok sibuk tepatnya) bahkan isinya pun asal-asalan, curhatan ga jelas dan kurang menggigit…. Karena  disini gak pernah  ngebahas soal gigi..apa lagi taring harimau… :D

    Walau segala sesuatunya.. “jarang” tapi sesungguh nya dihati ini nama “Nashhah” begitu rapat  merajut dihatiku… (cailah….).
    Sejak Awal aku menamai blog  ini dengan “Nashhah”  yang artinya Mengajak kepada kebaikan , aku berharap apa yang ku tulis tidak melenceng dari kebenaran apa lagi berisi provokasi, SARA, ataupun pornografi.

    Rasa Cinta itu tak hanya terukir pada hati ….dan   Kunyatakan juga dalam bentuk Bordiran… :p . Seperti gambar yang terpampang nyata diatas… kuabadikan namamu “dipunggung”  ku….

    Tapi ..blog.. aku janji akan selalu mengunjungi..dan sesering mungkin megupdate mu..semampu ku…. #Sip

    Tapi… ada yang perlu ditekankan wahai sodara-sodara! Sekali lagi…perhatikan kalimat ini ya….
    Bordiran ini sama sekali gak ada hubungannya dengan masa kampanye sekarang, gak juga ikutan ikutan jadi caleg (idihhhh siapa juga yang ngajak )…. Soalnya sekarangkan  lagi musimnya  bordir-bordiran nama caleg, terus kalender dan lainnya…., apa lagi warnanya  yang hitam kuning sma sekali gak ada sangkut pautnya dengan warna partai manapun. Sekali lagi nggak!

    Ini semua pure….karena cinta… ( lebay…)
    Nah..bener kan….? Postingannya.. emang Cuma curhatan ga jelas…, eh tapi pada perlu tau juga kok….walau gak penting.. ( tapi bagiku penting..)  :)

    Salam…
    --
    By : Novili


    Semalam ikutan ngetwitt puisi , puisi dengan tema kemanusiaan, berkaitan dengan bencana yang akhir-akhir ini menerpa sebagian saudara kita di negri ini. , dengan hashtag (#BFGBerpuisi) dari akunt @Bookaholicfund , tak baca-baca lagi... lumayan baguslah....(menurutku) sayang kalau tercecer begitu aja..mending di posting di blog :) . dibanding di twitter puisi ini agak lebih panjang beberapa karakter, karena semalam ngetwitt nya terbatas 140 karakter termasuk hashtag dan mention. boleh ngintip aslinya di my twitter

    yuk... kita nikmati...
    ----
    Kemarin ....
    Banjir...baru saja pergi menghilir..
    Lalu..sinabung membumbung...negripun berkabung..
    dan,,,ini...
    Kelud pun berkemelut...
    berdentam..ditengah malam berkabut....lalu nyali pun menciut...

    Bumi melonjak bergoncang..
    Kuatkan hati.... janganlah bimbang...
    Tuhan itu punya cara...
    Menyuburkan bumi....
    Menyirami hati yang mulai gersang..

    Dalam dahaga bencana....
    Dalam gerimis tangis..
    Ada senyum terukir...
    Ketika
    Banyak bahu  maju untuk saling membantu.
    Banyak bibir melafazkan takbir...

    Banyak duka di negri ini...
    tapi....
    disini....
    didada ini....
    Cinta pada negri...
    tak kan hilang hingga raga...terjepit bumi,,,,

    -------------
    By: Novili
    Airmolek, 15 Februari 2015
    *pray for Kelud*
    Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

    ABOUT ME

    Hai, saya Nova , seorang ibu, blogger, dan freelance digital yang senang berbagi cerita melalui tulisan. Di blog ini, saya menulis tentang lifestyle, dunia perempuan, kesehatan, serta berbagai informasi menarik lainnya. Semoga setiap artikel yang Anda temukan di sini menjadi teman membaca yang menyenangkan. Terima kasih sudah berkunjung dan menjadi bagian dari perjalanan blog ini. Jika tertarik untuk bekerja sama, silakan cek halaman Disclosure

    SUBSCRIBE & FOLLOW

    POPULAR POSTS

    • ISTRI MENULIS KEBURUKAN SUAMI DI MEDIA SOSIAL
    • GURUKU PAHLAWANKU, PAHLAWANMU DAN PAHLAWAN KITA SEMUA
    • Review: Wardah Exclusive Matte Lip Cream 12 Plump It Up
    • √SAKIT MAAG MEMAKSAKU UNTUK ENDOSKOPI
    • Makan Nanas dan Durian menjelang HPL, berani?

    Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates