{blog} novanovili.com
{blog} novanovili.com
  • Home
  • Disclosure
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Broken Strings dan Luka yang Tidak Terlihat. Apakah teman-teman sudah membaca  e-book Broken Strings, Kepingan Masa Muda yang Patah ? Penulisnya Aurelie Moeremans yang kita kenal seorang aktris dan bintang iklan juga. Ia menulis dengan naratif pengalaman pahit pribadinya pada  masa remaja usia 15 s.d 18 tahun. Dia  dijebak oleh pria NPD yang sangat manipulatif  memanfaatkan ketidakberdayaannya.

Aurelie menulis ini sebagai bentuk dan bukti dirinya sudah sembuh. Tidak  untuk menyerang pelaku, atau siapaun nama yang disamarkan didalamnya tetapi berbagi pengalaman untuk ibu dan  para gadis untuk  peduli dan sadar bahwa orang – orang seperti pelaku harus dihindari dan diwaspadai. 

Ebook tidak bersifat komersil dan bisa diunduh gratis, bisa akses melalui link  instagram Aurelie dan Tiktok. Sedih sekali rasanya membaca potongan kisah Broken Strings . Aku sudah mengunduhnya tetapi belum kuat baca , tapi aku sudah melihat beberapa potongan halaman mungkin cari waktu yang pas untuk baca, dan dipastikan banyak jeda dalam membacanya menunggu hati ikut tenang

Ada rasa sesak yang sulit dijelaskan, karena yang disajikan bukan sekadar cerita, melainkan potret bagaimana masa muda seseorang bisa direbut perlahan tanpa disadari, melalui sesuatu yang pada awalnya terasa seperti cinta, perhatian, dan perlindungan. Itulah yang membuat kisah ini begitu menyakitkan, karena kejahatan di dalamnya tidak datang dengan teriakan atau pukulan, melainkan dengan kata-kata lembut dan rasa aman palsu.

Child Grooming


HATI-HATI CHILD GROOMING

Child grooming adalah salah satu bentuk kekerasan yang paling berbahaya karena ia tidak terlihat seperti kejahatan. Ia dibangun melalui kedekatan emosional, melalui percakapan yang intens, melalui pujian, perhatian, dan kehadiran yang membuat korban merasa dipahami dan dibutuhkan. Seorang anak yang sedang tumbuh, yang masih mencari jati diri dan rasa diterima, sangat mudah terikat pada seseorang yang membuatnya merasa spesial. Di titik inilah pelaku mulai menanamkan pengaruh, membuat korban percaya bahwa hubungan itu adalah sesuatu yang istimewa dan harus dijaga. Tapi ujung-ujungnya pelaku memanfaatkan rasa percaya itu untuk kepentingan egonya.

Harus  disadari oleh banyak orang tua dan masyarakat adalah bahwa hubungan berbahaya hampir tidak pernah dimulai dengan hal yang kasar. Justru ia dimulai dengan sikap yang terlihat baik, perhatian yang konsisten, dan sikap seolah-olah pelaku adalah satu-satunya tempat aman bagi korban. Pelaku membuat korban merasa bahwa hanya dia yang benar-benar mengerti, hanya dia yang peduli, hanya dia yang bisa memberi cinta. Perlahan, korban mulai bergantung secara emosional, dan ketika ketergantungan itu sudah terbentuk, manipulasi menjadi sangat mudah dilakukan.

Dalam banyak kasus, pelaku grooming memiliki pola kepribadian yang mirip dengan NPD atau perilaku narsistik. Mereka mahir membaca kebutuhan emosional orang lain, lalu menggunakannya untuk membangun ikatan yang kuat. Mereka memberi perhatian di awal secara berlebihan, membuat korban merasa sangat dicintai, lalu pelan-pelan mulai mengontrol, menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, bahkan memutarbalikkan kenyataan sehingga korban merasa bersalah jika ingin menolak atau menjauh. Di sinilah hubungan menjadi jebakan, bukan lagi ruang aman.

TINDAKAN MANIPULATIF BISA TERJADI PADA WANITA DEWASA

Pola Grooming ini tidak hanya terjadi pada anak di bawah umur. Banyak perempuan dewasa, bahkan istri dalam pernikahan, mengalami hal yang sama. Mereka diperlakukan dengan sangat baik di awal, diberi rasa aman, cinta, dan perhatian, lalu ketika sudah terikat, pelan-pelan dimanfaatkan, entah untuk kepentingan seksual, finansial, atau ego pelaku. Karena ikatan emosional sudah terbentuk, korban sering merasa tidak punya kekuatan untuk pergi, merasa takut kehilangan, dan merasa bersalah jika menolak. Biasanya pelaku ntah pacar atau suami suka memperlakukan sesuka hati mempermainkan emosional naik-turun, hot and cold. Dia bisa tiba-tiba manis,  eh besoknya mencaci maki dan menghina, hari ini sangat baik, eh besok tanpa sebab yang jelas  melukai dengan kata-kata kasar bahkan memukul. Korban ibarat wayang yang di permainkan. Baik-sakiti-maaf-obati-lukai lagi, begitulah, sangat menyiksa. Tapi biasanya korban susah lepas, susah pergi dengan berbagai pertimbangan, ntah karena ancaman atau faktor lain yang mengikat.

 

Broken Strings mengingatkan kita bahwa hubungan yang merusak tidak selalu terlihat jahat dari luar. Ia sering dibungkus dengan romantisme, dengan kisah tentang cinta, dengan narasi tentang pengorbanan. Padahal di dalamnya, ada ketimpangan kekuasaan, ada manipulasi, ada eksploitasi. Ketika anak atau perempuan dewasa diajari bahwa cemburu dan posesif adalah tanda cinta, bahwa perhatian berlebihan adalah bentuk kasih sayang, mereka menjadi lebih rentan masuk ke dalam hubungan yang berbahaya.

Inilah mengapa pacaran anak di bawah usia 19 tahun dengan pria dewasa tidak boleh dinormalisasi. Ini bukan soal membatasi kebebasan, melainkan soal melindungi perkembangan psikologis dan emosional mereka. Anak-anak belum memiliki kematangan untuk mengenali manipulasi, mereka mudah percaya dan mudah terikat. Ketika masyarakat membiarkan atau bahkan memaklumi hubungan seperti ini, kita sebenarnya sedang membuka pintu bagi kejahatan yang lebih besar.

Perlu kita jelaskan pada anak  bahwa bukan hanya tentang bahaya fisik, tetapi juga tentang batasan emosional. Mereka perlu tahu bahwa cinta yang sehat tidak meminta rahasia, tidak menuntut pengorbanan berlebihan, dan tidak membuat mereka takut kepada orang tua. Orang tua pun perlu lebih peka, lebih mau mendengar, dan tidak meremehkan kedekatan anak dengan orang dewasa di luar keluarga inti.

Broken Strings bukan sekadar kisah pribadi, ia adalah peringatan bagi kita semua. Jaga batasan, jangan biarkan orang lain masuk bebas dalam circle keluarga inti kita, sebaik apapun, tetap ada batasannya. Bahwa perhatian bisa menjadi jerat, bahwa cinta bisa dipalsukan, dan bahwa kejahatan paling berbahaya sering kali datang dengan senyum dan kata-kata lembut. Semoga semakin banyak orang tua dan anak yang menyadari hal ini, agar tidak ada lagi masa muda yang patah sebelum sempat tumbuh. Dan tetap berhati-hati pada segala situasi bahwa manusia manipulatif itu ada disekitar kita.

 

kredit bca

Kredit modal kerja menjadi salah satu solusi penting bagi perusahaan untuk menjaga kestabilan keuangan dan kelancaran operasional. Dengan akses dana tambahan, Kamu bisa menutupi kebutuhan likuiditas, membiayai persediaan, atau mengelola pengeluaran rutin tanpa mengganggu arus kas utama. Memahami cara memanfaatkan kredit modal kerja dengan tepat akan mempengaruhi keberhasilan pengelolaan keuangan perusahaan.

 

Vacum Cleaner 200 Ribuan

 Nggak terasa ya, puasa dan lebaran sekitar 2 bulan lagi. Semoga puasa dan lebaran tahun 2026 ini menjadi lebaran berkesan dan penuh makna. Semoga kita diberi kesehatan sehingga ibadah  dijalani dengan lebih khusu’. Aamiin.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

ABOUT ME
Hi, I'm Nova. Seorang ibu dan blogger yang senang berbagi cerita, tips, serta informasi seputar perempuan, kesehatan, relationship, dan gaya hidup. Semoga setiap tulisan di sini dapat memberi manfaat dan inspirasi. Untuk keperluan kerja sama, silakan kunjungi halaman Disclosure.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • 10 MERK PANCI PRESTO DENGAN KUALITAS TERBAIK DI INDONESIA
  • 10 Universitas di Malang dengan Jurusan Teknik Informatika
  • Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital
  • √SAKIT MAAG MEMAKSAKU UNTUK ENDOSKOPI
  • Jurus Jitu untuk Kuliah ke Luar Negeri

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates