Wednesday, 27 August 2014

Besar Periuk, Besar Pula Keraknya

0 komentar
Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang tak pernah merasa puas, baik dari segi kepuasan batin misalnya prestasi, kekuasaan, jabatan , maupun yang menyangkut harta benda terutama uang. Uang memang bukan segalanya, tapi jujur saja saat ini siapa sih orang yang gak mau mendapat penghasilan lebih. Hampir semua orang berfikir bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan sampingan atau melakukan bisnis yang lain agar mendapat penghasilan tambahan.

Tapi nyatanya sebanyak apapun uang yang terkumpul jika kita tak pandai mengelolanya tak akan pernah merasa cukup. Bertambah penghasilan, banyak pula yang hendak di beli, udah punya motor pengen mobil, mobil satu ingin nambah jadi dua atau tiga, atau pengen merk yang lebih keren. Oke…, gak usah bicara soal kendaraan yang nambah dan yang mewah-mewah. Seperti saya aja dapet uang lebih aja, langsung pilih baju, pilih jilbab , kredit Toples Tu****w*** aduh…ada saja yang selalu dibeli jadi tuh uang rasanya ngepas banget walaupun dapet lebih.

Dan itu kadang bukan sebuah kebutuhan tapi hanya bentuk keinginan untuk sebuah gengsi memuaskan kan nafsu yang sesungguhnya tak pernah merasa puas. Seperti pribahasa melayu “BESAR PERIUK, BESAR PULA KERAKNYA” , “BESAR PENDAPATAN BESAR PULA LAH PENGELUARANNYA”. Berapa pun uang yang di terima dirasa tak pernah mencukupi. Padahal Allah mewanti-wanti agar kita selalu bersifat Qona’ah merasa cukup dan ridha atas apa yang kita peroleh, berpuas hati dengan apa yang ada. Dengan begitu sebesar apa pun periuk kita jangan sampai kerak yang dihasilkan sebegitu juga *kalo perlu periuk anti lengket..wkkkwkwkke*, sebesar apapun penghasilan kita jangan sampai pengeluaran kita ikut berlebihan pula.
“BESAR PERIUK, BESAR PULA KERAKNYA” merupakan pribahasa melayu yang mengingatkan kita agar dapat mengelola keuangan dengan bijak dan tentunya menumbuhkan sifat Qona’ah dalam diri kita agar selalu bersyukur kepada Allah.

Sifat Qona’ah bukan bearti membuat kita malas untuk meraih rejeki yang lebih, tapi tujuannya adalah untuk meningkatkan syukur atas rezeki yang kita peroleh dan dapat menyalurkannya ke hal-hal yang lebih baik atau membelanjakan ke hal-hal yang diperlukan saja bukan sekedar foya-foya. Sikap Qona’ah ini tentunya bukan saja untuk orang yang berduit saja agar tak menghamburkan harta tapi juga untuk kita yang gaji tiap bulannya sebesar 5 koma, tiap tanggal lima udah koma * he2*, agar tidak dengki dengan rejeki yang diperoleh orang lain namun tetap bisa bersyukur dengan rejeki yang kita peroleh dan terus berusaha dijalan yang halal dan diridhoi Allah. Dengan demikian kita tak terkesan ngoyo mengejar kepentingan dunia saja tapi juga dengan tujuan akhirat.

Rasulullah bersabda melalu beberapa riwayat hadistnya :
“Tidaklah kekayaan itu dengan banyak harta, tetapi sesungguhnya kekayaan itu ialah kekayaan jiwa” (HR. Bukhari dan Muslim”

“ Jadilah kamu seorang yang wara’, nanti kamu menjadi sebaik-baiknya hamba Allah. Jadilah kamu seorang Qona’ah nanti kamu jadi orang yang paling bersyukur kepada ALLAH (HR Al-Baihaqi)

Sudah merupakan fitrah manusia menyukai kesenangan dunia , baik wanita, anak-anak mereka, kebun, dan harta benda Allah pun menerangkan itu dalam firmannya, tapi Allah mengingatkan bahwa sebaik-baiknya tempat kembali adalah kepada Nya. Itu bearti bahwa dalam mengelola keuangan kita tak hanya memikirkan kepentingan dunia saja tapi juga akhirat menjadi tujuan utama.

“BESAR PERIUK, BESAR PULA KERAKNYA” menurut saya pribadi tak hanya diartikan ‘BESAR PENDAPATAN, BESAR PULA PENGELUARAN” tapi juga bisa diartikan “ BESAR PENDAPATAN, BESAR PULA TABUNGAN” * jiiaaaah…tentu saja iya..!!! :) hehhe * tentunya tak saja tabungan dunia tapi juga tabungan akhirat.
----

Tulisan inidisertakan dalam kontes GA Sadar Hati– Bahasa Daerah Harus Diminati Share

Thursday, 14 August 2014

Rinduku, Sebentar lagi...

0 komentar
Rindu ku berkelebat dimalam penuh sekat
Ku kejar… ku susuri hingga ujung pagi…

Sayang….
Terlalu banyak malam yang bersimpuh pada penantian..
Banyak kisah terlukis pada kanvas-kanvas lelap mimpi…
Mimpiku pada sebuah rindu ..
Rindu.. yang selalu ku eja dalam helaan nafas do’a

Malam-malam terasa panjang dalam penantian..
Penantian akan sebuah rindu… yang kuharap membumi disaat siang
Rindu yang bukan sekedar diangan atau sekedar sebuah harapan..
Mimpiku terlalu banyak terlukis pada puisi rindu..


Rindu…
Sebentar lagi fajar menyingsing…
Dalam gelap siluet kudapat menatap mu…
kunanti diujung pagi…

Cinta..
Dalam detak jantungku kini ada nafasmu..
Dalam nadiku ada aliran darahmu…
Dalam gerak ku kini ada sentuhan mu…


Sayang….
Debar jantungku ..berpacu dengan waktu..
Saat tangismu memecah kesunyian hatiku…
Jiwa ini begitu bahagia… begitu kutahu kau kan terlahir dari rahimku…

Ku tunggu saat itu tiba…
Dan itu….
Sebentar lagi…

Sebentar…
Seperti sebentarnya fajar menerangi bumi…
Sesebentar senja yang begitu cepat menggelap… menyembunyikan lembayungnya,…

Bagi ku… sebentar lagi…
Setelah ini… banyak kisah tentang mu… yang ku ukir dalam bait-bait cinta..

______


By : Nova Novili
Airmolek, 14 Agustus 2014
Disela mendung dan rintik gerimis…yang menyejukkan hati..

Share

Tuesday, 22 April 2014

Si Awam bicara soal Politik :p

3 komentar

si awam yang sok ikutan mikir soal politik :p

Ho ho....hooooo....
Blog kok banyak "Spiderman" yang gelantungan yak....?? sawang dimana-mana....
sapu..mana?! mana sapu!? :p
ya iyalah.... bukan cuma laba-laba aja yang menetap, ibarat rumah kalau ditinggalin hantu juga bakalan numpang tidur .. qiqiqiqii... :D

Ahai... kali  ini  pengen ngomong soal politik, mumpung masih anget suasananya….ya to?
Ups tapi ini bukan soal pemilihan calon presiden, atau pun soal berbalas puisi raisopopo or orapopo..walau pun aku suka puisi..tapi aku gak mo ikut-ikutan…he2
Okeh..sebelum mulai aku minta maaf dulu, kalau yang aku tulis ntar gak nyambung..,atau apa lah…. Maklum yang nulis ini dapat nilai C untuk ilmu pengantar politik ne, waaaa……?! Kok berani ngomong soal politik?  Ya berani lah..sekarang lagi musim.. wong tukang becak, tukang sate, tukang parkir aja.. lagi hobi negossip soal politik..apalagi saiyyyyaaa…yang  tukang tidur.. mbhehheembheehee… (ketawa jellleeekkkkkk bingits)
Next…
Politik itu apasih!
Salah! Jika anda mengatakan politik itu adalah apasih *ditonjok rame2*
____ serius_____
Politik Adalah segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dsb) mengenai pemerintahan negara atau thd negara lain: -- dl dan luar negeri; kedua negara itu bekerja sama dl bidang -- , ekonomi, dan kebudayaan; partai --; organisasi (KBBI)

Nah… jelas banget kan politik dapat diartikan (salah satunya),  adalah segala upaya yang dilakukan  pemerintahan   dalam mencapai tujuan Negara  bisa berupa kebijakan atau keputusan yang tentunya untuk kebaikan bangsa Negara.

Banyak yang bilang Politik itu kejam. Sebenarnya Politik itu tidak kejam , hanya saja orang-orang yang menjalankan Politik dalam pemerintahan banyak yang kurang/tidak bertanggung jawab, di mulut berbicara soal kepentingan bangsa dan negara, tetapi sesungguhnya lebih mementingkan kepentingn golongan semata
Tak jarang dalam mencapai tujuan, dengan intrik-intrik… menyebarkan kabar bohong, untuk menjatuhkan lawan politik. Kenapa golongan-golongan itu gak bersatu saja ,toh..tujuan kan sama untuk kepentingan bangsa negara? Tapi nyatanya mereka tetap mengedepankan kepentingan pribadi/golongan mereka.

Apalagi nih….mereka yang berkecimpung didalamnya  dengan jelas mengatakan  dalam politik itu tak ada teman atau musuh  yang ada kepentingan.dengan begitu kita gak bisa membedakan mana musang mana domba , ntah musang berbulu domba, ntah domba yang udah dibotakin. 

Banyak pula yang berbaju kelicikan pandai memutarbalikkan kata, menipu, culas… yang ujung-ujungnya menimbulkan konflik disana-sini…dan akhirnya sang “musang” muncul sebagai penengah sebagai kesatria peredam konflik, padahal tadinya dialah yang menciptakan adu domba. Dia yang mengobarkan api dia pulalah yang pura-pura ikut  memadamkannya.

Ups….. tunggu dulu, ngomong soal politik, bukan Cuma soal sistem pemerintahan dan ketatanegaraan saja, bisa dalam sebuah organisasi dan lainnya.. hmmm bisa juga dilingkungan sekitar kita misalnya tetangga yang suka berpolitik adu domba suka nyampaikan berita bohong sok berpihak kepada kita tapi juga mencari keuntungan dipihak lain, atau di tempat kerja, ntah atasan atau sesama staff yang ingin menjatuhkan satu dengan yang lainnya, dengan menyebarkan berita bohong ditambah vetsin bumbu dapur biar lezatos . 

Hmmmm.. bukannya ngajarin suudhon ya…. Cuma dimanapun tetap berhati-hati jangan sampai ketemu orang yang punya politik nggak bagus. Ditaruh dibawah menjilat ditaruh diatas menendang, ditaruh ditengah turun naik cari muka… Cuma agar muka dewe yang kelihatan clink… ehhh….. dalam keluarga juga bisa begitu loh… hmmmmm namanya hati manusia gak bisa ditebak.( atauuuuu.... malah kita sendiri jadi pelakunya....??? langsung ngaca ho ho... kayanya mukaku banyak cimongnya he2)

Jadi… kesimpulannya apa?
Ya…. Jangan sampai deh kita jadi orang bermuka dua….tau sendiri siksaan yang dijanjikan Tuhan amat pedih loh…, jangan demi kepentingan dunia malah menepis kepentingan akhirat jauh lebih bermakana…
Ya khannnn…… ya……?!


By : Novili


Share