Sunday, 21 September 2014

BUKAN GAGAL MOVE ON

3 komentar





Ini  bukan postingan soal putus cinta, apalagi soal patah hati. Ini  cuma  sebagai bahan intropeksi diri  bahwa banyak sekali orang dan mungkin  kita sendiri yang tanpa sengaja mengungkit kisah masa lalu, suka menyalahkan masa lalu dengan keadaan  kita yang sekarang, yang dianggap tidak sesuai dengan harapan.

Masa lalu memang patut dikenang, dan tak akan mungkin akan lupa dari ingatan. Apa lagi kisah hidup itu sangat menguras tenaga dan pikiran kita, terutama hal-hal yang membuat kita sedih, terpukul dan tertekan dengan keadaan. Ada yang bilang “ah… wajar saja mengenang masa lalu, toh tempat jatuh aja kita ingat, apalagi pristiwa perjalanan hidup”
Kalimat  itu gak ada yang salah, jika semua hanya ditempatkan pada sebuah ingatan, tapi bukan untuk diratapi. Kita memang ingat kita pernah jatuh  dan luka-luka yang tertoreh, tapi tentunya sekedar mengingat , tak mungkin kita menangis berteriak seperti saat kita merasakan sakit pada waktu itu.

Tak perlu kita bercerita  “ Aku dulu jatuh disana…, rasanya sakit….., luka disana sini..perlu dirawat  rumah sakit” sambil menangis berteriak kesal. Ini  cuma sekedar contoh bahwa banyak sekali diantara kita yang suka mengungkit dan menyalahkan keadaan masa lalu, dan begitu menyesali dengan apa yang telah dilewati, bahkan  terkadang mengumpat.

Apakah ini  bisa disebut gagal move on dari masa lalu? Tidak. Ini bukan soal move on atau tidak tapi menyangkut keikhlasan diri  atas takdir  yang telah ditentukan Tuhan.  Tidak ada orang yang mau jatuh, tidak ada orang yang mau menderita, tidak ada orang yang mau sedih, setiap diri pasti berusaha akan kehidupan yang baik, tapi jika nyatanya kita berada pada kesedihan itulah yang dinamakan Takdir. Tak perlu menyalahkan siapa-siapa ntah orang lain, keadaan bahkan diri sendiri apa lagi menyalahkan Tuhan , Naudzubillahimindzalik.

Sebagai hamba Allah kita wajib  mengikhlaskan segala yang telah terjadi, percuma kita menyesali. Jika kita masih saja mengumpat, memaki keadaan bearti kita  tidak ikhlash apa yang telah ditakdirkan Allah pada kita, dan akan mendapat label sebagai orang  yang tak bersyukur bahkan tergolong orang yang kufur terhadap nikmat
yang telah Allah berikan pada kita, yang sesungguhnya  nikmat-nikmat itu tak dapat kita hitung.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)

Dari ayat diatas sangat jelas dikatakan, jika kita besyukur  maka Allah akan menambahkan nikmat kepada kita. Dan asal tahu.. bisa saja segala apa yang terjadi sekarang  yang tak sesuai harapan kita, ntah sakit..atau kehidupan yang  bertambah sulit ,  sebenarnya bukan tentang masa lalu yang banyak masalah, tapi karena kita  kurang ikhlas dan bersyukur atas yang Allah berikan.
Serem banget ya….. , jadi kalau ada masalah lebih baik kita tak menyalahkan siapa-siapa mungkin ada baiknya kita merubah hati kita agar lebih legowo, ikhlas, dan banyak bersyukur menjalani hidup. * ambil kaca… langsung melototin diri..he2*

 ----
by : Nova Violita
___ketika memahami diri, untuk lebih bersyukur akan kehidupan yang dijalani___
Share

Thursday, 28 August 2014

Alhamdulilah akhirnya...... :)

18 komentar
Menanti/menunggu adalah hal yang membosankan, apalagi yang kita tunggu nggak tau kapan datangnya…. Hmmmm gelisah banget, apa lagi nungguin jodoh…. Bosan banget.. ditanya.. kapan nih…? Kapan…?? , eh begitu udah nikah ditanyain lagi…. Kapan? Kapan punya momongan???! Ihhh…. Nyebelin, siapa juga yang gak mau cepat-cepat dapat momongan, tapi semuanya kan ada yang ngatur…. Biar tiap malem usaha *he2* tiap hari minum vitamin tapi jika Allah belum menghendaki , ya gak akan hamil. Tidak semua hasil itu berdasarkan usaha kita sendiri karena semua ada campur tangan Tuhan yang maha esa.

Hal ini lah yang terjadi pada diriku selama hampir lima tahun, kadang aku suka menghindar dari orang-orang yang mulutnya “nyinyir”, pokoknya ditandain banget, setiap kali jumpa ditanyain mlulu, apa gak bosan ya….?? Emang gak ada topic lain apa ya…?? Sempat saking bête nya aku sampai nulis di status fb “jangan sapa aku, kalo Cuma mo nanya kapan punya anak”.

Jujur aja ..kadang aku suka sedih dan kadang juga timbul rasa iri, pada pasangan-pasangan baru menikah, beberapa bulan aja udah hamil, bahkan nih… yang tahun 2009 lalu yang sama-sama nikah anaknya udah 3, ya ampuuun…… aku aja 1 belum dikasih. Tapi Syukurnya suami dan keluarga sendiri gak pernah mendesakku untuk segera punya momongan, mereka sangat mendukung dan memahami aku dan suami.


Awalnya aku rajin banget nandain kalender setiap kali haid, melingkari, kira-kira kapan ya masa suburnya, tapi hampir satu setengah tahun terakhir aku udah malas. Pasrah aja dengan keadaan, kami pernah beberapa kali ke dokter kandungan didaerah ku, tapi Cuma diberi obat penyubur dan vitamin, sisa nya hanya minum obat-obat herbal yang katanya bisa cepat hamil, kurma muda bubuk, kurma hijau kering yang nitip sama kakakku maupun tetangga yang pergi Haji, Buah Kundur, Madu, Jintan Hitam dll, semua kami laku kan. Kadang aku mikir kenapa kami bukan orang kaya.. yang bisa bolak-balik ke dokter kandungan yang ada di ibu kota provinsi , yang katanya hebat-hebat dan pemeriksaannya lebih detail luar dalam. Ada teman yang berhasil setelah beberapa kali kesana, tak tanyain biayanya.. berapa sekali berobat? Sekian jut..jut..jut… he2. Tapi suami ku selalu aja bisa menentramkanku walau ku tahu dia juga sangat ingin. Mungkin kita belum dikasih rejeki, kita coba dulu yang tradisional mana tau justru ini yang Allah ridhoi, Allah maha tahu kapan waktunya. Selain suka melingkari tanggal, aku juga sering buru-buru melakukan testpack setiap kali telat datang bulan. Tapi makin kesini aku mulai benci ama alat tes kehamilan tersebut ,habisnya dua garis merah yang selalu kudambakan tak pernah nongol pada alat itu.


Sekitar bulan maret lalu aku telat beberapa hari, dengan agak malas pagi itu aku test deh… hasilnya.. satu garis merah.., hmmm langsung deh aku masukin plastic, dan ku lempar disamping mesin cuci, saking sebelnya. Satu…dua..tiga hari kemudian si tamu bulanan belum datang juga, kenapa ya…?? Badan juga rasa pegal-pegal dan pagi hari sering mengantuk. Dengan rasa penasaran aku buru-buru nyari plastik yang aku lempar disamping mesin cuci, untungnya belum ku buang. Aku perhatikan secara seksama *caelaaaah…* kok? Sepertinya ada satu garis yang lain..ya…?? pokoknya samar banget hampir tak terlihat. Malamnya aku cerita sama suami, ternyata suami ku sempat ngeliat isi kresek itu , habis penasarn katanya…dia juga melihat garis samar itu. Tanpa menunggu esok pagi aku test malam itu, abis penasaran banget…. Dan eng ing..eng…. dua garis merah nongol..tapi yang satunya belum begitu jelas, tapi lebih jelas dari test pertama. Menurut yang ku baca bahwa awal kehamilan itu udah dimulai pembentukan syaraf otak, walau gak pede aku suruh suami beli susu hamil dan testpack merk sen****f yang katanya bagus, buat besok pagi test lagi…, akhirnya aku sempat 4 kali testpack, baru deh..ke bidan dan dinyatakan positif. Ya..ampun… kami seneng banget… sampai berkaca-kaca, dan usg pada kehamilan 8 minggu dan 12 minggu untuk meyakinkan bahwa janin kami tumbuh, takut terjadi kehamilan kosong…rentang waktu itu masih deg degan..takut gak jadi.






Alhamdulilah aku gak banyak mengalami ngidam , mual dan muntah masih bisa ditolerir sampai saat ini aku sama sekali gak pernah makan obat mual, hanya saja penciuman ku sensitive gak tahan wangi-wangian langsung mual, dan cepat merasa lelah, gak tau badan tuh gak enak banget, jam sepuluh pagi udah ngantuk…, kadang ruangan kerja ku tutup aku tidur deh..sebentar, baru lanjut lagi…. Tapi sambil nguap-nguap gak enak banget masa ngetik sebentar mata udah berair-air. Tak hanya kerjaan aja yang terganggu, buat nulis apa lagi ngeblog selera ku hilang. Makanya blog ini banyak diangggurin… banyak kontes n GA yang biasanya ikut ku ramaikan malah lewat begitu aja. Malu aja ma diri sendiri he2, bukan blogger sejati deh kayaknya…, anget-anget tahi ayam….. he2


Sekarang usia kehamilan ku udah 27 Weeks, udah hampir 7 bulan…, itu bearti tinggal beberapa bulan lagi aku bisa memeluk junior ku. Gak sabar deh rasanya… tapi proses mesti dinikmati hingga cukup bulan tentunya. Katanya sih.. kalau belum 7 bulan pamali buat beli perlengkapan bayi…., kayaknya asyik deh… baju bayi sekarang kan lucu-lucu.


Aku jadi ingat… ada beberapa puisi rindu yang kutulis, yang mengungkapkan kerinduanku terhadap buah hati. Dan sebentar lagi..rindu itu akan memelukku. Aku berharap bisa melahirkan dengan normal dan lancar, aku sehat bayi ku pun lahir dengan sehat dan selamat. Ada rasa was-was juga sih… apalagi usiaku udah 30-an.

Semoga setelah melahirkan nanti, my baby bisa jadi inspirasiku buat nulis disini. Duh…. Sekarang aja udah kebayang-bayang jadi saksi (caelah..emang saksi nikah?) tumbuh kembang si junior. Semoga Sehat dan panjang umur. Buat teman-teman bantu do’a agar semuanya lancar ya... Share

Wednesday, 27 August 2014

Besar Periuk, Besar Pula Keraknya

13 komentar

sumber : Internet
Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang tak pernah merasa puas, baik dari segi kepuasan batin misalnya prestasi, kekuasaan, jabatan , maupun yang menyangkut harta benda terutama uang. Uang memang bukan segalanya, tapi jujur saja saat ini siapa sih orang yang gak mau mendapat penghasilan lebih. Hampir semua orang berfikir bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan sampingan atau melakukan bisnis yang lain agar mendapat penghasilan tambahan.

Tapi nyatanya sebanyak apapun uang yang terkumpul jika kita tak pandai mengelolanya tak akan pernah merasa cukup. Bertambah penghasilan, banyak pula yang hendak di beli, udah punya motor pengen mobil, mobil satu ingin nambah jadi dua atau tiga, atau pengen merk yang lebih keren. Oke…, gak usah bicara soal kendaraan yang nambah dan yang mewah-mewah. Seperti saya aja dapet uang lebih aja, langsung pilih baju, pilih jilbab , kredit Toples Tu****w*** aduh…ada saja yang selalu dibeli jadi tuh uang rasanya ngepas banget walaupun dapet lebih.

Dan itu kadang bukan sebuah kebutuhan tapi hanya bentuk keinginan untuk sebuah gengsi memuaskan kan nafsu yang sesungguhnya tak pernah merasa puas. Seperti pribahasa melayu “BESAR PERIUK, BESAR PULA KERAKNYA” , “BESAR PENDAPATAN BESAR PULA LAH PENGELUARANNYA”. Berapa pun uang yang di terima dirasa tak pernah mencukupi. Padahal Allah mewanti-wanti agar kita selalu bersifat Qona’ah merasa cukup dan ridha atas apa yang kita peroleh, berpuas hati dengan apa yang ada. Dengan begitu sebesar apa pun periuk kita jangan sampai kerak yang dihasilkan sebegitu juga *kalo perlu periuk anti lengket..wkkkwkwkke*, sebesar apapun penghasilan kita jangan sampai pengeluaran kita ikut berlebihan pula.
“BESAR PERIUK, BESAR PULA KERAKNYA” merupakan pribahasa melayu yang mengingatkan kita agar dapat mengelola keuangan dengan bijak dan tentunya menumbuhkan sifat Qona’ah dalam diri kita agar selalu bersyukur kepada Allah.

Sifat Qona’ah bukan bearti membuat kita malas untuk meraih rejeki yang lebih, tapi tujuannya adalah untuk meningkatkan syukur atas rezeki yang kita peroleh dan dapat menyalurkannya ke hal-hal yang lebih baik atau membelanjakan ke hal-hal yang diperlukan saja bukan sekedar foya-foya. Sikap Qona’ah ini tentunya bukan saja untuk orang yang berduit saja agar tak menghamburkan harta tapi juga untuk kita yang gaji tiap bulannya sebesar 5 koma, tiap tanggal lima udah koma * he2*, agar tidak dengki dengan rejeki yang diperoleh orang lain namun tetap bisa bersyukur dengan rejeki yang kita peroleh dan terus berusaha dijalan yang halal dan diridhoi Allah. Dengan demikian kita tak terkesan ngoyo mengejar kepentingan dunia saja tapi juga dengan tujuan akhirat.

Rasulullah bersabda melalu beberapa riwayat hadistnya :
“Tidaklah kekayaan itu dengan banyak harta, tetapi sesungguhnya kekayaan itu ialah kekayaan jiwa” (HR. Bukhari dan Muslim”

“ Jadilah kamu seorang yang wara’, nanti kamu menjadi sebaik-baiknya hamba Allah. Jadilah kamu seorang Qona’ah nanti kamu jadi orang yang paling bersyukur kepada ALLAH (HR Al-Baihaqi)

Sudah merupakan fitrah manusia menyukai kesenangan dunia , baik wanita, anak-anak mereka, kebun, dan harta benda Allah pun menerangkan itu dalam firmannya, tapi Allah mengingatkan bahwa sebaik-baiknya tempat kembali adalah kepada Nya. Itu bearti bahwa dalam mengelola keuangan kita tak hanya memikirkan kepentingan dunia saja tapi juga akhirat menjadi tujuan utama.

“BESAR PERIUK, BESAR PULA KERAKNYA” menurut saya pribadi tak hanya diartikan BESAR PENDAPATAN, BESAR PULA PENGELUARAN” tapi juga bisa diartikan “ BESAR PENDAPATAN, BESAR PULA TABUNGAN” * jiiaaaah…tentu saja iya..!!! :) hehhe * tentunya tak saja tabungan dunia tapi juga tabungan akhirat.
----

Share