Wednesday, 3 December 2014

Ibu Kasihmu Sebening Mutiara

8 komentar
Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa..
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
(Cipt. Pak SM. Mochtar)


Tak ada salahnya aku memulai tulisan ini dengan sebuah lirik lagu yang semua orang hafal dengan lagu ini,, dengan kesederhanaan bahasanya yang mudah dimengerti orang-orang sehingga lagu ini menjadi pengingat bahwa Ibu adalah segalanya. Menyimbolkan ibu bagai sang Surya taklah berlebihan karena sang surya memberi nyawa bagi kehidupan didunia ini, begitu pula dengan kasih seorang ibu yang menyayangi dengan sepenuh jiwa bahkan nyawapun jadi taruhannya.Masih ingatkah cerita dizaman nabi Sulaiman. Seorang ibu yang menangis karena bayinya telah ditukar dengan mayat bayi yang lain. Dia rela anaknya diberikan kepada orang lain dari pada harus dibelah menjadi dua, karena bayi jadi rebutan dengan ibu yang lain. Walaupun itu cuma taktik Nabi sulaiman untuk mengetahui mana ibu yang asli atau yang bukan. Bahkan Rasulullah SAW menempatkan posisi ibu tiga kali diatas penghomatan terhadap ayah, mengingat pengorbanan ibu mulai saat mengandung,melahirkan, meyusui , merawat ketika sakit dan mendidik kita hingga dewasa. Jasa seorang ibu takkan pernah terbalas walau kita bawakan gunung emas sekalipun, penghormatan terhadapnya adalah jalan menuju surga

Paragraph diatas hanya pengantar tulisan ini untuk menggambarkan bahwa kasih seorang ibu tak dapat diukur dengan apa pun,. Dalam kata, senyum, diam dan marahnya ibu selalu tersimpan do’a untuk anak-anaknya. Bagai air di samudera luas hati ibu tak pernah kering dari rasa cinta dan kasih, walau ia dalam keadaan jengkel, marah sekali pun. Kemarahannya adalah rasa perhatian yang ditunjukkannya, agar kita tak terjerumus kedalam keburukan dunia dan akhirat.



Jujur saja dulu aku pernah merasa bahwa ibuku itu terlalu cerewet, dan suka mengatur , suka melarang ini itu. Apa lagi jika dibandingkan dengan teman-teman ku aku merasa terzolimi. Teman-teman bisa main sesukanya , sedangkan aku terikat dengan rutinitas pekerjaan rumah. Bahkan tak jarang ibuku memukul kakiku dengan kayu atau sapu lidi karena tidak sholat ataupun malas mengaji. Ibuku juga suka marah-marah jika hari minggu aku belum mencuci baju dan sepatu sekolahku, padahal teman-teman, ibu mereka yang mencucikan dan mereka bisa bermain seharian. Air mataku selalu mengalir menangis, sedih, merasa aku anak yang tak diakui, aku kesal sekali atas sikap ibu.

Saat ini.., air mata ku juga mengalir… tapi bukan air mata kekesalan akan sikapnya yang ku anggap tak menyayangiku atau merasa dibenci olehnya. Tapi bulir-bulir penyesalan dan perasaan berdosa yang telah berprasangka buruk terhadapnya. Padahal segala yang telah dilakukannya adalah demi kebaikan dan melatih kemandirian ku. Keluarga ku bukanlah orang yang berada yang bisa memasukkan anak-anaknya ke bangku Taman Kanak-kanak, aku begitu sekolah langsung masuk Sekolah Dasar. Tapi Hebatnya (aku sih..merasa hebat) aku sudah bisa membaca lancar dan berhitung, juga hafal beberapa surat pendek Al-qur’an. Belajar dari siapa? Semua dari ibu ku, aku tidak pernah belajar diluar kecuali sekolah, belajar mengaji dan membaca itu di rumah, kami tak punya uang tambahan untuk belajar diluar, semua ibu yang mengajar dan diselingi juga dengan Ayah.

Kenapa dulu ibu terasa mengekangku, dan mesti melakukan pekerjaan rumah, itu karena ingin aku mandiri dan bisa melakukan semuanya. Dulu kelas 3 SD aku sudah punya kewajiban menanak nasi di tungku kayu, mencuci piring setelah sholat subuh, menyapu halaman ketika sore , menyetrika baju sekolah sendiri, dengan setrikaan arang. Ah… itu bukan sebuah penzoliman dari orang tua, tapi sebuah didikan yang artinya baru ku pahami sekarang. Mungkin ada yang bertanya terus kerjaan ibu apa? Kalau yang menanak nasi aku. Ibu ku berjualan tepatnya berdagang makanan di sebuah sekolah dari pagi hingga sore hari dan ayah ku bekerja diluaran. Ibuku ingin kami mandiri dan disiplin dalam hidup , tak boleh bermanja-manja. Ibu… hati mu bagai seluas samudera mungkin yang saat itu kulihat hanyalah keruhnya air laut, tapi didalam hatinya tersimpan beribu mutiara kasih yang siap dcurahkan pada anak-anaknya yang saat ini ku panen hasilnya dari didikannya.

Apa lagi saat ini, aku sedang mengandung anakku yang pertamaku, rasa penyesalanku yang telah bersuuzon padanya semakin dalam. Apa lagi beberapa waktu yang lalu itu ia berkata “Anak perempuan ku udah 3 yang melewati kehamilan dan melahirkan, dan ikam (kamu) yang ke ampat, tapi ntah mengapa rasa cemasnya beda…setiap hari aku mendoakan semoga ikam sehat, selamat melahirkan lancar” kira-kira itulah yang dia katakannya bercampur dengan bahasa Indonesia dan bahasa banjar. Hati ku semakin pilu melihat keadaannya yang kini tak sekuat dulu yang gigih menjalani kehidupan, yang kini hanya mengandalkan tongkat untuk berjalan. Walau fisiknya tak sekuat dulu, tapi hatinya selalu terpaut pada bait-bait do’a sebagai pelindung untuk anak-anaknya. Terimakasih Ibu… atas segala cintamu..yang jika ku kumpulkan tak kan cukup samudera menampungnya.


“Allahummaghfir lii wa liwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayani shagira”


------

“Artikel ini diikutkansertakan pada kontes Unggulan :Hati Ibu Seluas Samudera”

Share

Thursday, 20 November 2014

Malam Jum'at

2 komentar

Garis senja mulai menipis
Samar menutup bayang Kamis
Gelap menyambut deraian Gerimis
Sepi...pun tak tertepis..


Malam Jum'at..
Banyak bayang berkelebat...
Antara Hasrat rindu yang terikat
Dan cinta yang membludak hebat...


Malam jum'at..
Merampas sunyi senyap..
Menelanjangi tirai rindu..
Melepaskan semua hasrat


Ah.....
Malam jum'at
Tak melulu tentang hasrat
Ada malam bermunajat..
Ketika Tuhan begitu dekat..
Meraih Cintanya dalam do'a dunia akhirat.
------
Airmolek , 20 Nopember 2014
#Menjawab Tantangan Mak “Yuli Yulia”

Untuk berpuisi Di Malam Jum'at.. :) Share

Wednesday, 19 November 2014

Ojo ngonoo...., Kesane Ngenyek.... :p

9 komentar
Ini masih gak jauh-jauh dari soal naiknya harga BBM, disini aku aku gak ikutan protes atau pro soal kenaikan harga BBM. Cuma pengen ikut-ikutan nyinyir aja…. Soalnya sekarang banyak orang yang mendadak nyinyi r to…???! Jadi mumpung si nyinyir masih anget gurih , ya

sini..ikutan tak lahap juga…

Ada beberapa poin tentang kenaikan BBM di negeri ini, ehm :p

#Siapa pun Presidennya… , dawal /ditengah/diakhir jabatan , selalu menaikkan harga BBM.

#Awal kenaikan selalu banyak gelombang protes/demostrasi di mana-mana, setelah itu adem ayem aja… menikmati keadaan.

#Banyak yang kontra,ternyata banyak yang pro juga, dengan berbagai pertimbangan.

#Perang opini di social media, semuanya seolah-olah sok paling paham, baik dari yang pro maupun yang kontra.

Yang penting dari semua poin diatas, kita sebagai keluarga besar Indonesia jangan sampai bermusuhan karena beda pendapat*an. Setiap orang punya opini apa yang ia rasakan, jangan samapai terkesan ngenyek hanya karena soal pendapat*an.



Dari yang pro soal kenaikan harga BBM selalu bilang :

#“ahhhh…. Cuma naik 2000 aja , protesnya gitu amat!”

#“ ke salon habis uang 3 Jeti, BBM naik 2000 aja protes”

#“ya dah…. Gak usah naik motor atau mobil kalo gak mau BBM naik…., jalan kaki aja”

#“ Mau…. Lihat, yang protes BBM naik… , pada masih mau beli ga?”

#“ ya..udah kalau gak mau presiden ntutu…. , pindah aja dari Indonesia”

#“Halah….. yang protes paling antek-antek yang itu tu…”

#“ Protes BBM naik? Protes juga donk fasilitas gratis”



Adooooh….., kok kesane ngenyek sama orang2 yang beda pendapatan sih…???

#Ok…. Naik cuma 2000, cuma……? Kata cuma itu bagi ekonomi kela berapa? Bagi yang ekonomi super sulit 2000 rupiah itu banyak boooo…, kalau sehari nambah 5000 rupiah buat pulang pergi kerja dikali 30 hari = 150.000/ bulan… nah kalau pendapatan pas-pasan? Piye? Ngaruh toh…?

#Ke Salon abis 3 juta? Heloooo… yang kesalon habis 3 juta itu siapa seeeehhh!!!??? Pasti bukan mbok-mbok tukang sayur, atau mak-mak jualan lontong atau.. penjual gorengan, atau saya (yang gaji tiap tanggal lima udah koma) kan?

#Gak usah… punya motor atau mobil, kalo gak mau BBM naik? Pliss deeehhhhh… emang yang cuma ngerasain efek kenaikan BBM itu cuma yang punya kendaraan? Ya nggak lah…!! Emak-emak yang cuma duduk dirumah nungguin tukang sayur juga ngerasain akibatnya kok. Karena BBM naik.. harga sembako juga naik, jika biasanya belanja 20 ribu sehari..eh sekarang jadi 25ribu-30 ribu… nah kali in aja sebulan berapa? Jangan bilang cuma segitu ya…..

#Pada masih mau beli BBM ga? Ya.. namanya perlu, tetap di beli lah…..kenapa mesti ngomong begitu? Protes bukan artinya gak mau beli….kan?? ah… yang beli mahal ama tukang sayur aja suka protes kok? Kentang kecil-kecil gini kok haranya 5000 sih bang…..!? tukang sayur jawab.. “kalo mo murah tanam sendiri sono..!!” eh..dibeli juga tu kentang kan..???

#Ya ..udah… kalo gak mo presiden yang itu, pindah aja ke negara lain..??? loh… kok bawa-bawa presiden, disuruh pindah negara pula….??? Helo…!.! Kalimat ini baru kedengaran akhir-akhir ini loh..?? dulu2 gak ada…. Kenapa ya…??? Yang kita kritik kan kebijakannya.. bukan presidennya. Kenapa sekarang banyak yang terlalu fanatic sehingga kesannya gak mau di kritik? Ah…. Ya sudah lah… kalo yang ini gak mau panjang lebar…

#Yang protes antek-antek itu tu… pasti! Ondeh…… yang protes tu sabananyo antek-antek kampung tengah (lambung), masyarkat yang protes karena memikirkan kelangsungan hidup mereka, apa lagi dengan ekonomi sulit da memiliki tanggung jawab terhadap keluarga.

#Protes juga dong, fasilitas yang akan diiberikan gratis , karena subsidi silang. Fasilitas gratis saat ini belum bisa dirasakan langsung. Yang mereka rasakan sekarang ini kan efek langsung dari kenaikan harga BBM.



Sebenarnya disini cuma mau bilang, jangan sampai kita terkesan mengecilkan masyarakat sodara yang kurang mampu, yang protes dengan harga BBM. Biarkan lah..mereka mengeluarkan pendapat suara hati mereka, yang saat ini mungkin shock dengan kenaikan harga-harga. Tapi… toh nanti mereka juga akan menerima.. semua akan tenang dengan berjalannya waktu.

Kita berdo’a semoga Allah member rejeki lain untuk kita semua, dengan tetap berusaha dan ikhtiar dijalanNya. Jangan sampai dengan kenaikan harga membuat kita terjerumus untuk berbuat kejahatan, misalnya mencuri, korupsi dll.



Atau…. Dengan naiknya harga BBM..akan membuka peluang terciptanya korupsi baru atau Mafia-mafia ekonomi baru ya?! #Eh!!! Gak mau…lanjooot ahhhhh…..

:p Share