{blog} novanovili.com
{blog} novanovili.com
  • Home
  • DISCLOSURE
  • ABOUT ME
  • LIFESTYLE
  • FEMALE
    • Kesehatan
    • Kecantikan
    • Parenting
    • Relationship
    Beberapa waktu lalu aku dan beberapa orang teman terlibat sebuah pembicaraan yang terkesan serius. Awal perbincangan itu bermula dari seorang teman yang bercerita bahwa dia baru saja pulang dari sebuah kota mengantarkan keponakan untuk masuk sebuah fakultas kedokteran. Dia bercerita sebenarnya keponakannya tidak lulus tes, tapi kemudian mereka berusaha mencari kenalan “orang dalam” agar bisa berkuliah disana , dan akhirnya si keponakan jebol juga masuk di kedokteran dengan membayar sejumlah uang yang katanya seratus juta lebih. Wow! kami tercengang, sebegitunyakah untuk masuk ke kedokteran?? kenapa harus jadi dokter? kenapa tidak  kuliah di tempat lain saja?, maksudnya kalau nggak sanggup biaya, kenapa harus dipaksakan apalagi mesti pinjam uang sana-sini?


     Dulu ketika kecil kita sering ditanya, jika sudah besar  mau jadi apa? jawaban singkat padat selalu terlontar “dokter”. Kenapa ingin jadi dokter?  ingin bantu orang sakit, ingin menyembuhkan biar semua orang sehat. Itu jawaban  sepuluh atau lima belas tahun lalu, coba saja tanya sekarang maka jawaban yang di dapatkan adalah  bahwa profesi dokter  itu banyak dibutuhkan dan bayaran mahal, profesi dokter itu elit. Dengan alasan itu tak heran jika banyak ditemukan dokter-dokter yang keilmuannya kurang tapi profit oriented, karena masa kuliah sudah banyak menghabiskan dana.  Dengan mahalnya biaya kuliah banyak yang melakukan apa saja demi dapat panggilan dokter tapi juga banyak masyarakat yang memiliki tujuan mulia menjadi dokter namun memendam dalam-dalam cita-cita sebagai dokter karena biaya mahal.

    Dunia pendidikan yang semestinya menjadi ladang pembentukan karakter bangsa sudah tercemar dengan komersialisasi dan budaya hedonis. Pendidikan dokter sekedar mencetak dokter yang mampu memenuhi target kuantitas, dan sekedar siap menjadi agen dari kapitalis dalam menjalankan industri kesehatan. Bagaimana mungkin anak bangsa yang memiliki kemampuan intelektual dapat bersaing masuk FK bila tidak didukung finansial yang kuat. Saat ini sangat jarang anak petani, anak nelayan, anak buruh dan sejenisnya dari sisi kemampuan ekonomi dapat berkuliah di Fakultas Kedokteran. Mahasiswa Kedokteran saat ini sudah terkelompok dalam strata sosial dan ekonomi yang relatif sama hal ini akan menimbulkan dokter yang bermental elit yang lambat laun akan menyebabkan dokter Indonesia tidak mampu "membumi" yaitu tidak mampu berinteraksi dengan masyarakat, tidak dapat merespon kebutuhan masyarakat dan pada akhirnya tidak memiliki arah dan tujuan profesionalisme kebangsaan untuk masa depan. Mereka hanya siap di sarana kesehatan yang telah mapan dan menjanjikan kehidupan ekonomi yang lebih baik, padahal saat ini masih banyak daerah yang membutuhkan dokter.  Dokter itu melayani bukan dilayani.  Tak heran banyak dokter seperti menganggap rendah pasien-pasien ekonomi kelas bawah, berkata judes,  menakut-nakuti pasienyang seharusnya secara psikologis pasien itu di dukung dengan kata-kata baik  yang menyemangati.
      
    Dalam hal ini kita sebagai rakyat  memang tak bisa menyalahkan dokter itu sendiri, disini ada banyak campur tangan pemerintah. Saya yakin dokter sangat ingin bisa berbaur dengan masyarakat tanpa terkotak-kotakan. Mereka menjadikan profesi ini bukan sekedar mata pencaharian namun sudah menjadi alat perjuangan. Bahkan elit dokter yang terbentuk berhasil merakyat, mengambil peran bersama rakyat untuk negeri ini.

    Urusan sektor kesehatan yang masih berantakan di indikasikan akan menimbulkan potensi konflik antara rakyat dan dokter. Dokter lndonesia sebagai bagian dari rakyat lndonesia membutuhkan peranan dan keberadaan Negara dalam mewujudkan rasa keadilan dalam kehidupan berbangsa dan mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara seperti masyarakat lain sehingga dapat bersama-sama menempatkan sektor kesehatan sebagai mainstream pembangunan nasional. Kesehatan harus dilepaskan dari kepentingan atau pencitraan politik penguasa dan harus dikembalikan pada tujuan awal yaitu untuk menyehatkan seluruh rakyat lndonesia


    Program Jaminan Kesehatan Nasional ( BPJS ) yang di jalankan pada saat sekarang ini cukup membantu masyarakat terutama kelas menengah bawah. Namun  program ini harus banyak pembenahan disana-sini, apalagi obat-obatan yang diberikan ke pasien masih dibawah standar  dan alat-alat medis  yang digunakan masih minim, disisi lain terlihat membantu tetapi masih “nanggung”. Selain itu BPJS juga harus memperhatikan kepentingan dokter terutama mereka yang ditugaskan didaerah-daerah terpencil.Dengan begitu tak adalagi rumah sakit yang menolak  pasien BPJS, justru melayani secara baik tak membedakan pasien kaya ataupun miskin. Dengan adanya pembenahan maka diharapkan program ini menguntungkan semua pihak. Minimnya infrastruktur dan rendahnya insentif daerah memepengaruhi standar mutu layanan kesehatan. Kesehatan yang diperjuangkan bukan hanya untuk kalangan elit, menguntungkan kaum berduit, kesehatan adalah hak bersama, hak rakyat, perlu disadari bahwa bidang kesehatan juga merupakan tonggak ketahanan nasional.
    Hari ini 24 Oktober 2016 merupakan hari Dokter Nasional yang ke 66 tahun. Tak sekedar  memperingatinya dengan sebuah perayaan, tapi dokter Indonesia menggelar aksi damai di depan  Istana Negara. Ada harapan baru ketika IDI sebagai satu-satunya organisasi profesi dokter di   akhirnya berani bersikap berbeda dengan pemerintah dan memimpin sebuah aksi yang mencerminkan perlawanan profesi terhadap kezaliman neoimperialisme. Sebuah niat dan upaya untuk memulai Reformasi Sistem Kesehatan serta Reformasi Sistem Pendidikan Kedokteran, semoga dokter Indonesia akan selalu  merakyat dan pro rakyat. Aksi damai  yang dilakukan juga untuk menolak Prodi DLP (Dokter Layanan Primer) yang diindikasi  ada pengaruh politik didalamnya, yang sebenarnya tak berbeda jauh dengan pendidikan dokter umum. DPL dianggap menghambur-hamburkan uang Negara yang seharusnya bisa dialihkan untuk kesehatan masyarakat yang lebih luas.

    Berikut hal-hal  yang menjadi tuntutan IDI kepada pemerintahan  Jokowi yang saya tulis secara garis besar saja  :
    1.  Terkait alokasi pembiayaan untuk obat bagi pasien yang terlalu kecil sehingga menyulitkan bagi dokter untukmemberikan obat dan penanganan terbaik terutama bagi peserta BPJS dari kalangan rakyat miskin. Pelaksanaan JKN masih memerlukan harmonisasi kebijakan dan pengawasan termasuk dalam kaitannya dengan otonomi daerah yang masih menjadi kendala dalam penerapan program JKN. Sinkronisasi aturan BPJS dengan standar profesi juga harusmenjadi perhatian bersama.
    2. Pendidikan kedokteran harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, khususnya hal yang terkait dengan mahalnya biaya Pendidikan Kedokteran yang pada ujungnya berdampak pada mahalnya biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat. Hal tersebut tentu saja membawa dampak yang tragis terutama bagi masyarakat miskin, yang semakin sulit mengakses pelayanan kesehatan dengan mudah dan murah.
    3. Krisis penyebaran dokter yang tidak merata dan kurangnya dokter spesialis. Selama ini terdapat disparitas yang sangat besar dalam penyebaran dokter di lndonesia. Dokter lndonesia lebih memilih untuk hidup di daerah perkotaan dan minimnya yang ingin bertugas ke daerah. lkatan Dokter lndonesia berpandangan alasannya diantaranya adalah minimnya infrastruktur dan dukungan sarana prasarana untuk mencapai standar pelayanan sehingga berpotensi pada rendahnya mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat lndonesia serta rendahnya penghargaan / insentif daerah yang diberikan.
    4.  Menolak Program Studi Dokter Layanan Primer (DLP ) dan Merekomendasikan : Meningkatkan kualitas dokter di pelayanan primer dengan program Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan(P2KB) terstruktur. Perbaikan proses akreditasi pendidikan kedokteran akuntabel, adil dan transparan.Menghadirkan pendidikan kedokteran yang berkualitasdan terjangkau . (Sumber PBIDI)

    Semoga usaha dokter Indonesia membuahkan hasil. Sehingga tak banyak generasi muda yang memendam cita-citanya  untuk menjadi dokter karena biaya yang mahal, tak ada lagi dokter yang merasa elit yang hanya ingin dilayani tanpa mau melayani rakyat , dan tak  terkotak-kotak oleh strata sosial dan akan terlahir dokter-dokter  yang memiliki keilmuan yang mumpuni, bukan sekedar untuk meraih gelar dokter dan terjun kemasyarakat untuk sekedar profit oriented.

    Selamat Hari Dokter Indonesia yang ke 66 , semoga apa yang menjadi aspirasi dokter  yang juga merupakan aspirasi rakyat Indonesia, dapat dicapai melalui aksi damai ini.


    Disclaimer: Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud sara atau memicu perdebatan ya, saya menuliskan ini sebagai penganut muslim. Karena setiap kita yang memiliki agama pasti merasa bahwa agama yang dianutnyalah benar , saya sangat paham itu. Jika tulisan ini dibaca oleh sobats non muslim, kalian boleh membalik tulisan ini bahwa agama kalian anutlah yang benar.  jika ada tulisan islam kalian boleh menggantinya dengan agama yang dianut ( Kristen,protestan,hindu, budha, konghucu), oke sips?!.
    -----

    [ Parenting ] Alhamdulilah ketemu Jum’at lagi ya , pengennya tuh tiap jum,at mau nulis yang beraroma religi. Tema religi bukan  ingin menunjukkan  bahwa diri ini  lebih paham atau lebih tahu agama, tapi cuma menuliskan semua sebagai #selfreminder mumpung selagi ingat , maka aku tulis disini biar suatu saat jika lupa  atau khilaf ,aku bisa membuka lagi dan menerapkan ke anak ku.

    Setiap orang tua ingin  anaknya menjadi baik, dan setiap orang tua memiliki sudut pandang dan cara tersendiri  untuk membuat anaknya jadi baik, tentu saja “baik” menurut  takaran mereka sebagai ayah dan ibu. Jadi jika ada yang kurang sepaham dengan apa yang dituliskan disini, ya sah-sah saja, terserah bagi yang membaca  punya prinsip hidup masing-masing.,jika apa yang saya tuliskan ada kekurangan mohon dilengkapi , jika salah mohon  diberi penjelasan yang benar, jika tak setuju ya boleh-boleh saja. kita bebas berpendapat.

    Sebagai orang tua kita tak hanya memberikan kenyamanan dan memenuhi segala kebutuhan  anak. Dan yang sangat kita sadari bahwa kebutuhan itu tak hanya makan,minum,pakaian dan tempat tinggal semata yang menyangkut kebutuhan ragawi. Sebagai orang tua tentu kita sangat ingin anak menjadi sosok yang paham agama, dan memiliki pribadi yang baik yang dari kebutuhan ruhaniahnya juga terpenuhi.

    Sebagai penganut yang bukan  atheis  tentu kita juga menanamkan kepada anak sejak dini bahwa kita adalah makhluk  bertuhan. Bahwa apa apa yang ada didunia ini termasuk dirinya adalah milik Allah swt yang mempunyai kekuasaan baik dilangit maupun dibumi.  Nah ada  beberapa yang kita  terapkan sejak dini, agar keimanan, keyakinan bahwa dia hidup itu butuh perlindungan Tuhan. Apa lagi dijaman sekarang banyak sekali tantangan yang mesti dihadapi orang tua untuk menjadikan anak lebih baik.

    Mengenalkan Tuhan Sejak Dini.
    Menyebut asma Allah ketika melakukan aktivitas, do’a sebelum/sesudah makan minum, dan aktivitas lainnya.  hal-hal semacam ini adalah satu cara untuk mengenalkan Allah kepada anak. Mengenalkan dan memberi pemahaman bahwa dimana kita berada dan kapan pun waktunya  harus mengingat Allah dan meminta perlindunganNya, bahwa diri kita dalam kekuasaanNya. Bahkan sebagian mengatakan bahwa mendidik itu mulai dari kandungan harus rajin ibadah, bahkan lagi sejak mencari sosok pasangan hidup, begitulah pentingnya bahwa pengenalan Tuhan itu harus dilakukan sedini mungkin.

    Cara lain mengenalkan keberadaan Tuhan adalah mengajak/melihat saat kita melakukan ibadah harian, seperti sholat, mengaji baik dirumah maupun ditempat ibadah. Dengan begitu mereka akan banyak bertanya, dan disaat itulah kita bisa menyampaikan pengenalan kepada TuhanNya.

    Menanamkan bahwa Islam agama yang benar disisi Allah SWT
    Setelah mengenalkan Allah sejak dini kita juga wajib  memberikan keyakinan bahwa agama yang kita anut yang paling benar di sisi Allah.  Kenapa benar menurut Allah ? karena jika dikatakan bahwa agama baik menurut versi manusia, maka ia mengatakan bahwa semua agama itu baik karena tidak ada agama yang mengajarkan keburukan. Jika sudah mengatakan semua agama baik dan terserah mau mengimani yang mana saja, maka wajib dipertanyakan kadar keyaqinan terhadap agama yang dianut . Maka gak heran ada yang bolak balik pindah agama, tapi jika mereka menganggap semua agama baik ? kenapa mesti pindah sana pindah sini ya? yah..itu plin plan  namanya..:D
    Ketika hati sudah yakin bahwa Allah itu ahad dan menyatakan diri islam, tentunya kita juga percaya pada apa yang dituliskan dalam Alqur’an tahu bahwa yang dipertanggung jawabkan itu tak hanya sebatas dunia ada akhirat yang menunggu.  Dengan dalih akhirat itulah kita punya kewajiban ke anak agar mereka sepenuhnya yakin bahwa Islam lah agama yang  benar.

    Mengenalkan Halal dan Haram. 
    Mengenalkan halal haram kepada anak sejak dini itu sangat perlu, dan ini sebenarnya sudah diterapkan oleh para  orang tua. Misalnya jangan makan makanan teman mu tanpa izin bahwa itu haram dan tak disukai Allah. Karena haram itu tak hanya fisik saja misalnya haram memakan babi, tetapi ada barang halal tetapi karena cara memperolehnya yang haram, maka hukum menjadi haram, misalnya kue hasil mencuri  dll.

    Untuk makanan yang tidak kita buat sendiri atau di produksi oleh pabrik  yang tidak jelas apa yang dicampurkan, kita dipermudah adanya sertifikat halal dari MUI. Karena dizaman sekarang apapun bisa diperbuat, apapun bisa dicampurkan ntah alcohol atau ekstrak hewan yang dihukumi haram untuk dikonsumsi dalam Alqur’an. Jadi label halal berfungsi agar kita tak terjebak pada ras was-was atau yang tak jelas hukumnya (subhat).


    Biruwalidain/ Berbuat baik dan hormat kepada orang tua.
    Berbuat baik kepada orang tua adalah kewajiban, menyenangkan hati dan membuat ibu dan ayah bahagia itu adalah kebaikan.  Untuk mengajarkan kepada anak mungkin kita bisa memberikan contoh ke anak dengan  memperlihatkan rasa santun dan baik ke kakek dan nenek nya. Dengan begitu mereka melihat bersikap santun kepada kita sebagai ayah dan ibunya. Ada sebagian orang tua yang secara sadar menjelek-jelekkan orang tua mereka diddepan anak, walaupun anak masih kecil sesungguhnya mereka merekam dan menyimpannya dalam memori. Bisa jadi suatu saat ketika kita merenta anak malah memperlaku kan hal yang sama seperti kita memperlakukan orang tua kita (kakek nenek mereka).
    Tidak memperlakukan mereka secara kasar dan membabi buta ketika marah terhadap kesalahan yang mereka lakukan juga merupakan contoh ke anak. Biasanya anak meniru kebiasaan orang tua ketika marah atau hal-hal lain. Seperti yang kita ketahui bahwa  anak yang dibesarkan secara kasar dan keras biasanya akan tumbuh sebagai anak yang suka membangkang .


    Soleh/ Soleha itu wajib.
    Jika sejak awal kita menanamkan keimanan kepada anak inshaAllah akan tumbuh menjadi anak baik  yang tahu kewajibannya sebagai hamba Tuhan, lebih mempertimbangkan pandangan Tuhan dibanding pengakuan manusia

    Ketika dewasa dan paham agama dia  pasti tahu ketika dia pura-pura sholeh dihadapan orang dengan berbagai atribut yang semua orang akan menganggapnya  baik, dan dia pasti juga tahu ketika hatinya benar-benar ingin berbuat baik dan dinilai sholeh oleh Tuhannya.
    Pandangan manusia hanya di luar, sedangkan pandangan Tuhan jatuh dilubuk hati manusia. Ketika seorang benar-benar sholeh mengharapkan Ridha Allah pasti akan terpancar dan orang-orang sekitar pun tahu ketulusan hatinya, beda jika hanya berpura-pura walaupun terlihat sholeh pasti suatu saat Tuhan menunjukkan ketidak baikkannya. Yang namanya sholeh itu tentu berdasarkan standar dari Tuhan bukan standar yang diucapkan manusia.

    ------

    Aduh, kesannya jadi serius banget ya. Sengaja gak pake dalil sana-sini, karena ini hanya sebagai catatan diri semoga anak-anak (semoga nambah)  yang aku lahirkan dapat kami bimbimbing  dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan dihadapanNya, naudzubillah jika sampai salah didik dan salah doa lalu malaikat mengamini.

    Semoga anak kita tumbuh menjadi anak cerdas, kelak menjadi orang yang sholeh melaksanakan semua perintah Allah dan meninggalkan larangaNya. aamiin...

    __---
    Baca Juga  : Semangat Hidup ketika usia terus bertambah

    "Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan"

    Siapa yang tak suka dengan madu?, rasanya yang manis dengan tekstur yang agak kental  membuat semua orang menggemari kelezatannya. Tak hanya itu madu yang merupakan pemanis alami ini  juga menyimpan berbagai khasiat  untuk mencegah bahkan mengobati berbagai penyakit. Madu sangat cocok dan aman untuk dikonsumsi, tidak hanya untuk orang dewasa tapi juga anak-anak. Namun begitu sebaiknya madu tidak diberikan untuk anak dibawah satu tahun, karena system pencernaan dan daya serap tubuh anak belum sempurna.

    Kini Madu dijual dengan bebas dengan berbagai kombinasi herbal lainnya dengan berbagai macam khasiatnya tergantung komposisi bahan yang digunakan. Namun kebanyakan madu yang dijual adalah yang dibutuhkan orang dewasa. Dan kini mulai marak  bermunculan madu-madu  yang dijual  dan komposisinya  untuk anak dengan berbagai merk, tapi kebanyakan anak tidak suka dengan rasanya yang cendrung agak-agak pahit kelat, mungkin dipengaruhi oleh komposisi  bahan yang dikandung dalam madu yang kurang pas, sehingga rasa madunya tertutupi oleh bahan yang lain.

    Apakah temans disini juga sedang butuh madu untuk anak?. Jika boleh aku rekomendasikan sebaiknya pilihlah madu yang komposisinya tak berlebihan, sesuai dengan kebutuhan anak, misalnya agar anak lahap makan, agar imun anak kuat terhadap serangan penyakit, dan juga membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Nah… aku sudah mendapatkannya pada Madu Grow n Health dari  PT Gilang Persada.  Komposisinya pas untuk anak usia pertumbuhan 1-12 tahun dan rasanya  enak, manis, tanpa ada rasa sepet. Semua bahan baku yang dipilih sudah melalui proses sertifikasi halal dan proses sertifikasi keamanan pangan.

    Komposisi Madu anak Grow n Health

    Grow n Health adalah madu suplemen pertumbuhan anak dengan usia 1-12 tahun. Tiap botol berisi 200 ml.  Diminum 3 kali sehari dengan sekali minum 2 sendok teh dan sebaiknya nya diminum sebelum makan agar penyerapan sempurna kedalam tubuh

    Tiap 15 ml mengandung:

    Madu Murni                    23,2 gr
    Albumin                        480 mgr
    Ekstrak Temu Lawak    168 mgr
    Ekstrak Kulit Manggis   120 mgr

    Khasiat dan Kegunaan
    • Membantu stamina dan daya tahan tubuh anak
    • Membantu meningkatkan nafsu makan anak
    • Membantu meningkatkan kecerdasan anak
    • Membantu proses pertumbuhan anak 
    Grow n health diminum dengan dicampur air 
    Ketika  Hamid ( 22 bulan)  aku beri madu ini langsung suka, tak ada reaksi tak suka dari wajahnya, karena rasa lezat tanpa sepet itu bikin Hamid ngangguk-ngangguk dan bilang “nak..nak..” (enak-enak). Hanya saja Hamid  agak repot kalau meminumnya  langsung dari sendok, jadi aku campur air, kemudian dimasukkan ke botol susunya, atau dimasukkan pelastik terus diminum pakai sedotan jadi kesannya seperti minum es sirop..hahaha. Soalnya kalau minum langsung digelas biasanya suka ngerampas dan main diobok-obok, jadi emak emang kudu kreatif ya..?? apa pun dilakukan  biar anak sehat dan ceria. Grow n Health bisa juga dicampurkan dengan minuman kesukaan anak seperti jus loh..., jadi gak ada alasan dan bilang anak susah dikasih madu.

    Waktu pertama minum, Hamid sedang flu karena alergi makanan, yang ku curigai dari telur dadar. Pasalnya setiap aku kasih telur ayam dadar (tidak alergi pada telur puyuh yang aku coba dadar) langsung bersin-bersin dan meler. Setelah tiga kali minum melernya langsung sembuh. sepertinya  Hamid cocok dengan madu ini. Khasiat lain yang aku lihat Hamid jadi lahap makan setelah hari ketiga mengkonsusmsi madu , padahalnya biasanya kalau dikasi makan suka melakukan gerakan tutup mulut alias GTM, khasiat temu lawak yang dicampur dalam madu ternyata memiliki efek lumayan cepat ya.
    Hamid minum madu Grow n Health

    Teman-teman penasaran dengan madu ini dan ingin  juga memberikan kepada buah hati  dan berniat ingin membelinya.:

    Silakah Order melalui:
    WA : 0878-3446-4222
    BBM D29550E 
    Atau kunjungi social media Madu Grow n Health :
    Website : www.grownhealth.co.id
    FP : GrowNHealth
    IG : : GrowNHealth
    dan jangan lupa gunakan Kode KBGNH52 saat pemesanan untuk mendapatkan  diskon 10%  dari harga normal Rp. 75.000/ btl (200 ml)



    pixabay.com

    Adakah teman-teman disini ingin menjual rumah? ada beberapa kendala jika kita menjual rumah secara langsung, selain lambat mendapatkan pembeli terkadang kita terjebak oleh para makelar. Yang tadinya kita sangka bahwa yang membeli itu pihak kedua ternyata ada beberapa pihak yang ikut terlibat sehingga harga yang ditawarkan kepada peminat semakin melonjak, sehingga membuat pembeli membatalkan.

    Sebenarnya dalam mempromosikan rumah yang akan kita jual, kita bisa memanfaatkan media internet atau system online. Kitabisa mengiklankan melalui website properti atau media sosial seperti facebook, twitter, BBM, dan lainnya. Karena sekarang para calon pembeli rumah lebih memilih mencari rumah melalui media internet karena lebih mudah dan cepat.

     Untuk itu berikut informasi tentang  hal yang perlu dipersiapkan dalam membuat iklan misalnya untuk  rumah dijual di bandung melalui internet.

    1.      Perkirakan harga yang sesuai
    Sebelum menjual rumah, kita harus memperkirakan dan menentukan harga yang sesuai dengan harga pasaran, jangan terlalu mahal maupun terlalu murah dari harga pasaran. Sebaiknya kita survei terlebih dahulu harga pasaran rumah di sekitar daerah kita, kita bisa mencarinya melalui media internet atau menanyakan kepada agen properti.

    2.      Siapkan gambar rumah dari luar
    Untuk menjual rumah melalui media internet, kita harus menyiapkan gambar rumah kita dari luar. Karena hal tersebut akan membantu menginformasikan rumah kita secara visual kepada para calon pembeli. Siapkan gambar rumah kita yang tampak depan, samping, belakang dan sudut lainnya yang bisa menjelaskan kondisi rumah kita secara lengkap. Pada umumnya, para penjual rumah menyiapkan gambar rumah mereka dalam bentuk foto. Selain foto, kita juga bisa menyiapkan gambar dalam bentuk video.

    3.      Foto ruangan
    Sebaiknya juga memfoto kondisi ruangan yang ada di rumah kita, seperti ruang tamu, kamar, dapur, dan ruangan lainnya. Lebih baik foto tersebut juga dilengkapi dengan informasi ukuran ruangan supaya lebih jelas, hal tersebut pastinya akan membantu calon pembeli untuk mengetahui kondisi ruangan di rumah kita.

    4.      Tonjolkan kelebihan rumah kita
    Dalam mempromosikan rumah, kita juga harus mencari tau kelebihan rumah kita, seperti desain rumah kita yang bagus, lingkungan yang nyaman, dan akses jalan yang mudah. Selain itu kelebihan sebuah rumah biasanya adalah lokasi yang strategis dan dekat dengan fasilitas umum, seperti dekat dengan pasar atau pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya.


    Supaya cepat laku, gunakan kalimat yang menarik pada informasi yang kita cantumkan alamat dan kontak yang bisa dihubungi  dalam iklan. Itulah informasi tentang hal yang perlu dipersiapkan dalam membuat iklan rumah dijual melalui internet, semoga bermanfaat.

    Ketika ditanya apa alasan awal membuat sebuah Blog?? banyak blogger wanita yang menjawab bahwa motivasi membuat blog adalah untuk menuliskan curahan hati, sekian persen yang tujuannya memang untuk menuliskan hobi seperti cerpen, puisi dan resep masakan. Sebegitu pentingnya kah sebuah blog dibikin hanyak untuk melepaskan uneg-uneg dan kegalauan, segitu hebatnya sebuah blog dapat memberikan sebuah ketenangan bagi pemiliknya.

    Wanita memang sosok yang rentan untuk limbung dan terpuruk, meluapkan emosi dan perasaan itu penting agar semua lega dan hati merasa nyaman. Tapi mana telinga yang selalu siap untuk mendengarkan isi hatinya, mana telinga yang sanggup mendengar  1x24 jam x 7 hari. Suami sosok terdekat  tapi dia tak selalu ada disamping, karena harus mencari nafkah. Blog, ya blog adalah tempat yang tepat untuk melukiskan perasaan, dan menyimpan kenangan yang ada.

    Aku sendiri saat pertama  ngeblog sebelum menikah,  menuliskan sepatah dua patah kata yang katanya artikel tapi cuma beberapa paragraph yang kalo di baca ulang  ntah apa yang tersirat dan tersurat :D hahhaha. Setelah menikah dan berjalan sekian tahun blog jadi tempat ku menggalau menuliskan puisi dan meluapkan perasaan  akan kerinduan tangisan seorang bayi, dan terlahirlah beberapa puisi  kerinduan.

    Jadi ketika seorang  teman ada yang bercerita bahwa berangkat ngeblog itu dari perasaan kecewa dan kehilangan, menurutku itu sebuah kewajaran  toh lihatlah setelah ngeblog  dan seiring waktu semangat itu timbul dan kini blog bukan sekedar penyimpan kenangan semata tapi juga mengahasilkan dan menumbuhkan semangat yang baru.
    ratnadewi.me

    Hal serupa juga diutarakan oleh mba Dewi Ratnasari  salah satu blogger wanita yang juga merupakan mantan reporter TV One ini. Mba Dewi terpaksa resign karena beberapakali kehilangan calon bayinya. Saat itu iya merasa dititik terendah dan terpukul, tapi iya berusaha bangkit dan mencari kekuatan dan Blog membuatnya bangkit dan bersemangat, apalagi dengan blog ia mendapatkan banyak teman dan berbagi.

    “Awalnya saya mengisinya hanya untuk mengabadikan momen-momen terakhir saya bersama anak saya. Karena cuma momen itu yang saya miliki sebagai kenangan. Itulah kenapa saya memberi judul blog ini “Berdamai dengan Hati”. Karena dari menulis, saya bisa berdamai dengan hati saya yang sangat perih pascakehilangan anak. Namun, seiring berjalannya waktu, saya jadi mengisinya dengan beberapa tulisan bertema kesehatan khususnya seputar kehamilan dan program hamil, keluarga, buku, travelling, tips, review produk, dan reportase event blogger.” (Dewi Ratnasari)
                         WP_20151017_10_48_10_Pro
    Mba Dewi Ratnasari   awalnya nulis di Tumbrl kemudian migrasi ke wordpress dan memiliki blog pribadi www.ratnadewi.me  dengan tagline “berdamai dengan hati”. Dengan ngeblog membuat hati menjadi damai dan lebih tenang dan meluapkan keresahan dengan bijak.  Itulah hebatnya sebuah blog walaupun blog di buat untuk tempat menangis, marah, tapi semua dilukis dengan bijak jauh dari kekasaran justru yang ditulis disana adalah runtutan kalimat yang penuh semangat.

    Mau kenalan sama mba dewi??
    langsung aja jabanin socmednya ya,,,
    FB: Dewi Ratnasari
    FP: ratnadewi.me
    Twitter: @ratnadewime
    IG: @ratnadewime
    Email: mail@ratnadewi.me

    Buat teman-teman blog itu seperti apa sih..???




    Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

    ABOUT ME

    Hai, saya Nova , seorang ibu, blogger, dan freelance digital yang senang berbagi cerita melalui tulisan. Di blog ini, saya menulis tentang lifestyle, dunia perempuan, kesehatan, serta berbagai informasi menarik lainnya. Semoga setiap artikel yang Anda temukan di sini menjadi teman membaca yang menyenangkan. Terima kasih sudah berkunjung dan menjadi bagian dari perjalanan blog ini. Jika tertarik untuk bekerja sama, silakan cek halaman Disclosure

    SUBSCRIBE & FOLLOW

    POPULAR POSTS

    • ISTRI MENULIS KEBURUKAN SUAMI DI MEDIA SOSIAL
    • GURUKU PAHLAWANKU, PAHLAWANMU DAN PAHLAWAN KITA SEMUA
    • Review: Wardah Exclusive Matte Lip Cream 12 Plump It Up
    • √SAKIT MAAG MEMAKSAKU UNTUK ENDOSKOPI
    • Makan Nanas dan Durian menjelang HPL, berani?

    Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates