KEPASAR BAWA UANG SELEMBAR (?)

22:37:00



sumber image

Kalau soal irit mengirit ntah itu hemat atau pelit bahkan mungkin saja lagi paceklik akhir bulan,  setiap ibu rumah tangga memang harus lihai tanggap darurat  dengan harga yang mulai merambat naik, pelan tapi pasti. Tak bisa menyalahkan pemerintah atau yang lainnya, hanya membuang waktu, toh hasilnya sama saja. 

Sekarang ini aku lagi berusaha bagaimana bisa hemat dan ngirit tapi bukan pelit. Salah satu yang ku lakukan adalah belanja langsung ke pasar, sambil lewat aja  mau pergi ngantor atau pulang kerja, soalnya kalau belanja  di abang-abang  sayur atau warung harganya pasti lebih mahal. Karena aku tinggal di daerah jadi lebih gampang mampir,  kalau dikota besar mungkin agak ribet  ya?, terkendala macet atau lainnya.  Selain itu aku bawa uang pas-pas banget dan berharap jangan sampai ke injek telur orang hahaha, pecah bearti membeli kan?, biasanya aku belanja untuk dua hari kedepan, jadi  dua hari lagi baru aku ke pasar. Atau belanja seperlunya aja, misalnya yang  mau dibeli apa aja, cabe merah, bawang, tempe, tahu, sayuran apa yang mau dimasak besok. Kadang cuma bawa uang selembar , kalau awal bulan stok uang lembaran merah ( kalo yang ini bisa buat 4 harian) masih ada laaah, tapi kalau udah minggu ketiga bawa selembar warna biru kalau nggak yang receh sepuluh ribu atau lima ribuan dengan jumlah yg dicukup cukupkan ,karena lembaran merah sudah disedekahin sama penjual gas, petugas pln dll, karena sesama manusia kita harus berbagi (ngeles). Itu tu yang merah bunyinya aja yang gede , dibawa kepasar isinya cuma sekeresek kecil, taulah apa-apa tu sekarang mahal. 

 Ada beberapa hal yang harus dipastikan ketika bawa uang cuma selembar:
1.       Pastikan dicatat, minimal mengingat apa saja yang mau dibeli. Jangan sampai yang sangat diperlukan malah kelupaan.

2.       Mesti mengingat-ngingat jumlah  uang yang tersisa, jangan malu-maluin di depan pedagang, misalnya :
 “ Bang aku beli ini ya…”
              “Oke..saya bungkus ya bu…ni  10 ribu”
“Ha?! Eh…maaf bang uang saya tinggal  5 ribu , besok aja ya”
Bhahahahha… gak lucu, sebenarnya gak memalukan juga sih tapi ya gak enak juga, nanti dibilang PHP in pedagang, kalau dia baper ngikutin kita sampai rumah, bisa berabe.

3.       Pastikan pintar menawar, tawar serendah mungkin . Kalau bisa sih, kalau ga bisa paling di sipenjual melotot atau malah buang muka. Tapi lebih enak di pelototin karena kita bisa melotot balik, atau paling tidak merasa diperhatikan gitu (kedip). Nah kalu buang muka, tuh sakitnya disini, merasa diabaikan..bagai kasih tak dianggap keberadaannya. Hhiks.
4.       Pastikan sisakan uang buat bayar parkiran.  Percuma sudah bisa belanja dengan uang secukupnya, kalau ternyata tidak bisa pulang buat masak, karena disandra sama abang parkiran. Soalnya aku pernah. Ha?! Pernah disandra abang tukang parkir?!. Bukan! Maksudnya sisa uang ku hanya cukup buat bayar parkir.
Belanja dengan uang secukupnya itu sensasinya beda taauuuuuuuuk (kata “tauk “ harus diucapkan dengan kepala sedikit miring dan agak digenit genit kan).  Bagaimana tidak ? hati selalu berdebar-debar sebentar-sebentar lirik isi dompet dan hati berkata “ masih cukup ga buat beli itu, masih sisa berapa ya..?” pokoke galau banget, beda tipis debarannya dengan sebentar-bentar  lirik gebetan, tuh dia masih berdiri disana gak?. Kalau rada kurang nyambung ya udah disambung-sambungin aja ya.
Gak enaknya bawa duit pas itu, ya kalau kita teringat sesuatu yang  pengen kita beli dan butuh juga tapi uang cuma buat parkiran, yah..apa daya, besok kita jumpa dipasar lagi . Teman-teman pernah kepasar dengan bawa uang cuma segulungan lubang hidung ga?  Kalau..digulung gitu sih..he2.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 komentar

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link atau brokenlink akan dihapus..

FOLLOWERS

LIKE NASHHAH ON FB

GOOGLE FOLLOWERS

VIVA LOG

PAGEVIEWS

RANK ALEXA