MEMAKNAI HARI IBU

10:09:00



”Malu dan iman itu saling bergandengan, jika hilang salah satunya, maka hilanglah bagian yang lain.”
(HR. Hakim dan At-Thabari).

Sejatinya tak ada hari ibu, karena sudah merupakan kewajiban kita untuk mencintainya sepenuh hati setiap hari. Bahkan ketika ibu tiada lagi ..doa -doa anak yang shalih tetap dibutuhkan dan merupakan kewajiban bagi kita untuk mendoakannya selalu.

Momentum hari ibu hanyalah hari untuk intropeksi diri, seberapa besarkah bukti cinta kita padanya. Sudahkah kita membahagia kan  ibu?
Ibu tak pernah  mengingat berapa jumlah uang yang telah  diberikan anak-anaknya, tak menghitung seberapa mewah rumah yang disediakan anak-anaknya untuk tempat tinggal yang baru, begitu pula dengan pakaian-pakaian indah dan bagus yang sudah dibelikan anak-anaka mereka.

Sosok ibu ketika ia menua...yang dikenangnya hanyalah senyumanmu ketika ia menyuruhmu tuk memijat kakinya yang ripuh, seberapa banyak kamu  menghampirinya ke kamar tuk sekedar menyapa atau bertanya keadaannya. Dia hanya mengingat berapa kali dan berapa lama kamu meneleponnya dalam seminggu,  berapa kali dalam sebulan atau setahun kamu  mampir ke gubuknya dan obrolan-obrolan canda yang  membuatnya tertawa bahagia

Hari ibu bukanlah sekedar mengucapkan " selamat hari ibu"  lalu memberikan bingkisan-bingkisan tertentu. Tapi bagaimana sikapmu setelah hari ibu itu berlalu , sama saja ataukah semakin perhatian padanya? Jika tidak... maka dia akan lupa pada bingkisan yg kamu beri yang di ingat hanyalah sapaan dan senyummu.

Lantas bagaima jika ada yang menyimpan sedikit dendam pada sosok ibu, karena telah melakukan kekerasan fisik sewaktu kecil.  Seorang ibu akan tetap ibu walaupun banyak kisah pahit yang dilalui, ibu tetap tempat pulang paling nyaman dan memiliki pelukan paling hangat. Dendam padanya bukan suatu penyelesaian. Jika sudah memaafkannya.. kenapa masih berseliweran tulisan yang mengenang masa lalu tentang sosok ibu yang kejam dan menyatakan diri adalah  salah satu korban, namun tetap survive karena bisa “melawan” prilaku kasar ibu. Mungkin dulu banyak faktor yang menyebabkan itu, mungkin ada suatu hal yang menekan jiwanya sehingga ia bertindak emosional, mungkin faktor  ekonomi, atau hubungan dengan ayah atu dengan keluarga yang lain. Dan dia tak punya jalan keluarnya.  Seandainya Ibu tahu…bahwa dirinya diceritakan “digosipkan” pasti dia sangat sedih dan terpukul dan malu karena anaknya sendiri telah menceritakan aib masa lalunya. Yakinlah pasti sekarang  dia sudah menyesali..dan pasti dia sangat sedih telah  melakukan itu.  Dulu belum banyak media belum banyak informasi tentang kekerasan pada anak atau kaitan dengan cara penyelesaian masalah keluarga dll, jadi segala yang terjadi “dulu” lebih baik kita tutup dengan  semangat menjadi ibu yang lebih baik, jangan sampai menjadi penerus masa lalu.

Terlalu klasik jika menyatakan hari ibu  hanya untuk mengingat bahwa hari ibu adalah mengenang bahwa ibu adalah sosok yang mengandung dan melahirkan kita ke dunia, tanpa dikenang pun  semua juga ingat. Hari ibu  merupakan cambuk bagi diri sendiri untuk menjadi istri yang baik dan sholeh untuk suami dan juga ibu yang membanggakan untuk anak-anak.  Bukan menjadi istri atau ibu dengan wajah sandiwara.

Dijaman teknologi seperti ini banyak ibu-ibu yang memanfaatkannya mulai dari sekedar hobby sampai menjadikannya sebagai mata pencharian sampingan, berdagang online, blogging, influencer, content writer,buzzer dll, apapun itu semoga semua berdampak positif pada keluarga dan tidak meninggalkan kewajiban menjadi seorang istri atau ibu. Karena terlalu sibuk, yang wajib malah keteteran.

Teknologi, atau social media itu bak pisau bermata dua, bisa berdampak positif bagi orang-orang yang pintar memanfaatkannya, bisa pula justru membuat orang terperosok dan jatuh karena terbuai dengan kemudahan yang diperoleh. Banyak keluarga yang hancur karena chatting BBM, Whatsapp, Line dll karena tergoda dengan  “sosok tertentu” disana. Sebagai Ibu dan Istri yang paham agama sebaiknya harus pintar memilah  mana yang benar.

Postingan ini terlalu ngelantur… masa hari ibu dikaitkan dengan social media,chatting dan perselingkuhan? Tapi  aku ngerasa itu semua ada kaitannya, bukankah hari ibu bukan cuma mengingat  tentang mengandung dan melahirkan? Tapi menampilkan sosok ibu yang baik, bijaksana dan bermartabat, baik dimata suami, anak-anak, keluarga dan tentunya menurut pandangan Allah swt. Kita bisa menutupi  prilaku jelek kita dimata manusia tetapi tidak dimata Allah swt. Istri adalah sahabat terbaik suami, Ibu adalah sosok panutan anak-anak.  Dengan menjadi Istri dan Ibu yang baik Insha Allah segala kecintaan akan menghampiri, ntah itu dari keuarga, teman-teman, sahabat, orang tua, apalagi suami dan nak-anak. Seandainya orang-orang yang disekeliling kita yang sayang dan mencintai kita itu ,tahu  bahwa wajah kita adalah wajah kepura-puraan… mereka yang mencintai akan  berbalik menghina, yang sayang akan berbalik dengan sumpah serapah , lalu apa lagi yang kita punya selain para Hater disekeliling kita (bukan dari gossip selebriti  )

Hari ibu adalah hari para wanita.maka ku menulisnya secara umum.

Wanita itu memiliki pakaian hijab yaitu MALU, dan bila malu telah terangkat…tunggulah kehancuran…. *bukan ceramah Ustadzh
_____

Postingan ini hanyalah sebuah pengingat pribadi , memotivasi diri agar bersikap lebih baik kepada Ibu dan bagaimana menjadi ibu dan istri yang lebih baik. Jika menemukan kata "kamu" itu adalah menunjuk diri sendiri bukan maksud menggurui.  Dan kata “kita” bukan bearti kamu dan saya sama….

Just SelfReminder

Selamat hari Ibu 22 Desember 2015
I love You Mom…


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

4 komentar

  1. terimakasih sudah mengingatkan Mbak :)

    ReplyDelete
  2. Makasih mbak udah mengingatkan..memang jdi ibu itu gak gampang.dl suka nakal banget skrg aq udh ngrasain semdiri jdi ibu

    ReplyDelete
  3. Hari Ibu kembali mengingatkan kita pada pengorbanan seorg ibu pada anak2nya. Selamat Hari Ibu

    ReplyDelete
  4. semoga kita selalu menjadi istri dan ibu yang baik :)

    ReplyDelete

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link atau brokenlink akan dihapus..

FOLLOWERS

LIKE NASHHAH ON FB

GOOGLE FOLLOWERS

VIVA LOG

PAGEVIEWS

RANK ALEXA