Artikel Informatif & Inspiratif/Parenting/ Pernikahan/Lifestyle/Tips/Review

Post Top Ad

Inilah Kenapa Tak Boleh Marah Di Sosial Media


Media sosial seperti rumah berdinding kaca, betul itu akunt atau rumah kamu sendiri, kamu bisa bebas melakukan apa saja. Tapi ingat rumah kamu berdinding kaca bahkan tak memiliki batas dengan dunia luar apapun yang kamu lakukan akan mudah terlihat dan terdengar oleh semua orang. Apapun yang kamu tuliskan dapat dibaca oleh ruang publik, dan publik dengan bebas mengartikan, menduga, bahkan menuduh apa yang kamu unggah.  Tentu, kita pun tak bisa menyalahkan apa yang mereka anggapkan tentang diri kita, toh kita sendiri telah memberi peluang untuk di nilai negatif. 


Sebagian orang ada pula menganggap sosial media sebagai tempat pencitraan. Menuliskan yang baik-baik, mengunggah yang baik-baik, dan orang-orang yang tahu siapa kamu,menilai mu munafik. Tapi, paling tidak jika mengunggah sesuatu yang baik , kita memberikan pengaruh positif untuk orang-orang yang membaca dan melihat apa yang ditulis. Memberikan efek positif untuk kita yang menulis, yang pelan-pelan bersikap menyesuaikan apa yang kita tulis, atau sebagai pengingat pribadi. Tak ada minusnya jika kita menuliskan sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi pembaca atau melihat apa yang kita share di sosmed.


Beda halnya jika kita menuliskan sesuatu yang buruk, ntah ucapan kasar, menyindir , memprovokasi, marah, memaki, atau sekedar sharing  konten negatif tanpa menyaring dulu berita apa yang kita bagikan apakah, benar atau cuma kebohongan.


Ini Kenapa Kamu Tak Boleh Memaki di Sosial Media :


Penilaian Negatif. Menuliskan yang baik saja dianggap pencitraan dan dituduh munafik. Wajar saja ketika kita  dianggap pribadi yang buruk ketika memperlihatkan kemarahan di sosial media.


Dijauhi Teman. Teman-teman yang awalnya respect dan perhatian, tiba-tiba menjadi enggan untuk sharing , curhat , dsb. Mereka menganggap kamu memberikan aura negatif kepada mereka. Jujur saja ketika ada orang marah-marah tidak jelas kita sedikit banyak jadi  ikut emosi-an, tidak sehat secara psikologis.

Jauh Jodoh. Buat singlenya yang sampai saat ini yang jodohnya belum kelihatan hilalnya, coba deh lihat-lihat status yang lalu. Apakah banyak berisi curhatan negatif, mengeluh  , memaki kasar orang lain bahkan saudara sendiri, menyindir yang orangnya ntah siapa seribu pembaca ikut baper berjamaah. Ya, siapa juga yang mau sama orang yang dikit-dikit curhat di FB, dikit-dikit marah bikin status , live Instagram. Mereka calon jodoh kamu pasti membayangkan bagaimana jika ada masalah dengan mereka, atau mertua, terus di sindir di status dll, orang sekitar Indonesia raya bakalan komentar. Sungguh memiliki pasangan yang seperti ini sebuah kekhawatiran tersendiri, calon jodoh mikir banyak untuk melamar kamu, atau ogah minta dilamar.



Dituntut secara hukum. Nah, mengerikan ya?. Beberapa waktu lalu ada kejadian “lokal” bukan sekala nasional maksudnya. Si A marah-marah karena si B tidak bayar hutang, sebenarnya sangat wajar ya . Tapi menjadi masalah ketika marah di Facebook pakai nyolek nama si B. Akhirnya keluarga si B marah, menganggap sebagai pencemaran nama baik anak mereka, selanjutnya bisa saja sih dituntut secara hukum, tapi sepertinya diselesaikan secara kekeluargaan.

Menyerang diri sendiri. Segala efek negatif yang ditimbukan dari perkataan kasar yang disebutkan sebelumnya memang bisa dikatakan Boomerang, menyerang diri sendiri. Tapi yang ini dimaksudkan adalah secara kejiwaan diri sendiri. Ketika melampiaskan kemarahannya itu artinya memupuk kebencian di hati,  bukannya membuat lebih tenang justru kebencian terus terpupuk, karena terpengaruh dari munculnya beragam komentar, apalagi mendapat komentar yang terkesan “mendukung” apa yang telah kita perbuat.


Sebenarnya ntah itu kemarahan di dunia nyata ataupun dunia maya, tak selayaknya mengumpat, memaki ,dan sejenisnya. Marah mungkin cuma butuh waktu sedikit tapi biasanya menuai penyesalan yang panjang.



#selfreminder

37 comments:

  1. Sosmed sebaiknya buat share yg hepi2 aja. Curhat boleh, tp yg wajar n lebih ke mencari solusi, yg baper2 mending skip. Ntr pas masalahnya beres pasti malu sendiri pernah nyetatus bgt..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget... Kadang masalah udah lewat tetap aja ada pergunjingan tentang status yg pernah kita buat..

      Delete
  2. paling serrem tu yang dituntut hukum....aduh mak jangan sampai deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga deh jangan... ntar di syukurin banyak orang lagi..

      Delete
  3. Ngeriii juga ya kalo gara2 status negatif, bisa jadi dituntut secara hukum. Memang mesti hati-hati dan bijak dalam menggunakan sosmed.

    ReplyDelete
  4. Tadinya, saya orang yang dengan mudah meluapkan emosi ke sosial media. Dan ada yg tersindir, setelah itu ga mau lagi membuat status fb dan twitter yang menohok orang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang lain di tembak lain yang merasa dan tersinggung..jadi musuhan..

      Delete
  5. Kita memang harus bijak dalam bermedia sosial ya mbak. Punya akun medsos bukan berarti tidak mengontrol apapun yang akan diunggah.

    Si ... Saring before sharing lah yaa ^^

    ReplyDelete
  6. Iya, setiap mo marah atau ngeluh di medsos, jadi ingat efek sampingnya, lalu diapus ga jadi nyetatus..hihi..

    ReplyDelete
  7. kalau marah di fb saya suka takut dibaca teman kantor. Bukan malah nyaman, teman malah bertanya tanya. kok marah di medsos sih?

    ReplyDelete
  8. harua bijak2 bersosmed yaa kakak 😊

    ReplyDelete
  9. Saya suka pengen tertawa ditahan kalau baca status teman, semua dibilangin... Seolah buat pengumuman. Sampai terlambat datang bulan saja laporan di sosmed hahaha

    ReplyDelete
  10. Pernah denger quote "keep your tantrum offline." Karena energi negatif bisa menular ke yang baca

    ReplyDelete
  11. Malu2in juga hahaha. Saya gak pernah mengungkapkan perasaan pribadi saya di medsos saat ini, tapi duluuuuuuuuuu zaman alay sih pernah wkwkwkwk. Kalau skrng udah jd ibuk2 seiring waktu ya malu2 dewe :D

    ReplyDelete
  12. Aku selalu berupaya untuk tak marah di sosmed, mba. Biarlah yang baik baik saja yang kita share ya. Tapi kalau germam dengan kenyataan yang ada ya sampaikan dengan bahasa yang santun ya

    ReplyDelete
  13. Wahhhhhhhhhh
    Dituntut hukum ininyg ngeri..
    Makanya mending menjau aja yaj dari medsos kalau kita lagi marah, daripada marah2 nggak jelas

    ReplyDelete
  14. Sosmed buatku sih jangan sampai dimanfaatkan buat curhat, apalagi marah-marah ya mbak..

    ReplyDelete
  15. kalau lagi kesal emang harus jauh jauh dari sosmed. jangan sampai dibuka deh 😆

    ReplyDelete
  16. Aku kalau lg marah banget atau seneng banget malah jauh2 dr sosmed. Hindarin byk hal, pamer atau jelek2 kin org lain yg nantinya mgkn bakal ngerugiin kita sendiri

    ReplyDelete
  17. Ktanya kalau lagi emosi, galau, bete, sebaiknya jangan buka sosmed karenaefeknya bisa fatal karena ternyata ada ribuan mata yang membaca status kita dan memberikan penilaian terhadap apa pun postingan kita

    ReplyDelete
  18. Pernah banget menulis status penuh kemarahan di sosmed, habis itu menyesal banget, langsung hapus, deh, dan memang mestinhati-hati banget nih nulis postingan di sosmed, karena penilaian orang bisa beda-beda

    ReplyDelete
  19. Sosial media skrg uda kaya pisau ya. Mau jadi hal baik atau membahayakan tergantung kita menggunakannya utk apa.. Tp kalo sampai dituntut sih biasanya itu uda kebangetan dan merugikan org lain ya

    ReplyDelete
  20. Lebih serem lg kl sampai terjadi pukul2an atau masuk jeruji besi. haduuuh itu namanya persekusi.

    ReplyDelete
  21. menurut aku ya, dimana saja gak boleh melampiaskan marah, tapi kalo emang udah kadung atau gak bisa dibendung lagi, keknya marah di sosmed boleh ajalah, asal jangan sebutin nama orangnya, hahaha

    ReplyDelete
  22. yang paling nyesek itu dituntut secara hukum menurutku mbak Nova. duh, hanya dengan status facebook bisa dipenjara, naudzubillah

    ReplyDelete
  23. Bener banget kak, internet memang bener2 bukan tempat untuk marah2 atau aura negatif. Sering aku baca juga jadi ikut marah padahal nggak kenal, hihi kalo udah kayagitu mending unfriend aja hehe. Kalo misal ngebet banget gitu, kalo aku sih tulis aja di draft, tapi yaudah gausah dipublish, biarin aja trs beberapa waktu baca lagi tuh bisa malu sendiri wkwkwkw

    ReplyDelete
  24. Sosial media memang seperti dua mata pisau. Jika digunakan untuk hal yang kurang baik, malah bisa merugikan.
    Saya juga lebih memilih share yang positif-positif aja. Lebih memilih gak curhat di medsos hehehe

    ReplyDelete
  25. Marah di media sosial bakalan ngerusak personal branding yang udah dibangun apalagi kalau menyandang status selebs tweet atau sejenisnya. bakalan banyak yang mencibir, bisa bisa jadi viral. Terus ramai deh yg ngejudge :(

    ReplyDelete
  26. aku kadang masih mau sih bergalau-galau ria, tapi nggak pake acara ngomong negatif ke orang lain. idealnya sosmed memang asiknya buat share hal-hal nyenengin dan positif aja ya kan.

    ReplyDelete
  27. Sekarang bukan mulut yang kudu ditahan-tahan, jempol pun juga... Benar banget suka malas liat status teman yang marah-marah atau menyebarkan fitnah tanpa sungkan aku pasti mengunfollownya.

    ReplyDelete
  28. Aku suka curhat ala ala gitu sih di sosmed. Tapi sebisa mungkin tetap kububuhi hiburan komedi sebisanya.

    ReplyDelete
  29. Kalau aku sih sosmed boleh jg buat mengkritisi sesuatu, tp ya dgn kalimat yg baik lah, jgn yg frontal.

    ReplyDelete
  30. sebenarnya sih menurutku baik itu dunia nyata ataupun dunia maya sebaiknya kita kurang-kurangi marah atau mengumpat, karena bisa membuat kita cepat tua hehe

    ReplyDelete
  31. aku tipe orang yang jarang banget curhat pribadi di sosial media nih mba apalagi di facebook, soalnya kalo urusan curhat udah ada suami yang siap sedia dengerin ocehan aku yang kadang suka absurd juga hihi.. tapi tetep kok aku suka share sesuatu di sosmed paling mentok share tentang hobby dan yang aku suka aja sih.. aku bener2 ngehindarin banget curhat yang berbau negatif di sosmed, efeknya serem bener banget tuh yang mba tulis di postingan ini

    ReplyDelete
  32. Bener banget, mba..
    Jadinya sekarang aku gak terlalu nyinyir dengan apa sedang terjadi di luaran sana deeh...meskipun berkaitan dengan artis atau malah berlagak ngomongin politik.
    Da bukan kapasitas aku juga mengomentari hal-hal di luar kehidupanku.

    ReplyDelete
  33. Sekarang ini harus hati-hati mainin jempol, Mbak. Puyeng deh lihat status-status yang negatif melulu

    ReplyDelete

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link atau brokenlink akan dihapus

Post Top Ad

Alexa

Ib

IBX5832945216B5F

.

.

IBX5832945216B5F

MY INSTAGRAM