My First Hijab Moment : Disangka Non Muslim


Niat untuk berkerudung sebenarnya sudah sejak lama di dalam hatiku bahkan jauh sebelum aku SMA. Namun niat itu baru terlaksana di pertengahan tahun 2004 setelah disentil oleh Allah dengan beberapa kejadian.

Pertama aku disangka non muslim oleh Satpam tempat aku kuliah. Pada satu kesempatan pak satpam ngobrol dengan aku dan teman lainnya. Sibapak bercerita bahwa dia punya anak laki-laki semua ,dan yang paling cantik dirumah itu istrinya *ya iya lah...*, terus dia juga bercerita anaknya ada yang kuliah di Semarang . Kemuadian dia juga bercerita bahwa anaknya pintar ngaji. Dan ketika ia bercerita tentang anak yang pintar mengaji itulah matanya tertuju kepadaku dengan  mengatakan "itu loh.... Baca ayat suci alqur'an kitab suci...". Oh no! aku juga tau kali......??!.  Ku tilik pakaian cukup sopan,baju kaos lengan pendek, dan rok bahan denim dibawah lutut,  pengen nangis rasanya. Tau gak sodara-sodara 1 minggu kemudian aku pakai jilbab longgar dengan rok panjang, lalu lalang di depan dia..*tentu saja ..dia  kan selalu berdiri depan pintu*. Aku melihatnya dengan tatapan beda mungkin dia berpikir "oh...islam toh"  mungkin...sih.. (wallahualam)

Dari dalam komplek bearland (ketika kuliah aku tinggal dengan kakak ku), biasanya menuju jalan raya Matraman aku jalan kaki dan gak mau naik ojek lumayan menghemat pengeluaran. Tau gak....?? Jelas-jelas aku sering jalan kaki , ada tukang ojek yang suka gangguin... "naik ojek...??. Bla bla bla..." udah di bilang "nggak" masih aja ditawarin  dan pake ngikutin dibelakang lagi ..uh! sebel banget.

Ternyata Allah benar hijab itu. Sebagai pelindung agar dikenal sebagai muslimah dan tidak diganggu

” Hai Nabi ! katakanlah pada istri- istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” ( Q.S. Al- Ahzab : 59 )
 _____
yukkk ikutan juga....

Tuhan hanya Ingin..


Negriku kini..Dilarung bencana.
Sinabungku murka membumbung
Sungaiku meluap hingga atap
Tanahpun longsor hingga tersohor....
Banyak  keluh tak dapat direngkuh..
Hatipun pilu  menyembilu

Tapi Bangsaku bangsa yang kuat...
Tak hanya dilaut tapi juga didarat
Tak cuma bualan sejarahpun mencatat..

Bangsaku Bangsa yang kuat..
Karena Tuhan pun mengatakan..
Tak kan di uji diluar kemampuan..

Cuma Tuhan ingin ..
Mengingatkan yang lupa..
Menarik laku yang melampaui batas..
Menguatkan yang selalu mengingatNya
Lalu...bersama kembali bersujud padaNya

Diantara resah yang mendera..
Diantara Lapar yang menampar..
Diantara Gigil gemelutuk dingin di derai banjir..
Diantara busuknya nafas disesak sampah...
Diantara cemburuNya dalam keriuhann dunia..
Tuhan hanya ingin...
Ada Gaung namaNya dalam bilik hati hamba beriman.

-----
By : Novili
Airmolek, Januari 2013

SENYUM NATURAL

aku paling jarang kalo di foto  senyum sampai keliahatan gigi...
hari ini kok bisa.... ya..? *senyum natural n gak di buat-buat*
Foto ini di ambil seorang teman ,saat ku  di jemput suami pulang kerja pada 18 Januari lalu sekitar jam 5 sore. Wajar sih… bedak, lipstik udah pada hilang…. Wajah jadi burem… he2
Tapi..ada yang masih tertinggal--- Senyum---

Jadi ingat sebuah kalimat… ini bukan kalimat ku ..tapi sering ku dengar  dan sering pula ku baca..

“ Tersenyum lah… maka kau akan Bahagia..”
“ Aku tersenyum… bukan karena aku bahagia…, tapi aku bahagia karena  aku tersenyum… “

Keep Smile :)

_____


*novili*

Rindu pada sebutan Bunda


Perasaan rindu itu selalu muncul saat aku terdiam, terdiam di senyap malam, terdiam ketika menatap rintik hujan dari jendela kamar ku. Kerinduan akan hal yang paling diimpikan wanita, kerinduan untuk dapat menatap mata suci tanpa dosa.

Kerinduan itu telah ku tuangkan pada bait-bait yang dapat melampiaskan kerinduanku,  aku merasa terombang-ambing pada buaian rindu, dan terkadang aku merasa terpasung pada rindu yang tak berujung. Terkadang tanpa kusadari…. Kerinduan itu  berubah menjadi bulir-buliran hangat yang tak dapat terbendung di ujung mataku.
Mungkin … Tuhan berencana lain untukku, dia lebih tahu apa yang terbaik untuk ku   dan aku  yang maha lemah tanpa tahu dimana sisi baiknya, aku hanya bisa pasrah dalam do’a lalu hanyut dalam sujud melafalkan harap kepada Nya.

Sabtu Merindu… rinduuuu sekali… :(
Sabtu ini.. kerinduan itu kembali  meloncat-loncat  dalam hati ku. Tadi siang aku dan teman-teman kantor diundang seorang teman untuk makan siang dirumahnya, dalam acara aqiqah anaknya yang lahir  awal januari lalu, ini merupakan anak ketiga untuk mereka. Aku mencoba berbesar hati, mungkin ini belum saatnya…. Semoga kelak Allah meanugrahkan buah hati yang sholeh/sholeha untuk kami, dan memanggil ku.. Bunda…

Selamat Atas kelahiran putri ke tiganya untuk Syafarina dan Robbi Ardhi, Semoga kelak menjadi seorang putri yang sholeha. Amiin…

kartu ucapan terimakasih, dari aqiqahan..., yang tadinya berisi permen dan telur rebus.
 -----------------

Diikutkan pada Giveaway Sabtu Merindu(200 kata)

Irit Dengan Daftar Belanjaan

contoh daftar belanja dapur
Sebagai emak  rumah tangga kita emang dituntut  untuk pelit  #Eh , maksudnya kita harus bisa ngirit. Apalagi jika kita diberi uang belanja oleh suami dengan sistem bulanan,kita  mesti pintar-pintar mengelolanya apa lagi jika kita murni  ibu rumah tangga yang tidak punya penghasilan sampingan. Banyak cara untuk ngirit , mulai dari area kamar mandi perlengkapan seperti sabun, detergen, sampai area dapur misalnya penggunaan minyak goreng, penggunaan gas, cara masak dll.

Kalau  ibuku dari dulu menyuruhku  membiasakan diri  untuk  membuat daftar belanjaan sebelum kepasar. Berapa yang dibutuhkan , segitu pulalah Uang yang dibawa .jika ingin bawa lebih  maka dilebihkan seperlunya saja. Misalnya  setelah kita rinci  untuk keperluan masak adalah  Rp. 85.000,- maka cukup bawa seratus ribu rupiah. 

Cara  ini dilakukan  untuk mencegah agar tidak belanja over, atau untuk  mencegah lapar mata atau tergoda akan bujuk rayuan pedagang.  Karena kadang-kadang kalau ke pasar dengan tujuan membeli  sayur  mayur, eh.. tiba-tiba ada  kerudung cantik yang berkibar-kibar  di seberang sana, eh kaki otomatis  melangkah ke toko yang kita lihat tadi niatnya Cuma satu gak tahunya beli dua karena bujukan si penjual. Emang sih cara ini simple banget, tapi lumayan untuk bisa ngirit sampai akhir bulan.


“Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Irit tapi Bukan Pelit yang diadakan oleh Kakaakin”

HATI WANITA



Aku gak tahu  siapa sebenarnya  Jeng Nik” pada  Fiksi Mini “‘Senyum Jeng Nik Semanis Es Krim”. Bisa jadi dia adalah seorang cucu,anak, adik, pacar, atau istri  dari sipemberi eskrim. Tapi aku sangat yakin bahwa jeng Nik adalah seorang wanita.

Membaca Fiksi ini aku tersenyum, teringat akan kata-kata ibu ku  yang mengatakan bahwa “hati wanita itu seperti kerak nasi yang mengeras di periuk”.  Ibuku bilang sekeras apapun hati wanita yang sedang marah  jika dibujuk, dirayu, disayangi pasti akan luluh juga . Seperti halnya kerak nasi diperiuk,  sekeras apa pun bahkan udah gosong sekali pun , jika disiram air maka kerak-kerak yang menempel akan  lepas. Seperti halnya  Jeng Nik yang begitu mudah dibuat tersenyum, semudah es krim  melumer.

Wanita memang makhluk unik, dia  seorang yang lembut tapi bukan lemah . Hanya saja wanita adalah seorang yang sensitive dan perasa.  Wanita gampang menangis, merajuk cemburu, marah, sesuai apa yang dirasakannya. Wanita menangis bukan bearti cengeng  Cuma saja disetiap tetes air matanya tersimpan bulir-bulir kekuatan. Tangisan Cuma sekedar pelampiasan, jika tangis mereda  hatinya menjadi lega, dan kekuatan untuk bertahan seketika muncul setelahnya. Setegar dan sekuat apapun wanita bahkan yang katanya “tomboy” sekali pun tetap  mencari bantal dan meminta kekuatan pada sungai yang mengalir pada ujunng matanya.

Wanita itu Pemaaf, tapi bukan pula makhluk yang gampang dibodohi. Perasaan wanita itu sangat tajam. Dia dapat membaca hati dan pikiran pasangannya, menebak jalan cerita  akan  dibawa kemana. Jadi jangan sampai  pria mencuri waktu untuk berdusta padanya, karena walau dia diam, dia tahu bahwa dia telah dibohongi hanya saja dia butuh waktu yang tepat untuk mengklarifikasi semuanya.

Wanita itu seperti kucing yang manja terlelap tidur  diatas pangkuan tuannya…yang sangat menikmati kepalanya dibelai-belai. Tapi coba saja ia disakiti atau diancam… ia tak akan segan-segan mencangkar bahkan menggigit, melukai hingga berdarah.

Jadi, jangan sakiti hati wanita.

 Artikel ini diikut sertakan pada Giveaway 2 Hari yang diadakan oleh Pakdhe Abdul Cholik

Banjir Dalam Kata



 
foto :google
Bukan sebuah kisah baru, bukan pula cerita usang yang di tepis jaman
Adalah sebuah imbas kerusakan akibat ulah tangan manusia
Ntah sejak kapan ..cerita pedih terus berulang, bukan pula cerita bersambung, hanya saja cerita itu terus ada.. dibawa musim
Jangan tanyakan akibat, jangan pula tanyakan sebab. Mereka sudah tahu.. tapi selalu mengabaikan…
Itulah  jadinya…, cerita itu datang tanpa bosan, tanpa bisa ditepis….
Rakyat bukan satu-satunya akibat, tapi rakyat juga ikut dalam penyebab…, warisan tak hanya harta, Lingkungan wajib kita jaga.


 :::::
by : Novili

Memilih Setia, Tapi hati gak setia



"Inilah akhirnya harus kuakhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya"

Sahabat Nashhah pasti sudah sering mendengar bait lagu Fatin ini.... asyik banget ya.. Buat didenger...
Hmmmm...

Tapi lama2 jadi mikir deh.. Setelah liriknya dibaca ulang...

Itu kan ceritanya tentang seseorang yang selingkuh , kemudian tersadar dan memilih untuk setia pada pasangan..

Tapi kenapa juga pake minta maaf, yang bener tu minta maaf pada pasangan karena telah menduakan dan mungkin juga telah melukai perasaannya.
Kalau udah sadar...gak usah bilang, seandainya aku masih sendiri bakal milih kamu, karena aku juga cinta kamu. Oh no! Kalau udah milih setia gak usah deh.... Bilang cinta, itu namanya ga setia. Bener ga?

Eh... Tapi, tapi sisi positif ...gara-gara mendengar lagu ini semoga saja banyak para suami yang suka main mata berubah jadi lebih setia sama istrinya..
Eh tunggu..!*sebelum ditimpuk para suami* mungkin juga untuk para wanita yang kecantol pria idaman lain.. *nunduk...takut natap mata para istri...*

Ah... Namanya juga lagu, kadang kita menikmatinya tanpa perlu memahami isinya..., yang penting iramanya enak di dengar.., udah deh.. *aku gitu.Ini baru nyadar* :p

Tapi nih....jangan-jangan yang suka banget lagu ini, bener2 mendalami maknanya , dan pernah ngerasa gak setia pada pasangan...? Bener ga??

Adoooh.... kenapa jadi ngelantur... , udah ah.... Gak mau berprasangka.
Lah... Tapi kenapa di posting coba?
Ya...mau posting aja... :)
Bye....

*novili*

Perjanjian yang Kuat : Pengikat hati itu adalah Niat bukan sebentuk cincin yang melingkar


Aku sangat setuju pada Setiana bahwa pernikahan itu adalah Mitzaqan Ghalizaa (Perjanjian yang Kuat), perjanjian di depan Allah Swt yang tidak bisa dibuat main-main. Pernikahan adalah sebuah janji diri terhadap Allah untuk menyempurnakan Agama, dan menyatakan diri sanggup untuk menjalankan segala kewajiban sebagai istri, suami, bahkan sebagai pendidik bagi keturunan.

Saat aku menikah beberapa tahun lalu usia ku juga  sudah menginjak usia 29 tahun, gelisah sudah pasti. Di dalam keluargaku sendiri tak ada  patokan menikah harus usia berapa, bahkan orang tua ku pun adem ayem saja ketika itu, tapi justru cobaan itu dari luar, biasalah.. terlalu banyak usil yang mengatakan begini begitu. Ketika itu aku hanya bisa berdo'a semoga Allah pertemukan aku dengan seseorang yang mencintaiku dengan segala kekurangan dan kelebihanku, dan aku berharap  pernikahan itu terikat kuat dan hanya sekali untuk selamanya.
Lewat seorang teman aku diperkenalkan dengan seseorang, yang sekarang ini telah menjadi suamiku. Tak butuh proses panjang, akhirnya  kami menikah, sebelumnya tentu kami  terlibat pembicaraan serius mengenai komitment dalam berumah tangga .

Pernikahan tentunya tak sama dengan pacaran, pernikahan bukan untuk sebulan dua bulan, atau pun untuk setahun atau dua tahun tapi  untuk seumur hidup. Jika pacaran, saat  ada masalah , bisa dengan mudah bilang "putus" dan kemudian sambung lagi, dan itu terkadang bisa putus nyambung untuk sekian kalinya. Tidak dengan menikah,  saat ada masalah harus benar -benar di bicarakan jalan terbaiknya, dan jalan terbaik itu  tentunya bagaimana pernikahan itu tetap langgeng dan harmonis, bukan jalan terbaik seperti yang sering kita tonton di TV banyak sekali artis atau aktor yang mengatakan perceraian adalah jalan terbaik (walau mungkin ada benarnya bagi masalah yang mereka hadapi). Seakan-akan pernikahan  itu tak ada kekuatan, bagai sebuah cincin yang gampang dipasang dan dilepas. Komitment kami yang lain adalah berusaha menjadi  pribadi yang baik, selalu untuk berusaha  setia, jika tak ingin terluka maka jangan melukai perasaan pasangan masing-masing.

Pernikahan adalah perjanjian yang kuat antara hati dan janji kepada Allah, yang tak mudah untuk mencerai berainya. Dan pernikahan tak di nilai seberapa mahal cincin   yang melingkar dijari. Karena cincin tak dapat mengikat hati, yang membuat pernikahan itu kuat adalah niat yang kuat untuk salaing menyinta. Jika niat untuk menghancurkan maka hancurlah, jika ingin selalu utuh  maka apapun yang terjadi akan  selalu saling menguatkan.

Hujan Malam

 
foto dari google
Malam begitu pekat diantara kilat, desau angin dan hujan yang mendera.
Ah…dingin begitu menusuk nusuk  menggapai tubuh dari  sisi sisi  jendela..
Sepasang tangan pun dengan cekat menarik kain dan merapatkan tubuh
Sembunyikan diri dibalik tebal selimut
Lalu terbuai dalam dekap malam…

Hei! Yang berselimut.
Lihat diri mu,  masih kah… kau katakan Tuhan tidak adil…
Malam ini diantara hujan lebat berkilat..
Tuhan telah memberimu tempat beratap menyantap lelap yang tak sekejap

Lantas ..!
Apa kabar dia disana…?
Tubuh dingin…diterpa alam  yang tak bersahabat…
Ditengah malam beku…
Menggenggam jemari yang bergetar dan memucat..
Merapatkan tubuh pada dinding dingin jembatan..
Menyandarkan diri Pada tiang –tiang pasar…
Memeluk lutut yang mulai gemelutuk dan perut yang  berteriak lapar.

Hei Yang berselimut…!
Tak kah bisa kau menepis dingin
Membiarkan gigil menegakkan semua  bulu roma
Biarkan Air mengalir dalam lekuk anggota wudhu..
Rendahkan dahi… sejajar tanah..
Meninggikan ketaqwaan  sejajar langit..
Menghina diri  serendah-rendahnya lalu Memuji-NYA setinggi-tingginya

Biarkanlah hujan menenggelamkan diri dalam deras  aliran iman.
Dan membanjiri hati dengan Zikir yang selalu mengingat-Nya
Dan Biarkan Angin menyapu segala  keangkuhan dan kesombongan.
Jangan  biarkan hujan malam , membuat diri terperangkap dalam gelap kekufuran.

-------
*By  : Novili*

GANTUNG DIRI DI MONAS

Sejak maret 2012 lalu, kalimat “Gantung Di Monas” jadi buah bibir yang rasanya macem-macem tergantung  panjang lidah menjilati bibirnya… asem manis bahkan pahit  juga ada  kali…? :P, Sejak saat itu banyak yang  berpikiran seram membayangkan monas  sebagai tempat angker yang banyak digelantungi kelelawar… hiiiii…, apalagi kalau suasana monas gelap gulita… huuuuu…huuuu…(ih… lebay..) Namun seiring waktu  bayangan keseraman itu memudar…apa lagi bau “kemenyan” kembang api dan hiruk pikuk  suara dangduter dan rocker  malam tahun baru kemarin, membuat wajah  Monas yang sempat “tercoreng”  itu kembali  mulus… dengan make up yang natural , ia tersenyum manis…. (ngawur.com)

Namun dengan perkembangan berita malam tadi..dan si “monas”  telah dipakaikan baju ‘kebesaran’ , bayangan tentang Monas beserta makhluk yang mungkin akan gelantungan disana, kembali terbayang  dimata masyarakat. Ada yang bergidik, ada yang merasa seram, ada yang senyum-senyum, senyum bahagia, sinis, bahkan tertawa lebar..( ah.. gak mau shuudzon).
Tapi… semua keseraman itu tergantung imajinasi  kita dalam menerjemahkan  “Gantung di Monas” mbok ya… kata-kata itu jangan di dramatisir… maknanya sangat luas loh…. . Dari pada  mikir yang serem-serem. Semua juga berani kok digantung di Monas, malah…. Bikin seru dan happy . gak percaya….? Yukkkk kita gantung diri di Monas :

foto : Pinjem Google

Pernah ngebayangin gak.....? bisa beginian di Monas, ayo... tinggal  pilih mau disisi yang mana... barat , timur selatan? asyik... loh.. bisa telponan, ngenet juga bisa ... , jangan lupa bawa bekal ya.... :D , gak ngeluari duit banyak.



foto : pinjem GOOGLE

Kalau yang ini... lumayan seru looh......  asal kuat pegangan gak bakalan jatuh, eh... tapi jangan lupa dibawahnya jangan lupa di kasih kasur karet, kalau jatuh gak langsung bonyok tuh kepala.



foto: pinjem google

Kalau kaya gini.... jangan lupa bawa dot ya...., biar tidurrnya Lelap.







foto : search Google

Nahhh.... kalau ini bisa rame-rame... , tapi ntar negara keluar duit banyak donk... :D.  Proyek lain aja jebol.... gimana proyek ini...??? bakal banyak yang bakal gelantungan di Monas.







FOTO : google

Yang ini cocok banget buat berjiwa petualang sejati, termasuk petualang cinta. ehm.





foto : pinjem google lagi


Waw... kalau yang ini seru banget, berdua bersama kekasih... menikmati malam yang syahdu, mau digantung berapa lama juga sanggup kok ;)






Bagaimana ....? itu adalah  beberapa alternatif untuk  gantung diri di monas, semuanya asyik-asyik to? , saya aja mau kok, asal jangan digantuang indak batali.. alaias digantung tak bertali, seperti cinta yang kau gantung membuat hatiku nelangsa merindukannmu... ahai.. :). Ojo dianggap serius yo temen-temen.. ini posting buat seru-seruan aja kok. abis heboh banget soal gantung menggantung... la wong "dia"  gak pernah jelas bagai mana cara menggantung itu... belum tentu maksudnya yang bikin  koit. :D


J-Theme