5 PRILAKU TAK PANTAS GURU TERHADAP MURID




Menjadi guru tidaklah mudah, guru dituntut untuk dapat  benar-benar menjadi teladan bagi  anak didiknya. Miris memang jika mendengar  atau melihat guru ada yang dilaporkan kepolisi bahkan dipukuli hingga kritis karena telah memberi hukuman yang berujung tak diterima oleh orang tua murid/siswa.

Memang dulu guru ditakuti dan disegani, seperti meme yang banyak bertebaran anak melakukan kesalahan dirumah orang tua malah senang hati memberitahu ke guru agar guru disekolah ikut menasihati anak, begitu juga ketika guru memberi hukuman ke anak orang tua dirumah malah ikut memberi nasihat pada anak.

Ntah mengapa kini semua berubah? Mungkin yang menjadi orang tua sekarang adalah siswa siswi yang pada zamannya adalah “korban” kerjasama anatara guru dan orang tua yang dinilai sangat keras. Tapi bisa jadi karena sebelumnya banyak anak didik yang menjadi korban hukuman guru , misalnya ada anak yang sampai pingsan karena harus lari ditengah lapangan yang terik, ada anak yangmeninggal karena dipukul guru, mungkin itu yang jadi alasan orang tua menjadi waspada akan keselamatan anaknya.

Sebagai orang tua seharusnya paham mana prilaku guru yang wajib ditindak, baik itu berupa teguran, atau sampai pada membuat laporan kepada pihak berwajib. Tentunya terlebih dahulu ada pembicaraan khusus dengan kepala sekolah, bagaimana jika ada guru yang ternyata melakukan hal-hal yang tak sewajarnya.
Berikut beberapa prilaku guru yang menurut aku tidak wajar,setiap orang mungkin punya pendapat berbeda disini,sah-sah saja kan…??disini aku urutkan dari yang paling tidak pantas.

PelecehanSeksual.
Pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru  terhadap murid adalah suatu tindakan yang tak dapat ditolerir lagi. Seorang guru itu merupakan orang tua kedua bagi siswa/siswi yang juga punya kewajiban mendidik dan menjaga  serta menciptakan rasa aman dan nyaman baik secara fisik maupun psikologis anak. Kebanyakan pelecehan seksual dilakukan oleh guru pria kepada siswa baik yang perempuan maupun laki-laki, untuk guru perempuan selama ini tidak pernah terdengar. Jika  ini terjadi pada anak, sebaiknya langsung ditindak dan dibawa ke jalur hukum agar mendapatkan hukuman yang pantas Namun begitu tetap melihat seberapa jauh pelecehan itu terjadi, apa dampaknya, dan adakah korban-korban yang lain.




Sebagai orang tua kita wajib memberikan pemahaman kepada anak agar waspada dan berhati-hati, bukan dengan menakut-nakuti tapi sebuah kewaspadaan dalam menjaga diri.. Sejauh ini pelecehan seksual  berorientasi pada area kelamin padahal pelecehan seksual tak langsung ke sana tapi juga berupa colekan  atau sentuhan ditempat seharusnya tak seharusnya misalnya colekan atau sentuhan di daerah lutut hingga dada untuk siswa perempuan, dan area lutut hingga perut untuk anak laki-laki. Batasan -batasan ini harus disampaikan ke anak-anak agar  mereka dapat mengartikan sentuhan .apa yang iya terima.



Memberi Hukuman yg berlebihan.

Hukuman terkadang diperlukan  agar anak lebih disiplin. Tapi ada tipe-tipe anak  yang  emang  katanya "nakal" dan memancing emosi guru. Walaupun  judulnya hukuman bukan bearti anak harus  dipukul  atau menyakiti berlebihan. Tak jarang ntah faktor psikologis guru yang tak bisa menahan marah   ataukah  ada  masalah dirumah dan membawa kekesalan sampai kekantor akibatnya  anak murid dipukul hingga berdarah, atau memukul bagian tubuh yang berbahaya seperti bagian kepala, perut, dada, punggung  yang tak hanya menimbulkan luka diluar tapi juga luka dalam.

Jika ingin memberikan pukulan , sakit sewajarnya saja misalnya memukul bagian kaki dengan penggaris atau mencubit bagian tangan. Memukul berlebihan akan membuat anak takut saja, namun tak memiliki rasa segan dan hormat terhadap guru.
Untuk menghukumpun tentu disesuaikan dengan usia anak. Jika guru menendang anak kelas 3 SD  yah..itu ...sudah termasuk tindakan kekerasan perlu dilaporkan ke kepala sekolah bagaimana seharusnya, atau malah memberikan hukuman anak sma dengan hanya berdiri depan  kelas, ini mah cuma bikin heboh aja apa lagi kalo yang dihukum itu ganteng atau kece itu cuma menghilangkan konsentrasi seisi kelas.
Kalo yang ini semua juga paham lah ya.. hahaaha..


Menghina murid/bullly



Dulu ketika aku SMP  ada beberapa bapak guru yang prilaku atau perkataannya aku rasa itu sebuah bentuk hinaan kepada murid. Celaan dari seorang guru tak sekedar membuat malu karena ditertawakan, tapi juga  akan membuat anak kehilangan percaya diri dan menumbuhkan rasa benci bahkan dapat menghilangkan semangat belajar mereka


Berikut beberapa kalimat yang pernah ku dengar :

" eh..pak  hitam... tolong hapus papan tulis"  berbicara pada temanku yang kulitnya lumayan keling sih..tapi tak seharusnya dikatakan seorang guru , ini sama ajakan ngajarin anak-anak lain untuk ngebully si "hitam"

Ada juga yang mengejek murid berdasarkan daerah tempat tinggal karena daerahnya tergolong  IDT alias Impres Desa Tertinggal 
" ooalah.. **** ( menyebutkan  daerah terpencil)





Bukankah seorang guru seharusnya membuat anak-anak percaya diri dan penuh semangat? kalimat semacam itu hanya membuat anak-anak down dan malu. Lagi pula otak dan kepintaran bukan karena suku terkebelakang atau terpencilnya suatu daerah kan..?



"Sudahlah buruk...bodoh pula lagi" 

please...jangan pernah ucapkan ini ke anak-anak cuma bikin mereka benci pada mu, mungkin saat itu ada anak-anak ikut tertawa. Tapi sekian tahun kemudian mereka mulai paham apa yang telah mereka  dengar, dan diam-diam mereka mulai membencimu dalam diam. Yang dikenangnya bukan jasa baik tapi perkataan dan perlakuan kasar. 

oh iya ..ada satu lagi jika ponten/nilai pr murid tinggi maka  buku latihan atau pr akan diberikan seperti biasa, Tapi jika tidak maka akan dilemparkan ke bawah sembari bilang


"bodoh kau....."


anak-anak terpaksa berjongkok memungut buku latihan mereka sambil memendam wajah dalam tunduknya. Rasanya sungguh tidak pantas kata-kata semacam itu, justru akan memberikan dampak negatif pada  perkembangan karakter anak didik.


Tapi rasa-rasanya dijaman sekarang tak ada guru seperti ini, apalagi mengacu pada kurikulum berbasis karakter.



Kata-kata  yang tak sopan
Guru itu panutan digugu dan ditiru. Prilakunya tuntunan dan ucapannya adalah petuah. Sangat tidak pantas seorang guru jika marah atau becanda menggunakan kata-kata kotor apalagi terkesan saru.

Jika soal sopan santun dalam tutur kata aku juga punya pengalaman. Masih tingkat SMP, tentunya beda guru lagi. Menurut ku guru X ini pintar mengajar, humoris, apa yang disampaikannya sangat mudah dipahami . Tapi terkadang ucapannya kadang tidak terkontrol ntah marah atau becanda sering mengucapkan kata atau kalimat yang terkesan saru.


Dia pernah bilang begini :


"Ibu saya naik haji ke mekah , bapak saya juga naik haji tapi gak ke Mekah"

Kalimat berat untuk anak kelas 1 SMP memang untuk sebuah kalimat semacam teka teki... namun ada beberapa anak lelaki yang tertawa, dan aku paham sekian tahun kemudian.


Lain waktu bapak itu bilang :
"Soal kaya gini aja kalian gak bisa, ku putar parabola kalian nanti"
ntah apa yang dimaksus parabola tapi kami memahami itu sebagai payudara.


Kadang juga bilang..


"Ya... soal mudah gini masih aja salah ..lubangeee " ntah lubang apa yang dia maksud tapi sebagian anak laki2 tertawa.


Bahkan pernah bilang p*p*k didepan kelas.




Ah..sudahlah lupakan... terlalu panjang untuk ditulis disini. Semoga guru-guru zaman sekarang tak ada seperti itu. Jika ingin bergurau carilah kalimat yang mendidik dan sesuai dengan usia anak. 




Merokok di Kelas
Merokok dilingkungan sekolah merupakan perbuatan yang tak patut bagi seorang guru,  apalagi jika merokok itu sambil menerangkan pelajaran didepan kelas dengan sesekali menghisap rokok.

Wajar saja jika ada beberapa anak yang kedapatan merokok ditoilet sekolah , la wong... gurunya saja merokok terang-terangan di depan anak-anak.  Semoga saja wacana rokok 50.000 rupiah itu diterapkan ya..biar pada berhentingerokok
---


Teman-teman punya pengalaman buruk dengan seorang guru??? Bagaimana menindak lanjutinya?? share ya.....




27 komentar

  1. Merokok! Waktu SMA nemu guru gini. Padahal guru olahraga, ngerokok gak kelar - kelar. Kesel jadinya..


    vinasaysbeauty.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang sih.. kaya sibuk ama rokoknya aja... kayanya kita dinomor dua in..

      Hapus
  2. Blm pernah sih mbak. Itu kok ada guru porno bngt ya mb ngomongnya... Aku mlh punya pengalaman nenggelikan pas kelas 1 SD.. Mukaku di kemocengi sama guru gara2 pas pljrn aku nengok ke blkng..ngobrol ma blkngku..☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. he2... kelas 1 udah kena kemoceng..ndehhh..tuh guru..

      iya..ga tau tuh..kok gitu banget omongannya..

      Hapus
  3. saya setuju banget akan tulisan ini tapi saya kurang mengerti penuh akan kata dan singkatan nya seperti Lubangeee dan p*p*k

    BalasHapus
  4. Aku waktu mahasisa ada dosenku merokok di kelas. Pdhl ruangan ber-AC. Kesel.
    Tapi skrng beliau udah meninggal sih, katanya jg krn masalah perokok berat itu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. rokok...tuh ya...emang dimana2 bikin sebel..,

      Hapus
  5. pernah dimarahi guru secara tidak adil. beliau emosional. tapi dah saya ga simpan di hati. gimana juga beliau salah satu guru terbaik di sekolah.

    kl SMA pernah tuh 'diancam' guru matematika. kata beliau, siapapun yg dapat nilai di bawah 6 akan diinjak-injak. bercanda sih. tapi beneran saya kabur waktu mau papasan sama beliau. haha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang terbaik pun bisa ngelakuin kesalahan ya mba...
      kabur..karena merasa nilaijelek nih..bukan takut..malu kali...he2

      Hapus
  6. Alhamdulillah saya pribadi nggak pernah ada pengalaman buruk dengan guru saya dulu, meskipun ada juga guru spt itu tapi mungkin hanya beberapa persen saja. Saya yakin kalau guru menghukum murid itu pasti untuk kebaikan murid juga asal nggak berlebihan, meskipun nilai berlebihan itu standardnya seberapa relatif ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. berlebihan..jika saapai berdarah-darah..pingsan..luka dalam.. ya berujung tindakan medis lah..

      Hapus
  7. Alhamdulillah saya memiliki guru-guru yang luar biasa. Bahkan selalu melindungi saya selama di sekolah. Saya juga ga pernah melihat guru membully atau berkata aneh. Kalau menghukum sebenarnya wajar saja, kalau anak didiknya sudah susah diberitahu dan dididik, yang penting itu tidak berlebihan. Saya dulu pernah kena hukuman juga sama teman lainnya, senang aja, karena sadar kita itu salah hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. guru bijaksana..murid jadi senang dihukum.... kerenmba liswanti..pinter pasti he2

      Hapus
  8. Alhamdulillaahhh, guru2 saya slama ini bs mnjd teladan mba

    BalasHapus
  9. Banyak guru saya yang bisa digugu dan ditiru, saya kenang kebaikannyanya. Saya angkatan lawas lho. Jadi belum ada pendidikan karakter saat itu. Barangkali mereka berkiblat pada Kihajar Dewantara.

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah saya bertemu dengan guru-guru yang baik. Kalaupun ada yang kurang, paling juga tidak melakukan kesalahan yang fatal.

    BalasHapus
  11. Saya waktu dulu masih sekolah pernah mbak mendapat teguran yang menurut saya tidak wajar untuk mengeluarkan kata kata tersebut karena kata kata seperti itu memang kalau masih sekolah mah belum pada ngerti tapi waktu sudah dewasa baru dimengerti saya juga baru mengerti kata kata yang dilontarkan oleh guru saya waktu sudah dewasa memang ada yang positifnya dan juga ada yang negatifnya.

    BalasHapus
  12. Nah..menghina murid itu yg teringat sampe skrg, bikin sakit hati mba..sampe skrg sy heran kok ada ya pendidik yg suka menghina, secara mereka harusnya jadi panutan anak2

    BalasHapus
  13. Guru di jaman saya sekolah dulu sangat beda dengan guru sekarang, dulu seorang guru itu bener-bener mengayomi dan merangkul murid-muridnya, patutlah disebut "pahlawan tanpa tanda jasa"...namun untuk sekarang saya tidak bisa menyebutnya itu lagi, karena beberapa guru tujuannya ke materi, tidak mau ngasih les tambahan kalau tidak dibayar, nilai pun bisa dibeli dsb...lalu mau dibawa kemana arah anak-anak kita.....hanya curcol mba...apa yang saya alami sehubungan dengan pendidikan yang diterima anak saya seperti ini.....
    TFS ya mba...sangat bermanfaat tulisannya....

    BalasHapus
  14. hanya bisa berharap semoga kualitas guru kita semakin baik :)

    BalasHapus
  15. setuju banget mba... apalagi yang pelecehan seksuaal, duh si pelaku mah udah nggak pantes dah disebut guru kalau ngelakuin itu -_-

    BalasHapus
  16. Kalau aku dulu punya guru Agama tapi mulutnya isinya ragunan dan club malam semua hihihi. Ketawa2 sambil istighfar ajah kalau beliau sedang mengeluarkan seluruh isi kebun binatangnya hehehehe

    BalasHapus
  17. Aku suka dibully sama guru sendiri, terus pake bahasa kasar lagi, misalnya "Ah maneh mah, belegug!" Terus suka ngebeda bedain kak..
    Terus suka bilang gini "5 SOAL AJA GK BISA!" dan "KALO GK SELESAI, IBU SOBEK BUKUNYA!"
    Ya iyalah aku kaget, soalnya aku gk pernah digituin..
    Akhirnya, aku jadi stress berat, takut, malu, terus pengen mati lagi..
    Plis tolong kak, ku gk kuat lagi ngadepinnya..

    BalasHapus
  18. Saya punya guru yang menurut saya sudah tidak pantas lagi untuk saya sebut guru. Beliau menghina teman saya dengan sebutan tolol dan goblok jarena mereka mengobrol pada daat ua menerangkan. Teman saya mungkin salah, tetapi tidak seharusnya beliau menghina menggunakan kata kasar seperti itu. Kedua teman saya berakhir dengan nama di coret dan tidak bisa ikut uts karena beliau tidak memperbolehkan. Saya juga tidak bisa mengikuti uts dan ikut dicoret hanya karena saya lupa tanda tangan orang tua. Dan semua anak yang namanya dicoret tidak akan dipanggil saat beliau mengabsen. Guru seharusnya tidak memberikan hukuman pada murid seperti ini. Beliau juga mengatakan bahwa angkatan saya adalah angkatan tertolol dan tergoblok seumur dia mengajar, dan beliau mempersilahkan kami untuk sakit hati. Meskipun memang benar demikian, beliau tidak seharusnya mengucapkan itu di deoan kami karena dapat mempengaruhi semangat belajar kami

    BalasHapus
  19. Mampir kesini karena habis nangis seharian. Selama PJJ berlangsung karena wabah baru sekali ini ada guru yang maksa buat menampilkan foto profil, padahal selama kegiatan Video Call kamera para siswa siswi dihidupkan, jadi guru bisa lihat wajahnya. Dan saya sudah 2 tahun tidak meng-upload foto dari kelas 8 SMP sampai 10 SMK, dikarenakan alasan bahwa wanita adalah sebesar besar fithan bagi laki laki. dan saya tidak punya foto karena memang jarang foto, saya turuti kemauan guru saya, akhirnya saya pasang foto profil, tapi saya coret bagian mata agar tidak menjadi hal hal yang buruk bagi saya, bahkan banyak kog santet, penyakit, yang datang dari foto, yang belajar agama pasti paham. Tapi yang membuat saya kaget adalah kalimat guru tersebut sudah tidak pantas.. siswa sendiri dibilang residivis, saya tau alasan kenapa disuruh pake foto, biar dia tau mana yang cantik mana yang gak, yang akhirnya akan di chat, di VidCall atau d telfon. Selama SMP saya punya guru yang Alhamdulillaah saya bersyukur sekali dipertemukan. Sedangkan saat SMK ? Entahlah, kadang heran dengan guru semacam ini, kenapa mereka tega makan gajinya. Saya tipikal siswa yang sangat menghormati orang tua, dan guru, tapi saya tidak akan bisa diam jika panutan justru menyakiti hati siswanya.

    BalasHapus
  20. Mampir kesini karena habis nangis seharian. Selama PJJ berlangsung karena wabah baru sekali ini ada guru yang maksa buat menampilkan foto profil, padahal selama kegiatan Video Call kamera para siswa siswi dihidupkan, jadi guru bisa lihat wajahnya. Dan saya sudah 2 tahun tidak meng-upload foto dari kelas 8 SMP sampai 10 SMK, dikarenakan alasan bahwa wanita adalah sebesar besar fithan bagi laki laki. dan saya tidak punya foto karena memang jarang foto, saya turuti kemauan guru saya, akhirnya saya pasang foto profil, tapi saya coret bagian mata agar tidak menjadi hal hal yang buruk bagi saya, bahkan banyak kog santet, penyakit, yang datang dari foto, yang belajar agama pasti paham. Tapi yang membuat saya kaget adalah kalimat guru tersebut sudah tidak pantas.. siswa sendiri dibilang residivis, saya tau alasan kenapa disuruh pake foto, biar dia tau mana yang cantik mana yang gak, yang akhirnya akan di chat, di VidCall atau d telfon. Selama SMP saya punya guru yang Alhamdulillaah saya bersyukur sekali dipertemukan. Sedangkan saat SMK ? Entahlah, kadang heran dengan guru semacam ini, kenapa mereka tega makan gajinya. Saya tipikal siswa yang sangat menghormati orang tua, dan guru, tapi saya tidak akan bisa diam jika panutan justru menyakiti hati siswanya.

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link,brokenlink , dan harus menggunakan nama semestinya , anonim dan merk tidak akan diterbitkan.