5 HAL UNTUK PERSALINAN YANG BAHAGIA

bahagia saat hamil

Setelah mengandung sekitar 9 bulan lebih, saat – saat menjelang persalinan adalah saat paling mendebarkan bagi seorang ibu. Ada rasa tak sabar untuk melihat bagaima rupa si jabang bayi yang selama ini mengulet-ngulet menyentuhnya dalam kandungan. Tak hanya ibu yang mengandung bahkan seluruh anggota memiliki rasa yang sama ingin melihat si mungil lahir ke dunia. Saat Hamil dan melahirkan memang saat-saat membahagiakan. Apalgi buat yang sudah lama menantikan kehadiran buah hati ditengah keluarga.
Namun Banyak pula yang merasa stress dan tertekan menjelang persalinan. Mengingat persalinan itu adalah sebuah perjuangan hidup dan mati. Persalinan bukan sekedar melahirkan begitu saja , banyak proses yang dilalui, ngidam saat hamil yang sebagian orang masa ini masa yang paling berat karena  harus bolak balik muntah, pusing dll. Begitu juga kekita memasuki hamil tua terkadang ada  yang mengalami bengkak pada kaki, bahkan kondisi bayi nyungsang , yang butuh perhatian khusus.
Hamil dan melahirkan memang hal yang menyenangkan tapi kita juga butuh kesiapan, bukan saja secara mental yang butuh dukungan moril tapi juga materil. Berikut hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk kehamilan dan persalinan yang bahagia.
Jaga Kesehatan. Beberapa Minggu menjelang persalinan, memang dianjurkan banyak bergerak dan beraktifitas, tapi pastikan tidak sampai kelelahan, beri batasan waktu. Jaga pola makan dengan gizi yang seimbang, aktivitas memang diperlukan tapi jangan sampai kelelahan. Melahirkan tidak hanya memerlukan kebugaran fisik tapi juga psikis dan ketentraman hati. Jadi makanan itu tak cuma mengedepankan kebutuhan fisik tapi juga iman jadi perbanyak doa agar diberi kelancaran.

Baca Juga : 5 hal absurd yang tak disukai wanita saat hamil
Persiapan Biaya.  Bagaimanapun persalinan itu butuh  biaya, jadi sebelum bersalin tentukan dulu mau melahirkan dimana. Tentu disesuaikan dengan cost dan kenyamanan. Apakah cukup di bidan saja, atau rumah sakit. Apakah melahir normal ataukah perlu cesar. Jika perlu ikutlah asuransi, kita bisa memanfaatkan program BPJS Kesehatan dari pemerintah ini, untuk berjaga-jaga. Jika pembiayaan  sudah aman, artinya satu point yang tidak kita khawatirkan lagi.

Kesiapan Mental.  Dianjurkan kepada ibu hamil  untuk menambah wawasan, bisa membaca buku maupun secara online  ataupun bertanya ke dokter & teman-teman yang lebih senior. Ini bagian dari kesiapan mental bagi ibu yang menjalani, terutama bagi yang pertama mengalami kehamilan, tapi juga bermanfaat bagi ibu yang pernah melahirkan sebelumnya, pasti ada teori-teori terbaru yang bermunculan. Menyadari bahwa punya anak itu pasti bakalan repot, mengubah waktu rutinitas, capek, kurang tidur dll. Dengan begitu lebih ikhlash dan bahagia menjalaninya, karena tambah anak artinya tambah tanggung jawab.
Delegasikan Tugas. Tugas disini tentu tugas –tugas dirumah, seperti masak, mencuci dan beberes rumah. Pastikan ada yang membantu  saat kita melahirkan, minimal hingga pulih sekita sebulan atau dua bulan. Ibu yang habis melahirkan butuh istirahpikir ini itat dan fokus merawat bayi jika disibukkan dengan pekerjaan rumah yang lain , bisa-bisa sang ibu jadi lelah, cemas dan berujung stress. Mood ibu pasca melahirkan biasanya kurang baik, jadi peru dukungan orang-orang sekitar.
Suami yang siap membantu.  Saat malam tiba atau saat suami off lebih baik menemani  istri di rumah, bisa membantu istri, ntah sekedar mengantikan popok, atau menjaga bayi saat istri tidur terlelap. Istri sangat senang jika suami ikut andil merawat bayi, jika tidak tentu akan menimbulkan perasaan sedih dan tertekan.
Baca Juga : Baby blues syndrome dapat dicegah
Kebahagiaan dan ketenangan sangat perlu saat sebelum dan sesudah melahirkan. Banyak wanita yang terserang baby blues itu karena merasa cemas, tertekan, merasa sendirian. Kelelahan pasca melahirkan membuat wanita perlu ada yang mendampingi dan dukungan moril dari keluarga, jangan sampai kekesalan dan kecemasannya justru membahayakan bagi bayi yang baru saja dilahirkan.
#KEBloggingCollab

Baca juga : Mitos dan Fakta Kaki Bengkak Saat Hamil

18 komentar

  1. Bener mba, terutama persalinan kedua, ketiga dst itu kabarnya ada juga yang lebih takut atau malah udah biasa ya. hehe.

    BalasHapus
  2. Kesiapan mental sepertinya perlu banget ya. Terutama bagi yang belum pernah melakukan persalinan seperti saya. Ah, semoga suatu hari saya bisa merasakan momen persalinan yang bahagia.

    BalasHapus
  3. waduh saya belum berkeluarga, tetapi dengan tulisan ini jadi bisa siap agan-angan kalau si istri seperti ini nantinya

    atau bahkan lebih rewel

    terima kasih

    BalasHapus
  4. Kalau Kakak Iparku biasanya pd bantu nyuciin popok dan ikut bangun kalau malam. Urusan masak adalah yg bantu

    Melahirkan biar kata sendiri tp butuh mental dan kerjasama byk org ya

    BalasHapus
  5. Benar yaa..rasanya menanti di detik-detik berjumpa dengan sang buah hati itu...senang, bangga dan mengharukan, semua bercampur menjadi satu.

    MashaAllah.

    Tapi dulu pas ga punya ilmu tentang pengasuhan, jadinya aku ngalamin tuuuuh yang namanya Baby Blues.
    Rasanyaaa...stres banget.

    BalasHapus
  6. Selain itu menyiapkan tenaga ekstra.
    Perbanyak minum air putih.
    Jangan hanya minum susu prenagen saja.
    Heheheb

    BalasHapus
  7. Jadi mengenang masa2 hamil nih mak nov :)

    BalasHapus
  8. Suami siap membantu, berarti bagian dr fungsi suami SIAGA ya mbak.

    BalasHapus
  9. baca tulisan ini jadi deg degan mbak, semoga nanti kalau suatu saat aku hamil dna melahirkan persalinanya bisa bahagia dan lancar, aamiin

    BalasHapus
  10. Kesiapan mental sangat berpengaruh pada masa persalinan, Mbak. Saat bahagia dan ikhlas menjalani masa-masa ini, insyaAllah sangat mudah dan dimudahkan. Kalau kata orang sih, jadi hamil kebo. hihihi

    BalasHapus
  11. Untuk beberapa kasus, tugas rumah tangga, seperti ngepel jongkok atau duduk malah bagus loh untuk proses melahirkan nantinya.

    Waktu itu, istri hamil saya meminta dia mengurangi aktivitas, dia setuju, kecuali untuk ngepel.

    Emm, dari sudut pandang suami. perlu juga untuk selalu menguatkan istri, memberi motivasi.

    BalasHapus
  12. Katanya kalau lagi hamil itu masa-masa keemasan dimanjain sama suami hihi ga tau juga sih Mbak. Belum nikah soalnya. hehehe pasti berkesan banget ya masa-masa kehamilan itu. Dilatih untuk semakin kompak dan saling memahami pasangan satu sama lain.

    BalasHapus
  13. Semua memang butuh persiapan yaa, mbak. Bener banget. Rencana g boleh hanya A dan B, bahkan mungkin sampai Z. Kalau aku berencana hamil di usia 30 gimana? Huhu, belum siap mental kalau sekarang 2

    BalasHapus
  14. Persiapan matang mempersiapkan kelahiran anak memang diperlukan banget. Setuju bangetvkalau ada penyerahan tanggungjawab sementara biar ngga kepikiran lagi ama pekerjaan. Suami jugavharus siaga membantu dan siap antar jaga. Persiapan matang dan ibupun senang

    BalasHapus
  15. Persalinan itu harus dalam kondisi yang fit dan prima. Jangan sampai kecapean deh pokoknya.

    Serta biaya juga harus dipikirkan matang matang dan disiapkan jauh jauh hari ya mba.

    BalasHapus
  16. Setuju banget yg no 3 dukungan psikis dari org terdekat aka suami itu penting pake banget.. Kadang yg bikin depresi ibu hamil yg mau melahirkan itu bukan lg ttg biaya melahirkan krn kan skrg udah ada asuransi, ada bpjs dll. Tapi krn merasa lelah dgn pekerjaaan, urusan rumah , urusan anak dll dan suami mereka cuek aja… hadeuh itu yg bikin kesel pake banget

    BalasHapus
  17. Setuju, Mbak, untuk menghadapi persalinan memang perlu persiapan khusus. Apalagi soal berbagi tugas dengan suami. Dukungan suami sangat diperlukan, agar ibu tidak merasa sendiri dan untuk menghindari ibu mengalami baby blues syndrome.

    BalasHapus
  18. Aku abis lahiran dl malah banyak nulis2 curcol nggak penting. Abisnya si baby suka bikin bangun malam2. Begitu dia bobo, ganti aku yg gak bs bobo. Wkwkwk

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link,brokenlink , dan harus menggunakan nama semestinya , anonim dan merk tidak akan diterbitkan.