Agar Kegiatan Arisan Nyaman dan Berkah

Arisan sudah tak asing lagi, mulai dari tingkat kecil, ibu-ibu rumah tangga, kantoran, hingga organisasi yang lebih besar, mulai masyarakat menengah bawah hingga kelas sosialita. Pada awalnya arisan memang bertujuan untuk silaturahmi, dan sebagai ajang saling membantu.


Namun makin kesini banyak bermacam-macam bentuk arisan, ada arisan barang, arisan online  dan lain sebagainya, tujuan nya pun tak sekedar silaturahmi lagi, tapi kadang berkumpul untuk saling pamer barang branded . pamer kelas dll.
Melihat hukum dasar arisan adalah utang piutang, ada yang berhutang adapula yang mempiutangi. Dari beberapa sumber yang aku baca, secara hukum islam banyak memunculkan berbagai pendapat. Tapi kebanyakan memperbolehkan karena disana ada niat untuk silaturahmi, saling bantu, dan pastikan tidak memberatkan atau menyusahkan para anggota arisan, jadi dinilai tidak menimbulkan kemudoratan atau hal-hal yang merugikan( mohon koreksi jika ada kesalahan).

Berikut beberapa kiat agar kegiatan yang kita jalani bersama memberikan kenyamanan dan keberkahan, Insha Allah.
  1. Niat, Segala sesuatu di nilai dengan niat. Maka  niatkan lah ini dengan sesuatu yang baik. Silaturahmi , pengajian, saling membantu  , jika niat begitu tentu yang menjalani juga merasa tentram.
  2. Arisan lah dengan orang-orang yang  kita kenal. Ketua arisan ( yang memegang keuangan) dan anggota adalah orang-orang yang kita kenal dan kita percayai. Sekarang banyak arisan online, terkadang ada teman yang cuma kenal di sosmed, interaksi juga jarang dan  mengajak arisan. Anehnya banyak yang percaya, ujung-ujungnya cuma penipuan. Arisan dengan orang yang tak begitu kita kenali dipastikan selalu timbul rasa was-was, tentu ini tak baik secara psikologis, apalagi minim silaturahmi.
  3. Jangan ada Riba. Riba sangat dilarang oleh agama, bukan hanya muslim bahkan bebrapa kitab diluar muslim banyak yang melarang Riba. Bagaimana bisa berkah, jika didalam kegiatan itu sendiri kita melanggar larangan Tuhan.


  • Tidak ada denda bagi yang telat membayar arisan. Ini penting banget, jadi arisan itu butuh konsekwensi dari semua anggota untuk membayar tepat waktu. Jangan sampai gara-gara kita telat justru menyengsarakan anggota lain. Dan bagi anggota yang telat membayar jangan sampai ada denda atau “persen” karena keterlambatan, jika itu ada dan itu dipastikan Riba.
  • Jika ada uang konsumsi, atau ada kesepakatan apabila ada yang menang maka di rumahnya ada acara makan-makan, maka uang konsumsi dipisahkan dari uang arisan. Contoh setiap anggota arisan wajib bayar 200.000, nah jika ada acara konsumsi sebaiknya dipisah, misalkan uang konsumsi 20.000, jadi tiap anggota membayar 220.000. Kenapa? Seperti yang kita sebut diawal bahwa  hukum arisan didasari utang piutang. Khususnya agama islam melarang mengambil manfaat / keuntungan dari orang yang dihutangi dalam hal ini tentu makan-makan. Utang piutang yang ada keuntungan didalamnya dihukumi Riba. Duh, jadi berasa ustdzah ya, hahhaha. Tapi gak apa donk, kan sampaikan walau satu ayat. Tapi kalau mau aman bisa sih, setiap mau ngadain kocokan arisan tentukan tempatnya di restoran mana, ntar kan bisa bayar masing-masing, kan diawal niatnya buat silaturahmi,  ya kan?. Bukan sok alim atau bagaimana bagaimana, tapi kita perlu berhati-hati saja.
  • Arisan Barang. Waspada dengan yang satu ini harus jelas mekanismenya. Pastikan harga barang dipasaran. Misalkan arisan panci, harga satu paket 1 juta jika anggota arisan 10 orang artinya anggota arisan bayar 100 ribu per orang, dan akan dapat bergilir, ini normalnya dan diperbolehkan. JIka penjualnya yang mengajak arisan dan dia ingin mengambil keuntungan sebaiknya dia telah membeli barang terlebih dahulu sebelum arisan dikocok, jadi barang sudah jadi miliknya.  Kan banyak tuh, yang menawarkan arisan belanja barang banyak penjual yang bilang ada paket panci Teflon cantik nih ( misal ya), siapa yang mau beli ? boleh dengan system arisan 10 orang satu orang 120 ribu, artinya ada kelebihan 200 ribu kan ya? Semacam keuntungan. Jika dia udah punya barangnya, itu wajar namanya jualan boleh banget mengambil keuntungan, tapi jika barang belum ada belum dimiliki, itu sama saja menjual barang yang tidak ada. Ntar aja deh,kalo udah dapat uang arisan baru deh, ujug-ujug ke toko buat beli, nah kalo dia pintar nawar makin banyak  keuntungan yang didapat. Hal semacam ini tidak diperbolehkan dari beberapa pendapat ulama, penting buat kita untuk diperhatikan, karena hal-hal kecil biasanya dianggap sepele itu berdampak ke keberkahan suatu kegiatan. Begitu juga jika ada kesepakatan “persenan” untuk Bandar arisan , pastikan buat apa? Apakah Bandar perlu digaji sebagai tenaga administrasi ? jika iya sebutkan lah itu gaji atau honor, jika iya pisahkan dari uang pokok arisan misalnya 5 ribu atau 10 ribu rupiah perorang.


  1. Manfaatkan uang arisan dengan bijak. Jika  dapat arisan gunakan lah uang nya sebaik mungkin, jika bisa ditabung, untuk anak sekolah, atu membeli barang yang kita inginkan, kalau ibu-ibu biasanya gak jauh dari peralatan dapur, atau yang lainya. Bukannya melarang buat jajan, nonton dan foya-foya, ya terserah aja sih, cuma biar keliatan ada manfaat dan dan hasilnya. Ingat saat menang itu tandanya kita berhutang dengan sekian orang, jangan sampaii tidak terlihat manfaatnya, dan jadi gak berkah, terus susah buat bayaran selanjutnya.


Duh! Mau arisan ribet banget ya? Hahahha. Gak ada yang ribet jika diawal niat, tujuan dan mekanisme sudah jelas, dan pasti ringan untuk menjalankannya. Mungkin arisan dianggap sepele sudah biasa, tapi tak ada yang sepele dengan apa yang dilakukan, karena Tuhan pun begitu, walau kebaikan cuma sebesar biji sawi tetap ada imbalannya, begitu juga dengan kesalahan yang super kecil, tentu ada perhitungannya. Maaf ya, ini juga jadi peringatan buat aku sendiri bahwa apapun itu kita butuh kehati-hatian.  Jika teman-teman ingin menambahkan sesuatu bisa sharing di kolom komentar ☺

-
#KEBloggingCollab
Artikel Trigger tema Arisan:
https://emak2blogger.com/2018/05/12/arisan-perekat-silaturahmi/
Yang ditulis oleh Mba Lisdha asal Medan
www.daily-wife.com

19 comments

  1. baru tau arisan barang mekanismenya gitu hehehe skrg aku kapok arisan setelah terjadi tragedi yg dapet arisan pertamanya resign dari kantor hahaha bencana bingits

    ReplyDelete
  2. Aku jarang ikut arisan, soalnya suka banyak dramanya, kadang niatnya tulus, orang lain yang ga tulus hahahaa. Palingan ikut arisan anak di Rt mingguan, dari jaman anak tk sampai sekarang mo sama awet. Coz cuma narikin doank, ntr kalo menang dianterin, jadi ga perlu kumpul2 heboh. Aku suka begini, alhamdulillah manjang dan menangnya gede pula hhiii

    ReplyDelete
  3. Wah udah lama aku gak ikutan arisan, terakhir arisan buku untuk anak. Infonya lengkap banget ini mbak

    ReplyDelete
  4. Aku ada ikut beberapa arisan uang, yaa bener juga sih tujuan utamanya buat menjalin silaturahmi . Tapi tetep kepercayaan harus yg utama, jgn sampe sdh dapat arisan tp pergi gitu aja alias gak mau bayar lg ..

    ReplyDelete
  5. Saya sama sekali bukan penggemar arisan. Seumur hidup cuma satu arisan yang saya ikuti. Karena dasarnya arisan itu utang piutang, dan saya sebisa mungkin menghindari itu. Kalau cuma datang ikit acara silaturahmi sih ayo-ayo aja.

    ReplyDelete
  6. Arisan yg pesertanya amanah bisa jadi ladang ibadah
    sebaliknya arisan yg pesertanya curang, itu mah bencana...
    Naudzubillah!

    ReplyDelete
  7. nah yang bingung itu setiap kumpulan ada arisan ya, makanya aku pilih2 mana yg wajib spt arisan RT, arisan di kantor suami , itu saja yg lain gak deh, kebanyakan arisan juga bingungin

    ReplyDelete
  8. Arisan barang gini byk yg praktekkin y bun. Tp ak rsny g bs klaim kalo it salah krn unsur ghararny msh dipertanyakan. Soalnya yg bikin arisan mrpkn reseller yg klo uang ad br barangnya bs dikirim. Eh, bnr g sih? Cmiiiw.. Hihihi

    ReplyDelete
  9. Aku pernah arisan barang tapi onlen sih.
    Yg penting member arisannya amanah ya mak, jd gak nyusahin bandarnya apalagi bikin nombok huhuhu

    ReplyDelete
  10. Dulu saya ikut arisan karena ga enak sama temen aja. Stelah pindah domisili, ga pernah ikut lg :)

    ReplyDelete
  11. Aku sekarang ada ikut 4 arisan! Banyak ya mbak >.<

    1 arisan RT yang kalau gak ikut takut gak akan pernah ada kesempatan bersilahturahmi sama ibu-ibu tetangga. 1 Arisan kantor lama yang akunya udah pindah >.< 1 arisan DW kantor baru yang aku terpaksa ikut, aku gak mau sebenarnya, tapi ada istilah "wajib" hiks banget. Terakhir arisan tabungan.

    Pengen pelan-pelan keluar dari arisan dan ninggalin arisan RT aja sebenarnya. Semoga cepet selesai deh arisan yang lainnya >.<

    ReplyDelete
  12. Jangan lupa, peserta arisan yang tidak dapat hadir agar mengantisipasi "menunggaknya setoran" dengan transfer atau nitip ke salah satu anggota yang hadir. Kan kasian klo kitanya gak nyetor, ntar yang naik arisannya malah gak dapat lengkap uangnya...

    Lagipula, capek euy nagihnya~
    *curcol

    ReplyDelete
  13. yang pasti haruuus menjaga komitmen yaaa mba. Itu yang seringkali terlupa

    ReplyDelete
  14. Aku gak ikut arisan, yang ikut suamiku. Arisan keluarga sama kantor. Serba salah kalau gak ikut, jadi anggap buat silturahmi aja.

    ReplyDelete
  15. Ga pernah ikut arisan, Mbak. Ga suka dengan sistemnya yang nyicil bergilir itu.

    ReplyDelete
  16. Aku udah nggak pernah lagi ikut arisan, biasanya yang dikasih kepercayaan amanah. tapi ada juga yang yah begitu

    ReplyDelete
  17. Aku ikut arisan online di fb,group emak-emak OS. Alhamdullilah sudah 3 tahun lebih amanah dan manfaar,arisan tidak neko-neko,tidak ada biaya ini itu, pure uang kita

    ReplyDelete
  18. Ada yang menganggap arisan itu sebagai tabungan yang tertunda, mangkanya banyak yg ikutan

    ReplyDelete
  19. Aku kurang suka dengan sistem arisan.
    Eh sama orang-orang yang gak bertanggung jawab deh, yang udah dapat di awal terus kesananya macet bayar

    ReplyDelete

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link,brokenlink , dan harus menggunakan nama semestinya , anonim dan merk tidak akan diterbitkan.