Bermain dan Belajar Anak Batita



Anak usia sekolah telah memiliki jam khusus untuk bermain dan belajar. Apalagi jika orang tua telah memasukkan anak ke sekolah PAUD atau TK, pagi berangkat sekolah mereka belajar, pulang sekolah adalah waktu istirahat dan bermain, jika usia SD mungkin ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan biasanya dilakukan pada  malam hari. Bagaimana dengan anak yang belum sekolah ?, usia bawah tiga tahun adalah usia pra sekolah walau banyak juga orang tua yang “menyekolahkan” anak sejak usia 6 bulan, ntah play group atau apa pun itu namanya.
Anak usia batita tak punya jam belajar khusus, mereka lebih senang bermain dan bergembira tentunya. Sebagai orang tua kita tak boleh memaksakan agar anak harus belajar khusus dan memiliki target yang harus dicapai. Pola pikir anak masih rentan, tidak bisa dipaksakan. Hanya saja kita sebagai orang tua mengenalkan sesuatu dengan cara yang happy dan mereka mengingatnya tanpa paksaan.

Lantas  kapan anak usia batita belajar?
Melalui obrolan dan tatapan mata. Sejak bayi kita sudah diharuskan ngobrol atau mengajak bercerita , walaupun mereka belum memahami tetapi di usia tertentu memory mereka merekam dan mengingat. Walau anak tidak bisa berbicara mereka akan paham. Misalkan kita bertanya “ mana ayah?”  walau mereka belum bisa jawab mereka akan menoleh dan melihat ayah yang sedang makan (misalnya). Anak juga senang mendengar kita berbicara, walau meeka mungkin belum paham, antusias mereka dari tatapan mata yang begitu serius mendengar kita mengajaknya ngobrol.
Saat Bermain. Bermain adalah hal yang paling disenangi anak, bermain adalah cara paling efektif bagi mereka mengingat dan belajar sesuatu tanpa paksaan.  Pilih mainan yang menarik dan warna warni. Dari maianan kita bisa mengenalkan warna, bentuk, nama hewan, nama buah bahkan huruf dan angka walaupun usia mereka baru menginjak 2 tahun. Mengenalkan huruf dan angka bukan artinya memaksa anak belajar, hanya saja membuat mereka familiar dengan angka dan huruf, mereka tak akan merasa terpaksa ataupu stress karena  tak ada paksaan ataupun target yang harus dicapai,tapi kelak mereka akan mudah menghafal huruf dan angka tanpa pernah merasa belajar. Sebaiknya saat bermain kitalah yang menemani mereka, karena kita bermain sambil mengobrol dan mengenalkannya ke anak. Kita sering mengobrol memilih bahasa yang sederhana menganggap anak belum saatnya, tapi ada anjuran tak masalah memilihkan bahasa yang sedikit sulit misalkan menggunakan istilah-istilah khusus, ini justru menambah kosakata anak yang lambat laun dia juga memahami istilah tersebut.

Bernyanyi. Belajar lewat nyanyian itu juga hal yang paling menyenangkan. Nyanyian membuat anak bergembira sehingga informasi juga mudah diserap. Lagu paling klasik yang sering kita nyanyikan adalah cicak-cicak di dinding, bintang kecil, balon ku ada lima dll, pilihlah lagu-lagu yang sederhana yang mereka mudah pahami. Anak-anak sangat suka diajak bernyanyi. Anak 2 tahun sudah bisa melafalkan lagu-lagu sederhana walaupun ada beberapa kata yang masih cadel.
Buku.  Pilih buku dengan warna dan gambar yang menarik. Kita bisa mengenalkan dan menceritakan hal-hal yang ada dibuku.  Apakah tentang hewan, buah-buahan, pemandangan alam dll.
Menonton. Saat anak usia dua tahun lebih dia bisa memahami apa yang dia lihat dan dengar.  Tak masalah kita melihatkan tontonan yg mengedukasi mereka, film kartun atau yang lainnya bisa juga acara anak. Tapi batasi waktunya, jangan sampai anak kecanduan menonton televisi atau yang lainnya.
Apakah Mom's sahabat Nashhah punya cara lain dalam tahap belajar anak usia batita?boleh sharing ya…
Anakku sekarang usianya sudah 3,5 tahun huruf dan angka sudah familiar , sudah kenal jika di acak begitu juga dengan huruf hijaiyah karena sudah dikenalkan sejak usia sebelum 3 tahun. Ada juga sih keinginan agar  usia 4 tahun udah bisa baca, duh :( . Tapi kembali lagi anak gak boleh dipaksain karena masa sekarang adalah masa anak bermain dan bergembira.  

#KEBloggingCollab

20 komentar

  1. betul ya mbak, dengan bermain dan bercerita kita juga bisa mengedukasi

    BalasHapus
  2. Seneng deh mba kalau ngelihat ulasan mengenai aktivitas anak2 yang dekat dengan orangtuanya. Jadi ikut bahagia gitu. Yah, walaupun masih belum menikah tapu kalau lihat reverensi memgenai anak2 jadi terinspirasi :D

    BalasHapus
  3. Saya yg nikah selalu ngebayangin. Klo punya anak mau saya sering2 bacain dongeng lewat buku. Karena saya gak pernah begini. Hihi jadi anak saya nanti harus bisa merasakannya. Seru kayaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sok atuh buruan nikah biar punya anak heuheuuu.

      Hapus
  4. Tips yang sangat bermain, mulai dari tatap mata, bermain, bernyanyi, buku, dan menonton. Secara tidak sengaja, anak-anak sudah belajar kosa kata dan hal-hal baru melalui yang dilihat, diperhatikan, dibaca, dan ditonton.

    BalasHapus
  5. Paling suka dengan metode bernyanyi, anak-anak cepat hafal dan meniru tiap kata, walaupun kadang sampai teriak melengking yang penting belajar deh! ^^

    BalasHapus
  6. kalau anak batita saya suka sekali main air mbak...mesti kalau ada air maunya nyempung terus...

    BalasHapus
  7. Disaat anak-anak diusia TK dan SD, justru disitulah saatnya kita menikmati kebersamaan kita sama anak-anak ya. Moment-moment yang tidak akan terlupakan pokoknya, dan tentu tidak bisa diulang lagi.

    BalasHapus
  8. Anak-anak memang fasenya untuk bermain. Semoga anak-anak bahagia di masa kanak-kanaknya dan tidak kekurangan waktu bermainnya ya, supaya saat dewasa kelak tidak dikatakan masa kecil kurang bahagia..

    BalasHapus
  9. Aku paling suka sama metode bernyanyi. Soalnya dari kecil, dongeng-dongeng binatang aja ibu nyanyiin. Dan ke anaknya juga lebih ganpang ingat atau hafal.

    Eh ini sih pengalaman, gak tau deh ko yg lain hehe. .

    BalasHapus
  10. Balita dan batita, hampir seluruh aktivitasnya memang belajar ya. Asal diarahkan dengan baik, proses belajar dari aktivitasnya itu bisa jadi bekal buat dia meningkatkan skill di tahapan perkembangan selanjutnya.

    BalasHapus
  11. Buku yang jadi andalan saya ketika Fahmi, putra saya sudah bisa mengucapkan kata2. Buku khusus buat batita yang lucu2, tahan sobek dan anti air memang masih jarang di kampung. Beruntung saya membawanya dari Taiwan saat pulang kerja disana. Meski saat itu saya masih lajang. Hahaha

    BalasHapus
  12. Ponakan daku paling suka nyanyi, main, sama buku.. ternyata itu adalah beberapa cara untuk dia belajar yah

    BalasHapus
  13. Metime bersama anak itu perlu banget ya mbak, meskipun itu hanya nonton bersama. Biar selalu ada batin antara ibu dan anak .

    BalasHapus
  14. anakku paling seneng nonton tuh makanya pilih2 channel ini PR banget untuk orangtua ya hehe

    BalasHapus
  15. Memang saat bermain anak belajar ya mbak.
    Trus mereka tu biasanya kalau belajar duduk gtu malah gk mau. Pengalaman anak2 kalau pas lagi di luar mereka kita ajak ngobrol biasa, saat itulah bisa kita masukin materi apa yg mesti dipelajari, kyk misalnya knpr daun warnanya hijau, knp mobil bisa jalan gtu2 hehe

    BalasHapus
  16. Usia balita memang periode emas mereka ya Mba, jadi apapun yang mereka dapat akan diserap dengan baik.. masa balita saatnya mereka belajar sambil bermain, orangtua mendampingi dengan stimulasi dan nutrisi yang tepat

    BalasHapus
  17. Betul Mba, menonton itu salah satu edukasi yang bagus. Tentunya dengan tontonan yang bermanfaat. 😃

    BalasHapus
  18. Anakku yang kedua umurnya 4 tahun dan belum mau sekolah hehe.. dan aku ngga mau memaksa untuk sekolah juga, yang penting dirumah selalu diberikan stimulasi dan nutrisi yang telat agar ngga kalah sama yang sekolah.. setuju Mba usia balita usia bermain sambil belajar

    BalasHapus
  19. Seneng deh kalo ada ortu yg slalu memanntau perkembangan anak,, bahkan mulai batita diakomodir kegiatannya.. Siap kak..akan saya terapkan tips nya

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link,brokenlink , dan harus menggunakan nama semestinya , anonim dan merk tidak akan diterbitkan.