Cukup Berhenti di Kamu, Jangan Jadi Wartawan Gossip

Siapa suka lihat berita infotaintment?  Setiap hari kita disuguhi banyak sekali acara yang menjual kehidupan artis tanah air, mulai yang ringan  sekedar cerita receh, romantisme rumah tangga, sampai berita pelik, ntah perceraian atau kasus lain. Ya, sesekali kita menganggap itu hiburan, tak heran diwaktu senggang kita sengaja menonton acara infotainment tersebut. Atau sengaja scroll-scroll IG lambe-lambean. Jika dulu wartawan gossip, harus nyamperin artis buat  sesi wawancara, untuk mengetahui kehidupan artis, kini jauh lebih mudah karena mereka artis-artis punya akun pribadi Instagram atau kanal YouTube yang bisa dijadikan sumber cerita dan berita.



Baik, apakah teman-teman memperhatikan perilaku acara gossip dan wartawan gossip, untuk  kasus- kasus konflik? 
Yes, mereka mengundang si A dengan dalih konfirmasi kebenaran. Kemudian mengundang Si B untuk konfirmasi juga, dan minta tanggapan tentang ucapan si A,  hingga masalah antar mereka makin runyam. Acara-acara semacam ini menurutku adalah acara adu domba yang teramat nyata, yang bikin suasana makin ribut dan runyam.

Baik, aku disini bukan buat ngomongin kehidupan artis ya, tapi lebih kepada kegiatan  konfirmasi-konfirmasi itu. Nah, ini sebenarnya gak jauh-jauh amat dengan kehidupan disekeliling kita di lingkup kecil , seperti di sekitaran tetangga, di arisan RT,  tempat kerja, bahkan dijudulnya pengajian ibu-ibu.

Pasti donk pernah dapat cerita gossip bahwa si A begini, si B begitu, bahkan teman A blak-blakan bilang kalau dia kurang suka sama si B. Pernah? 

Secara pribadi , aku sendiri berusaha keras untuk tidak jadi "wartawan Gossip".  Ya , namanya manusia terkadang susah ya, soalnya kalau sudah keasyikan ngobrol suka keceplosan hahaha #tetep. 

Ya, kalau dapat cerita gak enak misalnya A bilang kalau B itu begini begitu, aku gak akan cerita ke B. Misalnya dapat cerita soal D aku gak akan minta konfirmasi ke D, eh bener gak kamu begini? tadi C bilang kamu itu tadi masukin kue arisan ke tas sampai dua kresek ,Lol. 

Konfirmasi-konfirmasian itu kok lebih tepat dengan istilah adu domba. Yakin, deh bikin suasana makin rusuh, bikin dendam api dalam sekam, bikin perang dingin. Membuat sesuatu yang diluarnya keliatan baik-baik saja, tapi didalam menyimpan kesal , iri dengki luar biasa, mengerikan. Ya, namanya ghibah emang gak ada baiknya. Kalo cerita baik bukan ghibah.

Nulis disini sih juga sebagai pengingat diri, ya banyak-banyak ngerem mulut, kalau soal mendengar mungkin susah ditahan, soalnya gossip itu angin kencang yang cepat menyampaikan berita ke telinga. Tapi tentunya tetap bisa nahan mulut  untuk tidak menyebarkan kemana-mana. Cukup Berhenti dikita jangan jadi wartawan gossip.

Bukankah dalam Islam juga tidak boleh mengghibah bahkan juga disamakan dengan memakan daging saudara sendiri?

Maukah kalian aku beritahu tentang orang-orang yang paling buruk di antara kalian. Yaitu orang-orang yang kerjanya mengadu domba (menghasut), yang gemar menceraiberaikan orang-orang yang saling mengasihi/bersahabat, dan yang suka mencari kekurangan pada manusia yang tidak berdosa.” (HR.Al-Bukhari).

#selfreminder

28 comments

  1. Reminder banget ini mba, btw aku udah lama ga nonton ternyata acara begitu masih aja ada yah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya..dilingkungan terdekat kita ada mba.., adu domba tanpa sadar .

      Delete
  2. Capek ngikutin gossip mah mba. Banyak pula yang settingan. Buang buang-buang waktu aja, hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pointnya bukan masalah infotainment.., tapi kita jangan layaknya jadi "wartawan gossip" ..nyampein aib orang sana sini ..😁#selfreminder

      Delete
  3. Adu domba itu sadis. Semoga dijauhkan. Pilih pilih dalam berteman dan sebaik baik tempat curhat adalah hanya di atas sajadah, kepada Nya

    ReplyDelete
  4. Teteh terima kasih yaah sudah diingatkan. Emang banyak banget netijen yang budiman yaa teh heuu

    ReplyDelete
  5. Bener mba, dan thankyou udah share ini sebagai reminder juga buat semua nya ;)

    ReplyDelete
  6. paling nggak suka kalau geggosipan malah jadi topik utama buat bahan obrolan, jadinya nggak produktif dan nggak sehat buat mental aja sih menurutku jadi kalau ada lingkaran yg hobinya julid aku jarang ngumpul sih ehehe

    ReplyDelete
  7. Aku kalau denger gosip2 di sekitar, cukup tahu aja dan gak pakai konfirmasi atau tanya ini itu. Aku bukan orang baik, tapi tetap berusaha gak ikutan apa yang gak kutahu

    ReplyDelete
  8. Ah... ini jadi pengingat buat ku juga. Tapi sekarang, sebisa mungkin aku menghindari berkumpul dengan temen temenku yang suka gosip sih kak. Menghindar atau mencari kesibukan jadi salah satu upaya ku. Masih aman sih beberapa waktu ini, ngga tahu nanti

    ReplyDelete
  9. Bener bangeet, kalau ngikutin berita hosip mah gak akan ada habisnya. Malah banyak buang-buang waktu aja

    ReplyDelete
  10. Kontrol dari diri kita sendiri memang penting banget. "Rasa keingintahuan' sering melenceng ke ghibah. mungkin bisa dialihkan dengan mengalihkan topik pembicaraan ke yng lebih bermanfaat kali ya, agar hasrat untuk gosip-gosipan langsung tergeser.

    ReplyDelete
  11. Aku kalo sebut2 adu domba selalu ingat surah al-lahab. Dimana istri abu lahab di sebut wanita pembawa kayu bakar, pengadu domba, pembuat kemarahan org

    ReplyDelete
  12. Duh, jadi inget salahsatu serial di yutub yg isinya ada org yg makan bangkai tubuh saudaranya sendiri T_T
    Emang bener mbak, skrg media kalau mau cari topik untuk bahan gosip lebih mudah, bisa dari sosial media mereka, atau channel yutub yg kemudian dibuat bahan informasi tontonan publik.

    ReplyDelete
  13. Memang lebih baik menutup mulut alias diam daripada banyak ngomong yang mengundang jadi bergibah

    ReplyDelete
  14. Setuju, Mbak. Lebih baik berhenti di kita. Jangan terusin.Entah apa enaknya menguliti dan mengulik aib orang. Berghibah. Rasanya sih enak pas ngobrol tapi eneg setelah selesai. Mungkin karena ingat barusan makan bangkai teman yng dighibahin. Naudzubillah

    ReplyDelete

  15. Sepakaat. Dulu, waktu saya masih kecil, ibu selalu mengingatkan apa pun rahasia yang teman saya ceritakan jangan saya ceritakan ulang pada siapa pun. Lebih baik simpan sendiri. Lebih aman dan lebih baik begitu.

    ReplyDelete
  16. Bener banget kalau ada informasi privasi seharusnya kita tidak menyebarkan dalam bentuk gossip ya. Banyak nih yang begini di perumahan aku pada bergossip semuanya.

    ReplyDelete
  17. Terima kasih atas remindernya kak.

    Jujur! Aku masih jadi wartawan gosip sampe sekarang karena cowok-cowok kalo udah ketemu nongkrong ujung2nya juga ghibah 😅

    ReplyDelete
  18. Klw masalah ghibah mah udah lumrah, apalagi pd kongkow.
    Pasti ada aja ngomogin orang lain.

    Tapi terima kasih untuk remindernya kak,

    ReplyDelete
  19. Akuuu...
    Huhuu...tapi sekarang hobinya ngepoin artis lewat vlog-vlog mereka.
    kadang aku sering berpikir banyak hal dari kejadian yang mereka alami.
    Toxic banget siih..

    ReplyDelete
  20. Ternyata ya, saat ini makin banyak wartawan gosip.. tapi ga bisa disalahkan juga sih, kan masyarakat juga masih banyak yang cari dan kepo kehidupan artis

    ReplyDelete
  21. gibah ke satu orang aja udah dosa, apalagi kalo produk gibahnya dikonsumsi banyak orang yaa... Duh! Semoga terhindar dari keburukan semacam ini...

    ReplyDelete
  22. Wah bener banget tuh mba,ternyata jaman sekarang makin banyak ya wartawan gossip yang suka banget ngebahas kehidupan orang lain

    ReplyDelete
  23. Reminder banget ini. Jujur saja, terkadang ngerem diri itu usahanya kudu lebih ekstra. Gawatnya lagi, kalo mencoba nggak ikutan, ujung ujungnya berasa nggak punya teman.

    ReplyDelete
  24. Huhu, pada kenyataannya Acara-acara yang seperti itu masih sangat "menjual" karena banyak Peminatnya ya Mba. Banyak yang seringkali bikin geli sih kalau aku nonton sekilas, semacam self reminder untuk lebih bijak menghadapi masalah-masalah yang datang jangan cepat terpancing emosi apalagi memutuskan sesuatu dalam keadaan emosi tidak stabil.

    ReplyDelete
  25. Sejujurnya Saya masih suka dengar cerita orang. Hiburan. Tapi ya udah ga diceritain lagi ke orang. Belum tentu faktanya benar juga. Mungkin sudah dibunbui

    ReplyDelete
  26. Terima kasih remindernya, Mbak. Kita memang harus punya kontrol diri. Ngebayangin kalau sampai digosipin rasanya gak enak. Makanya jangan sampai ngegosipin

    ReplyDelete

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link,brokenlink , dan harus menggunakan nama semestinya , anonim dan merk tidak akan diterbitkan.