Tampilkan postingan dengan label kekeluargaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kekeluargaan. Tampilkan semua postingan

5 HAL TENTANG MENGHANGATKAN PERSAUDARAAN YANG WAJIB DIKENALKAN SEJAK DINI


www.novanovili.com - [Parenting] Hidup adalah belajar untuk menjadi yang lebih baik, apa pun masalahnya apapun peristiwanya sudah seharusnya kita mengambil  hikmah dari setiap peristiwa, lalu menjadikan  diri lebih dewasa dalam bertindak. Jujur saja dulu aku orangnya tidak peduli tentang hal-hal berkaitan tentang sialturahmi, tapi setelah menikah suami sering mengingatkan, kita sudah lama ya, tidak main kerumah Kakak A, Mba B, Abang C. Aku yang orang rumahan, senangnya di rumah kadang bilang “ ah..gak apa lah, orang kita sering  ketemu juga, mereka kan sering kesini , kita juga sering ketemu mba A di rumah mamak. Terus suami bilang, ya beda lah.., masa bertamu nunggu setahun sekali ( dalam hati membenarkan).

Perbedaan aku dan suami mungkin karena pembiasaan sejak kecil. Ayah dan ibu ku bukan tak suka silaturahmi, mungkin kehidupanlah yang menyebabkan kurang dekatnya  antar keluarga, keluarga sepupu juga begitu, mungkin  mereka juga terlalu repot dalam memikirkan ekonomi keluarga, karena taraf kehidupan  35 tahun yang lalu itu bisa dibilang sangat sulit terlebih keluarga kami adalah merantau saudara dari pihak ibu tinggal cukup jauh.

Setelah memiliki anak, aku tak ingin anakku kelak kurang memiliki rasa empati terhadap keluarga, menjadi kurang akrab dengan sepupu-sepupunya. Hal lain yang paling aku takutkan , aku tak  ingin kelak  akan menjadi   ibu atau nenek yang jarang di jenguk oleh anak dan cucu, bahkan ketika aku begitu merindukan mereka, atau ketika aku sakit terbaring lemah.

Berikut beberapa hal yang wajib dikenalkan pada  anak sejak dini, sekaligus menjadi catatatan pribadi agar aku konsisten melakukannya dan menjadi contoh teladan yang baik untuk anak.

Mengunjungi kakek dan nenek. Kalau ini sih, gak ada masalah, karena aku tinggal dengan orang tua ku, dan Hamid  juga hampir setiap hari ke rumah simbah ( ibu  dari ayah Hamid). Penting banget  membangun hubungan dengan kakek dan nenek, kakek dan nenek mana yang nggak rindu sama cucu-cunya. Tapi bagaimana mungkin anak akan merasa dekat dengan kakek/nenek jika ayah ibunya justru jarang sekali mengunjungi mereka. Jika beda kota-beda daerah bisa memaklumi, tapi sekarangkan bisa telepon atau video call, jadi gak ada alasan untuk jarang bersilaturahmi. Nah ini ada masih satu kota,  tapi  mengunjungi orang tua menunggu  lebaran saja, tidak harus menginap menyisihkan waktu libur untuk mampir sejenak, datang pagi pulang sore, sudah membuat mereka bahagia. Ada pesan sebuah iklan pada bulan puasa tahun lalu , tapi aku lupa iklan apa “ bahwa rindu adalah oleh-oleh paling berharga ketika menjenguk orang tua, karena banyak orang  yang sukses terlalu sibuk hingga  tak punya rindu untuk orang tuanya” ;(.

Membiasakan berkunjung ke rumah sepupu-sepupunya/ saudara. Tidak mesti sering, cukup sebulan atau dua bulan sekali. Paling tidak cara ini mengingatkan  dan mengenal saudara-saudaranya lebih dekat. Disini bermaksud mengenalkan hubungan,  bahwa keluarga itu berbeda dengan teman atau tetangga biasa, beda chemistrynya (hmmm..bener gitu ya?)


Membesuk ketika ada keluarga yang sakit. Ini penting banget untuk menunjukkan rasa peduli dan empati kepada keluarga, dan menunjukkan rasa cinta. Adakah ketika mendengar ada keluarga yang sakit sudah seminggu, dua minggu, tapi sedikitpun tidak ada menelepon atau mengunjungi?. Jujur saja ketika kita sakit ada yang mengunjungi, hati kita pasti senang, begitu pula lah dengan keluarga yang lain. Apalagi jika itu hubungan yang dekat ntah itu, om, bude, keponakan, Kakek ataupun Nenek. Bercerita, menghibur , atau memberi pijatan-pijatan kecil pada kaki. Hal-hal kecil seperti itu  akan  menumbuhkan keakraban dan rasa memiliki dan mencintai.

Membawa bingkisan ketika bertandang. Bingkisan atau oleh-oleh saat  berkunjung tentu saja tak harus mahal, mungkin bisa bingkisan buah atau kue, atau martabak yang hangat, atau gorengan yang dibeli di warung kecil. Minimal tidak merepotkan yang dikunjungi, ada buah tangan yang bisa dicicpi bersama di sela-sela obrolan.

Ziarah. Tentang ziarah kubur memang banyak pendapat. Tapi bagi ku membawa anak saat berziarah ke makam orang tua (kakek-nenek/keluraga lain), itu cukup penting untuk mengenalkan silsilah keluarga, mengenal dan mengenang keluarga yang telah meninggal . Untuk saat ini anakku belum pernah aku bawa, tapi jika usianya sudah cukup paham akan aku bawa.
Hal-hal  diatas tentu tidak terikat pada hubungan saudara saja tetapi juga teman, tetangga atau lingkup yang lebih luas. Untuk  awal-awal tentu kita mengajarkannya untuk orang-orang terdekat. Jika ada point yang harus ditambahkan, teman-teman bisa sharing dikolom komentar.

J-Theme