Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

ANAK USIA BATITA SENANG MEMECAHKAN SESUATU, INILAH YANG HARUS DILAKUKAN



 www.novanovili.com-[ Parenting ] Sebelum menginjak usia 2 tahun anak ku senang sekali memcahkan gelas, bahkan pernah dia sengaja mengambil gelas dalam lemari lalu melemparkannya,  sengaja  mengambil gelas yang kebetulan diletakkan dipinggir meja, sengaja menggoyang-goyang rak piring dan mengambil piring disana lalu melepaskannya.

 Awalnya aku  biasa, lalu sebel, lalu bingung, lalu memikirkan bagaimana solusinya . Sebagai manusia biasa pasti ada sebal, marah, tapi juga harus intropeksi diri, apalagi sebagai seorang ibu harus banyak sabar, banyak belajar. Berawal dari ketidak sengajaan. Ya, awalnya anak tidak bermaksud membanting kan gelas atau piring, tapi suatu waktu mungkin memegang gelas, lepas dan terjatuh.  Lalu kenapa bisa seperti ketagihan dan berulang.

baca juga : inilah saat kesabaran seorang ibu harus dilevel puncak

Menurut ku ada beberapa alasan:

  • Anak menyukai sensasi suara pecah dan kacavyang berserakan, namanya juga anak-anak kan ya..? belum mengerti. Untuk selanjutnya dia seakan memiliki kerinduan untuk melihat dan mendengar kejadian serupa.
  •  Reaksi kita yang berlebihan. Sebenarnya sih wajar saja  kita teriak berlari antara terkejut dan takut anak  luka terinjak pecahan kaca ditambah omelan yang keluar dari mulut “ misalnya , ya tuhan..kenapa dipecahin sih nak, nanti kalau luka bagaimana  berdarah loh, sakit loh..bla..bala.. ",panjang banget. Tau gak? ternyata anak sama sekali tidak menyimak yang kita omelin panjang lebar, tapi justru ia merekam reaksi wajah takut/marah kita dan suara kita yang melengking karena ketakutan. bertambah lagi  point sensasi “rindu” yang di ingin dilihatnya.Kelihatan banget saat aku buru-buru mengangkat dia, dan aku ngoceh anak ku malah serius melihat wajah ku dan seperti menikmati.

Bagaimana solusinya, langkah apa sih yang diambil?

 Sebagai ibu (semua orang dewasa di rumah)  tidak boleh lengah, pastikan meletakkan sesuatu yang mudah pecah jauh dari jangkauan anak-anak, misalnya meletakkan gelas setelah minum  di tengah meja, atau menjauhkan vas bunga berbahan kaca dari tempat yang mudah dijangkaunya. gak masalah rumah tidak terlihat indah walau bagaimanapun keselamatan anak lebih penting. Karena aalasan sebenarnya sayang anak bukan sayang vas bunga he2, jangan kebalik ya buibu :D

sumber : pixabay.com
Gantilah peralatan makanannya dari pekakas yang tidak mudah pecah, bolehlah untuk sementara waktu menggunakan piring atau gelas berbahan pelastik. Biasanya anak usia segitu kan sudah belajar untuk makan sendiri dan minum sendiri. Kita juga gak mau menghambat kemandirian anak  bukan?
Jauhkan peralatan atau pekakas yang mudah pecah dari rak piring (gak mungkin juga kan ya… ntar rak piring kosong dong.. :D), ya minimal letakkan ke rak yang lebih tinggi yang mungkin jauh dari jangkauannya. Biasanya emang gitu kan ya..? anak-anak seusia itu rak piring jadi mainan, semua perabotan diturunkan, ya panci, ya baskom, ya mangkok diturunin semua, kadang dibawa sampai ke ruang tamu.

Saat “kejadian”  anak melakukan hal yang sama, memecahkan gelas atau pring, bereaksilah  biasa. Tampakkan wajah yang biasa, jangan teriak , jangan ngomel,. Tapi tetap sigap angkat dia jauhkan dari pecahan yang berhamburan, lalu sapu bersih.

Ajak Bicara.Setelah bersih dan beres, lalu ajak anak duduk bersama beri pemahaman kepada anak bahwa itu bahaya. Nak… gak boleh lagi pecahin gelas ya…, nanti kakinya luka loh berdarah loh. Gapapa sedikit menakutinya sambil pegang tangan atau kakinya sambil agak-agak bergidik atau bagaimana. Anak usia biasanya sudah paham diajak ngomong, walau mereka sendiri belum lancar berbicara. Kenapa setelah bersih, yak arena percuma jika kita ngomel atau ngomong saat heboh ngangkat dia , terus lari-lari ambil sapu, mereka tidak akan memahami yang kita katakana, tapi malah menikmati reaksi wajah kita yang ketakutan. Pastikan saat berbicara berhadapan dengannya melihat matanya, dan dia memperhatikan gerak mulut kita. bukan sambil main atau nonton TV.

Baca juga : Orang tua cerewet, penting

Itu beberapa hal yang aku lakukan saat anak  memecahkan gelas baik sengaja atau tanpa sengaja. Bersyukur akhir-akhir ini  kebiasaan itu sudah tak berualang. Tapi tetap kita sebagai orang tua harus waspada, tidak meletakkan gelas dipinggir meja atu tempat lain yang mudah dijangkaunya.

Teman-teman punya pengalaman seperti ini, anak suka memecah atau membating  gelas? bagaimana solusiny? sharing disini yuk berbagi pengalaman.


ORANG TUA CEREWET, PENTING




 [Parenting] Miris ketika browshing dengan kata kunci “orang tua yang cerewet”, justru yang bermunculan tulisan tentang bagaimana mengatasi orang tua yang cerewet,  cara mengahadapi orang tua yang cerewet, menghadapi mertua bawel dll.  Kok rasanya orang tua cerewet itu adalah hal-hal jelek, padahal kita tahu banget kalau orang tua agak nyinyir itu pasti ada sesuatu yang dianggap salah tentang diri kita, mungkin saja mereka benar tapi mungkin bisa mereka salah paham atau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, sebagai anak tentu kita bisa menjelaskan kepada mereka secara baik, dan pasti ketemu solusinya. Jadi bukan semena-mena bilang orang tua cerewet, dan padahal ternyata kitalah yang egois.

Kisah 1
Aku punya makcik (tante) yang dalam omongannya da kesan bangga dan bilang “aku gak gernah marahin anak” , kenapa dia bilang begitu? karena dia tahu banget kalau ibuku tergolong orang tua yang cerewet bahkan tak segan menghukum kami jika melakukan kesalahan. Tapi ketika aku lihat sepupu sepupuku dari anak  tanteku ini, malah aku merasa bangga punya ibu yang cerewet. Menurutku tanteku ini terlalu diam melihat tingkah anaknya, malah membuat anak seakan semena-mena pada dia. Aku gak tahu bagaimana kehidupan masa lalunya bagaimana ia mendidik anak, tapi dari sejumlah anaknya 1 orang buta huruf, dan hanya 1 orang yang tamat SMA, bahkan anak-anaknya yang kebanyakan laki-laki itu malah jadi preman gak jelas bahkan setelah jadi kepala keluarga pun begitu, masih suka main perempuan, berjudi, berusaha dijalan yang tidak halal dll. Oke soal gak tamat sekolah dan buta huruf mungkin faktor ekonomi, tapi kebaikan akhlak bukankah madrasah pertama itu adalah orang tua dirumah. Walau gak sekolah kita masih bisa berdagang dijalan halal dalam menafkahi keluarga, walau gak sekolah tetap wajib sholat 5 waktu, walau gak sekolah bisa hormat ke orang tua dan gak bentak-bentak orang tua. Tante ku itu terlalu lemah pada anak karena berpikiran ‘ah..nanti sholat / ngaji bisa sendiri”, tapi buktinya jika hal yang sederhana itu gak dibiasakan dan tidak selalu diingatkan justru akan terbawa-bawa ketika berkeluarga.

Kisah 2
Lain lagi tentang  sebuah keluarga lain, sepengamatan ku ibu ini sangat baik ke anak-anaknya dan dia juga tidak terlalu cerewet dan sepertinya jarang memarahi anak  tapi terkadang juga bisa ngomel sesekali. Punya anak cewe usia 17 tahun, masih sekolah, jika libur suka bangun siang dan gak sholat. Seharusnya usia segitu bisa bantu-bantu nyapu , ngepel, nyuci piring, nyuci baju dll kenapa aku bilang begitu karena bukan keluarga kaya raya dan tak punya ART pula.  Yah..semisal libur dan ingin bangun siang, minimal sholat subuh dulu, bantu ibu cuci piring, atau cuci baju sendiri, nyapu lantai, mandi n tidur lagi.  Kadang si ibu ngeluh karena anak gak mau bantu-bantu, kenapa gak di suruh aja sih bu?? si ibu jawab percuma nanti yang bilang malas, atau jawab ini –itu, bikin hati sedih apalagi sampai dicemberutin. Ngomelin anak, malah balik di ngedumelin, ampun deh…. Bahkan bangunin supaya sholat aja si ibu udah males banget.
Lain lagi kebiasaan anak yang lain, kalau pergi gak pernah pamit dan salam. Yah..ibu juga tahu anak pergi kerja ntah lagi pergi survey kelapangan. tapi minimal pamitan gitu loh… “ bu aku berangkat kerja ya.. assalammualaikum”, “bu..hari ini aku mau survey..kesini..kesitu..mungkin hari ini pulang telat”, ya pokoke minimal ada salam kalau mau pergi kemana.

---------------

kok..??? ini kayaknya aku yang cerewet yah…:D hahahaha…, latihan dulu jadi ibu mertua yang bawel #eh. Dan menurut aku jadi ibu yang nyinyir dan cerewet itu penting , apalagi di zaman sekarang yang makin banyak hal-hal negatif diluar sana yang mungkin saja mencemari pola pikir anak, jadi harus ada “doktrin” orang tua yang terekam dikepala anak, yang bisa menjadi rem pakem bagi anak untuk bertingkah laku.

Membuat anak cepat paham
Pasti sudah tahu, bahwa kebanyakan anak yang  cepat pinter ngomong, kosakatanya banyak, pasti anak sering mendengar ibunya lagi ngomong ini ngomong itu, n ceriwis didepan dia. ditahap ini sebagai orang tua tentu kita bisa memilih kata-kata apa yang pantas didengar olehnya, jangan sampai kita mengeluarkan kata-kata kasar.

Membuat Anak lebih disiplin
Sudah menjadi sifat anak anak sukanya bermain dan inginbebas melakukan ini itu. Tapi sebagai orang tua wajib untuk mengingatkan mereka  atas kewajiban yang mereka emban. Mulai bangun pagi, sholat subuh, mandi, sarapan, sekolah, ngerjain pe-er, tidur siang, bermain, menjemur handuk sehabis mandi, menaruh sepatu ditempatnya. Kesannya memang nyinyir , tapi itu semua untuk kebaikan anak dengan begitu anak semakin paham dan tahu waktu bermain, belajar atau yang lainnya.

Menanamkan Sifat Gotong Royong dan Belajar Mandiri
Sebagai orang tua kita boleh cerewet ketika anak telah memasuki usia remaja atau ABG. Diusia ini anak sudah mulai berani membantah dan terkadang lebih menuruti apa kata teman dibanding orang tuanya, dan kadang suka membandingkan dengan orang tua temannya yang lebih membebaskan dibanding kita. Sebagai orang tua kita wajib tegas  dan bijak jika menghadapi anak seperti ini, karena itulah sebelum anak memasuki usia remaja kita sudah memberikan  wejangan-wejangan dan “kecerewetan” kepada mereka apa yang menjadi hak dan manapula yang menjadi kewajiban. 
Anak seusia ini bisa sdikit kita berikan kewajiban atau tugas-tugas  dirumah yang bisa mereka kerjakan. Tugas kecil itu bisa menyapu halaman, mencuci piring setelah makan,  mencuci sepatu sekolah sendiri , merapikan kamar sendiri dll. Tugas-tugas kecil ini untuk melatih kemandirian mereka, dan juga rasa memiliki rumah bersama, bahwa tiap anggota keluarga ada kerjasama untuk membuat rumah bersih rapi.

Membuat anak lebih hormat  dan memiliki sifat terbuka.
Untuk membuat anak hormat dan terbuka itu orang tua memang harus nyinyir dan cerewet. Lo kamu masuk rumah nyelonong aja sih…? beri salam. Jika mau pergi-pergi itu coba deh minta izin dulu ke orang tua. Bilang permisi dulu kalau mau lewat depan orang. Nah..hal-hal yang mungkin dianggap cerewet itu sedikita banyak membuat anak lebih terbuka dan lebih hormat. Untuk lain waktu anak dengan sendirinya bakal minta izin, atau ngomong dulu kalau mau pergi, atau pulangnya bakal cerita apa saja yang iya lakukan saat pergi, dan gak nunggu ortunya minta diceritaiN dan tak sekedar itu saja anak dan orang tua juga lebih akrab, bondingnya lebih kuat gitu deh.
---
#SelfReminder
Cerewet tidak sama dengan marah.
Cerewet sama dengan perhatian
cerewet sama dengan peduli.

MENJADI ECOMOM DAN DIAPRESIASI, INI YANG AKU LAKUKAN!


 [Parenting] Bagiku menjadi ibu atau istri yang sempurna bagi keluarga itu tidak lah mudah, namun aku selalu berusaha memberi yang terbaik untuk keluarga. Setelah menjadi ibu, pernah kepikiran gak kalau kita akan di apresiasi oleh anak kita? aku sempat terharu ketika anakku usia  yang usia 2 tahun menghampiriku lalu  Ia mencium pipi dan bilang “ yayang mmmi” dengan terpatah patah dan bahasa yang masih cadel seraya membelai pipi ku, sungguh bahagia luar biasa.. Bangga itu sudah pasti.

Bangga, karena Ia bisa mengekspresikan perasaanya melalui ciuman dan sentuhan kepada ku.
Bangga, karena Ia sudah mampu mengapresiasi orang lain atau aku sebagai Ibunya.
Bangga, karena Ia punya inisiatif untuk memberikan rasa bahagia untuk ibunya dengan cara yang amat sederhana.

Tadinya aku kepikiran, dan merasa geli kok anak sekecil gitu bisa ngungkapin sayang kaya gitu. .Eh setelah itu baru ngeh ternyata dia itu meniru kebiasaan aku . Aku tuh suka banget membelai pipinya seraya mencium.”ummi sayang hamid” . Ternyata hal-hal kecil seperti itu diam-diam ia rekam dan melakukan hal yang sama terhadap aku dan kadang ayahnya.
Begitulah anak-anak apa pun yang kita lakukan sedikit banyak akan memberikan dampak pada sikapnya. Untuk itu kita sebagai orang tua memang berhati-hati dalam bersikap apalagi tutur kata, karena anak akan meniru dalam diamnya. selain itu mungkin ada hal-hal lain yang menjadi kebiasaanku yang secara langsung dan tak langsung memberikan dampak baik utuk ia baik sekarang maupun masa datang, berikut hal-hal yang mungkin memberikan dampak pada sikapnya:

1.   Menemaninya bermain


Hal yang sebenarnya simple banget, menemani Ia bermain. Tapi ini pun sebenarnya butuh usaha. Karena sebagai ibu yang juga bekerja, gak mudah mengatur waktu untuk menemaninya bermain ataupun belajar. Namun saya bisa menyiasatinya dengan menemaninya saat sore hari sehabis saya pulang dari kantor dan mengajaknya bermain saat akhir pekan ataupun saat libur tiba. Memang tidak banyak waktu yang dihabiskan, namun waktu yang diluangkan cukup berkualitas.

2.   Melatih kreatifitasnya sejak kecil

Melatih kreatifitas disini banyak bentuknya. Biasanya saya menemani Ia bermain bola, Hamid belum pintar menendang bola  biasanya aku memberikan semangat dan jika dselesai menendang dia akan teriak senang “Yeeeee!!!” sambil tepuk tangan, kadang juga menemaninya menyusun balok-balok mainannya. Aku yakin dengan kebersamaan keakraban akan memperkuat bonding antara ibu dan anak .  Semoga suatu saat iya  memberi aku gambar bertuliskan “I Love you, Mom!” saat momen hari ibu #eeeaaaa. Hamid suka banget liat anak-anak main layang-layang, dan aku suka puterin lagu ”bermain layang-layang” di youtube dan paling senang lihat kucing-kucing lucu yang sengaja aku download dari  internet. 

3.   Memberinya makanan yang sehat dan bergizi
Memberikan makanan yang sehat berarti kita juga harus memperhatikan bahan makanan yang akan kita olah menjadi masakan. Sebagai Ibu yang juga bekerja, saya tidak mungkin setiap hari ke pasar. Biasanya aku belanja  setiap seminggu sekali, kemudian saya simpan di lemari es. Kalau beberapa Ibu takut menyimpan makanan di lemari es karena dapat menyebabkan kerusakan pada bahan makanan, aku tidak begitu. Aku biasa menyimpan makanan di lemari es dengan tenang karena memiliki fitur kontrol kelembapan yang dapat menjaga sayuran saya di kondisi terbaik. Ataupun saat menyimpan daging, ayam dan ikan sekalipun, Fitur prime fresh pada lemari es Panasonic mampu membekukan sekitar -3°C sehingga yang dibekukan hanya permukaanya saja. Pembekuan makanan dengan cara inilah yang akan menjaga bahan makanan kita dalam kondisi terbaiknya. Dengan memiliki bahan makanan yang baik dan fresh, tentunya dapat memberikan makanan yang sehat dan bergizi untuk keluarga.

4.   Mengajarkannya mencintai lingkungan


Mencintai lingkungan yang saya ajarkan pada si kecil mulai dari hal-hal simple yang biasa kita lakukan. Mulai dari mencintai lingkungan dengan tidak buang sampah sembarangan  ataupun menghemat air. Untuk menghemat air, biasanya aku tidak mengijinkannya untuk main-mainkan air kran dan aku gak suka kalau ayah Hamid nyuci motor tapi membiarkan keran terus mengalir padahal hanya tinggal mengelap atau mengeringkan motor saja, aku sendiripun pake mesin cuci Panasonic yang memiliki teknologi econavi, saya bisa menghemat air, menghemat waktu dan menghemat energy pastinya. Jadi saat menggunakan cara yang berbeda, hasilnya pun berbeda.

5.   Mengajarkannya mengepresiasi orang lain

Ada 3 kata yang kini aku ajarkan pada Hamid, agar orang-orang disekitarnya yang diajaknya berkomunikasi  yaitu kata tolong, maaf dan terimakasih. Aku belajar bahwa sebenarnya orang lain akan senang jika kita apresiasi. Begitupun saat saya di apresiasi si kecil, saat Ia mencium dan bilang sayang pada saya. Ia membuat saya senang dan terharu, saat itu. Yang kemudian saya balas dengan ucapan terimakasih dan peluk untuknya.
---
Beberapa hal yang aku sebutkan diatas yang saya sudah ajarkan pada si kecil. Aku rasa ini cukup berdampak pada sikap dan kepribadiannya. Aku percaya, hal-hal yang aku (sebagai Ibu) ajarkan akan berdampak besar pada si kecil di masa depannya. Menjadi Ibu yang baik, Menjadi smart mom, artinya aku menjadi Ecomom. Yang pasti aku akan terus memberikan yang terbaik untuknya. Bukan terbaik untuk saat ini saja, tapi terbaik untuk masa yang akan datang juga.

Bu-ibuuuu, apa yang kalian ajarkan ke anak  dan sangat berpengaruh pada sikap serta kepribadiannya sekarang? Coba cari tau dan share di komentar yuk! Terimakasih! 



INILAH SAAT-SAAT KESABARAN SEORANG IBU HARUS DILEVEL PUNCAK


 [Parenting] Menjadi seorang  ibu itu memang tidak mudah. Perlu  bagi wanita lajang untuk memperbanyak ilmu  baik dari baca buku ,atau mengunjungi  website yang  membahas tentang ilmu parenting . Jujur aku juga waktu masih gadis hampir tak pernah ngeh dengan semua ini , paling cuma mengamati tentang cara pola asuh dari sekitar aku  ,bisa tetangga atau keluarga sendiri, bahkan juga bisa mempelajari memahami pola asuh orang tua sendiri,ambil positifnya dan buang jauh-jauh jika itu sangat tidak baik. Kenapa  harus dibuang jauh? ya jangan sampai anak kita juga mendapatkan pola asuh yang sama seperti yang kita rasakan. Jika kita dulu mungkin sering mengalami kekerasan, ya pola ini jangan sampai berulang. Soalnya nih banyak cerita, jika ayah kita misalnya suka menjewer dan membentak kemungkinan besar ketika kita punya anak ,kita akan melakukan hal yang sama.


Untuk  menjadi orang tua memang harus siap baik secara lahir maupun batin, karena lelah itu bukan cuma fisik tapi secara perasaan juga. Makanya terkadang ada new mom yang terserang  baby blues syndrome karena  merasa cemas dan lelah setelah melahirkan.

baca juga : Mitos dan Fakta  kaki bengkak saat hamil

Rasa lelah yang tak dikelola secara baik akan menimbulkan rasa kesal,marah, dan sayangnya anak yang tak tahu apa-apa terkadang menjadi pelampias kekesalan. Biasanya marah ke anak itu adalah akumulasi dari  PMS, capek beberes rumah, transferan suami kurang hhahaaha, harga belanjaan naik , yah..kayaknya hayati emang lelah ditambah kurang piknik.Jangan sampai anak malah jadi tempat mencurahkan kekesalan,anak bukanlah tong sampah tapi  anak adalah asset/investasi masa depan kita baik dunia maupun akhirat,wajib kita pelihara kita didik secara baik. Pasti kita tidak mau anak yang kita besarkan menjadi musuh kita dimasa depan dan jadi anak yang kasar. 


Inilah saat-saat kesabaran ibu  harus berada di level puncak :D,

Saat anak tau mau makan.
 Ntah kenapa ya, jika anak  sedang gak mau makan itu kok rasanya gemezzz abis, sudahlah buru-buru dikejar waktu mau ngantor,kok anak malah “berulah”.  Nah sebelum marah-marah mending tarik nafas dulu. Apakah anak gak mau makan itu hampir setiap hari, ataukah waktu tertentu saja.?

Jika anak malas makan   cari dulu alasannya:
Apakah anak banyak ngemil  atau banyak minum susu? jika ya, artinya semua itu wajar. Selama ini yang kita pikirkan yang namanya makan itu ya harus nasi. Misalnya satu jam lalu anak sudah minum satu gelas susu dan roti,sekarang kita malah nyodor-nyodorin sendok buat makan, ya pasti bakalan “perang” penuh drama.

Lagian kadang kitanya juga suka salah strategi . Jadi nih, jika  kita ingin anak  makan nasi  sebaiknya jauhkan camilan dan jajanan dari anak  menjelang waktu makan,biasanya anak lahap makan jika berasa lapar, untuk susu dan camilan,kue dan lain-lain bisa satu jam setelahnya atau lebih.

Kita boleh khawatir jika anak tak mau makan  hampir setiap hari dengan kondisi tubuh yang  tak sehat dan tidak aktif. Sebaiknya kita konsultasi ke dokter, atau diberi vitamin dll. Jadi marah-marah saat anak tidak mau makan itu kurang tepat,lalu  nunjuk hidung sendiri hahahaha. kalau kata mertua ku”nek gelem minum susu ya ra popo”, selama dia mau minum susu dan makan yg lain ya gak masalah gitu katanya,tapi kadang ya kok gemezz juga alasannya takut masuk angin, padahal anakkan harus masuk angin ya?, kalo  nggak gimana mau bernafas coba? bernafas itu kan menghirup anginkan??? itu udara Nova!! udara!

 Anak tak mau tidur siang.
Nah, kadang suka gitu kan ya?. Pernah aku bolak-balik memasukkan Hamid keayunan biar bobok siang udah sambil ngedot pula,eh susu habis dia malah duduk cengar cengir, ya udah diturunin 15 menit kemudian aku masukin lagi,turun lagi masukin  lagi,dan dia berontak nangis-nangis pada hal biasanya jam segitu sudah tidur, tambah nangis liat muka emaknya kaya singa lapar ngomel-ngomel hahhahhaa. Gemezzz ..banget, apalagi ingat cucian belum dibilas dijemur,belum masak. Ehm…cek kedalam hati ini jengkel karena anak  belum mau tidur apa karena berasa capek lelah harus ngerjain itu semua?! :D padahal mau main inet hihihihi

Ya udah…, akhirnya  aku biarin dia main sendiri dan aku selesaikan kerjaan, sambil intip-intip kalau-kalu dia manjat (takut aja jatuh). Akhirnya kerjaan selesai ,aku liat  dia angop-angop lalu ku masukin ayunan lalu hening dia bobok.Nah, wajar aja anak tidak mau tidur la wong ga   ngantuk :). Hikmahnya anak tidur disaat kerjaan beres itu, kita juga rebahan dengan tenang dibawah ayunanannya sambil tangan kiri sesekali ngayun dan tangan sesering tangan kanan  maianan socmed, hehee.

Untuk anak yang lebih besar juga begitu kan ya,    emaknya yang teriak-teriak suruh tidur siang sedangkan  anaknya asyik sendiri,yang sebenarnya tidak ngantuk. Istirahat  siang itu kan tidak mesti tidur lelap,  selama gak mainan diluar ya gak masalah. Jika gak mau  tidur siang, biasanya anak tidur malamnya lebih cepat dari biasa. Berasa buang tenaga ngomel panjang lebar apalagi jika sampai jewer-jewer anak meminta agar tidur siang ,jika mengantuk mereka bakalan tidur kok.

 Saat Anak menumpahkan/memecahkan sesuatu.
Beberes rumah itu emang capek, tapi tak sepantasnya memarahi anak hanya ia tanpa sengaja memecahkan gelas atau menumpahkan minuman. Garis bawahi “Tanpa Sengaja”, ya mana ada anak yang ujug-ujug sengaja nendang gelas,atau nyenggol minuman. Jadi untuk apa sih mesti mencak-mencak ngejambak rambut anak atau menjewer kupingnya,berasa serem sendiri ngebayanginnya. Seperti sebuah tabungan jangka panjang, dan kelak bisa jadi kita yang digituin.



Terus kalau sengaja bagaimana?,

wah..ini patut dipertanyakan, jika anak usia SD dinasehatin terus ngelawan, banting gelas,ini menurut ku orang tua terlalu  lemah mendidik anak,kita bisa sedikit tegas dan tegas itu bukan penyiksaan. Anakusia SD bahkan TK sudah bisa diajak kompromi dan diskusi,bikin peraturan dan sanksi jika ia melanggar. Jika anak udah kuliah banting gelas nendang pintu, itu bisa jadi kesalahan masa lalu dalam mendidik anak,yang terlalu keras,atau terlalu lemah sehingga tumbuh sebagai anak penentang

Jika usia dibawah dua tahun banting gelas itu artinya apa??
itu artinya orangtua yang sembrono hahahah, seperti aku :D. Hamid  beberapa kali memecahkan gelas, karena aku terlalu dekat menaruh gelas, dia ambil dan  minum kemudian blarrrr!!! dia lempar, sengaja  banget cari  perhatian emaknya :D, kangen seharian di tinggal.

Aku sih gak sempat marah karena udah duluan diomelin emakku, “lagian naruh gelas tepi meja banget,agak ketengah meja yang dia gak nyampe,gelas pecah sih gak masalah,takut aja dianya luka”,iya lah mak sayang cucu :D.

Saat anak tak mau belajar.
Kalau ini seorang ibu harus mesti sabar,harus ada pendekatan khusus, apalagi jika anak sudah sekolah. Dan saat mengajar dan membantu PR mereka memang mesti sabar jangan sampai membentak atau ngata-ngatain anak bodoh, karena mereka butuh dihargai,jika tidak, malah jadi beneran malas. Jangan sampai anak merasa tertekan dan takut saat belajar dengan kita, ya takut dimarah ya taku salah.lama-lama malah gak mau dekat-dekat lagi, berasa emak tiri kalah sama Ashanti.


Nah..buibu sekalian bagaimana, kalo lagi PMS, lagi capek, lagi kesal, apa sih yang bikin buibu tambah emosi ngeliat kelakuan anak??? bagi donk ceritanya.

TINDAKAN SEDERHANA CINTA LINGKUNGAN ALA ECOMOM

novanovili.com- Sebagai seorang ecomom, ada baiknya kita update sama perkembangan zaman. Kapan hari aku pernah membaca tentang bahaya global warming dan dampaknya pada lingkungan. Asli ya, agak serem juga baca dampak yang bisa ditimbulin dari gobal warming. Salah satu dampak buruknya adalah terjadi perubahan iklim dan cuaca, gunung es bakal mencair dan es yang mengapung di laut tambah sedikit aja.  It means bumi bakal kena pemanasan global. Aduh, kebayang deh gimana kalo seluruh dunia kena pemanasan global. Sekarang aja nih sudah berasa banget perubahan iklimnya dan kadang cuaca gampang banget berubah-ubah. Di Riau sendiri terkadang matahari begitu terik dan menyengat, dan tiba-tiba saja berubah terus hujan plus angin dan petir. Ditambah lagi sering kebakaran hutan yang dipastikan dapat merusak lapisan ozon dan membuat suhu di riau semakin meningkat.


Walaupun cuma artikel, tapi ini ngefek banget sama diri aku. Tiba-tiba jadi takut aja kalo apa yang aku lakuin malah menambah dampak global warming. Dari situ deh, aku kepikiran buat mengatasi global warming, minimal dari keluarga aku deh dengan melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat untuk lingkungan. Ada beberapa rencana yang bakal aku lakuin buat mengurangi dampaki global warming, beberapa rencana ada yang udah berjalan sih. Berikut beberapa hal yang udah aku lakuin sama keluarga.

1.    Mengajarkan anak untuk cinta lingkungan


Sekarang anak ku baru satu sih dan baru berusia dua tahun tapi aku berusaha mengenalkan kepadanya tentang pentingnya cinta lingkungan. Mungkin dia belum paham jika dibeberkan tentang cinta lingkungan dan global warming ya? he2  Tapi, yang aku lakuin adalah pelan-pelan  dengan memberi contoh. Misalnya nih, kalo lagi jajan, bungkus makanannya aku suruh buang langsung ke tempatnya. Ya pokoknya as simple as that lah ya. Sangat sederhana , tapi efek kedepannya tak sesederhana itu, dengan member contoh kebiasaan membuang sampah pada tempatnya akan terekam dalam ingatannya, dan akan melakukan hal yang sama ketika dia sudah besar nanti

Buat  yang tinggal di daerah dekat sungai, pantai , sawah atau pegunungan, sesekali bisa mengajak anak-anak kesana bercengkrama. Buatlah sebuah kegiatan menyenangkan misalnya mandi ke sungai, mencari belut disawah, atu sekedar membuat istana pasir dipantai anggaplah ini merupakan  sedikit kecil usaha agar mereka dekat dengan alam.

2.    Memberikan contoh


Kita yang ngajak, kita yang ngajarin, ya udah pasti kita juga harus ikut praktekin hidup cinta lingkungan buat mengatasi dampak dari global warming. Salah satu contoh kecil, aku sering banget kalo keluar rumah bawa tumbler sendiri, jadi ga perlu beli air minum kemasan diluar sana. Dirumahpun aku jarang beli minum kemasan,lebih sering bikin minuman sendiri, kayak jus buah gitu. Makanya aku selalu sedia buah-buahan didalem kulkas yang punya teknologi econavi inverter, energy savingnya bisa menghemat energy dan mendinginkan lebih cepat, jadi kalo bikin jus aku jarang pake es batu, cukup disimpen sebentar dikulkas juga dingin.

3.    Kerja bakti keluarga 
Kemarin sempet baca artikel tentang tips parenting disini ecomom.co.id ternyata ya banyak juga kegiatan sederhana yang bisa kita lakuin supaya bikin si anak aktif. Salah satunya ya dengan ngajak anak  bekerja bakti, kasih dia tugas-tugas kecil buat lingkungan, misal nyiram tanaman.

Berhubung si bocil ku masih pecicilan manjat sana sini, paling ya cuma aku bujuk untuk membereskan mainannya yang berantakan. Misalnya masukin balok bongkar pasangnya dalam keranjanng sambil belajar berhitung, 1,2,3 gitu hahahaha..

4.    Memberikan barang-barang ramah lingkungan

Kasih mereka barang-barang ramah lingkungan, misalnya sapu tangan, tumbler dll. Biar mereka terbiasa aja sih buat lebih ramah lingkungan dengan pake barang-barang yang bisa digunakan terus menerus, bukan barang yang sekali pake terus dibuang, yang bikin sampah didunia ini semakin bertambah.

---

Kalo emang cinta lingkungan, ayok kita ajak orang-orang terdekat kita buat turut andil dalam usaha mengurangi dampak global warming. Ga usah yang berat-berat, kita bisa mulai dari membuang sampah pada tempatnya. :D , mengurangi penggunaan kertas kresek dan menggantinya dengan kantong kain atau keranjang yang buat ibu-ibu kepasar, nah ini kan bias berkali-kali pakai ya...

Bagaimana tindakan mama di rumah, sudahkah menjadi mama yang ecomom?

         

Sebuah catatan ketika anak memiliki idola



 [Parenting]Aneh rasanya jika kita melarang anak untuk  tidak ngefans sama artis, penyanyi, bintang fim atau orang hebat yang lainnya, toh kita sendiri juga punya penyanyi pavorit  atau sosok idola juga kan?.  Mengidolakan  orang terkenal, pintar, hebat dibidangnya itu dalah hal yang lumrah,  selain itu juga menumbuhkan semangat anak mengejar cita-cita seperti orang hebat yang iya kagumi.

Sebagai orang tua kita harus tahu kenapa sih, anak  begitu kagum dan menjadi fans dari sosok tersebut. Ini bukan mencampuri  urusan anak, tapi tentunya kita sebagai orang tua tetap harus mengarahkan anak. Misalnya ngefans sama penyanyi X itu alasannya apa: apakah suaranya bagus? orangnya ganteng/cantik? baju-bajunya/dadanan yang keren? atau sifatnya yang religious dan pergaulan yang nggak neko-neko. Dari alasan yang mereka kemukakan kita jadi bisa mengarahkan mereka apakah setuju ? jika tidak tentu kita bisa memberikan wejangan agar anak tak ngefans pada sosok yang iya idolakan itu.

Bukan berlebihan jika ini menjadi salah satu yang wajib  menjadi perhatian orang tua karena terlalu banyak kejadian-kejadian miris, dan tak mengenakkan terjadi akibat  mereka terlalu mengagungkan idolanya itu. Mungkin juga orang tua terlalu memberi kebebasan kepada anak mau mengidolakan siapa saja atau orang tua juga mendolakan orang yang sama. Arahkan anak untuk mengidolakan dari sisi prestasi dan pribadi yang baik dari seorang idola karena untuk pakaian luar itu gampang untuk ditiru tapi jika sebuah prestasi maka melecut semangat anak minimal bersemangat untuk meraih prestasi juga. Memang tidak mudah, karena perasaan suka dan mengidolakan seseorang itu juga dipengaruhi oleh teman-teman disekolah atau yang lainnya. Tak hanya sekolah tapi juga lingkungan bermainnya, tiba-tiba anak pulang bawa poster, ntah siapa ?rambut panjang, bertato, orang luar pula, jadi tarik nafas panjang , tepok jidat kucing, urut dada ayam :D  (biar ga terlalu serius)

Ketika anak mengidolakan sosok tokoh tertentu ada baiknya kita beri pemahaman akan hal berikut :

Sewajarnya.  Mengidolakan sosok itu cukup sewajarnya saja dan tidak jadi fans fanatik atau menggilai. Beli poster sang idola boleh, tapi bukan artinya harus mengoleksi foto yang berlebihan . Nonton konser sang idola  sesekali itu wajar, tapi bukan setiap konser dan harus  heboh nangis-nangis histeris, bahkan pingsan. Nangis  dan histeris itu bukanlah mengidolai secara sehat bisa saja keidolaan itu berubah jadi obsesi, yang menjurus kepada tindakan yang tak wajar. Tapi beda ya, jika yang diidolakan itu seperti penulis atau tokoh nasional, walaupu terlihat sangat-sangat mengidolakan tetap terlihat wajar, karena yang dikoleksi pasti buku-buku karangan sang tokoh idola.

Tak ada yang sempurna. Berikan pemahaman bahwa sosok yang diidolakan itu bukanlah manusia yang sempurna tanpa cela. Banyak yang terkaget-kaget, tak percaya bahkan membela ketika sang idola diberitakan  telah melakukan sesuatu yang buruk. Bagi yang  begitu fanatik mungkin akan membela apapun yang terjadi walaupun telah melanggar  sebuah norma hukum dan kebiasaan masyarakat. Lucunya terkadang banyak yang membela ketika belum ada kejelasan suatu masalah, padahal mungkin saja sang idola  benar-benar salah, semacam tak terima dengan keadaan  sebenarnya. Jika suatu kesalahan itu benar telah dilakukan, sudah sewajarnya  kita tidak suka pada sosok tersebut, justru jika terus dibela dan dikagumi  walau salah, bisa saja sang idola malah jumawa dan tak mau berubah tetap memberikan contoh jelek,  toh tak akan kehilangan fans. Tak ada yang sempurna bukan artinya harus menerima apa adanya sikap yang tak baik, tapi bagaimana berprilaku semestinya.

Jangan jadi haters. Judulnya saja sudah pembeci, apakah kita mau jadi pembeci? Benci dengan sosok  yang tidak pantas untuk digandrungi dan memberikan contoh yang tidak baik, itu harus. Tetapi jika benci buta itu bisa dibilang sakit jiwa.  Dimedia sosial  banyak bertebaran para haters, apakah termasuk didalamnya anak kita atu bahkan kita juga?. Haters ditandai dengan komentar-komentar yang bernada negatif. Komentar para haters   selalu bernuansa menyalahkan, semua tak ada yang benar, jika ada setatus baik maka disangkai buruk, jika status negatif komentar pun lebih nyelekit, hal seperti ini apa  bisa dibilang semacam penyakit jiwa? ntah lah.  Haters timbul bisa juga bersumber dari cinta buta , yang terlalu menggila , mengidolakan si X tapi benci buta  pada si Z . Jadi X ini akan terlihat selalu baik jika ada  koment miring dari fans Z, maka pengidola X beraksi dengan kata-kata pedas  dan makian, gak sehat banget secara mental. Apalagi banyak  para haters yang dilaporkan kepolisi.

Bagaimana menurut teman-teman apakah ada hal yang perlu ditambahkan..sharing yuk..jangan lupa share dan komentar saran ya… :D

#SelfReminder
#belajarjadibunda



PENTINGNYA ILMU PARENTING BAGI ORANG TUA


Mendapat panggilan ayah atau bunda adalah moment yang paling membahagiakan. Menjadi orang tua itu memiliki kebahagiaan tersendiri, apalagi jika anak-anak tumbuh sehat dan bahagia dalam didikan tangan "dingin" kita namun terasa hangat hingga ke hati :) . Menjadi orang tua yang dapat mendidik anak dengan baik itu tidaklah mudah. Kesabaran dan keikhlasan dan pengetahuan orang tua sangat berperan penting untuk menciptakan sosok generasi terbaik  yang siap melangkah kedepannya.

KETIKA ANAK TUMBUH SEBAGAI PENENTANG


[ Parenting] Melihat anak tumbuh menjadi remaja dan ceria, orang tua mana yang gak bahagia, ya mak. Banyak emak yang  bangga selfie disamping anaknya, eh lihat nih teman main aku, yeaay anak ku sudah jadi bujang, lihat  my junior  sekarang udah melebihi tinggia aku, dan  kalimat semacamnya.  Inti  “pamer” foto itu adalah sebagai luapan kebahagiaan dan ada rasa bangga ketika merasa ternyata aku bisa juga membesarkan anak, ternyata aku bisa merawat dan mendidik mereka  hingga sampai seusia sekarang,  apalagi jika mereka tumbuh menjadi anak baik dan sholeh.

5 ANCAMAN YANG MENJADI TANTANGAN ORANG TUA DIPENGHUJUNG ZAMAN



 [Parenting] Menjadi orang tua itu tidaklah mudah karena tak hanya bertugas membesarkan anak, dan memenuhi semua kebutuhan fisik dan hal-hal yang bersifat materi saja.  Semua setuju bahwa anak adalah titipan Tuhan  yang  harus dijaga  dan mendidiknya jadi pribadi yang mencintai dan dicintai Tuhan.

J-Theme