Anak.
Lagi-lagi soal anak. Aku tau banget rasanya di tanyain kapan hamil, kapan, punya anak, sedangkan kita gak bisa jawab, seperti pertanyaan kapan kamu bakal mati, karena kita gak bakalan tau kapan jadwal wafat seseorang, semua rahasia Tuhan.
Baca juga : Ketika buah hati tak jua hadir
Makin kesini ternyata makin banyak yang menyadari bahwa pertanyaan ”kapan hamil” hanyalah sebuah basa basi yang tanpa sengaja bisa saja melukai perasaan orang yang ditanya. Walaupun masih banyak yang sengaja menanyakannya dan sengaja agar yang ditanya terpojok, terluka. Bahkan masih banyak menganggap dirinya lebih hebat karena punya anak banyak dibanding yang gak punya anak tapi kaya. Padahal urusan baik tidak baiknya seseorang yang bisa menilai hanyalah sang pencipta Tuhan semesta tergantung amalan masing-masing, jika bisa memilih pasti orang akan memilih untuk memiliki anak banyak (relatif) dan kaya raya. Tapi manusia bisa apa? karena semua telah tercatat di langit, iya to?
Nah, belakangan ini banyak ibu-ibu yang sedikit mengeluh karena rumah berantakan, gak bisa rapi karena punya anak aktif. Bersihkan ruang tamu, ruang tv berantakan, rapikan ruang keluarga, kamar seperti kapal pecah, bersihkan kamar , keran air melimpah-limpah. Ya begitulah warna warni kehidupan, kalo gak mau kerja gak mau rapi-rapi rumah jangan jadi ibu rumah tangga, jadi ibu Negara saja biar dituntut ngerapiin pemukiman kumuh #eh tambah sibuk dong.
Mungkin bukan maksud mengeluh, cuma tuntutan bikin status aja kali..ya? karena setiap melongok social media yang ditanya “Apa yang sedang anda pikirkan?” akhirnya terpaksa nulis begituan karena habis beberes rumah karena ulah anak-anak yang bahagia.
baca juga : inilah saat-saat kesabaran ibu harus dilevel puncak
Dari keluhan-keluhan yang sering bermunculan di ranah social media yang semua orang bisa baca , bisa lihat, ikut merasakan. Akhirnya terbitlah kalimat-kalimat/meme-meme yang membesarkan hati para ibu, biar selalu happy walau anak sudah berantakin isi rumah, biar bisa nge teh sariwangi walau liat ruang tamu terbalik. Kalimat apa sih?
“Tanpa anak-anak rumah kita mungkin akan bersih, dompet akan penuh, tapi hati kita akan kosong”
“ Bagus donk rumah berantakan banyak anak, dari pada kaya gak punya anak”
“ Lebih baik rumah ramai berantakan dari pada rumah sepi tapi gak punya anak”
dll
Sekilas memang gak salah sih kalimat-kalimat yang ditujukan untuk membesarkan hati para ibu, agar lebih bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang. Tapi sekilas juga menurut aku yang baperan ini kok kalimat-kalimat itu sedikit tajam, seolah-olah yang ngata-ngatain rumah berantakan dan ramai itu adalah para ibu yang belum punya momongan. Jika kalimat-kalimat tersebut dibaca oleh para perindu anak, para pelantun doa yang belum diberikan keturunan pasti sedikit banyak akan merasa “teriris” merasa kecil hatinya.
Tapi ada satu status teman blogger yang juga konsultan nama ,yaitu mba Armita Fibriyanti, yang membuat hati ibu yang rumahnya berantakan menjadi bahagia sekaligus bersyukur dan tentunya tidak akan melukai hati teman-teman yang belum dianugrahi anak oleh Allah.
Status ini langsung mendapat tanggapan rame dari bu ibu cuantik semua bernada positif penuh doa dan komentar-komentar lucu , saling tertawa tapi tak ada yang merasa kecil hati.
Bahagia kita akan bertambah ketika kita bisa membahagiakan orang lain, tapi tentu kita tidak ingin hanya membahagiakan disatu sisi sedangkan sisi lain ada yang terluka. Kalau udah pasang status beginian yang belum dikasih momongan langsung melipir, apalagi koment-koment pendukung bertaburan dengan kalimat senada.
Tapi semua itu manusiawi kok, kadang kita tanpa sadar melakukannya, saya yakin buibu yang pasang status begitu tidak bermaksud untuk melukai perasaan teman-teman.
Baca juga : 5 hal absurd yang tidak disukai wanita saat hamil
Ah..ini cuma menurut perasaan ku sih... kalo teman- teman menanggapinya bagaimana?

