Setelah mengandung sekitar 9 bulan lebih, saat – saat menjelang persalinan adalah saat paling mendebarkan bagi seorang ibu. Ada rasa tak sabar untuk melihat bagaima rupa si jabang bayi yang selama ini mengulet-ngulet menyentuhnya dalam kandungan. Tak hanya ibu yang mengandung bahkan seluruh anggota memiliki rasa yang sama ingin melihat si mungil lahir ke dunia. Saat Hamil dan melahirkan memang saat-saat membahagiakan. Apalgi buat yang sudah lama menantikan kehadiran buah hati ditengah keluarga.
Bahasan kali ini sedikit menyinggung pelajaran bahasa Indonesia, karena aku ingat ada salah satu bab pelajaran bahasa Indonesia kalau nggak salah ketika aku sekolah smp, yang membahas tentang perluasan makna, penyempitan makna, peyorasi dan ameliorasi. Hmm, tapi gak serius banget, tapi ini penting karena merupakan bagian perkembangan bahasa di tanah air Indonesia kita #halaaaah :D. (Paragraf pertama aja udah bikin males)
Penyempitan dan perluasan makna sebuah kata itu ternyata di pengaruhi perkembangan jaman. Terbukti sekarang banyak sekali istilah –istilah baru yang muncul, yang dulu mungkin sudah ada tapi sangat asing terdengar ditelinga, dan sekarang ternyata justru jadi familiar banget.
Oke kembali ke judul, Ketika Panggilan Mengalami Penyempitan Makna. Jadi dulu saat belajar ibu guru menerangkan kalimat yang ada di buku cetak tentang beberapa contoh kata panggilan yang mengalami perluasan makna adalah kata “ibu” jika dulu ibu hanya panggilan untuk wanita yang melahirkan kita , kini ibu bisa digunakan untuk panggilan ke semua wanita yang dihormati tak hanya lebih tua usia tapi juga karena pangkat, misalnya ibu guru, ibu camat dll.Contoh panggilan yang mengalami penyempitan makna adalah kata “bibi” jika dulu adalah panggilan untuk istri paman, atau orang dewasa yang usianya lebih muda dari orang tua kita, tapi kini bermakna lebih sempit yaitu panggilan untuk yang bantu-bantu dirumah/ ART.
Setelah 20 tahun berlalu ternyata banyak berubah, jika dulu dengan maksud menghormati dan kelihatan lebih sopan, ternyata kini justru berbalik dan dianggap tidak sopan. Jika dulu panggilan “mbak” untuk daerah jawa itu adalah panggilan halus dan sopan bahkan anak kecil perempuan juga dipanggil mbak. Tapi ternyata panggilan mbaK itu memiliki makna yang khusus dan sempit yaitu mbak-mbak yang bantu-bantu dirumah. Ah ..ternyata jaman membuat orang ingin selalu dipanggil muda kalau dulu bibi sekarang jadi mbak, naik pangkat satu generasi :D.
Terus yang dipanggil mbak dipanggil apa?. Nah, karena tak ingin disamakan dengan yang bantu-bantu dirumah yang mbak-mbak maunya dipanggil “kakak” , bahkan anak kecil sekalipun. Keponakan ku usia 8 tahun juga tidak mau dipanggil mbak, jadi ceritanya sepupu aku yang di Jakarta mudik ke Riau, dia punya anak cewe usia sekitar 8 atau Sembilan tahun gitu, maksud hati sih mau ngajarin Hamid hormat sama yang lebih tua jadi manggilnya “mba Keysa”, terus sepupuku aku nyolek “stttt.. jangan panggil mbak, dia gak mau dipanggil mbak maunya dipanggil kakak”,”Loh..kenapa?”, “iya.., dia bilang emang keysa mbak-mbak yang masak dirumah”. Oalaaaaah…, aku jadi ngikik dalam hati, Kids jaman now (eh istilah ini beberapa bulan lalu belum ada).
Oh, Iya ada satu kisah lucu yang baru kemarin diceritakan kakak ku. Jadi saat dia kepasar , ya namanya didaerah pasarnya emang tradisional banget, banyak yang jualan cuma gelar tikar terus naroh sayur dan ikan sungai begitu saja. Jadi ceritanya kakak ku belanja dan mau tanya harga “ mak, mak itu harga ikan nya berapa?” itu yang jualan nunduk dan gak peduli, dan kakak ku nanya sampai berkali-kali tapi yang jualan cuek aja. Akhirnya nanya sama yang jualan disebelah “itu kenapa?”, yang ditanyain tentu saja nggak tau, akhirnya yang jualan buka suara sembari ngomel sodara-sodara! , mau tau apa katanya. “Enak aja manggil mamak-mamak, awak masih muda gini, panggil kakak lah!”. Ya tuhan, terus kakak ku bilang, kalau aku mah terserah aja mau dipanggil orang, kakak,mamak, ibu asal jualan laku. Padahal tu ibu-ibu yang jualan udah tua juga dan sudah punya anak cucu. Ah ternyata panggilan ‘kakak’ sudah merembet ke area pasar hahhaaha, gak mau dipanggil emak-emak, apa disuruh bikin blog dan gabung ke emak blogger dulu ya?
Ternyata kini menyebut dan memanggil dengan sebutan lebih tua itu dianggap kurang sopan. Dan fenomena ini disadari oleh pelaku bisnis, yang berdagang, bahkan tukang angkot dan tukang ojek sekalipun. Jadi agar dapat pelanggan dan pelanggan senang maka abang tukang ojeg dengan senang hati memanggil pelanggannya “kakak”, walaupun ibu-ibu dan bercucu. :D, apa lagi si ibu yang dipanggil kakak itu tersenyum menyeringai #apaansih.
Kalau aku pribadi sih terserah saja mau dipanggil siapa, dipanggil ibu boleh walau agak baper ,wkwkwkwk, dipanggil kakak juga lebih bergairah :D. Cuma jujur saja belum bisa move on dari panggilan kakak walau sekarang sudah bisa menyadari bahwa banyak yang memanggil ibu.
Memang sudah naluri perempuan ingin selalu terlihat lebih cantik dan lebih muda, dan iri liat Puspa Dewi masih seger burger diusia 50 tahun. Jangan iri kalau kitanya aja malas merawat tubuh dan mandi suka dijamak, jangan iri kalau lebih senang makan jeroan, kaki dan kepala ayam daripada ngunyah wortel mentah. Emangnya siapa yang iri sih?! ;D *celingak-celinguk. Dan bahkan ada yang tidak mau pakai kerudung karena takut terlihat seperti orang tua atau takut dipanggil ibu. Aduh..kalau alasan belum siap mungkin masih bisa diterima ya, karena soal hati. Tapi kalau takut dipanggil ibu-ibu kok ya berlebihan, kan jadi doa kalau ada yang manggil dengan sebutan “ibu haji”, pada hal nginjek pasir mekah aja belum pernah hehehe. Sekarang kerudung kan sudah banyak modenya , bahkan makainya juga simple dan gak ribet seperti kerudung pashmina , dan banyak bermunculan hijab – hijab terbaru yang membuat penampilan lebih anggun dan muda.
Satuhal yang kita sadari ternyata kita berada dizaman dimana setiap orang ingin gak mau disebut tua. Kalau teman-teman disini suka dipanggil sebuatan apa sih, mba, kakak, tante, atau ibu?. hmm… aku juga pernah dengar ada yang gak mau dipanggil tante, “enak aja..emang saya tante-tante”. Memang nya “tante-tante” disini punya makna yang menyempit juga kah..?? apakah tante-tante itu memiliki aroma negatif atau bagaimana? (serius nanya). O iya? buat yang laki-laki sukanya dipanggil mas, bapak, om, atau babang ,ah..jadi inget Hamish Daud:D, efek kebanyakan ngikutin akunt gossshhhhhip.
Bersyukur sekali di era sekarang banyak orang tua sadar betapa pentingnya pendidikan untuk anak. Pada umumnya masyarakat berpikir bahwa tingkat pendidikan mampu menunjang kehidupan yang lebih baik, anak tak cukup sekolah hanya sampai pendidikan menengah atas saja. Sulitnya lapangan pekerjaan untuk tamatan SMA membuat orang tua berusaha keras agar anak bisa kuliah melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan kehidupan yang layak dimasa depannya. Para orang tua berusaha keras agar bisa mewujudkan impian anak-anaknya bahkan rela menjual harta yang mereka miliki seperti tanah, perhiasan, bahkan meminjam sebagai pertolongan pertama saat biaya pendidikan anak kurang.
Pada suatu hari Lia (sebut saja begitu ) datang ke rumah Rina. Lia bermaksud mengajak Rina jalan-jalan sekedar makan diluar dan ngobrol. Tetapi seampai dirumah Rina, Rina terlihat repot membantu ibunya didapur. Ya, Ibu Rina adalah pedagang makanan bisa dibilang buka warung makanan. SEbagian tugas ibunya Rina yang mengerjakan seperti menggiling bumbu dll. Rina meminta Lia menunggu, dia ingin menyelesaikan pekerjaannya dulu dan kemudian baru pegi keluar. Melihat Rina yang lagi repot yang keliahatan hidupnya begitu ribet (menurut penilaian Lia), pagi-siang bekerja, sore sampai malam membantu ibu untuk berjualan esok harinya. Lia berbisik “ah..kenapa kamu gak menikah saja dari pada ribet gini bantu orang tua, kalau nikah kamu kan bisa tinggal sama suami gak dirumah ini lagi”.
---
Adakah diantara kita yang menikah dengan alasan seperti yang diutarakan Lia pada Rina. Terkadang banyak menganggap menikah adalah sebuah solusi dari masalah yang kita hadapi. Ya, mungkin menikah bisa jadi solusi untuk beberapa hal, tapi tentu tidak seutuhnya, karena menikah bukanlah pelarian.
Menikah adalah ibadah maka mulailah dengan niat yang baik membangun rumah tangga , bukan karena ingin jauh dari orang tua, bukan karena bosan dengan hidup yang sekarang, atau karena patah hati dan balas dendam dengan seseorang. Menikahlah disaat benar-benar siap menjalaninya, karena menikah itu bearti menambah kewajiban dan tanggung jawab, ada kesiapan mental didalamnya.
Menikah adalah ikatan untuk seumur hidup bukan sehari atau dua hari bukan sebulan dua bulan. Ada yang berani bilang udah nikah saja dulu nanti jika nggak cocok tinggal cerai saja. Cerai tak semudah yang di ucapkan. Buktinya banyak yang bertahan dalam pernikahan walau kenyataannya pernikahan yang ia jalani banyak sekali kerikil yang menghalangi, entah dari segi ekonomi hingga perselingkuhan bahkan KDRT dan tetap bertahan hingga puluhan tahun. Tak semua yang bisa dan kuat untuk mengambil jalan berpisah, apalagi sudah memiliki anak.
Baca Juga : 5 Hal yang membuat istri bertahan, ketika pasangan selingkuh
Baca Juga : 5 Hal yang membuat istri bertahan, ketika pasangan selingkuh
HIdup ini adalah perpindahan dari satu masalah ke masalah yang lain, jadi percuma saja jika maksud menikah adalah untuk menghindari permasalahan hidup. Bahagia itu kita yang ciptakan, walau hidup disituasi dimanapun jika kita mensyukuri apa yang kita punya , berdamai dengan keadaan, berusaha tenang menjalaninya, insha Allah langkah kaki menjalaninya terasa tidak begitu membebani (#selfreminder) ☺ . Faktanya pernikahan yang kita jalani tak seindah dan seromantis yang kita bayangkan diawal, selalu saja ada debat kecil dan peetengkaran dengan pasangan.
Dari sekian banyak permasalahan yang ada, ternyata pernikahan membuat kita banyak belajar dalam melakoni peran kehidupan. karena pernikahan ibarat sekolahan yang tiap saat memberikan kita pelajaran, dan sesekali pasti di uji.
Pernikahan mengajarkan kita tentang tanggung jawab. Menikah artinya beratambah pula kewajiban dan tanggung jawab, baik sebagai istri maupun suami. Jelas tak bisa sebebas saat masih lajang, jika dulu suka pergi kemana suka, dan pulang larut, tentu hal ini tak bisa dilakukan sesering mungkin. Jika dulu suka suka shopping belanja ini itu, sekarang fokus kemasa depan keluarga. Sebagai istri ada pekerjaan rumah tangga yang harus dilakukan, menyiapkan makanan, dalam bersikap pun begitu karena ada dua keluarga yang harus dijaga nama baiknya.
Pernikahan Menuntut Keterbukaan. Keterbukaan disini tentu antara kita dan pasangan. Kadang agak sulit dilakukan para introvert yang suka memendam masalah didalam hati. Rumah tangga dibangun berdua jadi antara kedua sisi harus jalan seimbang . Komunikasi itu selalu jadi nomor satu, jika ada masalah atau ada sesuatu harus dibicarakan. Ngambeg diawal pernikahan memang terkesan manjah-manjah manis. Si istri ngambeg dan sedikit berkaca-kaca, suami langsung merayu dan mengusap kepala. Tapi jika itu dipelihara suami juga bosan, dan tentunya tak semua masalah bisa diselesaikan dengan ngambeg manja. Seorang suami juga begitu jika ada yang kurang berkenan dengan istri, lebih baik langsung diutarakan dari pada diam, dan istri jadi menebak-nebak kenapa suamiku marah. Diam memang emas tapi diam tak menyelesaikan masalah, jika sama-sama diam sama-sama menduga justru permasalahan jadi merembet keman-mana. Yes, komunikasi itu penting dan harus diutarakan dengan tenang bukan mencak-mencak dan gampar-gamparan, apalagi sampai ribut se er-te.
Pernikahan mengajarkan untuk lebih dewasa dalam bersikap. Pernikan adalah awal menjalani hidup yang lebih serius. Tentunya kita tak bisa bermain-main, menikah itu bagai membangun sebuah perusahaan, jika ingin berhasil dan membuat rumah tangga tentram jalani dengan serius. Pikirkan dan ikhtiarkan untuk keutuhan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrohmah.
Pernikahan artinya menambah stok “sabar” yang banyak. Sabar disini bukan artinya diam saja tanpa usaha.
“ Suamiku emang gitu sih, orangnya temperamental suka marah-marah , banting ini itu, sabar aja ,aku paham sifatnya begitu”
“ Istri aku emang gitu, kalau lagi marah suka mencaci maki, sumpah serapah, banting pintu, aku paham ya sabar saja”
Bukan gitu juga kali ya..
Jika ada masalah selesaikan masalah dengan tenang dan cara yang baik bukankah kita telah diajarkan untuk dewasa. Jika pun ada pertengkaran kalau mau baikan jadi gampang, tinggal colek-colekan selesai. Coba deh, kalu saling maki suara keras, mau baikan terhalang gengsi.
Curhat saat ada masalah memang melegakan tapi kita tak bisa asal curhat, pastikan kita curhat pada orang yang tepat dan mampu memberi solusi bukan justru mengompori, dan jangan sampai curhat dan menjelekkan pasangan atau keluarga pasangan di sosial media.
--
Pernikahan memang butuh tanggung kawab, keseriusan, kebijakan, butuh kedewasaaan, tapi menikah itu menyenangkan. Hidup tak akan indah tanpa warna warni, hidup tak akan lengkap tanpa campuran berbagai rasa manis, asam, asin bahkan pahit yang ternyata didalamnya ada obat yang menyembuhkan.
Awali pernikahan dengan niat yang baik, dan cara yang baik, bukan karena ingin keluar dari keluarga, tapi menambah keluarga dan menjalin silaturahmi yang lebih hangat.
Jadi,
Jangan takut menikah, ya.
#Selfreminder
Akhir-akhir ini kanker serviks atau kanker mulut rahim menjadi hal yang paling menakutkan bagi wanita. Umumnya pada tahap awal penyakit ini tak memiliki tanda atau gejala yang begitu jelas. Setelah mengalami sakit dan melakukan pemeriksaan ternyata sakit telah menuju stadium lanjut, dan sulit untuk diobati. Tapi mirisnya , walau sebegitu mengerikannya kanker serviks ini masih banyak wanita yang tak mengenal penyakit ini bahkan tidak mengetahui sama sekali. Dengan kondisi seperti ini memang sudah seharusnya kita mensosialisasikan ke masyarakat tentang bahaya penyakit kanker serviks, bagaimana mengenali gejalanya, mendeteksi sedini mungkin dan bagaimana kita mengindarinya. Ini merupakan tugas semua orang, baik penggiat sosial media baik turun langsung kemasyarakat, bagi yang masyarakat aktif disosial media mereka biasanya cepat menerima berbagai informasi, tapi tentu tidak bagi masyarakat awam karena mereka biasanya lebih fokus ke urusan ekonomi keluarga. Jadi sudah seharusnya kita ikut menyampaikan informasi ini ke masyarakat luas.
Kanker serviks/kanker mulut rahim adalah Kanker yang meyerang leher rahim. Yang pada umumnya timbul tanpa gejala diawal, begitu diperiksa kebanyakan telah masuk stadium lanjut. Kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV). Kanker ini sangat berbahaya dan sangat sulit disembuhkan.
Sebagai wanita yang menjadi sasaran dari Virus HPV ini, sudah seharusnya kita berhati-hati berupaya untuk mencegahnya. Area Vagina memang sensitive dan rentan terjangkit berbagai penyakit mulai yang ringan seperti jamur dan keputihan sampai pada kanker serviks ini. Karena itu kita harus berhati-hati jangan anggap remeh seringan apapun gejala penyakit yang ada.
Berikut Upaya yang bisa kita ikhtiarkan agar terhindar dari kanker serviks.
Kenali Gejala. pada stadium awal umumnya tak menunjukkan gejala. Tapi kita wajib berhati-hati jika terjadi pendarahan setiap kali berhubungan seks, Keputihan yang abnormal, pendarahan pada wanita menopause, atau keluar cairan-cairan yang abnormal dari vagina dan berbau busuk
Gaya Hidup Sehat. Hidup sehat disini adalah menjaga kondisi tubuh agar selalu vit meningkatkan system imun tubuh. Karena virus masuk dan menyerang itu pada saat kondisi tubuh sedang menurun. Jaga makanan, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alcohol ataupun obat terlarang, cukup istirahat dan tidak sering begadang, dan selingi olah raga.
Menjaga Kebersihan Organ Intim. Sebagai wanita kita tidak boleh abai dengan kebersihan vagina, bersihkan vagina dengan sabun khusus dengan PH yang sesuai dan tidak mengandung parfum, jangan menaburi bedak/talk pada organ intim, karena bisa saja masuk kedalam leher rahim dan mengiritasi bagian dalam Vagina. Ganti pakaian dalam minimal 2 kali sehari, dan segera ganti jika lembab atau basah. Cukur rambut vagina minimal 2 bulan sekali, karena bisa membuat kondisi vagina lembab dan kemungkinan bisa menumbuhkan jamur. Jangan lupa mencuci segera organ intim setelah berhubungan intim. Semua hal-hal tersebut sering diabaikan , karena kita sering lupa bahwa penyakit kadang timbul dari kebiasaan yang remeh temeh.
Tidak Melakukan Seks Bebas /berganti-ganti pasangan. Kebiasaan melakukan seks bebas adalah hal paling rentan terkena penyakit kelamin termasuk kanker serviks ini. Kuman atau virus bisa saja dibawa oleh pasangan seks yang juga berganti-ganti pasangan. Sungguh kebiasaan buruk yang harus dihentikan.
Tidak Berhubungan Intim disaat Haid. Banyak yang bilang bahwa berhubungan seks saat haid aman. Tapi nyatanya berhubungan seks saat haid banyak menimbulkan penyakit kelamin. Seperti yang kita ketahui darah haid adalah darah kotor yang banyak mengandung kuman dan tempat bakteri berkembang biak, area organ intim menjadi lebih sensitive dan lembut sehingga bisa menyebakan luka dan trauma dimulut rahim. Sperma yang masuk pun menjadi tidak steril mengandung darah kotor masuk kedalam dan dapat menginfeksi. Jadi jika memiliki kebiasaan seks saat haid lebih baik dihindari.
Imunisasi/ Vaksin Kanker Serviks. Saat ini telah ada vaksin kanker serviks, Vaksin ini merupakan upaya untuk mencegah pernularan virus HPV. Vaksin ini disarankan pada wanita-wanita yang belum menikah tepatnya belum pernah melakukan hubungan intim.
Periksa Dini Dengan Pap Smear. Pap smear adalah pengambilan contoh dari sel-ga sel di rongga leher rahim bisa cairan ataupun kulit untuk mengetahuui apakah ada perkembangan sel yang abnormal pada leher rahim. Berbeda dengan vaksin yang dilakukan pada saat belukj pernah berhubungan intim, Pap smear dilakukan kepada setiap wanita yang telah pernah berhubungan intim sejak pertama kali, dan bisa dilakukan berkali-kali, bahkan rutin ntah saru tahun atau dua tahun sekali, skrining secara rutin lebih dianjurkan.
----
Sebagai wanita yang sangat rentan dengan penyakit kangker serviks kita memang harus menjaga dan selalu waspada dengan organ vital yang kita miliki. Ambil tindakan untuk mengobati jika ada kejanggalan seperti bau yang menyekat dan tidak biasa, ada tumbuh kutil, keputihan yang berlebihan bahkan ada pembengkakan. Segera lakukan pemeriksaan sesegera mungkin.
Untuk melakukan pemeriksaan pun kita tentu harus berhati-hati dan harus tepat memilih klinik atau rumah sakit. Pastinya kita ingin sekali mendapatkan kepastian dari hasil test secara akurat, maka dari itu sebaiknya pilihlah klinik kesehatan atau rumah sakit yang memiliki laboratorim yang telah terakreditasi , dan memiliki tenaga ahli yang professional dan lebih mengutamakan mutu sehingga hasilnya juga dapat dipercaya. Mohon tidak tergiur dengan paket-paket murah yang ditawarkan apalagi biaya yang rendah dan tak masuk akal, fokuslah pada hasil test yang akurat.
Laboratorium klinik Prodia adalah salah satu laboratorium terbaik dan terbesar di Indonesia, untuk melakukan dan melayani berbagai pemeriksaan kesehatan termasuk untuk penanganan kanker serviks. Laboratorium Klinik Prodia didirikan pertama kali tahun tanggal 7 mei 1973 di Solo. Klinik ini sejak awal berkomitmen mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Sejak tahun 2009 Prodia mengusung tema “Love For Quality’, sebagai inpirasi seluruh karyawan melayani sepenuh cinta dan mempersembahkan kualitas terbaik. Dan kini Laboratorim Klinik Prodia telah memiliki cabang diberbagai kota besar di Indonesia dan kita bisa melihat hasil chekup secara online di sits resminya www.prodia.co.id.
Kabar gembira bagi para wanita Indonesia yang ingin melakukan general Chek Up, karena Prodia telah memiliki Prodia Women’s Health Center (PWHC). PWHC klinik layanan khusus perempuan berbasis Women Wellnes yang pertama di Indonesia, yang didesain khusus dengan karakter dan sentuhan perempuan. PWHC didukung dengan perlengkapan teknolog diagnotis terbaru untuk pencegahan (pencegahan dan vaksinasi) maupun pencegahan lanjutan (medical chekup, tes labotaorium dan pap smear.)
--
Sebagai bentuk peduli cinta perempuan yuk kita sebarkan semua informasi mengenai kanker serviks keseluruh negri ini. Informasi yang diberikan tak hanya penting bagi wanita tapi juga pria, remaja maupun dewasa, karena menjaga kesehatan diri dan lingkungan adalah menjadi tanggung jawab bersama.
ABOUT ME
Hai, saya Nova
, seorang ibu, blogger, dan freelance digital yang senang berbagi cerita melalui tulisan. Di blog ini, saya menulis tentang lifestyle, dunia perempuan, kesehatan, serta berbagai informasi menarik lainnya. Semoga setiap artikel yang Anda temukan di sini menjadi teman membaca yang menyenangkan. Terima kasih sudah berkunjung dan menjadi bagian dari perjalanan blog ini. Jika tertarik untuk bekerja sama, silakan cek halaman Disclosure













