ORANG TUA CEREWET, PENTING

22:05:00




 [Parenting] Miris ketika browshing dengan kata kunci “orang tua yang cerewet”, justru yang bermunculan tulisan tentang bagaimana mengatasi orang tua yang cerewet,  cara mengahadapi orang tua yang cerewet, menghadapi mertua bawel dll.  Kok rasanya orang tua cerewet itu adalah hal-hal jelek, padahal kita tahu banget kalau orang tua agak nyinyir itu pasti ada sesuatu yang dianggap salah tentang diri kita, mungkin saja mereka benar tapi mungkin bisa mereka salah paham atau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, sebagai anak tentu kita bisa menjelaskan kepada mereka secara baik, dan pasti ketemu solusinya. Jadi bukan semena-mena bilang orang tua cerewet, dan padahal ternyata kitalah yang egois.

Kisah 1
Aku punya makcik (tante) yang dalam omongannya da kesan bangga dan bilang “aku gak gernah marahin anak” , kenapa dia bilang begitu? karena dia tahu banget kalau ibuku tergolong orang tua yang cerewet bahkan tak segan menghukum kami jika melakukan kesalahan. Tapi ketika aku lihat sepupu sepupuku dari anak  tanteku ini, malah aku merasa bangga punya ibu yang cerewet. Menurutku tanteku ini terlalu diam melihat tingkah anaknya, malah membuat anak seakan semena-mena pada dia. Aku gak tahu bagaimana kehidupan masa lalunya bagaimana ia mendidik anak, tapi dari sejumlah anaknya 1 orang buta huruf, dan hanya 1 orang yang tamat SMA, bahkan anak-anaknya yang kebanyakan laki-laki itu malah jadi preman gak jelas bahkan setelah jadi kepala keluarga pun begitu, masih suka main perempuan, berjudi, berusaha dijalan yang tidak halal dll. Oke soal gak tamat sekolah dan buta huruf mungkin faktor ekonomi, tapi kebaikan akhlak bukankah madrasah pertama itu adalah orang tua dirumah. Walau gak sekolah kita masih bisa berdagang dijalan halal dalam menafkahi keluarga, walau gak sekolah tetap wajib sholat 5 waktu, walau gak sekolah bisa hormat ke orang tua dan gak bentak-bentak orang tua. Tante ku itu terlalu lemah pada anak karena berpikiran ‘ah..nanti sholat / ngaji bisa sendiri”, tapi buktinya jika hal yang sederhana itu gak dibiasakan dan tidak selalu diingatkan justru akan terbawa-bawa ketika berkeluarga.

Kisah 2
Lain lagi tentang  sebuah keluarga lain, sepengamatan ku ibu ini sangat baik ke anak-anaknya dan dia juga tidak terlalu cerewet dan sepertinya jarang memarahi anak  tapi terkadang juga bisa ngomel sesekali. Punya anak cewe usia 17 tahun, masih sekolah, jika libur suka bangun siang dan gak sholat. Seharusnya usia segitu bisa bantu-bantu nyapu , ngepel, nyuci piring, nyuci baju dll kenapa aku bilang begitu karena bukan keluarga kaya raya dan tak punya ART pula.  Yah..semisal libur dan ingin bangun siang, minimal sholat subuh dulu, bantu ibu cuci piring, atau cuci baju sendiri, nyapu lantai, mandi n tidur lagi.  Kadang si ibu ngeluh karena anak gak mau bantu-bantu, kenapa gak di suruh aja sih bu?? si ibu jawab percuma nanti yang bilang malas, atau jawab ini –itu, bikin hati sedih apalagi sampai dicemberutin. Ngomelin anak, malah balik di ngedumelin, ampun deh…. Bahkan bangunin supaya sholat aja si ibu udah males banget.
Lain lagi kebiasaan anak yang lain, kalau pergi gak pernah pamit dan salam. Yah..ibu juga tahu anak pergi kerja ntah lagi pergi survey kelapangan. tapi minimal pamitan gitu loh… “ bu aku berangkat kerja ya.. assalammualaikum”, “bu..hari ini aku mau survey..kesini..kesitu..mungkin hari ini pulang telat”, ya pokoke minimal ada salam kalau mau pergi kemana.

---------------

kok..??? ini kayaknya aku yang cerewet yah…:D hahahaha…, latihan dulu jadi ibu mertua yang bawel #eh. Dan menurut aku jadi ibu yang nyinyir dan cerewet itu penting , apalagi di zaman sekarang yang makin banyak hal-hal negatif diluar sana yang mungkin saja mencemari pola pikir anak, jadi harus ada “doktrin” orang tua yang terekam dikepala anak, yang bisa menjadi rem pakem bagi anak untuk bertingkah laku.

Membuat anak cepat paham
Pasti sudah tahu, bahwa kebanyakan anak yang  cepat pinter ngomong, kosakatanya banyak, pasti anak sering mendengar ibunya lagi ngomong ini ngomong itu, n ceriwis didepan dia. ditahap ini sebagai orang tua tentu kita bisa memilih kata-kata apa yang pantas didengar olehnya, jangan sampai kita mengeluarkan kata-kata kasar.

Membuat Anak lebih disiplin
Sudah menjadi sifat anak anak sukanya bermain dan inginbebas melakukan ini itu. Tapi sebagai orang tua wajib untuk mengingatkan mereka  atas kewajiban yang mereka emban. Mulai bangun pagi, sholat subuh, mandi, sarapan, sekolah, ngerjain pe-er, tidur siang, bermain, menjemur handuk sehabis mandi, menaruh sepatu ditempatnya. Kesannya memang nyinyir , tapi itu semua untuk kebaikan anak dengan begitu anak semakin paham dan tahu waktu bermain, belajar atau yang lainnya.

Menanamkan Sifat Gotong Royong dan Belajar Mandiri
Sebagai orang tua kita boleh cerewet ketika anak telah memasuki usia remaja atau ABG. Diusia ini anak sudah mulai berani membantah dan terkadang lebih menuruti apa kata teman dibanding orang tuanya, dan kadang suka membandingkan dengan orang tua temannya yang lebih membebaskan dibanding kita. Sebagai orang tua kita wajib tegas  dan bijak jika menghadapi anak seperti ini, karena itulah sebelum anak memasuki usia remaja kita sudah memberikan  wejangan-wejangan dan “kecerewetan” kepada mereka apa yang menjadi hak dan manapula yang menjadi kewajiban. 
Anak seusia ini bisa sdikit kita berikan kewajiban atau tugas-tugas  dirumah yang bisa mereka kerjakan. Tugas kecil itu bisa menyapu halaman, mencuci piring setelah makan,  mencuci sepatu sekolah sendiri , merapikan kamar sendiri dll. Tugas-tugas kecil ini untuk melatih kemandirian mereka, dan juga rasa memiliki rumah bersama, bahwa tiap anggota keluarga ada kerjasama untuk membuat rumah bersih rapi.

Membuat anak lebih hormat  dan memiliki sifat terbuka.
Untuk membuat anak hormat dan terbuka itu orang tua memang harus nyinyir dan cerewet. Lo kamu masuk rumah nyelonong aja sih…? beri salam. Jika mau pergi-pergi itu coba deh minta izin dulu ke orang tua. Bilang permisi dulu kalau mau lewat depan orang. Nah..hal-hal yang mungkin dianggap cerewet itu sedikita banyak membuat anak lebih terbuka dan lebih hormat. Untuk lain waktu anak dengan sendirinya bakal minta izin, atau ngomong dulu kalau mau pergi, atau pulangnya bakal cerita apa saja yang iya lakukan saat pergi, dan gak nunggu ortunya minta diceritaiN dan tak sekedar itu saja anak dan orang tua juga lebih akrab, bondingnya lebih kuat gitu deh.
---
#SelfReminder
Cerewet tidak sama dengan marah.
Cerewet sama dengan perhatian
cerewet sama dengan peduli.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

22 komentar

  1. Ibu saya keras dan cerewet. Beliau yang mewarnai hidup saya.
    Alhamdulillah nurun sy jg cerewet buat anak ksndung sata.
    Kalau untuk anak bawaan dari suami saya ngga berani takut salah ksprah. Dan hadilnya memang beda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. takut disangkai mak tiri kejam ya..mba.., :)

      Delete
  2. Betul mbak, selama cerewetnya tepat dan nggak kebablasan sih. Kasihan anaknya kalau punya orang tua terlalu cerewet jadi serba salah, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya..maksudnya bukan cerewet...gak jelas .., tapi rajin ngingetin anak...akan kewajibannya... , bukan udahlah..biarin..sekali dua kali..lama2 lepas..deh...

      Delete
  3. Perlu tarik ulur sih emang klo sama anak. Kadang klo terlalu dicereweti anak makin ga peduli. Ada kalanya justru dengan bicara halus namun isinya bernas, anak malah jadi salah tingkah sendiri. Jadi malu karena tidak melakukan kebaikan bagi orang2 yg dicintainya. Ya gitu deh, emang susah2 gampang ya jadi ortu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya..mba..yg penting rajin ngingetin anak akan kewajiban mereka...
      sekali dua kali halus..ketiga kali..biasanya agak ninggi suara..hahaha..

      Delete
  4. Ya elah, susaaaaah banget untuk gak cerewet aku mah hahaha.

    Sebenernya lebih ke mengingatkan sih,
    Namanya juga anak2 kadang dikasih tahu sekali gak bisa langsung nurut,
    Jadi yah terpaksa harus diulang lagi,
    Tapi masih belum dijalanin juga, yah diingatkan lagilah,...

    Akhirnya aku kayak radio butut gitu, ngomongnya diulang2 terus hahaha
    Tapi gak papa lah, demi anak :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah..ini yang ku maksud..
      tos dulu ah..mba :D

      Delete
  5. Mungkin sebenarnya bukan cerewetnya sih ya, tapi tegas dalam mendidik. Tahu kapan ketika anaknya memang harus ditegur. Karena kadang ada juga yang bentuk cerewetnya menurut aku ga pada tempatnya, kaya yang di sinetron-sinetron itu. Kebetulan aku pernah liat yang model gitu juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sinetron mah lebay mba...hi2
      yah..kita org tua mesti paham..kapan cerewet nyinyir..kapan mesti berlemah lembut..

      Delete
  6. Aku termasuk prg tua yg cerewet, hehehe

    ReplyDelete
  7. Harus cerewet mbaak...
    Biar anak tahu mana yang baik mana yang buruk...

    Pengen nulis kayak gni juga...

    tFS mba..
    Salam hangat dari Sukoharjo

    ReplyDelete
    Replies
    1. rajin mengingatkan anak..plus kasih contoh ke anak...

      Delete
  8. Mama ku cerewet tapi justru itu yg skrg dikangenin, karena skrg kami tinggal beda kota..

    ReplyDelete
  9. Ibuku dulu pendiam, anak main, ga bantuin, diam aja.sama alasannya ga mau sakit hati klo dijawab oleh anak, ga mau dan sejenisnya.kbalikan sama bapak...super duper cerewet sampai hal2 kecil dipermasalahkan.disiplin dan disiplin, tiap pergi krj buat list tugas ke anak2 yg akan kami laporkan stelah bpk pulang kerja.ga perduli hari libur, jika tugas ya tugas.
    Jadi balance lah, happy ibu ga seperti bpk hehe.setelah jadi orgtua hal yg bikin saya ngomel: jadwal sholat ank2,mkn,mandi dan main

    ReplyDelete
  10. Tetangga saya juga ada yang gak pernah banyak ngomong ((cerewet)) ke anaknya. Anaknya gak mau mandi sebelum sekolah, diem. Anaknya gak mau sekolah, diem. Keliatan ngalah sama anaknya. Sayang sekali ya...padahal anak kan harus diarahkan, demi masa depannnya.

    ReplyDelete
  11. Perlu juga cerewet terhadap anak demi kebaikan mereka juga ya mbak.
    Cerewet tanda sayang :)

    ReplyDelete
  12. Kalau demi kebaikan itu wajib cerewet, kadang kalau sudah berkeluarga gini suka kangen sama cerewetnya mama,,

    ReplyDelete
  13. cerewet tidak sama dengan marah noted!

    ReplyDelete
  14. Lah mba didikan orangtua saya ke saya dan adik2 beda, ibu saya jarang marah ke adik2 tp ke saya cerewetnya naudzubillah, hasilnya tentu saja beda. Adik saya kayak banci *padahal cowok loh*, saya tumbuh jd pribadi yg mandiri. Jd cerewet itu penting saya rasa

    ReplyDelete
  15. Saya malahan kangen Kalo gak dicerewetin orang tua..hehehe

    ReplyDelete

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link atau brokenlink akan dihapus

VIVA LOG

IG: NOVA_VIOLITA