Tali Asih Sebuah Buku Sakti


Alhamdulilah... Buku jimat udah ditangan
Seminggu  ini aku was-was  menunggu kiriman buku Blog MiniPenghasilan Maksimal  dari Pak dhe AbdulCholik ,sebagai Tali Asih pemenang kuis tebak model GrupBlogCamp yang diadakan olehnya.

Was-was? iya.. soalnya aku takut alamat yang kuberikan  gak diketahui oleh kurir pengiriman,
Kenapa? Karena kantor tempat aku bekerja, baru beberapa minggu pindah ke gedung baru yang letaknya agak mencil ,berada di jalan lintas untuk truk berat(Pembawa kayu glondongan, minyak dll), yang dilarang untuk lewat dalam kota *kecil* Airmolek, takut membahayakan lalu lintas yang agak ramai karena jalan yang sempit.

Kondisi jalan Lintas yang masih sepi
Tempat kerjaku sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi cuku sepi dan dikelilingi kebun karet dan sawit membuatku khawatir jangan-jangan mereka gak tahu alamat ku..
Sempat nanya-nanya, kalo ngirim barang ke alamat ini bakalan sampe nggak ya..? Ku bilang kirimnya pake jasa JNE, terus di jelasin kalo JNE insyaAllah sampe mereka bakal cari alamat sampai ketemu... *jadi lega deh..*

Dan senin  kemarin ketika aku berada di pekanbaru mengikuti rapat Self Assesment (dengan pimpinan yang tinggal disana), untuk keperluan akreditasi kampus pertengahan
Agustus nanti , tiba-tiba penjaga kampus nelpon aku.. Bilang ada kiriman dari Surabaya, Alhamdulilah hatiku langsuh cerah benderang.. *lebay*. Senengnya bukan main...
Maaf ya pakdhe bukan aku gak mengabari atau apa.. ,tapi emang datangnya yang telat. Kalo yang lain udah tiga kali khatam, Aku baru bisa ngelus sampulnya hari ini haha. (karena selasa aku gak ngantor)
Terimakasih untuk buku yg bermanfaatnya pak dhe... Semoga Allah balas dengan kebaikan...Amiin... :)
Jadi nagih... Pengen menang setiap kontes yang diadain shohibul bologcamp....., fiksi 63?? *komat kamit berdo'a* he2.
 


RANTING PATAH

Foto : Search Google
Riwayat rindu nan usang dimakan  zaman
Andai cinta tak merekah , jauhlah  kembang dari layu
Namun  bait takkan menyesali tiap kata yang tertoreh
Tulus hasrat tak mesti memetik harap yang sama
Impian mendayung bahtera, tenggelam bersama arus deras  amukan takdir
Nangis tertahan airmatapun tertelan
Gaduh nasib nan berbalik  arah menghujam jantung

Pantaskah aku di tinggalkan
Aku mungkin bukanlah sebutir mutiara,
Tapi  serpihan krikil yang pernah menutupi kepinagan hatimu yang hilang
Aku, Cuma tumpuan langkah kaki mu, lalu melompat  meraih  yang lain 
Hanyalah Ranting patah sisa hidup yang kau injak

----
*by : novili*

Selamat Datang Ramadhan


Foto: search Google
Sepoian bayu mengurai senyum
Mengibas-ngibas kesejukan dipenghujung sya’ban...
Membias hening dilembayung rona jingga
Hilal melambai-lambai menyapa senja

Kerinduan  romadahan seketika terobati
Mengulurkan maaf..
Membiarkan benci ikut menguap bersama  mentari yang meredup


Sebelas bulan berkecamuk dalam nafsu yang tak terjaga..
Menyisakan noda-noda hitam kefuturan
Mengecupi sepertiga malam dengan rasa malas
Enggan memadu cinta dengan sang pencipta

Kini Romadhan menghampiri..
Mengulurkan tangan
Meraih jiwa-jiwa  haus akan iman
Menyucikan dengan segala ibadah sepanjang Romadhan

*Novili*
--------
MARHABAN YA ROMADHAN

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
MOHON MAAF LAHIR BATHIN
Semoga Segala amal ibadah kita sepanjangg romadahan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk bulan-bulan berikutnya...

Aamiin...


MEMETIK HIKMAH ZIARAH KUBUR

Makam "Taman Murni" Kel. Tjg Gading Airmolek (8 Juli 2013)

Beberpa hari menjelang bulan Romadhan Pemakaman ramai dikunjungi/diziarahi warga, mereka datang dengan tujuan yang sama tentunya, yakni  datang  untuk mendo’akan dan membersihkan makam keluarga mereka. Menziarahi makam saat menjelang Romadhan sudah menjadi tradisi masyarakat  menjelang bulan puasa ,walaupun sebenarnya tak ada waktu khusus untuk berziarah, karena ziarah kubur  bisa dilakukan kapan saja.
Yang perlu kita ingat bahwa berziarah jangan dijadikan sebagai pembiasaan tanpa makna, hanya sekedar ikut-ikutan saja, hanya sekedar duduk  berdo’a, lalu menabur bunga ke makam . Artikel ini bukan  maksud menggurui, tetapi kita sama-sama mengingatkan diri sendiri sesungguhnya ziarah adalah untuk mengingatkan kita pada kematian, agar kita dapat lebih giat beramal sholih bahwa tak ada yang dapat kita bawa  saat meninggal selain amal kebaikan kita didunia.

Kita sering mengatakan:
 “aduh…. Gak kerasa udah malem aja”
“Aduh…cepat bener waktu berlalu tau-tau udah malem sabtu lagi.., padahal baru kemarin bilang I don’t like Monday”
“Eh…gak kerasa ya…udah setahun aja…”

Tu..kan…..? emang waktu begitu cepat berlalu, tau-tau aja… kita udah didatengin malaikat  maut, ih serem ya? Tapi mau gimana lagi jika emang udah waktunya gak bisa diundur ataupun dipercepat.

Intinya kita didunia ini adalah menunggu , berdiri diantrian panjang maut, kapan? Hanya Tuhan yang tahu…
Jadi apa yang kita lakukan saat menanti maut? Tentunya  memperbanyak bekal untuk kehidupan selanjutnya tentulah segala  amal ibadah kita hanya itu yang dapat kita bawa.

Tapi sesungguhnya Ziarah kubur memiliki beberapa hikmah :
  1. Menjalankan sunah rosul, walaupun  sebelumnya nabi pernah melarang umatnya tapi itu Cuma  kekhawatirannya takut umatnya lemah iman lalu menyembah atau sujud dimakam.
  2. Mengingatkan diri akan kematian ( seperti yang ku tulis) dan kehidupan akhirat
  3. Mendo'kan untuk kebaikan Mayit dll
Aduh…kok tulisanku jadi rada berat gini ya…, mungkin inilah hikmah yang dapat kuambil saat ziarah kemakam Ayah mertuaku tadi, semoga tulisan ini bermanfaat buat kita ya... aamiin

Dimakam Adik dan Ayah Mertua

Telepati, Terasa dihati :)

Zaman memang sudah canggih, bisa komunikasi dengan cepat, banyak pilihan .. bisa menggunakan telepon, chatting(Nimbuzz ,Whatsapp, BBM dll)  email, sms, sampai jejaring sosial seperti Facebook dan twitter. semua bisa dilakukan dengan cepat tanpa perlu mengirim surat yang mesti berminggu-minggu  nunggu balasan.
Bahkan kita sendiri kadang bingung mau komunikasi pake apa, saking banyaknya pilihan, Kirim pesan di whatsapp eh malah bales pake BBM, Kirim Ke Facebook di jawab pake twitter, gak dibalas-balas? Ujung-ujungnya di sms (bingungkan?)

Namun dari sekian banyaknya pilihan untuk berkomunikasi ada satu alat komunikasi yang terlupakan tapi sering dirasakan, yang tak kalah cepat dengan chattingan sekalipun.
Apa itu?
Te-Le-Pa-Ti
Yupz!
Telepati...
Percaya gak percaya , alat komunikasi Online tercepat tanpa sambungan Internet.
Pernah gak...? disaat kita kangen seseorang atau teringat seseorang (mis: teman yang sudah lama tidak bertemu), eh... Tiba telepon atau sms dia bilang kangen. Waw .. Sesuatu banget loh... , kita memikirkan sesuatu yang sama dalam jarak dan waktu yang memisahkan... #duilehbahasanya.

Kemarin selepas makan malam, saya teringat seorang teman  ketika masa kuliah dulu waktu di Jakarta, namanya Titin, sekarang dia ikut suaminya, katanya kekitar 12 km dari  daerah Gunung merapi (Boyolali) disana mereka punya usaha kembang biak jamur, menanam cabe dll... (gitu sih... Menurut ceritanya, seru ya?).

Oke,,kembali soal ikatan batin.., tiba-tiba aku kepikiran dia dan ingin meng sms nya (sayangnya dia gak punya Fb dan twitter) , menanyakan kabar sambil sekalian ingin mengucapkan marhaban ya romadhan mohon maaf lahir batin gitu...., tapi ku pikir besok aja lah... Hari senin atau selasa. Kemudian aku masuk kamar dan gak sampai 5 menit eh.. telepon ku bunyi, dan taraaaaaa....*lebay :p * ternyata dia yang nelpon, langsung deh ku angkat, kusampaikan kalau aku merinduinya... *uhui* dan baru aja memikirkan dia...., tak usah di tanya apa yang diceritakan...jika dua wanita sudah  bersatu bercuap-cuap gak kan kedengeran apa-apa kecuali suara kita berdua di dunia... Yang lain? Cuma suara angin yang lewat #Hakz.
Thanks ya...buat Titin telah meneleponku malam ini..... , tapi sayang... Kenapa sih kamu gak punya Facebook n Blogger aku kan bisa lihat wajah kamu yang unyu... He2 dan bisa saling bercerita... (Ah... Tapi hidup, tak membuat orang untuk selalu sama... )
Miss You Titin...

Nih foto kami pas jadi anak kuliahan... Unyu2 ya....(ge-er)

Titin yang pake kacamata, oh... diriku jilbab ampe berantakan kaya gitu,
ketarik2  saking pengen foto berdua

Ada yang kenal n jadi tetangga Titin gak sih...??? he2

Senyum mu Mengingatkan ku

sumber foto disini

Brakkk!!!!
“Maaf  dek, saya gak sengaja…, nih dompetnya…”
“ Gak apa-apa mas, saya yang terburu-buru”  tersenyum.
Senyum yang manis.
“ Nama mu siapa..?”  menjajari langkah sang gadis.
“Lastri “
“ Nama yang indah, kenalkan namaku Chalik” mengulur  tangan.

“Eyang…! Buruan, katanya kita mau nyekar ke makam eyang  putri, malah senyum-senyum gitu?”
Ah.. Lastri, Romadhan   lebih indah jika dirimu masih disisiku diusia 63 ini.



J-Theme