Istri baik, Istri Sholihah

Wanita, identik dengan kelembutan, keanggunan,keibuan, baik hati dan penuh kasih sayang. Apalagi jika seorang wanita itu telah menjadi seorang istri, dia wajib menjadi istri yang baik untuk suaminya.
Para suami berharap agar istri yang mereka cintai dapat menjadi apa yang mereka inginkan, istri yang pintar masak, rajin merapikan rumah, pintar bergaul, selalu tersenyum tidak suka cemberut, tidak cerewet, becus menjaga anak-anak, selalu berpenampilan rapi dan siap meladeni hasrat mereka kapan pun. Padahal seorang Istri bukanlah makhluk yang sempurna. Dibalik kelembutan dan kasih sayang yang di punyai tersimpan segala kekurangan seperti halnya para suami.

Perlu diketahui para suami bahwa istri yang baik juga bersumber dari sikap dan prilaku suaminya. Jika suami seorang yang berakhlak baik, bisa membimbing istri, tidak hanya pintar memerintah saja, Insha Allah istri juga akan baik. Memang sih…. Terkadang ada suaminya baik ternyata istri malah sebaliknya malah tak segan-segan menjalin hubungan intim dengan pria lain, ini tentu saja bukan istri yang baik tapi termasuk pada istri yang kurang bersyukur dan kufur akan nikmat yang Allah berikan yaitu seorang suami yang baik.

Istri yang baik itu seperti apa sih? Jika menurut pandangan suami atau mata manusia tentu saja sifat baik itu sangat relatif, tergantung opini seseorang dan sifat orang itu beda-beda ditambah dengan sifat khas manusia yaitu tak pernah ada rasa puasnya. Jadi ukuran istri yang baik adalah istri yang bersikap sesuai dengan tuntunan Agama, dimana kata “baik” itu terangkum dalam “Istri yang sholihah”.

Jujur saja, aku sendiri belum bisa memastikan bahwa diriku termasuk dalam kategori istri yang baik. Tapi paling tidak kita sebagai istri berusaha menjadi lebih baik lagi. Insha Allah mendapat predikat Istri sholihah dimata Allah. Karena jika hanya mengharap pujian manusia , menjadi baik hanya pandangan manusia, biar dipuji atau apa pun itu, akan percuma saja karena kita hidup tidak hanya dunia saja tapi tujuan kekal kita adalah Akhirat.


Kategori Istri sholihah itu seperti apa sih….?? >

#Istri yang taat pada perintah Allah, rajin ibadah, tanpa meninggalkan kewajiban harian sebagai Seorang istri. Jika seorang istri taat beragama, melaksanakan perintah Allah, terutama tak meninggalkan sholat, Puasa Romadahan, dan berhijab insha Allah akan terjaga prilakunya dari sifat-sifat yang tak pantas.

# Menjaga harta suami, jika suami tidak ada. Harta suami disini tak hanya berupa kebendaan tapi juga anak-anak, dan yang paling penting adalah kehormatan diri kita sebagai seorang istri. Jangan sampai jika suami tidak ada , atau ketika kita jauh dari suami, kita berprilaku seolah tak punya aturan agama. Tak menutup-nutupi banyak sekali istri yang suka berselingkuh di belakang suami, dengan berbagai alasan. Tapi apapun alasannya namanya selingkuh gak akan pernah membawa kebaikan.

# Tidak membantah perkataan suami. Dalam hal ini tentu saja berupa nasihat baik, ajakan dan perintah baik. Jika perintah atau perkataan suami yang mengajak kita membangkang atas perintah Allah tentu saja kita sangat wajib menolaknya. Taat pada suami bukan bearti mendurhakai Allah.

# Bersifat Qonaah , yaitu merasa cukup dengan nikmat yang telah Allah berikan saat ini, suami yang baik walaupun gak terlalu ganteng he2 ;D yang penting bertanggung jawab dan gak suka “main mata” dengan wanita lain , anak-anak yang baik yang sangat menjaga nama baik keluarga. Ingat, rejeki itu tak hanya uang, tapi penghidupan yang aman tentram juga rejeki yang tak bisa terkalahkan. Jika secara ekonomi kurang, tentu masih bisa di diskusikan dengan suami, apakah istri boleh bekerja di luar membantu suami atau bisnis dari rumah dll, yang penting di bicarakan dengan baik , dengan mempertimbangkan segala aspeknya.


Menurutku empat point diatas sudah mencukupi untuk menjadi istri yang baik. Intinya untuk menjadi istri yang baik harus berpedoman pada Alqur’an dan hadist, dan juga tentunya bimbingan suami yang baik. Karena wanita dibalik kelembutannya menyimpan kelemahan dan gampang labil, terkadang keputusan-keputusan yang diambil hanya berdasarkan rasa emosi dan mengedepankan perasaan dibanding logika, untuk itu suami berkewajiban mendampingi dan bergaul secara baik dengnnya.

Tentunya tulisan ini bukan bersifat menggurui, tapi sama-sama dijadikan pedoman bagi para istri semua termasuk diriku, bahwa sesungguhnya kita bukan istri yang sempurna, tapi istri yang selalu berusaha menjadi baik dan mengupayakan mendapatkan prediket wanita sholihah dimata Allah swt selayaknya Sayyida Khadijah istri baginda Rasul. Aaamin. Dan tentunya suami juga semakin sayang…


*****

TULISAN INI DIIKUTKAN GIVEAWAY
Istri Yang Baik



Malam Jum'at


Garis senja mulai menipis
Samar menutup bayang Kamis
Gelap menyambut deraian Gerimis
Sepi...pun tak tertepis..


Malam Jum'at..
Banyak bayang berkelebat...
Antara Hasrat rindu yang terikat
Dan cinta yang membludak hebat...


Malam jum'at..
Merampas sunyi senyap..
Menelanjangi tirai rindu..
Melepaskan semua hasrat


Ah.....
Malam jum'at
Tak melulu tentang hasrat
Ada malam bermunajat..
Ketika Tuhan begitu dekat..
Meraih Cintanya dalam do'a dunia akhirat.
------
Airmolek , 20 Nopember 2014
#Menjawab Tantangan Mak “Yuli Yulia”

Untuk berpuisi Di Malam Jum'at.. :)

Ojo ngonoo...., Kesane Ngenyek.... :p

Ini masih gak jauh-jauh dari soal naiknya harga BBM, disini aku aku gak ikutan protes atau pro soal kenaikan harga BBM. Cuma pengen ikut-ikutan nyinyir aja…. Soalnya sekarang banyak orang yang mendadak nyinyi r to…???! Jadi mumpung si nyinyir masih anget gurih , ya

sini..ikutan tak lahap juga…

Ada beberapa poin tentang kenaikan BBM di negeri ini, ehm :p

#Siapa pun Presidennya… , dawal /ditengah/diakhir jabatan , selalu menaikkan harga BBM.

#Awal kenaikan selalu banyak gelombang protes/demostrasi di mana-mana, setelah itu adem ayem aja… menikmati keadaan.

#Banyak yang kontra,ternyata banyak yang pro juga, dengan berbagai pertimbangan.

#Perang opini di social media, semuanya seolah-olah sok paling paham, baik dari yang pro maupun yang kontra.

Yang penting dari semua poin diatas, kita sebagai keluarga besar Indonesia jangan sampai bermusuhan karena beda pendapat*an. Setiap orang punya opini apa yang ia rasakan, jangan samapai terkesan ngenyek hanya karena soal pendapat*an.



Dari yang pro soal kenaikan harga BBM selalu bilang :

#“ahhhh…. Cuma naik 2000 aja , protesnya gitu amat!”

#“ ke salon habis uang 3 Jeti, BBM naik 2000 aja protes”

#“ya dah…. Gak usah naik motor atau mobil kalo gak mau BBM naik…., jalan kaki aja”

#“ Mau…. Lihat, yang protes BBM naik… , pada masih mau beli ga?”

#“ ya..udah kalau gak mau presiden ntutu…. , pindah aja dari Indonesia”

#“Halah….. yang protes paling antek-antek yang itu tu…”

#“ Protes BBM naik? Protes juga donk fasilitas gratis”



Adooooh….., kok kesane ngenyek sama orang2 yang beda pendapatan sih…???

#Ok…. Naik cuma 2000, cuma……? Kata cuma itu bagi ekonomi kela berapa? Bagi yang ekonomi super sulit 2000 rupiah itu banyak boooo…, kalau sehari nambah 5000 rupiah buat pulang pergi kerja dikali 30 hari = 150.000/ bulan… nah kalau pendapatan pas-pasan? Piye? Ngaruh toh…?

#Ke Salon abis 3 juta? Heloooo… yang kesalon habis 3 juta itu siapa seeeehhh!!!??? Pasti bukan mbok-mbok tukang sayur, atau mak-mak jualan lontong atau.. penjual gorengan, atau saya (yang gaji tiap tanggal lima udah koma) kan?

#Gak usah… punya motor atau mobil, kalo gak mau BBM naik? Pliss deeehhhhh… emang yang cuma ngerasain efek kenaikan BBM itu cuma yang punya kendaraan? Ya nggak lah…!! Emak-emak yang cuma duduk dirumah nungguin tukang sayur juga ngerasain akibatnya kok. Karena BBM naik.. harga sembako juga naik, jika biasanya belanja 20 ribu sehari..eh sekarang jadi 25ribu-30 ribu… nah kali in aja sebulan berapa? Jangan bilang cuma segitu ya…..

#Pada masih mau beli BBM ga? Ya.. namanya perlu, tetap di beli lah…..kenapa mesti ngomong begitu? Protes bukan artinya gak mau beli….kan?? ah… yang beli mahal ama tukang sayur aja suka protes kok? Kentang kecil-kecil gini kok haranya 5000 sih bang…..!? tukang sayur jawab.. “kalo mo murah tanam sendiri sono..!!” eh..dibeli juga tu kentang kan..???

#Ya ..udah… kalo gak mo presiden yang itu, pindah aja ke negara lain..??? loh… kok bawa-bawa presiden, disuruh pindah negara pula….??? Helo…!.! Kalimat ini baru kedengaran akhir-akhir ini loh..?? dulu2 gak ada…. Kenapa ya…??? Yang kita kritik kan kebijakannya.. bukan presidennya. Kenapa sekarang banyak yang terlalu fanatic sehingga kesannya gak mau di kritik? Ah…. Ya sudah lah… kalo yang ini gak mau panjang lebar…

#Yang protes antek-antek itu tu… pasti! Ondeh…… yang protes tu sabananyo antek-antek kampung tengah (lambung), masyarkat yang protes karena memikirkan kelangsungan hidup mereka, apa lagi dengan ekonomi sulit da memiliki tanggung jawab terhadap keluarga.

#Protes juga dong, fasilitas yang akan diiberikan gratis , karena subsidi silang. Fasilitas gratis saat ini belum bisa dirasakan langsung. Yang mereka rasakan sekarang ini kan efek langsung dari kenaikan harga BBM.



Sebenarnya disini cuma mau bilang, jangan sampai kita terkesan mengecilkan masyarakat sodara yang kurang mampu, yang protes dengan harga BBM. Biarkan lah..mereka mengeluarkan pendapat suara hati mereka, yang saat ini mungkin shock dengan kenaikan harga-harga. Tapi… toh nanti mereka juga akan menerima.. semua akan tenang dengan berjalannya waktu.

Kita berdo’a semoga Allah member rejeki lain untuk kita semua, dengan tetap berusaha dan ikhtiar dijalanNya. Jangan sampai dengan kenaikan harga membuat kita terjerumus untuk berbuat kejahatan, misalnya mencuri, korupsi dll.



Atau…. Dengan naiknya harga BBM..akan membuka peluang terciptanya korupsi baru atau Mafia-mafia ekonomi baru ya?! #Eh!!! Gak mau…lanjooot ahhhhh…..

:p

Ibu Kasihmu Sebening Mutiara

Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa..
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
(Cipt. Pak SM. Mochtar)


Tak ada salahnya aku memulai tulisan ini dengan sebuah lirik lagu yang semua orang hafal dengan lagu ini,, dengan kesederhanaan bahasanya yang mudah dimengerti orang-orang sehingga lagu ini menjadi pengingat bahwa Ibu adalah segalanya. Menyimbolkan ibu bagai sang Surya taklah berlebihan karena sang surya memberi nyawa bagi kehidupan didunia ini, begitu pula dengan kasih seorang ibu yang menyayangi dengan sepenuh jiwa bahkan nyawapun jadi taruhannya.Masih ingatkah cerita dizaman nabi Sulaiman. Seorang ibu yang menangis karena bayinya telah ditukar dengan mayat bayi yang lain. Dia rela anaknya diberikan kepada orang lain dari pada harus dibelah menjadi dua, karena bayi jadi rebutan dengan ibu yang lain. Walaupun itu cuma taktik Nabi sulaiman untuk mengetahui mana ibu yang asli atau yang bukan. Bahkan Rasulullah SAW menempatkan posisi ibu tiga kali diatas penghomatan terhadap ayah, mengingat pengorbanan ibu mulai saat mengandung,melahirkan, meyusui , merawat ketika sakit dan mendidik kita hingga dewasa. Jasa seorang ibu takkan pernah terbalas walau kita bawakan gunung emas sekalipun, penghormatan terhadapnya adalah jalan menuju surga

Paragraph diatas hanya pengantar tulisan ini untuk menggambarkan bahwa kasih seorang ibu tak dapat diukur dengan apa pun,. Dalam kata, senyum, diam dan marahnya ibu selalu tersimpan do’a untuk anak-anaknya. Bagai air di samudera luas hati ibu tak pernah kering dari rasa cinta dan kasih, walau ia dalam keadaan jengkel, marah sekali pun. Kemarahannya adalah rasa perhatian yang ditunjukkannya, agar kita tak terjerumus kedalam keburukan dunia dan akhirat.



Jujur saja dulu aku pernah merasa bahwa ibuku itu terlalu cerewet, dan suka mengatur , suka melarang ini itu. Apa lagi jika dibandingkan dengan teman-teman ku aku merasa terzolimi. Teman-teman bisa main sesukanya , sedangkan aku terikat dengan rutinitas pekerjaan rumah. Bahkan tak jarang ibuku memukul kakiku dengan kayu atau sapu lidi karena tidak sholat ataupun malas mengaji. Ibuku juga suka marah-marah jika hari minggu aku belum mencuci baju dan sepatu sekolahku, padahal teman-teman, ibu mereka yang mencucikan dan mereka bisa bermain seharian. Air mataku selalu mengalir menangis, sedih, merasa aku anak yang tak diakui, aku kesal sekali atas sikap ibu.

Saat ini.., air mata ku juga mengalir… tapi bukan air mata kekesalan akan sikapnya yang ku anggap tak menyayangiku atau merasa dibenci olehnya. Tapi bulir-bulir penyesalan dan perasaan berdosa yang telah berprasangka buruk terhadapnya. Padahal segala yang telah dilakukannya adalah demi kebaikan dan melatih kemandirian ku. Keluarga ku bukanlah orang yang berada yang bisa memasukkan anak-anaknya ke bangku Taman Kanak-kanak, aku begitu sekolah langsung masuk Sekolah Dasar. Tapi Hebatnya (aku sih..merasa hebat) aku sudah bisa membaca lancar dan berhitung, juga hafal beberapa surat pendek Al-qur’an. Belajar dari siapa? Semua dari ibu ku, aku tidak pernah belajar diluar kecuali sekolah, belajar mengaji dan membaca itu di rumah, kami tak punya uang tambahan untuk belajar diluar, semua ibu yang mengajar dan diselingi juga dengan Ayah.

Kenapa dulu ibu terasa mengekangku, dan mesti melakukan pekerjaan rumah, itu karena ingin aku mandiri dan bisa melakukan semuanya. Dulu kelas 3 SD aku sudah punya kewajiban menanak nasi di tungku kayu, mencuci piring setelah sholat subuh, menyapu halaman ketika sore , menyetrika baju sekolah sendiri, dengan setrikaan arang. Ah… itu bukan sebuah penzoliman dari orang tua, tapi sebuah didikan yang artinya baru ku pahami sekarang. Mungkin ada yang bertanya terus kerjaan ibu apa? Kalau yang menanak nasi aku. Ibu ku berjualan tepatnya berdagang makanan di sebuah sekolah dari pagi hingga sore hari dan ayah ku bekerja diluaran. Ibuku ingin kami mandiri dan disiplin dalam hidup , tak boleh bermanja-manja. Ibu… hati mu bagai seluas samudera mungkin yang saat itu kulihat hanyalah keruhnya air laut, tapi didalam hatinya tersimpan beribu mutiara kasih yang siap dcurahkan pada anak-anaknya yang saat ini ku panen hasilnya dari didikannya.

Apa lagi saat ini, aku sedang mengandung anakku yang pertamaku, rasa penyesalanku yang telah bersuuzon padanya semakin dalam. Apa lagi beberapa waktu yang lalu itu ia berkata “Anak perempuan ku udah 3 yang melewati kehamilan dan melahirkan, dan ikam (kamu) yang ke ampat, tapi ntah mengapa rasa cemasnya beda…setiap hari aku mendoakan semoga ikam sehat, selamat melahirkan lancar” kira-kira itulah yang dia katakannya bercampur dengan bahasa Indonesia dan bahasa banjar. Hati ku semakin pilu melihat keadaannya yang kini tak sekuat dulu yang gigih menjalani kehidupan, yang kini hanya mengandalkan tongkat untuk berjalan. Walau fisiknya tak sekuat dulu, tapi hatinya selalu terpaut pada bait-bait do’a sebagai pelindung untuk anak-anaknya. Terimakasih Ibu… atas segala cintamu..yang jika ku kumpulkan tak kan cukup samudera menampungnya.


“Allahummaghfir lii wa liwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayani shagira”


------

“Artikel ini diikutkansertakan pada kontes Unggulan :Hati Ibu Seluas Samudera”

Kado Cinta Penghujung Tahun


Sekitar  bulan November 2009 yang lalu  aku sibuk mempersiapkan acara pernikahan ku, yang akan dilakasanakan pada hari Jum,at 4 Desember 2009 dan dilanjutkan resepsinya hari Sabtu 5 Desember 2009. Aku ingat  betul rasa deg-deg plusnya takut ga berjalan dengan lancar , tapi Alhamdulilah semua berjalan dengan baik tak ada kendala yang bearti.

Lima tahun kemudian tepatnya November tahun ini (2014) rasa deg-deg plus itu kembali hadir , setelah penantian yang cukup panjang tibalah kami menunggu kehadiran buah hati yang selalu kami rindukan,  seorang bayi yang kami idamkan akan tersenyum dalam hangatnya pelukan  yang segala kasih sayang akan kami curahkan dengan segenap kemampuan yang dimiliki. Sebuah kado cinta  akan hadir dimusim hujan ujung  tahun ini, kado cinta yang Allah berikan di usia pernikahan kami yang ke lima. Ah…. Rasanya alam dan waktu ikut berkonspirasi mempertemukan kami di dunia ini, disela dingin angin ujung tahun dan sejuknya rintik hujan yang sesungguhnya  adalah hadirnya sebuah kehangatan baru yang penuh cinta dan kerinduan.

Aku dan suami cukup sibuk mempersiapkan kehadiran tamu penting  , mulai dari menyiapkan  pakaian, peralatan mandi, dan kamar yang kembali ditata , menggeser lemari, agar terkesan lebih luas walau sesungguhnya yang terasa luas itu di sini (nunjuk hati) J   , semuanya disusun rapi. Agar “sang tamu” merasa betah berlama-lama… (sedikit lebay ya…?), namanya juga pengalaman pertama walau usia tak lagi muda… *uhui..makin lebai*.
Lima tahun yang lalu aku pernah  menulis puisi  Cerita Ujung Tahun” tahun ini penggalan baitnya masih menceritakan rasa yang sama …
………..
Lihat lah……
Begitu banyak bulir-bulir  hujan yang siap mengukir..
Mengukir ..cerita tentang cinta…cerita tentang asa..

Lembar-lembar kehidupan telah terhampar…
Untuk kita torehkan cerita baru tentang kita…

 Benar sekali lembar-lembar kanvas baru telah terhampar di depan mata yang siap ditorehkan kisah yang baru seiring waktu dan takdir yang bercerita. Tanpa tahu cerita apa yang akan ditorehkan kelak, bahagia kah..sedih…gundah atau semuanya kan menyatu dalam warna warni kehidupan.

“Nak… jika kelak dirimu dewasa dan membaca ini…, ntah ayah dan ummi masih ada ataupun telah tiada, ummi harap kamu  paham bahwa hadir mu adalah rindu yang telah lama kami simpan, hadirmu adalah bahagia yang telah lama  terbiarkan dalam sebuah dahaga  yang begitu kering dan mengharapkan sebuah kesejukan. Nak… Ummi mohon jadikan rindu kami ini sebagai penguat mu… jadikan dirimu yang terbaik.. pribadi yang cerdas  paham akan agama, tunduk dan taat pada kebenaran yang telah ditentukan Tuhan mu, hingga kau jadi penyejuk  seluruh alam, dan hadirmu kedunia ini bukanlah sebuah kesia-siaan belaka.”


_____
By: nova violita…
____dalam sebuah penantian___

J-Theme