Makan Enak Tapi Hemat Ala Ibu Rumah Tangga.

Jadi seorang istri  bisa masak itu sudah semestinya, tidak harus ahli bagai seorang cheff tapi ada niat untuk bisa masak dan menyuguhkan pada keluarga itu sudah menjadi modal. Bahan tak selalu harus mewah, justru jika kita bisa menentukan padu padan menu dengan hidangan sederhana pun bisa terasa nikmat. Mungkin diawal menikah dulu kita memang sedikit gugup berkecimpung di dapur apalagi itu dapur mertua ☺, untuk memulai saja takut, takut  rasanya gak enak, takut berantakan, dll.
Namun seiring waktu kita mudah saja melalui masa itu, yang dulu nyeplok telur saja gosong kini sudah bisa beberapa resep. Setelah menjadi seorang ibu dengan beberapa anak  , dimana kebutuhan bertambah, kondisi keuangan terkadang juga mengalami pasang surut, kini seorang ibu dituntut bijak mengelola rumah tangga termasuk bagaimana bisa cermat berhemat. Berhemat tak hanya diakhir bulan karena dompet makin tipis, tapi karena tuntutan masa depan dan harus ada tabungan keluarga. Begitu juga soal memasak sebagai ibu dan istri  harus bisa memasak sederhana tapi rasa yang enak, menu dasar boleh saja Tempe atau  Tahu  tapi cara pengolahannya yang berbeda.
Sedikit Tips Cermat Berhemat, Masak Ala ibu rumah
Masak Sendiri.  Saat masih berdua dulu mungkin catering atau beli diluaran jauh lebih hemat dibanding masak sendiri. Hemat waktu, hemat tenaga, hemat budget karena capek belanja, capek masak, terus  ujung-ujung  gak enak juga, :D.  Tapi setelah punya anak, tinggal terpisah dengan orang tua, harus bayar tagihan ini itu, dipastikan masak sendiri jauh lebih hemat, dan ada kebahagiaan sendiri ketika bisa melihat anak-anak bisa makan dengan lahap. Apalagi sedikit demi sedikit kita sudah piawai memasak beberapa menu kesukaan keluarga. Tak hanya menu utama seperti lauk pauk, sayur mayur, untuk cemilan keluarga kita bisa  belajar membuat cake sendiri.

Kreatif. Tentu saja agar anak-anak tidak bosan, kita harus kreatif menciptakan menu baru.  Di zaman sekarang semua jadi lebih mudah. Tak perlu repot mencari menciptakan menu, kita tinggal browshing dan mencari olahan sesuai bahan yang kita miliki. Kini sudah banyak yang dengan sukarela memberikan tips dan resep keluarga mereka di internet, tak salahnya untuk mencoba, bukan?!
Belanja di pasar. Biasa nya belanja di pasar atau di warung dekat rumah jauh lebih murah dari pada di supermarket.  Kelebihan lain berbelanja di pasar yaitu kita bisa menawar dan membandingkan harga dengan toko “sebelah” bahkan kita bisa mendapatkan  harga grosir.  Jika ada waktu belanjalah  disaat weekend biasanya harga sayur dan ikan jauh lebih murah. Sebaiknya  jangan membeli sayuran berlebihan karena gampang busuk dan akan terbuang mubazir jika layu. Sebaiknya sayuran seperti bayam, sawi atau kangkung kita bisa beli ditukang sayur setiap hari, jauh lebih segar.
Manfaatkan Kulkas.  Dengan memiliki kulkas kita bisa menyimpan bahan makanan disana agar lebih awet dan  bisa memanfaatkan freezer untuk menyimpan daging atau ikan disana.   Bisa juga untuk menyimpan makanan yang telah matang. Misalnya rendang, sambal, tentunya kita harus masak dengan porsi lebih. Ini jauh lebih bagus karena menghemat bumbu, waktu dan tenaga. Kemudian kita bisa membaginya beberapa bungkus atau cup. Kita bisa menghangatkan dan menyajikan seperlunya untuk keluarga tanpa mengganggu yang lain.
Memanfaatkan Voucher Diskon. Berhemat bukan artinya tidak boleh makan enak direstoran. Untuk keintiman keluarga sesekali boleh donk kita makan enak direstoran . Tapikan mahal? Makan direstoran tidak selalu mahal  asal kita gak malas cari atau beli Voucher Diskon Paket Hemat yang ada di internet (lagi-lagi harus pintar memanfaatkan teknologi). Dengan beli Voucher kita bisa berhemat antara 10%-40% dari harga sesungguhnya. Dalam menarik pelanggan kini banyak cafe dan resto yang menjual voucher paket hemat, kita bisa memanfaatkan ini loh, sesekali jalan dan  makan diluar biar gak suntuk dirumah terus, keluarga juga butuh refreshing.

Sebagai ibu rumah tangga memang harus pintar mengelola keuangan, apalagi dizaman yang serba mahal saat ini. Untuk bisa berhemat sekaligus bisa menyenangkan keluarga kita memang dituntut kreatif, serba bisa dan tak takut mencoba resep baru. Suami dan anak pasti senang banget jika kita memanjakan mereka dengan hidangan yang kita buat sendiri

Lucu Tapi Nyata, Inilah Yang Sering Dilakukan Ibu Muda Saat Hamil Pertama


Hamil adalah saat yang paling dirindukan oleh pasangan yang baru menikah. Kadang Mulai bosan dengan pertanyaan orang-orang sekitar “udah isi belom”. Kelahiran dan kematian adalah rahasia Tuhan, dan Tuhan tahu kapan saat yang paling tepat untuk memberi. Saat mengetahui  positif hamil, tentulah saat yang membahagiakan. Membayangkan bisa menggendong bayi, membayangkan punya anak rasanya begitu lucu.  Aduh, gak berasa ya, rasanya baru kemarin lulus SMA coret baju, eh sekarang sudah mau dipanggil ibu, waktu dirasa begitu  cepat berlalu.
Kegembiraan akan memiliki anak, tak hanya dirasakan pihak istri pihak suamipun begitu. Rasanya baru kemarin balak balik dipanggil guru BP, eh sekarang sudah mau dipanggil ayah. Kesiapan menjadi ayah ibu berdampak pada perubahan sikap yang mulai menyadari bahwa ada tanggung jawab baru , yang akan dilalui dalam hidup.
Baca juga : Ketika Buah Hati Tak Jua Hadir
Ada hal-hal lucu yang dilakukan pasangan baru, baik suami dan istri saat mengetahui kehamilan yang pertama. Apa saja ya?? Jangan terlalu serius ya..hehee.
Tidak Sabar menunggu perut membesar.  Baik istri atau suami tak sabar melihat perut membesar. sang istri biasanya bolak balik ngaca ngelus perut, liat dari samping depan belakang. Sang suami mulai ragu “ hm…kamu sebenarnya hamil gak sih, kok perut belum gede juga’, ya elaaaah..baru juga masuk 2 bulan ;D ( ayoo..ngaku ga , dulu begitu? ). Dalam beberapa forum kehamilan juga banyak ditemui pertanyaan serupa.” Ibu-ibu saya hamil 4 bulan tapi perut kok belum besar juga ya, ibu-ibu hamil berapa bulan sih, perut keliatan gede?”, jadi mulai membandingkan. Padahal besar kecil perut itu tergantung orangnya dan pertumbuhan janin tapi biasanya perut kelihatan membesar itu saat memasuki 5 bulan kehamilan, tapi ada yang kulit perutnya agak tebalan 3 bulan udah keliatan buncit, tapi itu yang buncit perut ibunya kan? biasanya janin tumbuhnya baru beberapa centi meter . Tapi besar kecil perut awal kehamilan tak perlu dirisaukan, karena ada awal kehamilan malah BB turun karena gak mau makan dan  selalu muntah.
Membaca Artikel Kehamilan Secara Borongan. Berangkat dari rasa penasaran bagaimana sih bayi dalam kandungan, akhirnya semua artikel dibaca. Tapi ini positif banget dengan baca artikel kita jadi tau perkembangan janin, mitos dan fakta seputar kehamilan, apayang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam masa kehamilan. Mengetahui makanan yang bagus untuk pertumbuhan janin, bahkan hal-hal yang perlu dikhawatirkan saat kehamilan. Bagusnya nih, baca-baca artikel begini lakukan sebelum menikah atau sebelum hamil dengan begitu kita punya sedikit ilmu saat pertama hamil.
Mengukur bayi. Karena rasa penasaran dan tak sabar, jadi pengen tau berapa sih besar dedek dalam perut. Lalu kemudian cari tabel perkembangan bayi. Ternyata usia kehamilan 2 bulan itu panjang bayi sekitar 4 cm, pantes aja...kok perut belum gede melendung, hehehe. Hampir Tiap bulan ngeliat penggaris membayangkan panjang sijabang bayi, wkwkwk. Dan ternyata kebiasaan seperti ini bukan aku saja yang mengalami ternyata temanku juga gitu. Waktu itu temenku yang baru pertama hamil kebiasaan ini juga dia lakuin. Ada yang bilang hamil itu seperti menanam benih tanaman (emang benih manusia kan..? :D), kalau kamu pantau terus tiap hari tiap menit bakalan berasa luaaama banget tumbuh. Jika santai aja gak terlalu penasaran, eh kok udah tumbuh, kok udah  bertunas, yg penting dirawat. Gitu..
Mirip Siapa?.  Pembicaraan absurd adalah menebak-nebak si dedek kalo lahir mirip siapa?. Hidung kamu bagus, ya udah hidungnya mirip kamu aja, tapi kamu boncel ya udah biar body mirip ayahnya aja. Ribet banget kalo ngobrol gak jelas, dikira ngadon tepung bisa cetak sesuai keinginan :D.  Nah, kalau USG minta diprint, USG 2 dimensi sok tau banget, ya paling dokter yg cuma bisa baca. Sampai dirumah yg mana sih bayinya? Kok cuma ada hitam ngelingkar , kamu hamil bayi atau cacing kremi sih…? Lah…?! (minta di tabok)

Nama Bayi. Kebiasaan cari nama bayi pasti bukan cuma hamil pertama, kedua , ketiga juga dibikin heboh. Apalagi belum tau jenis kelaminnya, minimal sediakan 2 nama untuk cewek dan cowok. Pergi beli buku tentang nama bayi, searching internet, namanya ada nama singkatan kita atau bagaimana?. Seru.
Hunting pakaian bayi. Nah ini juga dibikin heboh, apalagi kalau diketahui bayi perempuan. Tau sendirilah namanya pakaian  perempuan ternyata udah rempong dari bayi, pakaiannya unik dan lucu, pita-pita bando dll. Si Calon emak jadi gak sabar membeli baju. Tapi kalau ketauan si nenek pasti dilarang , kalo belum 7 bulan , katanya pamali beli- beli perlengkapan bayi. Tapi suka kekeuh sembunyi-swmbunyi beli.

Was-was menunggu kelahiran. Namanya juga pengalaman pertama , menunggu waktu melahirkan pasti ada rasa was-was dan tidak sabar. Suka mengeluh sakit perut dan kontraksi palsu yang ternyata melahirkan masih hitungan Minggu lagi.
Apapun yang kita lakukan ,kita alami, namanya pengalaman pertama pasti ada cemas, bahagia, takut. Jadi wajar saja kalau ada hal-hal ‘lucu’ yg kita lakukan bahkan kadang memalukan. Yang penting sih jangan terlalu mikirin mitos yang katanya begini dan begitu, cari kebenaran nya apalagi mencari berbagai informasi itu sekarang lebih gampang, tanyakan ahlinya.
Adakah kejadian lucu yang bunda alami saat hamil pertama dulu, sharing yuk..

Makanan Yang Cocok Untuk Bayi Berusia 6 Bulan

pict : pixabay.com
Bayi adalah  makhluk yang paling rentan terserang  berbagai penyakit . Pada usia 1-6 bulan bayi harus diberikan ASi eksklusif untuk meningkatkan imun tubuhnya agar tak mudah terserang penyakit.

Setelah Usia melebihi 6 bulan sudah seharusnya diberikan makanan tambahan untuk mencukupi kebutuhan gizinya, apalagi usia segini anak mulai aktif dan banyak berinteraksi dengan orang sekitar. Sudah seharusnya mereka  diberikan makanan yang sehat . Apalagi untuk makanan pertama yang dikonsumsi bayi  sebagai pendamping ASI eksklusif. Makanan pendamping ASI untuk bayi hendaknya memiliki nutrisi yang sehat dalam bentuk bubur. Karena sistem pencernaan bayi masih belum lancar dan optimal. Selain untuk bayi, makanan sehat untuk Ibu menyusui juga sangat penting untuk kesehatan Ibu dan bayinya.
Sebelum bayi mendapatkan makanan dalam jumlah yang normal, hendaknya harus tetap diberikan ASI, baru setelah mulai dapat makan dalam jumlah yang normal, asupan ASI mulai dikurangi. Ada baiknya dalam meningkatkan jumlah asupan makanan selain ASI di lakukan secara perlahan dan jangan tiba-tiba dalam jumlah takaran yang banyak agar pencernaannya mampu beradaptasi dengan baik. Bayi juga acapkali mengalami sulit untuk di suap, tapi seperti demikianlah karena normalnya seperti itu. Mungkin sibuah hati sudah merasa kenyang dengan makanan yang barunya dan jangan dipaksakan apabila dia menolaknya.

Berikut beberapa jenis makanan yang cocok untuk bayi 6 bulan :
Bubur Susu. Jenis makanan untuk bayi yang sejak dahulu selalu dianjurkan dari masa ke masa adalah dengan memberikan bubur susu. 


pict : pixabay.com
 Lalu bagaiamana cara membuatnya agar lebih baik? Cara pembuatannya cukup mudah, yang Anda butuhkan adalah bahan berupa tepung beras dengan takaran 1 sendok makan, serta susu bubuk sebanyak kurang lebih 200 ml. Kemudian larutkan tepung beras tadi dengan menggunakan susu bubuk. Masaklah dengan api yang sedang hingga mendidih. Atau bisa juga bubur tepung beras dicampur dengan beberapa sendok ASI ini tentu lebih sehat.
Jus Buah / Sayur. Tak hanya orang dewasa bayi juga membutuhkan asupan serat. Serat pada makanan sangat membantu sistem pencernaan bayi, untuk mencegah diare bahkan sembelit. Kita bisa mengenalkan beberapa buah yang aman bagi pencernaan bayi seperti Alpukat, Peer, Apel, Jeruk bisa kita kenalkan dengan sedikit perasan pada buburnya. Untuk sayuran kita bisa membuat bubur kentang untuk mempercepat perkembangan bayi 6 bulan.  Variasi makanan bagi bayi hanya cukup disarankan agar bayi tidak merasa bosan karena selalu mengkonsumsi makanan yang itu saja. Jenis makanan ini adalah makanan padat pertama yang sebaiknya diberikan untuk bayi
Biskuit Bayi. Biskuit bayi juga bisa di berikan sebagai selingan. Selain menambah asupan dan varian rasa juga untuk melatih sistem motorik kasar anak. Dengan diberi biskuit ia belajar menggenggam, dan merangsang pertumbuhan gigi bayi.

Apasih menu pertama yang bunda berikan ketika anak membutuhkan makanan pendamping ASI?. Sharing yuk..

Keputusan Berhijab & Segala Kekhawatiran



Aku tergolong terlambat memutuskan untuk berhijab.  Keputusan ku untuk berhijrah sempat pula dilarang oleh kakak ku dengan bilang selesaikan kuliah dulu, aku gak tau juga apa alasan dia. Namun beberapa Minggu kemudian aku tak lagi minta persetujuannya, aku langsung berhijab, tapi bersyukur dia gak ada mengomentari negatif tentang keputusan ku.

Kita bersyukur berada di zaman yang memudahkan kita untuk berhijab berpenampilan lebih muslimah . Beda banget dengan kejadian beberapa dekade lalu,  dengan mengatakan orang berjilbab dengan aliran tertentu bahkan disebut atau difitnah sebagai penyebar racun. Dikantor, dipemerintahan, disekolah sangat jarang bahkan tidak ada yang berkerudung. Tapi kini begitu mudah orang untuk berhijab, banyak toko yang menjual tak terkecuali secara online.

Walau kini keputusan berhijab bisa begitu mudah dilaksanakan tapi masih saja yang banyak merasa belum siap melakukannya. Banyak beralasan bahwa dia belum pantas berhijab, karena merasa hati masih belum bersih, sholat yang belum benar dan lainnya. Padahal menurut aku lebih baik berhijab dulu, kemudian pelan-pelan membenahi ibadah yang lain. Hijab bisa kita jadikan benteng pertahanan untuk tidak melakukan hal buruk, misalnya pengen ninggalin sholat, kemudian  iman dihati berbisik “kamu berhijab kan malu dengan hijabmu  kalau nggak sholat” akhirnya kita sholat deh. Ya, semua bisa kita lakukan tahap demi tahap.Sebenarnya perintah  berhijab bisa disejajarkan  dengan perintah sholat, karena Allah langsung yang memerintahkan dalam firmanNya .

Selain karena belum siap secara hati, banyak pula yang enggan berhijab karena timbul kekhawatiran didalam hatinya. Tapi nyatanya kekhawatiran itu terlalu mengada-ada, yang tanpa sadar itu hanyalah sebuah bisikan agar kita ingkar pada perintah Nya.

Berikut beberapa hal yang dikhawatirkan atau ditakutkan saat memutuskan untuk berhijab.

Takut Terlihat Jelek . Alasan ini terlalu mengada-ada, karena sekarang sudah banyak berbagai mode hijab yang bisa disesuaikan dengan bentuk wajah, begitu juga pakaian gamis, setelan rok dan celana kulot yang justru membuat kita terlihat lebih anggun. Sebenarnya hijab justru membuat kita lebih cantik, kulit jadi lebih bersih karena terlindung dari sengatan matahari dan debu, begitu juga dengan rambut yang selalu terlindungi. Tak hanya berefek pada fisik tapi lambat laun membuat hati dan pikiran lebih positif dan lebih ikhlas menerima segala sesuatu yang terjadi. Soal cantik itu tergantung kita merawat diri , kalo nggak berhijab pun kalo malas dandan malas mandi, pake baju asal-asalan sembrono, ya gak enak dipandang juga kan?

Takut Tidak Dapat Jodoh. Jodoh itu ditangan Tuhan, bagaimana bentuk “wajah” jodoh tergantung usaha dan cara apa kita menjemputnya. Semoga dengan berhijrah berhijab menjadi kendaraan untuk menjemput jodoh yang lebih Sholih. Alasan ini juga tidak sesuai toh banyak juga mereka yang belum berhijab tapi belum dapat jodoh hingga usia 40 tahun. Jadi kesimpulannya, hijab bukan penghalang mendapatkan jodoh.

Takut Tidak Dapat Pekerjaan. Dizaman sekarang sepertinya semua sudah menerima keberadaan hijab, bahkan polisi pun berhijab. Orang2 sudah paham kok, dalam pekerjaan itu yang dibutuhkan adalah keahlian pada bidangnya bukan penampilan semata., Bukankah dengan berhijab bukan berarti penampilan amburadul kan?. Memangnya mau melamar jadi apa, kok takut ditolak? kecuali kamu melamar untuk bekerja ditempat “hiburan malam” yang memiliki aroma mesum. Dunia begitu luas memang tak sedikit perusahaan yang menolak wanita berhijab, tapi masih begitu banyak yang menerima wanita berhijab.

Takut Karena dilarang suami. Jika suami melarang berhijab, cobalah tanya alasannya. Apakah dia ingin melihat kita seksi. Perintah berhijab adalah untuk menutup aurat dari pandangan bukan muhrim terutama lelaki lain. Tanyakan apakah suami senang jika ada pria lain melototi  pinggul istri yang dibalut jins ketat? , Apakah suami suka jika belahan dada kita dinikmati oleh pria lain yang sengaja mengintip saat kita menunduk. Yakin deh, pasti mereka tidak suka. Kita istri hanya tertutup untuk orang lain, jika dirumah tentunya kita bisa tampil seksi untuk memuaskan hati suami. Mana lebih utama Mengikuti perintah suami ataukah mentaati perintah Allah?

Wanita berhijab bukan artinya tak memiliki cela. Hijab adalah jalan untuk menuju  kesempurnaan ibadah. Ada langkah , ada tahap, ada proses menuju kesempurnaan itu. Jika sekarang berhijab tapi mencela, berhijab tapi pembohong, berhijab tapi bla-bla, semoga dengan kemantapan hati membuat ibadah kita semakin bagus dan hubungan antar manusia semakin baik. Selamat memutuskan untuk berhijab. :)



5 HAL UNTUK PERSALINAN YANG BAHAGIA


Setelah mengandung sekitar 9 bulan lebih, saat – saat menjelang persalinan adalah saat paling mendebarkan bagi seorang ibu. Ada rasa tak sabar untuk melihat bagaima rupa si jabang bayi yang selama ini mengulet-ngulet menyentuhnya dalam kandungan. Tak hanya ibu yang mengandung bahkan seluruh anggota memiliki rasa yang sama ingin melihat si mungil lahir ke dunia. Saat Hamil dan melahirkan memang saat-saat membahagiakan. Apalgi buat yang sudah lama menantikan kehadiran buah hati ditengah keluarga.
Namun Banyak pula yang merasa stress dan tertekan menjelang persalinan. Mengingat persalinan itu adalah sebuah perjuangan hidup dan mati. Persalinan bukan sekedar melahirkan begitu saja , banyak proses yang dilalui, ngidam saat hamil yang sebagian orang masa ini masa yang paling berat karena  harus bolak balik muntah, pusing dll. Begitu juga kekita memasuki hamil tua terkadang ada  yang mengalami bengkak pada kaki, bahkan kondisi bayi nyungsang , yang butuh perhatian khusus.
Hamil dan melahirkan memang hal yang menyenangkan tapi kita juga butuh kesiapan, bukan saja secara mental yang butuh dukungan moril tapi juga materil. Berikut hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk kehamilan dan persalinan yang bahagia.
Jaga Kesehatan. Beberapa Minggu menjelang persalinan, memang dianjurkan banyak bergerak dan beraktifitas, tapi pastikan tidak sampai kelelahan, beri batasan waktu. Jaga pola makan dengan gizi yang seimbang, aktivitas memang diperlukan tapi jangan sampai kelelahan. Melahirkan tidak hanya memerlukan kebugaran fisik tapi juga psikis dan ketentraman hati. Jadi makanan itu tak cuma mengedepankan kebutuhan fisik tapi juga iman jadi perbanyak doa agar diberi kelancaran.

Baca Juga : 5 hal absurd yang tak disukai wanita saat hamil
Persiapan Biaya.  Bagaimanapun persalinan itu butuh  biaya, jadi sebelum bersalin tentukan dulu mau melahirkan dimana. Tentu disesuaikan dengan cost dan kenyamanan. Apakah cukup di bidan saja, atau rumah sakit. Apakah melahir normal ataukah perlu cesar. Jika perlu ikutlah asuransi, kita bisa memanfaatkan program BPJS Kesehatan dari pemerintah ini, untuk berjaga-jaga. Jika pembiayaan  sudah aman, artinya satu point yang tidak kita khawatirkan lagi.

Kesiapan Mental.  Dianjurkan kepada ibu hamil  untuk menambah wawasan, bisa membaca buku maupun secara online  ataupun bertanya ke dokter & teman-teman yang lebih senior. Ini bagian dari kesiapan mental bagi ibu yang menjalani, terutama bagi yang pertama mengalami kehamilan, tapi juga bermanfaat bagi ibu yang pernah melahirkan sebelumnya, pasti ada teori-teori terbaru yang bermunculan. Menyadari bahwa punya anak itu pasti bakalan repot, mengubah waktu rutinitas, capek, kurang tidur dll. Dengan begitu lebih ikhlash dan bahagia menjalaninya, karena tambah anak artinya tambah tanggung jawab.
Delegasikan Tugas. Tugas disini tentu tugas –tugas dirumah, seperti masak, mencuci dan beberes rumah. Pastikan ada yang membantu  saat kita melahirkan, minimal hingga pulih sekita sebulan atau dua bulan. Ibu yang habis melahirkan butuh istirahpikir ini itat dan fokus merawat bayi jika disibukkan dengan pekerjaan rumah yang lain , bisa-bisa sang ibu jadi lelah, cemas dan berujung stress. Mood ibu pasca melahirkan biasanya kurang baik, jadi peru dukungan orang-orang sekitar.
Suami yang siap membantu.  Saat malam tiba atau saat suami off lebih baik menemani  istri di rumah, bisa membantu istri, ntah sekedar mengantikan popok, atau menjaga bayi saat istri tidur terlelap. Istri sangat senang jika suami ikut andil merawat bayi, jika tidak tentu akan menimbulkan perasaan sedih dan tertekan.
Baca Juga : Baby blues syndrome dapat dicegah
Kebahagiaan dan ketenangan sangat perlu saat sebelum dan sesudah melahirkan. Banyak wanita yang terserang baby blues itu karena merasa cemas, tertekan, merasa sendirian. Kelelahan pasca melahirkan membuat wanita perlu ada yang mendampingi dan dukungan moril dari keluarga, jangan sampai kekesalan dan kecemasannya justru membahayakan bagi bayi yang baru saja dilahirkan.
#KEBloggingCollab

Baca juga : Mitos dan Fakta Kaki Bengkak Saat Hamil

Ketika Panggilan Mengalami Penyempitan Makna



Bahasan kali ini sedikit menyinggung pelajaran bahasa Indonesia, karena aku ingat ada salah satu bab pelajaran bahasa Indonesia kalau nggak salah ketika aku sekolah smp, yang membahas tentang perluasan makna, penyempitan makna, peyorasi dan ameliorasi. Hmm, tapi gak serius banget, tapi ini penting karena  merupakan bagian  perkembangan bahasa di tanah air Indonesia kita #halaaaah :D. (Paragraf pertama aja udah bikin males)
Penyempitan dan perluasan makna sebuah kata itu ternyata di pengaruhi perkembangan jaman. Terbukti sekarang banyak sekali istilah –istilah baru yang muncul, yang dulu mungkin sudah ada tapi sangat asing terdengar ditelinga, dan sekarang ternyata justru jadi familiar banget.  
Oke kembali ke judul, Ketika Panggilan Mengalami Penyempitan Makna. Jadi dulu saat belajar ibu guru menerangkan  kalimat yang ada di buku cetak tentang beberapa contoh kata panggilan yang mengalami perluasan makna adalah kata “ibu” jika dulu ibu hanya panggilan untuk wanita yang melahirkan kita , kini ibu bisa digunakan  untuk panggilan ke semua wanita yang dihormati tak hanya lebih tua usia tapi juga karena pangkat, misalnya ibu guru, ibu camat dll.Contoh panggilan yang mengalami penyempitan makna adalah kata “bibi” jika dulu adalah panggilan untuk istri paman, atau orang dewasa yang usianya lebih muda dari orang tua kita, tapi kini bermakna lebih sempit yaitu panggilan untuk yang bantu-bantu dirumah/ ART.

Setelah 20 tahun berlalu ternyata banyak berubah, jika dulu dengan maksud menghormati dan kelihatan lebih sopan, ternyata kini justru berbalik dan dianggap tidak sopan. Jika dulu panggilan “mbak” untuk daerah jawa itu adalah panggilan halus dan sopan bahkan anak kecil perempuan juga dipanggil mbak. Tapi ternyata panggilan mbaK itu memiliki makna yang khusus dan sempit yaitu mbak-mbak yang bantu-bantu dirumah. Ah ..ternyata jaman membuat orang ingin selalu dipanggil muda kalau dulu bibi sekarang jadi mbak, naik pangkat satu generasi :D.
Terus yang dipanggil mbak dipanggil apa?. Nah, karena tak ingin disamakan  dengan yang bantu-bantu dirumah yang mbak-mbak  maunya dipanggil “kakak” , bahkan anak kecil sekalipun. Keponakan ku usia 8 tahun juga tidak mau dipanggil mbak, jadi ceritanya sepupu aku yang di Jakarta mudik ke Riau, dia punya anak cewe usia sekitar 8 atau Sembilan tahun gitu, maksud hati sih mau ngajarin Hamid hormat sama yang lebih tua jadi manggilnya “mba Keysa”, terus  sepupuku aku nyolek “stttt.. jangan panggil mbak, dia gak mau dipanggil mbak maunya dipanggil kakak”,”Loh..kenapa?”, “iya.., dia bilang emang keysa mbak-mbak yang masak dirumah”. Oalaaaaah…, aku jadi ngikik dalam hati, Kids jaman now (eh istilah ini beberapa bulan lalu belum ada).
Oh, Iya ada satu kisah lucu yang baru kemarin diceritakan kakak ku. Jadi saat dia kepasar , ya namanya didaerah pasarnya emang tradisional banget, banyak yang jualan cuma gelar tikar terus naroh sayur dan  ikan sungai begitu saja. Jadi ceritanya kakak ku belanja  dan mau tanya harga “ mak, mak itu harga ikan nya berapa?” itu yang jualan nunduk dan gak peduli, dan kakak ku nanya sampai berkali-kali tapi yang jualan cuek aja. Akhirnya nanya sama yang jualan disebelah “itu kenapa?”, yang ditanyain tentu saja nggak tau, akhirnya yang jualan buka suara sembari ngomel sodara-sodara! , mau tau apa katanya. “Enak aja manggil mamak-mamak, awak masih muda gini, panggil kakak lah!”.  Ya tuhan, terus  kakak ku bilang, kalau aku mah terserah aja mau dipanggil orang, kakak,mamak, ibu asal jualan laku. Padahal tu ibu-ibu yang jualan udah tua juga dan sudah  punya anak cucu. Ah ternyata panggilan ‘kakak’ sudah merembet ke area pasar  hahhaaha, gak mau dipanggil emak-emak, apa disuruh bikin blog dan  gabung ke emak blogger dulu ya?

Ternyata kini menyebut dan memanggil dengan sebutan lebih tua itu dianggap kurang sopan. Dan fenomena ini disadari oleh pelaku bisnis, yang berdagang, bahkan tukang angkot dan tukang ojek sekalipun. Jadi agar dapat pelanggan dan pelanggan senang maka abang tukang ojeg dengan senang hati memanggil pelanggannya “kakak”, walaupun ibu-ibu dan bercucu. :D, apa lagi si ibu yang dipanggil kakak itu tersenyum menyeringai #apaansih. 
Kalau aku pribadi sih terserah saja mau dipanggil siapa, dipanggil ibu boleh walau agak baper ,wkwkwkwk, dipanggil kakak  juga lebih bergairah :D.  Cuma jujur saja belum bisa move on dari panggilan kakak walau sekarang sudah bisa menyadari bahwa banyak yang memanggil ibu.

Memang sudah naluri perempuan ingin selalu terlihat lebih cantik dan lebih muda, dan iri liat Puspa Dewi masih seger burger diusia 50 tahun. Jangan iri kalau kitanya aja malas merawat tubuh dan mandi suka dijamak, jangan iri kalau lebih senang makan jeroan, kaki dan kepala ayam daripada ngunyah wortel mentah. Emangnya siapa yang iri sih?! ;D *celingak-celinguk. Dan bahkan ada yang tidak mau pakai kerudung karena takut terlihat  seperti orang tua atau takut dipanggil ibu. Aduh..kalau alasan belum siap mungkin masih bisa diterima ya, karena soal hati. Tapi kalau takut dipanggil ibu-ibu kok ya berlebihan, kan jadi doa kalau ada yang manggil  dengan sebutan “ibu haji”, pada hal nginjek pasir mekah aja belum pernah hehehe. Sekarang kerudung kan sudah banyak modenya ,  bahkan makainya juga simple  dan gak ribet seperti kerudung pashmina , dan banyak bermunculan hijab – hijab terbaru yang membuat penampilan lebih anggun dan muda.

Satuhal yang kita sadari ternyata kita berada dizaman dimana setiap orang ingin gak mau disebut tua. Kalau teman-teman disini suka dipanggil sebuatan apa sih, mba, kakak, tante, atau ibu?. hmm… aku juga pernah dengar ada yang   gak mau dipanggil tante, “enak aja..emang saya tante-tante”. Memang nya “tante-tante” disini punya makna yang menyempit juga kah..?? apakah tante-tante itu memiliki aroma negatif atau bagaimana? (serius nanya). O iya? buat yang laki-laki sukanya dipanggil mas, bapak, om, atau babang ,ah..jadi inget Hamish Daud:D, efek kebanyakan ngikutin akunt gossshhhhhip.

Beberapa Alternatif Untuk Persiapan Dana Pendidikan Anak


Bersyukur sekali di era sekarang  banyak orang tua sadar betapa pentingnya pendidikan untuk anak. Pada umumnya masyarakat berpikir bahwa  tingkat pendidikan mampu menunjang  kehidupan yang lebih baik, anak tak cukup sekolah hanya sampai pendidikan menengah atas saja. Sulitnya lapangan pekerjaan untuk tamatan SMA membuat orang tua berusaha keras agar anak bisa kuliah melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan kehidupan yang layak dimasa depannya. Para orang  tua berusaha keras agar bisa mewujudkan impian anak-anaknya bahkan rela menjual harta yang mereka miliki seperti tanah, perhiasan, bahkan meminjam sebagai  pertolongan pertama saat biaya pendidikan anak kurang.

Karena Menikah Bukanlah Pelarian

Pada suatu hari  Lia (sebut saja begitu ) datang ke rumah  Rina. Lia bermaksud mengajak Rina jalan-jalan sekedar makan diluar dan ngobrol.  Tetapi seampai dirumah Rina, Rina terlihat repot membantu ibunya didapur. Ya, Ibu Rina adalah pedagang  makanan bisa dibilang  buka warung makanan. SEbagian tugas ibunya Rina yang mengerjakan seperti menggiling bumbu dll. Rina meminta Lia menunggu, dia ingin menyelesaikan pekerjaannya dulu dan kemudian baru pegi keluar. Melihat Rina yang lagi repot yang keliahatan hidupnya begitu  ribet (menurut penilaian Lia), pagi-siang  bekerja, sore sampai malam membantu ibu untuk berjualan esok harinya. Lia berbisik “ah..kenapa kamu gak menikah saja dari pada ribet gini bantu orang tua, kalau nikah kamu kan bisa tinggal  sama suami gak dirumah ini lagi”.  

---
Adakah diantara kita yang menikah dengan alasan seperti yang diutarakan Lia pada Rina. Terkadang banyak menganggap menikah adalah sebuah solusi dari masalah yang kita hadapi. Ya, mungkin menikah bisa jadi solusi untuk beberapa hal, tapi tentu tidak seutuhnya, karena menikah bukanlah pelarian.
Menikah adalah ibadah maka mulailah dengan niat yang baik membangun rumah tangga , bukan karena ingin jauh dari orang tua, bukan karena bosan dengan hidup yang sekarang, atau karena patah hati dan balas dendam dengan seseorang. Menikahlah disaat benar-benar siap menjalaninya, karena menikah itu bearti menambah kewajiban dan tanggung jawab, ada kesiapan mental didalamnya.
Menikah adalah ikatan untuk seumur hidup bukan sehari atau dua hari bukan sebulan dua bulan. Ada yang berani bilang  udah nikah saja dulu nanti jika nggak cocok tinggal cerai saja. Cerai  tak semudah  yang di ucapkan. Buktinya banyak yang bertahan  dalam pernikahan walau kenyataannya pernikahan yang ia jalani banyak sekali kerikil yang menghalangi, entah dari segi ekonomi hingga perselingkuhan bahkan  KDRT dan tetap bertahan hingga puluhan tahun. Tak semua yang bisa dan kuat untuk mengambil jalan berpisah, apalagi sudah memiliki anak.

Baca Juga : 5 Hal yang membuat istri bertahan, ketika pasangan selingkuh
HIdup ini adalah perpindahan dari satu masalah ke masalah yang lain, jadi percuma saja jika maksud menikah adalah untuk menghindari permasalahan hidup. Bahagia itu kita yang ciptakan, walau hidup disituasi  dimanapun jika kita mensyukuri apa yang kita punya , berdamai dengan keadaan, berusaha tenang menjalaninya, insha Allah langkah kaki menjalaninya terasa tidak begitu membebani (#selfreminder) ☺ . Faktanya pernikahan yang kita jalani tak seindah dan seromantis yang kita bayangkan diawal, selalu saja ada debat kecil dan peetengkaran dengan pasangan.

Dari sekian banyak permasalahan yang ada, ternyata pernikahan membuat kita banyak belajar dalam melakoni peran kehidupan.  karena pernikahan ibarat sekolahan yang tiap saat memberikan kita pelajaran, dan sesekali pasti di uji.
Pernikahan mengajarkan kita tentang tanggung jawab. Menikah artinya beratambah pula kewajiban dan tanggung jawab, baik sebagai istri maupun suami.  Jelas tak bisa sebebas saat masih lajang, jika dulu suka pergi kemana suka, dan pulang larut, tentu hal ini tak bisa dilakukan sesering mungkin. Jika dulu suka suka shopping belanja ini itu, sekarang fokus kemasa depan keluarga. Sebagai istri ada pekerjaan rumah tangga yang harus dilakukan, menyiapkan makanan, dalam bersikap pun begitu karena ada dua keluarga yang harus  dijaga nama baiknya.
Pernikahan Menuntut Keterbukaan. Keterbukaan disini tentu antara kita dan pasangan. Kadang agak sulit dilakukan para introvert yang suka memendam masalah didalam hati. Rumah tangga dibangun berdua jadi antara kedua sisi harus jalan seimbang . Komunikasi itu selalu jadi  nomor satu, jika ada masalah atau ada sesuatu  harus dibicarakan. Ngambeg diawal pernikahan memang terkesan manjah-manjah manis. Si istri ngambeg  dan sedikit berkaca-kaca, suami langsung merayu dan mengusap kepala. Tapi jika itu dipelihara suami juga bosan, dan tentunya tak semua masalah bisa diselesaikan dengan ngambeg manja. Seorang suami juga begitu jika ada yang kurang berkenan dengan istri, lebih baik langsung diutarakan dari pada diam, dan istri jadi menebak-nebak kenapa suamiku marah. Diam memang emas tapi diam tak menyelesaikan masalah, jika sama-sama diam sama-sama menduga justru permasalahan jadi merembet keman-mana.  Yes, komunikasi  itu penting dan harus diutarakan dengan tenang bukan mencak-mencak dan gampar-gamparan, apalagi sampai ribut se er-te.
Pernikahan mengajarkan untuk lebih dewasa dalam bersikap. Pernikan adalah awal menjalani hidup yang lebih serius. Tentunya kita tak bisa bermain-main, menikah itu bagai membangun sebuah perusahaan, jika ingin berhasil dan membuat rumah tangga tentram jalani dengan serius.  Pikirkan dan ikhtiarkan untuk keutuhan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrohmah.
Pernikahan  artinya menambah stok “sabar” yang banyak. Sabar disini bukan artinya diam saja tanpa usaha.
“ Suamiku emang gitu sih, orangnya temperamental suka marah-marah , banting ini itu, sabar aja ,aku paham sifatnya begitu”
“ Istri aku emang gitu, kalau lagi marah suka mencaci maki, sumpah serapah, banting pintu, aku paham ya sabar saja”
Bukan gitu juga kali ya..
Jika ada masalah  selesaikan masalah dengan tenang dan cara yang baik bukankah kita telah diajarkan untuk dewasa. Jika pun ada pertengkaran kalau mau baikan jadi gampang, tinggal colek-colekan selesai. Coba deh, kalu saling maki suara keras, mau baikan terhalang gengsi.

Curhat saat ada masalah memang melegakan tapi kita tak bisa asal curhat, pastikan kita  curhat pada orang yang tepat dan mampu memberi solusi  bukan justru mengompori, dan jangan sampai curhat dan menjelekkan pasangan atau keluarga pasangan di sosial media.
--
Pernikahan memang butuh tanggung kawab, keseriusan, kebijakan, butuh kedewasaaan, tapi menikah itu menyenangkan. Hidup tak akan indah tanpa warna warni, hidup tak akan lengkap tanpa campuran berbagai rasa manis, asam, asin bahkan pahit yang ternyata didalamnya ada obat yang menyembuhkan.
Awali pernikahan dengan niat yang baik, dan cara yang baik, bukan karena ingin keluar dari keluarga, tapi menambah keluarga dan menjalin silaturahmi yang lebih hangat.

Jadi,
Jangan takut menikah, ya.
#Selfreminder

J-Theme