10 Tips Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Bayi dan Balita

Pengetahuan juga skill bahasa dan komunikasi di usia dini sangatlah penting untuk kesuksesan anak di sekolah dan di manapun. Kemampuan berbahasa dan berkomunikasi termasuk di dalamnya memahami bahasa orang lain dan mengekspresikan diri sendiri menggunakan bahasa, gestur, atau ekspresi wajah.

Anak-anak yang memiliki kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dengan sangat baik akan lebih siap mempelajari hal lain ketika masuk usia sekolah. Mereka juga tidak akan mendapatkan banyak kesulitan untuk membaca dan lebih mungkin untuk mencapai peringkat yang lebih tinggi di sekolah.



Di tahun pertama hidupnya, otak anak akan tumbuh dengan cepat dan membangun dasar untuk belajar. Interaksi yang dilakukan dengan orang tua dan dewasa akan mempengaruhi bagaimana anak berkembang dan belajar. Hasilnya, pengajar usia dini akan memiliki kesempatan untuk memberikan interaksi yang bisa mendukung perkembangan anak, terutama di kemampuan bahasa dan komunikasi.
Dalam penelitian, ketika guru memberikan anak bahasa dengan level yang lebih tinggi di tahun pertamanya, anak akan memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik. Ketika guru menanyakan anak pertanyaan, merespon pada vokalisasi, dan masuk dalam pembicaraan positif, anak belajar dan menggunakan lebih banyak kata-kata.

Sebuah penelitian menemukan bahwa satu pertiga dari interaksi bahasa antara guru dan anak adalah tipe yang mendukung perkembangan bahasa anak. Sementara dua pertiga lainnya merupakan bahasa yang lebih kompleks seperti arahan, pujian, dan pertanyaan retoris. Menggunakan bahasa tingkat tinggi untuk berinteraksi antar anak dan orang dewasa memberikan anak dengan lebih banyak pengalaamn yang bisa lebih meningkatkan bahasa dan komunikasi mereka.


Langkah ini menggambarkan 10 tips untuk para orang tua sehingga bisa membantu pengembangan komunikasi dan bahasa bayi dan juga balita. Karena penelitian menyebut betapa pentingnya interaksi untuk bayi dan balita. tips ini dibuat untuk komunikasi kecil. Setiap langkahnya dibedakan dengan beragam tipe interaksi yang dianjurkan penelitian.

Tips-tips ini bisa digunakan untuk anak dengan berbagai karakter. Hanya saja, semua yang terlibat perlu memahami bahwa anak tumbuh kemampuannya dengan berbeda. Ada yang cepat, ada juga yang lambat. Semua tergantung dengan anak, dan juga beragam nutrisi yang bisa mengembangkan daya tangkap anak.

Beberapa faktor yang bisa membedakan di antara lainnya adalah usia dan juga kepribadian anak. Faktor-faktor dan juga bahasa rumah ini memberikan efek pada perkembangan skill kemampuan berbicara dan berkomunikasi anak.
Dengan menggunakan tips ini di usia sangat dini, orang tua bisa memberikan seluruh anak dengan kesempatan dan fokus bahasa yang kaya. Sehingga anak bisa menumbuhkan kemampuan berbahasa dan juga komunikasinya.

Jangan lupa untuk memberikan anak nutrisi yang cukup. Karena nutrisi penting juga untuk menumbuhkan kemampuan belajar anak. Nutrisi ini bisa didapat dari Air Susu Ibu atau ASI, makanan bayi dan balita yang sehat. Serta makanan yang berasal dari buah, sayuran, dan beragam protein lain.

Dengan memberikan anak nutrisi yang cukup, anak akan menjadi lebih sehat dan bisa lebih mudah untuk belajar memahami bahasa dan juga komunikasi yang diajarkan oleh orang tua dan dewasa.

Ajak Anak Mengobrol
Ajak anak mengobrol. Bahas apa saja yang ingin dibahas. Ceritakan pengalaman sehari-hari. Bercanda dengan anak bayi atau balita. Yang pasti berikan dalam bentuk mengobrol atau berbicara. Cobalah untuk berbicara dalam kalimat penuh dan tidak sepotong-sepotong. Sehingga anak akan terbiasa memahami kalimat penuh. Banyak kasus yang anak seringkali berkata dengan kalimat yang tidak penuh. Hal ini karena orang tua dan juga dewasa mencontohkan mengobrol dengan bahasa yang tidak penuh atau setengah-setengah. Sehingga anak menjadi memahami bahasa secara setengah-setengah.







Menjadi Komentator
Sering menonton acara olah raga? Biasanya di sana ada komentator. Cobalah untuk memberikan komentar pada suatu benda, aktivitas, atau suatu acara. Dengan begitu anak akan mengetahui bagaimana menilai sesuati. Selain itu, menjadi komentator juga perlu bisa untuk mendeskripsikan banyak hal. Mulai dari barang, warna, cuaca, hingga beragam hal lainnya.
Campur Beragam Bentuk Kata
Saat mengobrol dengan anak, jangan lupa untuk mencampur dengan beberapa bentuk kata dan kalimat. Gunaka kata yang berbeda untuk menggambarkan sesuatu. Dan jangan lupa untuk menggunakan struktur kalimat yang beragam. Sehingga anak akan bisa membedakan macam-macam struktur kalimat yang ada.

Gunakan Label
Gunakan label, istilah, atau sebutan khusus untuk objek atau kegiatan. Hal ini akan memberikan anak akan perbedaan suatu hal dengan hal lainnya. Sehingga anak akan bisa menjadi lebih kritis dan juga bisa membedakan banyak hal. Menggunakan label yang ditempel bisa membuat anak lebih dulu mempelajari membaca dan mengenal huruf. Anda juga bisa menggunakan label berupa warna sehingga anak mengetahui warna yang berbeda satu dengan lainnya.

Baca Juga : Bermain dan Belajar anak Batita


Ikut Dalam Dialog Anak
Ketika anak senang mengungkapkan sesuatu, cobalah untuk ikut berbicara, meskipun memang mereka masih belum bisa dengan jelas berbicara. Anda bisa juga mengajaknya untuk ikut dalam aktivitasy yang dilakukan seperti aktivitas yang menggunakan objek yang disenangi oleh anak.


Membaca dengan Interaktif
Membaca lantang untuk anak bisa memberikan efek yang sangat baik. Anak jadi lebih memahami struktur perkataan orang dewasa, dan belajar mengenai itu. Dengan membacakan cerita atau buku sebelum tidur, anak akan lebih berkembang daya imajinasinya. Sehingga bisa membuat anak lebih berkembang kemampuang kognitifnya.

Membaca Lagi dan Lagi
Tidak hanya sebelum tidur, orang tua atau dewasa perlu untuk mengajak anak untuk membaca. Kita juga bisa membacakan buku untuk ativitas sehari-hari. Setelah sarapan, setelah makan siang, sebelum tidur siang, setelah makan malam, dan sebelum tidur. Membaca lantang pada anak akan bisa mengembangkan kemampuan kognitif anak dan juga membuat anak lebih reaktif dalam mengenali hal juga bentuk.

Gunakan Properti Saat Bebicara
Untuk menggambarkan kalimat dan juga obrolan, kita bisa menggunakan properti atau bendanya secara langsung. Dengan begitu, anak akan langsung memahami apa yang dibicarakan. Kegiatan ini bisa menumbuhkan banyak hal positif. Salah satunya adalah memberikan gambaran untuk imajinasi anak. Selain itu, menggunakan properti untuk mengajarkan anak berkomunikasi bisa lebih menyenangkan untuk anak.

Membuat Lagu
Berbicara dengan biasa saja memang bisa meningkatkan kemampuan anak berkomunikasi dan juga berbahasa. Tapi, menggunakannya dalam bentuk lagu akan bisa mempermudah pembelajaran. Buatlah kalimat dalam bentuk senandung sehingga lebih menarik untuk anak. Anak juga akan lebih mau mendengarkan kalimat yang dilagukan daripada kalimat biasa saja. Nah, ingat kan lagu Abdullah bapaknya, Aminah nama ibunya.., yang lagi viral itu lo, itu salah satu cara anak menghafal dan mengingat sesuatu. Seperti lagu balonku ada lima adalah melatih anak berhitung dan mengenal warna.

Gunakan Isyarat
Anak tekadang akan kesulitan untuk mengerti kalimat atau perkataan orang tua atau orang dewasa. Untuk mengatasinya, gunakan isyarat untuk mengatakan atau menekankan sesuatu. Dengan begitu, anak akan dapat langsung mengerti apa yang dikatakan. Misalnya menggunakan gestur tangan dekat mulut untuk menggambarkan makan. Tapi, ingat, saat melakukan gestur, tetap ajak anak berbicara dengan menggunakan bahasa dan kalimat yang lengkap. Sehingga anak belajar untuk menyusun ide dan bahasa yang lengkap pula. Ingat ya Bun, bahasa itu gak cuma bicara aja, ada bahasa isyarat, ini melatih daya tangkap anak.


10 hal diatas pasti sudah sering melakukannya. Tapi pasti belum maksimal karena kita menganggap ini akan berjalan normal, biasa saja. Seperti dengan lagu, membacakan buku dll, sudah sering kita lakukan, tapi kita gak sadar itu adalah hal penting direkam anak menjadi sebuah pembelajaran. Nah, sekarang sudah tahukan , tinggal lebih fokus dan memaksimalkannya.


Baca Juga :



ANAK USIA BATITA SENANG MEMECAHKAN SESUATU, INILAH YANG HARUS DILAKUKAN

33 comments

  1. Makasih tipsnya mba Nova, alhamdulillah anak-anakku lancar berkomunikasi saat usianya 2 tahun, bicaranya lancar dan mampu menangkap informasi dengan baik

    ReplyDelete
  2. Sebagian besar sudah kupraktekkan nih..memang sih terasa anak jadi lancar berkomunikasi. Tapi ternyata belum tentu lancar komunikasi dengan gurunya. Entah karena jumlah murid yang jelas lebih dari satu vs kalau di rumah sama emaknya kan ya berdua aja, paling pol berlima ada adik, kakek nenek. Atau karena hal lain sehingga komunikasi anak dengan guru terhambat?? Need advice

    ReplyDelete
  3. Wah memang ya kalau balita itu kemampuan verbalnya menyerap tinggi. Jd bs diajari jg distimulasi.

    ReplyDelete
  4. Sudah terbayang, salah satu hal yang kulakukan untuk anakku nanti adalah membacakannya buku cerita sebelum tidur. Rencananya, buku cerita islami. Yang ada maknanya. Atau juga tentang orang2 hebat.

    Atau juga, pas masih batita kuberikan buku2 anak kecil yg tebel. Supaya tahu bahwa ini buku, fungsinya untuk dibaca. Ehtapi ngasih stimulus mainan yg lain juga kok, hehe

    ReplyDelete
  5. Iya sih, sebenarnya sudah tau, tapi memang perlu dikasih tau lagi berulang-ulang. Karena emak banyak urusan hingga kadang lupa akan suatu hal. Hahaha. Curhat.
    TFS Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, semua tips tersebut memang ampuh banget meningkatkan kemampuan komunkasi balita apalagi membaca. anakku suka banget dibacain buku sebelum tidur dan ternyata itu berdampak positif terhadap kemampuan bicaranya, banyak sekali kosakata yang ia kuasai dari mendengarkaknku membaca

      Delete
  6. Ponakanku ada yang belum jelas ngomongnya, tapi kami gak bosen buat ngajak dia ngomong dengan kalimat yg benar. Nanti kalau punya anak sendiri dibuat praktek deh

    ReplyDelete
  7. tipsnya lengkap dan membantu banget pastinya ya mba.. nanti aku akan coba praktekkan deh kalau sudah punya anak.. makasi infonyaa

    ReplyDelete
  8. Iya kayak metode di les baca anakku, suka dinyanyiin, suka dibacain keras2. Sampai rumah jg kuulang2 gtu mbak :D
    Emang kalau mau anak lancar komunikasi, ibunya jg kudu ajak ngomong terus yaaaaaaaa

    ReplyDelete
  9. Wahh pas banget ini mba artikel dengan tema ini baru sering saya baca-baca karena sebentar istri juga melahirkan anak pertama.. berarti harus sering ngajak ngobrol bayi ya mba

    ReplyDelete
  10. Aku suka tipsnya, aku bakalan coba terapin sama keponakan..

    ReplyDelete
  11. Aku suka tipsnya, aku bakalan coba terapin sama keponakan..

    ReplyDelete
  12. Semoga bisa menjaga amanah yang diberikan Allah.
    Memahami pola-pola komunikasi dengan ananda itu merupakan cara belajar kita sebagai orangtua yaa..
    Dari hamil hingga besar nanti.

    Tiap tahapan terasa istimewa dan menjadi orangtua adalah proses belajar tanpa henti.

    ReplyDelete
  13. MEnjadi lebih komunikatif dengan anak ya mbak, jadi sebisa mungkin meluangkan waktu setiap hari selama beberapa jam untuk anak.

    ReplyDelete
  14. Thank you for writing these tips up! Aku pas banget lagi struggling meningkatkan kemampuan bbicara anakku. Will definitely give them a try.

    ReplyDelete
  15. Terimakasih tipsnya Mba, mau saya coba praktekan sama anak. Kebetulan usianya serkarang baru 7 bulan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Putri saya sekarang berusia 3 th 9 bulan kurang lebih. Dan mulai ikut-ikut sekolah PAUD di tempat terdekat. Bagusnya sepulang dari PAUD selalu membawa cerita dan memberitahukan apapun kepada ayah bundanya. Ternyata cara menanggapinya pun harus beragam ya.
      Thanks buat tipsnya

      Delete
  16. Waaaah bener banget tips tipsnyaaa, bakal membantu banget nih untuk para new mom. Makasi sharingnya yaaaaa

    ReplyDelete
  17. aku paling suka bacain keras dan dinyanyiin alhamdulilah si sulung cerewet bahkan skrg kyk bang Ipul dikit2 nyanyi wkwk

    ReplyDelete
  18. Waktu ponakanku balita, daku suka pakai lagu sama label, dan ternyata manfaatnya bagus yah

    ReplyDelete
  19. nanti aju coba terapi lgi deh ke naufal sial yang diajak membaca.. sekarang susah banget sih buat diajak diem gt

    ReplyDelete
  20. Aku punyak adek yg masih usia 2thn, tp ya ampun cerewet banget terus dia udh bisa ngomong satu kalimat penuh gitu kyk misal "teteh tolong ambilin mobilan hitam ade". Udh jago bangetlah klo ngomong dan berinteraksi. Gmn gk cerewet coba di rumah ibu, aku, sama bibi semuanya cerewet ya mungkin dia nyontoh. Hahaaa
    Tp ada sodara aku yg udh 2thn lebih belum bisa ngmng sama skali dan emang sih di rumahnya interaksi komunikasinya kurang jd mungkin nggk kerangsang juga buat si anak..

    ReplyDelete
  21. Membaca lagi dan lagi .... dan kesembilan tips lainnya, sangat bermanfaat Mbak.

    ReplyDelete
  22. Bermanfaat, Teh. Semoga membantu pagi para orang tua yang mau punya anak.
    Suatu saat dipraktekan kalau sudah berkeluarga dan punya anak :)

    ReplyDelete
  23. Thanks for.sharing.. info nya oke banget nih..

    ReplyDelete
  24. some of them sudah dipraktekan dan berhasilllllll, ini wajib dibaca mama muda yng punya bayi biar latihan nih.. hehehe

    ReplyDelete
  25. Terima kasih ilmunya mba, semoga nanti kalo saya sudah punya anak bisa diterapkan

    ReplyDelete
  26. Punya balita emang harus bawel yah, harus masuk kedalam dialog anak. Interaksi memang bisa dengan baca buku juga yah. Makasih sharingnya.

    ReplyDelete
  27. Dialog bersama anak seru ya kak mwski kita harus bisa berdialog dg dunianya

    ReplyDelete
  28. Sebetulnya saya termasuk yang pendiam. Tetapi, sejak punya anak jadi agak cerewet. Sampai orang tua suka heran. Tapi, ya saya lakukan itu semua demi anak

    ReplyDelete
  29. Aku saat dulu sering ngajak bayi komunikasi, mba. Jadi walau kalau itu belum bisa ngomong tapi gesturenya seolah penanda dia ngerti :)

    ReplyDelete
  30. wah semua tipsnya bisa jadi bekal buat aku nih kalo nanti udah punya anak, dan bisa latihan dulu ke ponakan yang masih krucil hehe terima kasih sharingnya mba

    ReplyDelete
  31. Mengajak anak bicara, membacakan buku dengan keras, memang efektif meningkatkan kemampuan biacara anak ya mbak. Soalnya emang sebagian masalah speech delay biasanya krn ortu gak pernah ajak interaksi anaknya, setauku...

    ReplyDelete

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link,brokenlink , dan harus menggunakan nama semestinya , anonim dan merk tidak akan diterbitkan.