Cara Cerdas Menyalurkan Hobi Anak agar Berguna untuk Masa Depan



Sebagai orang tua kita suka memaksa anak anak untuk melakukan sesuatu, ntah itu les atau pun kursus ini itu. Tetapi setelah dijalani ternyata anak malah melakukannya dengan malas-malasan tidak total, karena sebenarnya tidak tertarik di bidang itu.

Untuk mengetahui minat anak itu sebenarnya merupakan tugas orang tua untuk mengobservasi anak, mengamati kebiasaan anak apa yang iya sukai dan apa yang tidak iya sukai. Saat mereka bermain adalah saat yang tepat untuk mengobservasi karena biasanya mereka melakukannya dengan gembira. Jadi bukan langsung mengarahkan tapi memulai dengan pengamatan dan mengarahkan barulah kemudian mendukung,  sesuai minat yang datang dari dalam diri anak itu sendiri . Hobi-hobi tersebut sebenarnya bisa tetap dipertahankan dan diasah terus-menerus untuk dijadikan sebagai sebuah keahlian kelak ketika mereka dewasa.
Hobi atau minat yang diarahkan dengan tepat akan bermanfaat untuk masa depan mereka. Tak menutup kemungkinan kelak hobi yang mereka miliki  bisa menjadi profesi atau lahan bisnis yang menjanjikan. Tentu akan menyenangkan rasanya apabila hobi tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan dimasa yang akan datang.
Tapi agar hobi anak tidak hanya sekedar ajang bermain dan bersenang-senang saja, ada beberapa tips untuk menyalurkan hobi anak agar menjadi profesi di masa depan:

Kenalkan anak-anak berbagai macam kegiatan dan hal-hal positif lainnya
Jika kita sebagai orang tua memiliki  hobi tertentu, jangan ragu-ragu untuk mengenalkannya kepada anak. Pasalnya, seperti pepatah yang mengatakan "buah tidak jatuh jauh dari pohonnya" itu ada benarnya. Misalnya, jika orang tua  punya hobi bermain musik atau bernyanyi, membaca, menulis bisa saja anak juga akan menyukai hal yang sama. Dengan banyaknya pilihan minat mereka lebih yakin apa yang mereka inginkan bisa saja yang awalnya suka menjadi tidak tertarik lagi, atau beralih minat mereka.

Baca juga : Manfaat Bernyanyi Bersama Balita
Dukung dan beri Fasilitas. Setelah memperkenalkan hobi tersebut, dan jika anak tertarik dan benar-benar yakin akan concern disuatu bidang maka tugas orang tua cukup mendukung dan beri Fasilitas.
Jika mereka hobi bermain musik. Kita  bisa mengajaknya menonton konser, memperkenalkan kepada mereka berbagai peralatan musik, hingga mendaftarkannya di tempat kursus musik. Begitu juga jika mereka hobi melukis dan menulis kita bisa mengenalkan segala sesuatu yang berkaitan dengan minat mereka
Tambah pengetahuan dan wawasan seputar hobi yang disukai oleh anak
Jika anak punya hobi dan koleksi tertentu. Misalnya hobi bermain mobil-mobilan atau alat berat. Sambil mengajaknya bermain, kita  bisa memperkenalkan kepada mereka bagaimana proses pembuatan mobil maupun alat berat. Bisa dengan menyuguhkan mereka video di YouTube atau bisa juga dengan memberikan mereka buku-buku yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan seputar hobi mereka tersebut.
Selain menambah wawasan tentang minat mereka , orang tua juga bisa memberikan support atau dukungan dalam bentuk mengajak anak mengikuti kompetisi dengan begitu mereka akan giat untuk mengasah kemampuan mereka.

Baca juga : Memaksimalkan waktu bersama anak

Banyak melarang justru akan menghambat kreativitas mereka. Kita sebagai orang tua hanya mengarahkan mana yang terbaik bagi anak , bukan nemaksakan sesuatu. Jika anak memiliki minat yang kurang memiliki kreativitas kita bisa memberikan arahan pengertian dengan membicarakan secara baik. Jika mereka ingin berubah itu bukan karena terpaksa tapi benar-benar atas kemauan mereka sendiri, karena mereka tahu minat mereka kurang menjamin dimasa depan. Anak ketika usia remaja terkadang masih labil mereka meminati sesuatu terkadang hanya karena ikut-ikutan karena sedang booming atau karena ngefans pada idola  semata, tapi nyatanya tidak cocok untuk mereka, disaat itulah pendekatan kepada anak diperlukan.
Orang tua modern paham banget soal ini, cuma saja mereka bingung untuk mengekspresikan dukungan.  Untuk dukungan moril sih oke, tapi sulit dukungan secara materi. Apalagi harus membelikan perlengkapan , mereka suka bingung harus memulai dari mana  selain susah didapat harga juga relatif mahal.
Apakah sahabat nashahh juga mengalami hal serupa? Bingung untuk membelikan perlengkapan untuk menyalurkan hobi anak?

Sedikit bocoran aja nih, sebaiknya teman-teman beli di toko online saja. Bukalapak adalah salah satu toko online memiliki produk lengkap untuk koleksi dan hobi seperti gitar, drum, action figure, mainan, dan lain-lain. Tidak hanya itu, mereka pun kerap menawarkan diskon dan berbagai macam promo menarik sehingga harga yang kita keluarkan untuk membeli benda hobi dan koleksi jadi lebih murah. Di online shop yang satu ini ada banyak pedagang premium (terpercaya) yang jual alat musik, boneka kamera, mainan, hingga benda-benda langka atau barang antik.
Dengan adanya toko online yang bisa menyalurkan hobi seperti Bukalapak semua jadi lebih mudah. Pasalnya, kita bisa berbelanja langsung dari rumah atau dari manapun dan kapanpun tanpa terbatas tempat dan waktu. Karena lebih mudah didapatkan, maka menyalurkan hobi menjadi lebih gampang dan menyenangkan. Selain itu jika anak atau siapapun telah memiliki karya, bisa juga loh membuka lapak dan menjual hasil kreativitas di Bukalapak. Karena saat ini, hanya berbekal smartphone dan internet kita sudah bisa berjalan di toko online.
Bagaimana apakah teman-teman siap mendukung minat anak?

29 komentar

  1. Aku sudah siap banget mendukung minat anak. Sayangnya belum punya anak. Hehe

    Semangat mbaa

    BalasHapus
  2. Yup, setuju banget sama tips n trik ini.sebagai orang tua kita kudu banget mengobservasi bakat anak

    BalasHapus
  3. Kalau saya gak pernah memaksa aktivitas ke anak-anak. Mereka pasti akan melakukannya dengan terpaksa kalau dipaksa. Seringnya saya berdiskusi dulu dengan mereka sebelum akhirnya memutuskan untuk aktivitas tertentu atau tidak

    BalasHapus
  4. Anak-anak memang perlu dukungan dari orang tua untuk mengembangkan bakatnya ya.. Insya Allah, ketika nanti saya jadi orang tua, saya siap untuk mendukung hobi anak dan membimbingnya di jalan yang tepat, agar hobinya bisa berguna untuk masa depan.

    BalasHapus
  5. Ini yang selalu jadi perhatian kami, mba Nova...bahwa sejauh mana anak-anak didukung.
    Karena ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan sunnah, maka kami cenderung mengarahkan ke hal lain yang tetap membuat mata anak-anak berbinar ketika melakukannya.

    BalasHapus
  6. aku seneng banget kalo lihat orang tua yang mendukung penuh hobi anak. Berasa klop gitu lihatnya

    BalasHapus
  7. saya baru bisa dukung minat dan hobi anak sebatas motivasi dan fsilitas seadanya..

    BalasHapus
  8. Satu lg mak, kenalin anak sm rules mode yg sesuai sm bakatnya. Ini work banget di aku. Anak ak agak punya pribadi plegmatis sih ya.. Jd kalo punya tokoh panutan itu dy semangat.

    BalasHapus
  9. Setuju mba ortu itu mengarahkan jgn banyak melarang cuman aku juga masih bingung nih PR banget ngarahin anakku yg bakatnya masih varian :D

    BalasHapus
  10. Setuju mba.. harus banyak main bareng, ngobrol bareng sama anak yaa, sehingga kita tau apa yang anak inginkan dan butuhkan 👍

    BalasHapus
  11. Jadi ingat waktu si sulung aku les kan gambar, hasilnya biasa aja. Giliran si bungsu yang tanpa les karena ngga mau, malah gambarnya bagus

    BalasHapus
  12. Aku belum punya anak jadi nyimak dulu dan belajar banyak dari postinganmu bunda Nova, tapi melihat keponakanku di sekitarku ortu mereka juga pada ngarahin bakatnya. Ada yang suka main youtube, trus praktek lucu deh direkam tanteku hehehe

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah anak saya bakatnya ke bidang menggambar. Sudah bisa dilihat gambar-gambarnya lebih hidup dan matang kalah saya juga. Tinggal mengarahkan untuk lebih baik lagi.

    BalasHapus
  14. Iyess sepakat banget kalo hobi anak harus didukung. Bukan berarti pelajaran di sekolah ga penting, tapi ya masa anak ga boleh melakukan hal-hal yg dia suka demi ngejar nilai bagus? *duh, aku pengalaman banget soal ini :')

    BalasHapus
  15. Anakku pengen ikut ekskul bola, bisa beli perlengkapannya ni di BL yaa..

    BalasHapus
  16. Aku jadi ingat anakku tuh hobi banget menggambar mba. JAdinya aku slalu memberikan kesempatan buat dia beli alat mendukung hobinya. Belinya ya memang harus di buka lapak :)

    BalasHapus
  17. Sebagai orang tua kita selain memberi dukungan harus mengarahkan ke arah yang positive jugavya mba.

    BalasHapus
  18. kalau anakku yg pertama sudah bisa dilihat minat dna hobibnya kemana jd alhamdulillah km bisa fokus mengarahkan, nah PR utk anak k2 dan ke 3 nih
    memang butuh waktu sih krn mrk suka berubah2 jg

    BalasHapus
  19. Anakku pengin banget bisa main drum. Sayangnya lokasi rumah kami ada di tengah perkampungan yang padat dan belum punya ruang/studio kedap suara. Semoga suatu saat bisa keturutan ya keinginan anakku ini.

    BalasHapus
  20. iyaa ortu bisa beri fasilitas sesuai minat anak. Kalau anakku suka memanjat, ku ajak ke tempat panjat dinding :D

    BalasHapus
  21. Siyaap mba. Semampu saya sebagai orangtua tentunya.
    Memang banyak melarang anak bisa mematikan kreatifitasnya. Boasanya sih saya kasih rambu-rambunya aja.

    BalasHapus
  22. Cucu bunda liat temennya blhr gitar, monta xibeliun gitar. Stlh dibeliin kn kudu ada pelatih. Eeh..mamanya .alah bklang kadian kl les lg, kecapean. Any advice from you?

    BalasHapus
  23. setuju banget mba, kita gak boleh memaksakan anak melakukan aktivitas tertentu.
    kasian kalau ternyata dia gak sukaa..

    takutnya malah tertekan.

    pernah itu ada kejadian kayak gitu, trus anaknya jadi stress, perlu perawatan khusus di RS. kasian..

    BalasHapus
  24. 3 anakku punya bakat beda2. Sebagai orangtua aku dan suami berusaha bgt mendukung mereka. Beliin alat gambar atau masukin ke klub renang gitu gitu

    BalasHapus
  25. Aku pernah ikut seminar parenting tentang tumbuh kembang anak, katanya anak-anak itu harus dicoba melakukan semua aktivitas agar kita mengetahui apa yang dia sukai. Kadang kalau dirumah pun aku suka mengajak anakku bermain dengan mainan yang kita buat sendiri. Biasanya saya juga suka cari maianannya di Bukalapak

    BalasHapus
  26. dari dulu kepengen punya alat musik seperti piano, dan kepengen juga anak-anak bisa main piano, tapi sampai sekarang juga ga kesampaian haha. mungkin memang gak bakat di bidang musik ya

    BalasHapus
  27. Anak usia berapa ya Mbak mulai bisa dicari tau kesukaannya?

    Saya suka kasihan kalo ngeliat anak terlalu banyak aktivitas belajarnya. Sudah pulang sekolah capek, istirahat sebentar sudah suruh siap-siap berangkat les. Padahal mereka masih capek.

    BalasHapus
  28. Observasi kesukaan dia, dukung dan fasilitasi. anak bisa merasa diharga dengan apapaun yang dia suka, kecuali main game di tab. hehehe.

    BalasHapus
  29. Jadi inget, dulu adik punya hobi macem-macem. Yang pengen Les drum, gitar lah. Kebetulan orangtua tak mau memfasilitasi.
    Akhirnya dia belajar sendiri dari teman-temannya.

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link,brokenlink , dan harus menggunakan nama semestinya , anonim dan merk tidak akan diterbitkan.