Jangan mencari pembenaran dari sebuah kata "Baper"

 


Istilah baper akhir-akhir ini menjadi booming  dalam kehidupan sehari-hari. Apa itu baper? Baper adalah kependekan  dari bawa perasaan. Dalam hal ini kata baper diungkapkan pada kondisi dimana seseorang terlalu membawa perasaan, sensitif, mudah tersinggung, sedih, kecewa, marah , dan mengambil hati dari perkataan atau perbuatan seseorang.

Tak hanya rasa marah dan kecewa baper kadang juga bisa sebaliknya perasan senang, suka atas perkataan atau perbuatan yang positif atau dengan kata lain Ge Er alias Gede Rasa. Tetapi kali ini aku ingin fokus ke makna yang pertama, yaitu marah, sedih dan kecewa.

Pasti pernah mendengar kalimat “ Ih baper banget sih kamu, aku kan cuma bercanda” hal itu diucapkan kepada seseorang yang kecewa, sedih, atau marah  atas perbuatan dan perkataan negatif.  Bahkan  kata maaf menjadi sulit diucapkan karena menganggap bahwa yang telah dilakukan hanyalah candaan padahal   bagian dari  shaming, hinaan, ejekan , merendahkan, menyepelekan dll

Sebelum mengatakan “ baper kamu “ sebaiknya  introspeksi  terhadap  apa yang telah dilakukan , bisa jadi benar-benar membuat orang lain  kecewa dan terluka.  Kondisi  mental dan ketahanan emosional  setiap orang berbeda.  Jangan dengan alasan bercanda lalu sesuka hati mengatakan sesuatu tanpa filter . Lihat dulu,  jika bercanda itu kedua belah pihak  tertawa bersama, bukan hanya sepihak satunya tertawa mengejek yang satu  aura wajah berubah. Jika sudah begitu langsung saja meminta maaf dengan tulus. Tetapi tentu tidak ditambah dengan kata baper “ Maaf ya, aku bercanda…kok, gitu aja  baper”.  itu sama saja meminta maaf tetapi tidak mengakui bahwa diri salah.

Baca juga : Fenomena Cemburu Dalam Pernikahan

Jangan menuduh orang lain baper , kalau diri sendiri tidak bisa menjaga ucapan dan perbuatan. Sebaiknya mulai memahami mana yang termasuk shaming mana yang bukan.  Ada beberapa jenis shaming misalnya  body shaming , yaitu perkataan atau perbuatan yang mengejek, merendahkan, mempermalukan seseorang dengan keadaan fisik seseorang. Seperti mengatakan gemuk, kurus, hitam, pendek atau hal-hal lain yang dianggap minus  dari  fisik seseorang. Sudah bukan zamannya lagi untuk menjadikan fisik seseorang sebagai lelucon.Mom Shaming, yaitu mengomentari negatif keadaan seorang ibu dalam mengasuh anak. Misalnya menganggap bahwa ibu yang tidak memberi ASI adalah bukan ibu yang baik. Mengatakan ibu bekerja adalah ibu yang tidak sayang keluarga. Padahal  kondisi tiap ibu dan keadaan keluarga setiap orang berbeda. Setiap keluarga punya kesepakatan punya hidup yang dijalani masing-masing. Tidak perlu berkomentar negatif dengan keadaan keluarga orang lain. Kebiasaan merusak kegembiraan orang lain adalah bentuk shaming yang lainnya. Contoh seorang teman  membeli warna baju hijau, dan mengenakan dengan bahagia. Lalu seenaknya mengatakan bahwa warna itu tidak cocok di kamu bla bla, padahal yang pakai baju  sama sekali gak minta pendapat. Atau bisa juga mematahkan statement kegembiraan orang lain, dan mengatakan bahwa  lebih baik begini begitu dibanding apa yang telah mereka lakukan.

Baca juga : Persiapan wanita bertemu calon mertua pertama kali

Pilih kata atau kalimat yang membangun semangat dan keakraban, antara satu dengan yang lainnya. Cari sisi positif seseorang untuk  jadi obrolan, jangan sampai baru bertemu sudah bikin tegang suasana, jadi hilang mood dan lainnya. Yuk bisa yuk, jangan menuduh orang baper kalau kita sendiri belum bisa bersikap baik.Dengan mengatakan orang lain baper artinya ada sebuah keegoisan, bahwa perkataan dan perbuatan negatif yang dilakukan adalah "benar".


Baca juga : Cara mudah mengajar anak agar cepat membaca

23 comments

  1. Nah aku sering banget bilang 'Ah, mungkin aku aja yang baper.' malah itu yang salah karena wajar seseorang punya perasaan, dengan kalimat itu kayak membekukan hati dan menutup diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih..terkadang bikin bingung, keseringan pada bilang gitu, hal normal yang kita rasakan, eh malah kita menganggap baper diri sendiri

      Delete
  2. yes, seringnya banyak orang segampang itu bilang baper ke orang lain hanya karena orang tersebut memang lebih sensitif dan berperasaan dibanding dia

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi sulit mengekspresikan diri sendiri kan, jadi takut dianggap baper

      Delete
  3. Repooott deh interaksi jaman now.
    Beberapa Orang tuh ngerasa berhak ngebully pihak lain
    Ntar kalo yg di-bully tersinggung, auto komen, "Halaaahhh gitu aja baper"

    Ya ampun, aseliiik ngeselin bgt

    ReplyDelete
  4. Kalau dikit-dikit ngatain orang lain baper, mungkin si orangnya itu justru perlu belajar lagi tentang emosi dan validasi emosi. Kalau udah belajar, biasanya ngga akan gampang menghakimi

    ReplyDelete
  5. Setuju mba. Kita nggak boleh meremehkan perasaan orang lain. Apalagi orang itu baper atau tersinggung oleh kata kata kita ya. Dan satu sisi juga kita ga boleh juga gampang baperan. Biar kita memfilter dulu apa kata kata orang itu bener atau salah. Siapa tahu bener, jdi ga perlu gampang baper juga ama kata2 orang. Intinya hati2 menjaga lidah ke orang n jngan gampang baperan juga ama kata2 orang biar kita bsa bljar juga dri apa yg dismpaikan orang lain klo yg dia sampaikan itu bner

    ReplyDelete
  6. Setuju..lihat diri dulu juga sudah jaga lisan belum. Dan kini maraknya di sosial media, enggak perlu ketemu orangnya langsung, komen "ah baper". Beneran ngeselin lho. Padahal niat cuma sekedar nulis pendapat eh dikomenin demikian.

    ReplyDelete
  7. ah iya, emang ya era digital seperti ini interaksi harus lebih dijaga
    nggak hanya jaga lidah, tapi jaga jari juga ya

    ReplyDelete
  8. Mungkin mau memberi saran tapi malah menjatuhkan. Ya kalo dekat dengan orang tersebut bisa dibilang bercanda. Tapiii kenal aja ga atau hanya sekilas, kadang nyelekit gitu dikomentarin

    ReplyDelete
  9. Kadang emang ada yang menurut kita biasa eh menurut org lain dimasukin ke hati ya mbak. Makanya emang kudu hati2 banget saat ngomong. Namanya juga manusia, jalan pikirnya beda2. Apalagi kalau ngomong ke anak walau becanda tetep sbaiknya gak dilakukan krn nanti anak gk bisa percaya lg ma ortunya ya huhu

    ReplyDelete
  10. Ah banyak banget yang kayak gini. Niatnya emang menghina tapi dibungkus pura2 canda, Terus orang lain dilarang tersinggung. Agak repot emang pergaulan zaman sekarang. Yang terpenting menurut aku sih, harus tahu sikon. Ada kalanya celaan kita akan berasa jadi becandaan kalau pas kita cuma berdua, dan akan terasa seperti hinaan kalau ngomongnya pas lagi ramai orang.

    ReplyDelete
  11. Bener banget mba kalau baru ketemu aja udah bikin tegang dan nggak nyaman mah ngapain juga. Orang dengan mudah bilang baper padahal perkataann atau perbuatannya nyakitin hati. Jadi malas ngobrol :)

    ReplyDelete
  12. Setuju, penting banget buat instropeksi, melihat dirinya sendiri sebelum menuduh orang lain baperan. Menjaga lisan sehingga tak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan candaan.

    ReplyDelete
  13. Memang kalau belum bisa berbicara baik kepada orang lain, sebaiknya perbanyak diam.
    Aku sering takut ngomong kalau maknanya bisa meluas dan bikin orang gak nyaman.
    Semoga selalu dijaga dan ditutupi Allah segala aib dan kekurangan kita di hadapan orang lain. Aamiin~

    ReplyDelete
  14. Banyak sih yang kayak gini, nuduh baper, baper padahal bilang aja dia ngk mau dianggap salah. Ya sudahlah diam aja, trus tinggalin atau jauhin daripada nanti tambah gondok wkwkw

    ReplyDelete
  15. Ahh bener nih, jangan gampang ngatain orang baper, kalo mulutnya belum bisa menjaga dari ucapan yang menyakitkan. Aku gemes juga kalo ketemu orang yang suka bilang jangan baper. Kayaknya dia emang merasa dirinya super baik gitu, padahal ya nggk gitu juga sebenarnya. Atau bisa jadi dia malah yang suka baperan, hihii

    ReplyDelete
  16. Bener juga sih mbak, baper yang saya sukai cuma satu yaitu lagu baper nya Kahitna. Hehe. Kalau baper lainnya kesannya meremehkan gitu.

    ReplyDelete
  17. Betul banget, Mbak. Sebelum mengecap orang 'baperan', kita mesti instropeksi diri, apakah kalimat yang keluar dari kita sudah bener? Tidak menyakitinya?

    Bisa jadi kata-kata dari kita yang benar-benar membuat orang down dan mentalnya makin lemah.

    Yes, setuju banget. Sebaiknya kita saling memberi semangat 😍

    ReplyDelete
  18. Sejak ada kata baper, orang jadi enggan minta maaf ya. Dan jujur, aku paling kesel ama orang yang udah menyinggung tapi terus alesannya cuma bercanda.. Duh nyebelin.

    ReplyDelete
  19. Aku jarang malahan pakai kata baper ini. Ga relate sih menurutku hahaha. Lebih suka menggunakan kat yang lebih formal kalau untuk ngobrol untuk urusan yg sensitif

    ReplyDelete
  20. bertindak di tengah aja deh, jangan terllau perduli tapi juga tidak cuek sehingga bisa berkomentar atau berenpati sesuai porsinya. Kadang gak pedulian bikin kita juga gampang ngomongin atau anggap sepele perasaan orang, yah itu suka bilang ah, kau baper deh, hehehe

    ReplyDelete
  21. makanya mendingan diam aja sih yang baik biar ga salah ucap atau ntar nemu kata baper ya mba hehehe

    ReplyDelete

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link,brokenlink , dan harus menggunakan nama semestinya , anonim dan merk tidak akan diterbitkan.