Gula vs MSG: Mana yang Lebih Berbahaya sebagai Bumbu Masakan?

bahaya gula dan msg

Saat masak kita sering menggunakan berbagai bumbu dan penyedap rasa untuk meningkatkan cita rasa makanan kita. Dua di antaranya adalah gula dan Monosodium Glutamat (MSG). Banyak info yang menyebutkan bahwa MSG sangat tidak baik dikonsumsi, sehingga untuk mendapatkan rasa gurih kita memilih menambahkan gula pada masakan, karena merasa lebih alami dan tidak banyak bahan kimia. Namun makin kesini keduanya sering menjadi perdebatan dalam hal kesehatan.  Sebenarnya mana sih yang lebih berbahaya? Yuk kita kulik satu-satu

Bahaya Gula

Gula merupakan bahan yang sering digunakan untuk menambahkan rasa manis pada makanan. Namun, konsumsi gula yang berlebihan memiliki sejumlah dampak negatif bagi kesehatan:

  1. Obesitas: Gula berkontribusi terhadap peningkatan berat badan karena kalorinya yang tinggi. Asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan lemak, yang berujung pada obesitas.
  2. Diabetes Tipe 2: Konsumsi gula yang tinggi dapat menyebabkan resistensi insulin, yang merupakan penyebab utama diabetes tipe 2. Ini berarti tubuh tidak lagi dapat mengontrol kadar gula darah dengan efektif. 
  3. Penyakit Jantung : Asupan gula yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Gula meningkatkan kadar trigliserida dalam darah, yang dapat menyebabkan pembentukan plak di arteri dan meningkatkan tekanan darah.
  4. Kerusakan Gigi : Gula adalah penyebab utama kerusakan gigi. Bakteri di mulut mengubah gula menjadi asam, yang kemudian merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
  5. Peradangan dan Penyakit Kronis: Konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan dalam tubuh, yang berkontribusi pada berbagai penyakit kronis seperti arthritis, penyakit hati, dan beberapa jenis kanker.

bahaya gula bagi kesehatan


Bahaya MSG

MSG adalah bahan yang sering digunakan untuk meningkatkan cita rasa makanan dengan memberikan rasa umami. Meskipun telah digunakan selama bertahun-tahun, ada beberapa kontroversi terkait dampak kesehatannya:

1. Reaksi Alergi dan Sensitivitas: Beberapa orang mengalami reaksi alergi atau sensitivitas terhadap MSG, yang dikenal sebagai "Chinese Restaurant Syndrome". Gejalanya termasuk sakit kepala, keringat berlebihan, tekanan di wajah, dan mual.

2. Eksitotoksisitas : Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa MSG dapat menyebabkan kerusakan sel saraf melalui proses yang disebut eksitotoksisitas. Namun, bukti pada manusia masih kurang meyakinkan dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

3. Peningkatan Asupan Natrium: MSG mengandung natrium, meskipun dalam jumlah yang lebih rendah dibandingkan garam meja. Namun, bagi individu yang harus membatasi asupan natrium karena kondisi seperti hipertensi, penggunaan MSG dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

4. Gangguan Metabolisme : Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa konsumsi MSG dalam jumlah besar dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan kenaikan berat badan serta resistensi insulin.

masakan mengandung msg


Gula VS MSG Mana yang Lebih Berbahaya?

Menentukan mana yang lebih berbahaya antara gula dan MSG bergantung pada konteks penggunaannya dan kondisi kesehatan individu. Berikut adalah beberapa pertimbangan:

  • Kuantitas Konsumsi : Gula sering kali dikonsumsi dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan MSG. Rata-rata orang mungkin mengonsumsi puluhan gram gula per hari, sementara MSG biasanya hanya digunakan dalam jumlah miligram.
  • Dampak Jangka Panjang : Bahaya gula lebih terarah pada dampak jangka panjang seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. MSG, di sisi lain, cenderung memiliki efek akut bagi mereka yang sensitif terhadapnya, dengan bukti dampak jangka panjang yang masih perlu penelitian lebih lanjut
  • Kondisi Individu : Bagi mereka dengan diabetes atau masalah berat badan, mengurangi asupan gula adalah prioritas utama. Bagi mereka dengan sensitivitas terhadap MSG, menghindari MSG lebih penting.
  • Alternatif Sehat : Mengurangi penggunaan gula dapat digantikan dengan pemanis alami yang lebih sehat seperti madu atau stevia. Sedangkan untuk MSG, alternatif yang lebih sehat termasuk menggunakan bumbu alami seperti jamur, tomat, atau kecap yang memberikan rasa umami.

Secara keseluruhan, meskipun MSG memiliki beberapa kontroversi, gula cenderung memiliki dampak yang lebih luas dan signifikan terhadap kesehatan masyarakat umum. Namun, ini bukan berarti MSG sepenuhnya aman dan bebas dari risiko. Sebaiknya, kita harus menggunakan keduanya dengan bijak dan dalam jumlah yang minimal untuk menjaga kesehatan tubuh kita.

8 komentar

  1. Sebetulnya bahan makanan seperti jamur dan tomat juga termasuk MSG. Tetapi, MSG yang alami. Kalau buat saya yang penting sesuai takaran aja. KArena yang bikin bahaya sebetulnya karena mengkonsumsi berlebihan.

    BalasHapus
  2. Konsumsi gula secara berlebih sangat berbahaya pun dengan MSG. Yuk kita coba gunakan MSG alami saja dan kurangi penggunaan gula, demi kesehatan. Sehat itu harus di upayakan dan dijaga. Serta jangan lelah baca informasi, supaya semskin teredukasi 🥰

    BalasHapus
  3. Setuju untuk bijak dan memakai dalam jumlah minimal untuk alasan kesehatan. Apalagi meskipun MSG ada kontroversi, gula cenderung memiliki dampak yang lebih luas dan signifikan terhadap kesehatan tapi MSG tak sepenuhnya juga aman dan bebas dari risiko.

    BalasHapus
  4. Sebenernya logika aja sih ya.. Di Jepang itu pada pakai MSG. Produksi MSG banyak dr sana juga. Tapi kenyataannya disana orang pinter2.

    Jadi hal ini mematahkan pengaruh msg ke eksitotoksisitas.

    BalasHapus
  5. jadi memang sebaiknya dikonsumsi sepantasnya saja ya, sesuai takaran jangan terlalu berlebihan karena yang berlebihan tidak baik sih biasanya

    BalasHapus
  6. Untuk gula kebetulan dirumah gak ada yang hobi minum teh atau kopi ataupun minuman manis lainnya. Kalau MSG masih pakai sih tapi takarannya sedikit. Keduanya kalau digunakan secara berlebih tidak bagus yaa tubuh kita

    BalasHapus
  7. Keduanya punya tingkat bahayanya masing-masing. Tinggal bagaimana kita menggunakannya. Apakah terlalu berlebihan ataukah nggak

    BalasHapus
  8. Aku ya makan SMG, Gula juga, tapi masih terbatas. Bersyukur bukan pecinta boba dan sejenisnya karena itu terasa muanis. Ini emang bahaya kalau terus-terusan jangka panjang

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link,brokenlink , dan harus menggunakan nama semestinya , anonim dan merk tidak akan diterbitkan.