-->

Cerita Ujung Tahun


Deraian awan di ujung tahun.
Menghanyutkan ku dalam buaian asa
Menjatuhkan mu dalam genggaman takdirku

Lihatlah.
Begitu banyak
butir - butir hujan yang siap mengukir.
mengukir cerita tentang cinta 
Cerita tentang asa.

Lembar lembar kehidupan telah terhampar.
Untuk kita torehkan cerita baru tentang kita

Haru biru kebahagiaan.
Dan segala kisah
Akan kita arungi bersama
Dalam lingkup takdir kita.

___

By: Novili

Allah akan memberi apa yang kita butuhkan..

Kisah dibawah ini saya ambil dari sebuah situs kisah ini sangat menyentuh.. dan sejujurnya sangat menyentil kita... kita begitu sering berdo'a kepada Allah meminta apa-apa yang kita inginkan... dan akan merasa sedih dan putus asa ketika do'a kita tidak di kabulkan Allah, padahal Allah maha tahu apa-apa yang kita butuhkan.. dan Allah menggiring kita kearah yang kita butuhkan bukan kepada yang kita inginkan.... karena apa yang kita inginkan belum tentu membawa kebaikan....



Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe . Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe , dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang, sebagian berderai, belum disatukan ikatan- ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk akan, dan modal membeli kacang, yang akan dia olah kembali menjadi tempe .

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe . Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..."

Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya. Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe . Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung.

Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe . Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacangnya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau maha tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe . Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku..."
Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe . Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya. Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya. Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe !" batinnya.

Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi. Kecewa, aitmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.

Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar...merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya. Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya??" Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe ..."
Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe ..." "Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi. Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah! " pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?" "Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Sulhanuddin, yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi,saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Ohh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"

Pembaca, ini kisah yang biasa bukan? Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan "memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa. padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah sangat sempurna. Kisah sederhana yang menarik, karena seringkali kita pun mengalami hal yg serupa.
Di saat kita tidak memahami ada hikmah di balik semua skenario yg Allah SWT takdirkan.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (QS. Al Baqarah 216)

Puisi : Rindu Ramadhan

Bumi tak henti dalam putaran
Matahari dan bulan datang bergantian
Sebelas bulan berada dalam penantian
Merindukan Ramadhan yang penuh persahabatan

Kini Kerinduan telah terobatkan
Kegembiraan hadir menyambut Ramadhan
Uluran tangan saling memaafkan
Dihalau jauh rasa permusuhan


Jejak-jejak iman membasahi hati tiap insan
Debar Ketaqwaan-pun dibangkitkan
Sungguhlah bulan penuh kemuliaan
Beradu banyak berbuat kebaikan


Hari-hari diukir penuh senyuman
Walau dahaga lapar dirasakan
Tunduk Ibadah penuh kekhusukan
Merayu Tuhan harapkan hidup penuh keberkahan

Andai sajalah semua bulan bernyawa Ramadhan
Kedengkian dan dendam dihapuskan
Cinta dan sayang meliputi hati tiap insan
Hidup pastilah beriring kedamaian

Ramadhan charger keimanan

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa ( Albaqarah : 183)

Marhaban ya ramadhan...selamat datang bulan suci lagi penuh keberkahan..

Sebentar lagi kita akan memasuki sebuah bulan..yg mana setiap orang muslim menanti kehadirannya...kenapa begitu..? Karena di bulan itu penuh dengan kemuliaan dan keberkahan setiap amal ibadah yg di lakukan dengan ikhlas,insyaAllah akan berbalas dengan kebaikan yg di lipat gandakan..

Yup! Bulan apa lagi kalau bukan bulan ramadhan, dimana pada bulan ini setiap muslim di wajibkan untuk berpuasa,dan menjaga diri dari segala sesuatu yg membatalkan puasa maupun yg dapat merusak pahala puasa..dan dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah kepada Allah swt.
Puasa ramadhan tak hanya sekedar menjalankan kewajiban..tetapi juga sebagai wadah untuk kita melatih dan mendisiplinkan diri dalam melaksanakan ajaran agama dalam rangka meningkatkan Keimanan dan ketaqwaan kita..serta sebagai alat charger keimanan kita yg kemungkinan sudah low..karena banyak terpakai urusan dunia..biasanya nih..sebulan dua bulan setelah ramadhan berlalu ibadah-ibadah sunat masih rajin kita lakukan..tapi seiring dengan kesibukan..sedikit demi sedikit berkurang..ibarat ponsel..kita juga perlu di charger agar keimanan kita tetap bertahan jangan sampai padam..

Begitu juga dengan kebersihan hati , ramadhan itu ibarat pemutih hati kita yg mungkin disana telah bertumpuk noda-noda hitam..ntah berupa kedengkian..dendam..kejengkelan..dll.Maka dari itu sebelum memasuki bulan puasa kita dianjurkan untuk saling memaafkan..membersihkan hati terjalin rasa saling menyayangi..agar puasa yg kita jalankan tidak dikotori oleh sesuatu yg tidak diridhoi Allah

:-) Sebenarnya..kita yg menyambut kehadiran bulan penuh ampunan dan keberkahan ini..atau justru sebenarnya kita yg disambut untuk memasukinya..karena kita dijamu dengan segala kelebihan, kemuliaan dan kenikmatan Ramadhan..
..apa pun itu, yg penting di bulan ini kita mengharapkan agar Allah memberikan kesehatan dan keimanan yg kuat pada kita agar kita dapat menjalankan ibadah dengan baik dan total,amin...

SELAMAT MELAKSANAKAN IBADAH PUASA 1430 H
MOHON MAAF LAHIR BATIN..

Puisi : Cintaku Semburat Jingga


Denting waktu mengirim terang ke tepi malam..
Singgah sebentar di ujung mega..
Disambut senyum lembayung jingga..
Indahnya cakrawala takjubkan hati memukau mata..
Bagai getar cinta menyusup di sukma..
Lupakan penat lelahnya raga..
Sangatlah ingin cintaku indah bak semburat jinggga..
Namun taklah ingin cintaku singkat bagai berada dipelupuk senja..
Indah merona didepan mata..
Namun sekejap hilang dirampas gulita..

Puisi : Hutanku


Gelapnya hutan dirangkul malam..
Tak lah bulan membiarkan..
Cahayanya menyelinap diketiak dedaunan..
Remang temaram penuh keromantisan..

Teduh syahdu mendamaikan..
Burung, jangkrik, kumbang menyatukan merdu dialunan nada
Sungguh tiada meresahkan
Penuh tentram hingga fajar menerangkan..

Namun kicauan riang tiba-tiba tergantikan..
Hiruk pikuk penuh ketakutan
Segenap penghuni berlarian
Derap langkah datang penuh keserakahan
Membuat hutanku bak neraka jahanam..
Asap hitam membumbung ke ketinggian
Menghancurkan kehidupan dalam hitungan jam

Hutanku kini tinggal kenangan..
Kabut menyeruak ke pemukiman..
Menyusup lunak ke rongga pernafasan..
Mata merah..hambat penglihatan..

Hutanku hilang..
Tanahnya lekang..
Kemarau datang kabut tersandingkan..
Hujan tiba rakyat kebanjiran
Sampai kapankah ini kan dibiarkan..?

(by novili)

Salam yang sempurna

Sebagai sesama muslim kita dianjurkan untuk saling mendo'akan,salah satunya melalui ucapan salam..karena dalam salam tsb mengandung do'a keselamatan,kesejahteraan dan keberkatan.


Hukum mengucapkan salam adalah sunnat. Sedangkan menjawab salam hukumnya adalah fardhu 'ain(kewajiban individu) jika sendirian, dan fardhu kifayah(kewajiban yang bisa diwakili) jika banyak orang. Jadi apabila ada seorang saja yang menjawab salam maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya. Sedangkan jika tidak ada seorangpun yang menjawab maka berdosalah seluruhnya.

Ada beberapa ayat alqur'an dan hadits tentang anjuran mengucapkan salam..

Alqur'an:

Apabila kalian diberi salam/penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa.” (QS. An-Nisa’: 86)

"Hai orang-orang yg beriman janganlah kamu memasuki rumah yg bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.yg demikian itu lebih baik bagimu agar kamu selalu ingat"(An-nur:27)

".....maka apabila kamu memasuki rumah hendaklah kamu memberi salam......salam yang ditetapkan dari Allah,yang diberi berkat lagi baik. Demikian Allah menjelaskan agar kamu memahaminya"(An-nur:61)


Hadits:

"Apakah amalan yg terbaik dalam islam? Jawabnya:"memberi makanan dan uluk salam kepada orang yg sudah dikenal maupun belum di kenal"(HR.Bukhari-Muslim)

Dari Abu hurairah, Nabi saw bersabda" ketika Allah menciptakan nabi Adam Ia berfirman"pergilah kamu dan uluk salamlah kepada para malaikat yg tengah duduk,dan perhatikan jawaban mereka itu,maka hal semacam itu bakal ditetapkan menjadi uluk salammu dan anak keturunanmu kelak maka uluk salam lah dia "assalaamu'alaikum" lalu mereka menjawab"Assalamu'alaika warahmatullaah", mereka menjawab dengan yang terbaik yakni ditambah kata warahmatullaah. (HR.Bukhari-Muslim)



“Seorang laki-laki datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan , ‘Assalaamu’alaikum’. Maka dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia duduk, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sepuluh’. Kemudian datang lagi orang yang kedua, memberi salam, ‘Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaah.’ Setelah dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ia pun duduk, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dua puluh’. Kemudian datang orang ketiga dan mengucapkan salam: ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’. Maka dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia pun duduk dan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tiga puluh’.” (Hadits Riwayat Bukhari )


dan banyak lagi hadits yg lain dan yg paling dianjurkan adalah salam dengan mengucapkan "ASSALAAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAAH WABARAAKATUH"

Sepertinya ga perlu lagi diterangkan kapan tepatnya salam diucapkan..biasanya selain bertamu,bertemu & berpisah,berpapasan, memulai pidato,dll..saat ini salam sering kita ucapkan ketika memulai komunikasi di telepon atau pun via sms yg menunjukkan etika kita dalam berkomunikasi dengan sesama.

Tapi walaupun kita tahu salam merupakan sebuah do'a yang insyaAllah diterima Allah..kita sering mengucapkan dengan tidak serius..bermain-main..bahan candaan.. mengucapkan salam dengan kata - kata yg ga ada artinya..
Misalnya nih ada beberapa contoh salam yg ga serius ketika masuk rumah..atau di sekolah dengan teman-teman..atau pas datang ke kantor:

-"Mlekom..." (apa artinya ya... ?)
-"lamlikum..." (auk dech..)
-" kum.." (eh! yg dengar jawab "lam.." kalau ga ya cuma "hmmm" doang)
-"Assalaamu'alacium"( ssst..ni gue bangets pas SMA, terus dijawab teman-teman"waalaciumsayang" terus jadi cekikikan ga jelas..huu! Eh,Jangan bilang siapa-siapa ya..ini cuma rahasia kita..)


eh kalo di sms biasa nya lain lagi..
-"Ass.."(katanya sih arti sebenarnya pan**t)
-"Mlexom"(lebih ga jelas..mau di jawab apa..coba?)

Setelah dipikir-pikir dari pada buang tenaga & suara dengan kata-kata yang gak jelas artinya mending diucapkan secara sempurna toh tenaga dan pulsa yg di keluarin sama aja.. Malah dapat do'a dan berkah lagi..

"Oke dech..besok ga gitu lagi..salamnya sempurna. Janji"

6*J-Theme