-->

Galon Kerupuk, Kerupuk Galon

tetap ngeksis dimanapun.

Hmmm... Pada tau Galon kerupuk gak sih....???
Galon kerupuk!?
Yang ada mah ...galon air...., kalau kerupuk, biasanya ditempatkan di toples atau kaleng kerupuk.
Yupz!
Emang galon air....., judulnya aja udah galon air...., pastinya tempat air.. Bisa air matang bisa juga air mentah, bisa juga buat minyak (kalo mau..), pokoknya  buat yang cair-cair, yang bisa masuk kemulut galon yang  ukurannya lumayan kecil.

Tapi..
Kebayang gak sih.. Kalau kerupuk opak bisa masuk kedalamnya.. , kerupuk opak selebar piring makan.. , opak nya bisa buat payungan lagi... Hahaha... ;D
opak disulap masuk galon
Opak .. bisa di jadiin payung  :) oshin narsis deh..
Hari jum,at aku ngider ma teman-teman , jadi tamu lebaran (masih syawal gini.). ..narsis-narsisan..., terus laper .. , kemudian kita makan empek2 palembang disebuah warung kecil sebenarnya bukan warung, sang penjual  berjualan didepan rumah dengan meja seadanya..., bahkan kami wanita2 berisik :p  heboh akhirnya makan di dalam rumahnya  ... (maafin ya.. Kalo heboh.. Hahaha)
bertamu atau studio foto ya... ?
Begitu tiba disana galon kerupuk jadi mencuri perhatian..., ni opak gimana masuknya ya....???

Ouh.... Ternyata begini.. Toh... Unik ya???

Nah.. Akhirnya Galon mendadak jadi foto model...  Qiqiqiqi... :)
yang narsis orangnya atau galonnya ya..??
hhhhmmm... pengalaman kemarin ...unik seunik galon kerupuk... :)

Bukan Mimpi

Berkumpul penuh canda , kakek nenek ditengah para cucu
Tidak terasa lebaran sudah satu minggu berlalu,  yang mudik sudah kembali lagi ke kesibukana semula. Tinggallah yang di kampung merasa kesepian, yang  tadinya   banyak sanak saudara yang berkunjung, anak -anak dan cucu-cucu yang menginap dan meramaikan rumah sudah kembali pulang.Hidangan lebaran yang dimasak bersamapun telah ludes disantap.
membuat lapat pulut bersama

Sate  jadi menu utama lebaran

Tak ada kebahagian yang lain dapat ditukar  dengan kebahagiaan  keakraban dalam keluarga. Setiap moment jadi lebih berharga apa pun itu, jangan kan canda tawa bahkan pertengkaran-pertengkaran kecilpun jadi kenangan paling indah.

Keponakan Ngumpul pada narsis
Semua lewat begitu saja seperti mimpi, waktu begitu  cepat melempar semuanya dalam bejana kenangan, tapi semua bukan mimpi.. semua tersimpan rapi dimemori..., bibir akan terukir indah mengenangnya.


Waktunya berpisah...., tapi hati takkan pernah saling membelakangi *eeeeaaaaa :)

Munjung, Tradisi Sebelum Lebaran



pinjem google

Jujur saja di keluarga ku tak ada tradisi ini *Munjung*, memang sih... kami masih ada  bau-bau jawa , Ayah ku keturunan jawa tapi lahir di Riau, orang tuanya dua-duanya juga  dari suku jawa yang sudah lama  menetap di Riau. Sedangkan Ibuku berdarah campuran antara Kalimantan selatan dan NTB (Ampenan-Lombok) yang juga dilahirkan di Riau, karena Orang tuanya merantau ke Riau. Jadilah aku yang gak tau identitas dari suku mana, dibilang orang jawa? Bahasa jawaku gak lancar , ya kalau ada yang ngomong jawa aku bisa paham asalkan bukan bahasa  halus, dibilang orang banjar tapi gak tau tradisinya, bahkan temen-temen banyak menyangka aku ini orang Sumatra Barat *dilihat dari wajah (katanya sih..)* , banyak juga yang menyangka aku orang melayu  karena aku sering menggunakan bahasa melayu *faktor lingkungan kerja*.
Mie Goreng yang menggoda
Setelah menikah dengan suamiku yang juga keturunan Jawa Riau, barulah aku mengenal tepatnya melakoni tradisi ini karena keluarganya melakukan tradisi ini. Tahun pertama menikah aku agak kaget demam panggung gitu (soalnya aku ga bisa masak ) ketika  disuruh suamiku. Jika di pulau jawa dilakukan saat lebaran tapi disini  Munjung menjelang Lebaran bahkan ada yang melakukannya menjelang bulan puasa sesuai kebiasaan dalam keluarga, katanya untuk menunjukan bakti kepada yang lebih tua, ini adalah "kewajiban" anak yang sudah menikah "sasarannya " adalah Orang Tua, Mertua, Kakak/Abang Ipar atau pun kandung.
"Ha? Banyak banget."
"Iya itukan kalau mampu kalau tidak juga gak apa, tapi apa salahnya jika kita mampu, anggap aja sedekah setahun sekali, bahkan jika mampu simbah, pak de, bu de , pak lek, bu lek juga di punjung"
"Haaaa...onde mande...... bisa tekor donk..."
"ya... semampu kita  yang kita punjung keluarga inti saja..."
Tauco telur puyuh plus tahu tempe
Awalnya aku hanya munjung ke mertua, dan iparku yang lebih tua, tentu saja suami ku gak enakan masa yang dipunjung keluarganya saja , akhirnya aku munjung ke keluarga ku juga, biar adil gitu deh...
Sampai sekarang sudah masuk tahun ke empat.
Hmm... Capek masak? Tentu donk...apalagi bukan ahlinya, tapi kalo udah tersusun di rantangan ada perasaan puas... akhirnya bisa masak juga he2
Ngungkep ayam bumbu untuk digoreng



Tahun ini aku dibantuian sama kakak tertuaku yang lebih awal mudik dari Jakarta, wahhh... kalau gini aku juga mau dipunjung katanya..., ya terserah klo mau terima punjungan..yang udah melentik2 belatungan setiba Jakarta :D
Punjungan berupa nasi dan lauk pauknya
Bagaimana tradisi manteman menjelang lebaran?? :)
________________________
By : Novili

Tali Asih Sebuah Buku Sakti


Alhamdulilah... Buku jimat udah ditangan
Seminggu  ini aku was-was  menunggu kiriman buku Blog MiniPenghasilan Maksimal  dari Pak dhe AbdulCholik ,sebagai Tali Asih pemenang kuis tebak model GrupBlogCamp yang diadakan olehnya.

Was-was? iya.. soalnya aku takut alamat yang kuberikan  gak diketahui oleh kurir pengiriman,
Kenapa? Karena kantor tempat aku bekerja, baru beberapa minggu pindah ke gedung baru yang letaknya agak mencil ,berada di jalan lintas untuk truk berat(Pembawa kayu glondongan, minyak dll), yang dilarang untuk lewat dalam kota *kecil* Airmolek, takut membahayakan lalu lintas yang agak ramai karena jalan yang sempit.

Kondisi jalan Lintas yang masih sepi
Tempat kerjaku sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi cuku sepi dan dikelilingi kebun karet dan sawit membuatku khawatir jangan-jangan mereka gak tahu alamat ku..
Sempat nanya-nanya, kalo ngirim barang ke alamat ini bakalan sampe nggak ya..? Ku bilang kirimnya pake jasa JNE, terus di jelasin kalo JNE insyaAllah sampe mereka bakal cari alamat sampai ketemu... *jadi lega deh..*

Dan senin  kemarin ketika aku berada di pekanbaru mengikuti rapat Self Assesment (dengan pimpinan yang tinggal disana), untuk keperluan akreditasi kampus pertengahan
Agustus nanti , tiba-tiba penjaga kampus nelpon aku.. Bilang ada kiriman dari Surabaya, Alhamdulilah hatiku langsuh cerah benderang.. *lebay*. Senengnya bukan main...
Maaf ya pakdhe bukan aku gak mengabari atau apa.. ,tapi emang datangnya yang telat. Kalo yang lain udah tiga kali khatam, Aku baru bisa ngelus sampulnya hari ini haha. (karena selasa aku gak ngantor)
Terimakasih untuk buku yg bermanfaatnya pak dhe... Semoga Allah balas dengan kebaikan...Amiin... :)
Jadi nagih... Pengen menang setiap kontes yang diadain shohibul bologcamp....., fiksi 63?? *komat kamit berdo'a* he2.
 


RANTING PATAH

Foto : Search Google
Riwayat rindu nan usang dimakan  zaman
Andai cinta tak merekah , jauhlah  kembang dari layu
Namun  bait takkan menyesali tiap kata yang tertoreh
Tulus hasrat tak mesti memetik harap yang sama
Impian mendayung bahtera, tenggelam bersama arus deras  amukan takdir
Nangis tertahan airmatapun tertelan
Gaduh nasib nan berbalik  arah menghujam jantung

Pantaskah aku di tinggalkan
Aku mungkin bukanlah sebutir mutiara,
Tapi  serpihan krikil yang pernah menutupi kepinagan hatimu yang hilang
Aku, Cuma tumpuan langkah kaki mu, lalu melompat  meraih  yang lain 
Hanyalah Ranting patah sisa hidup yang kau injak

----
*by : novili*

Selamat Datang Ramadhan


Foto: search Google
Sepoian bayu mengurai senyum
Mengibas-ngibas kesejukan dipenghujung sya’ban...
Membias hening dilembayung rona jingga
Hilal melambai-lambai menyapa senja

Kerinduan  romadahan seketika terobati
Mengulurkan maaf..
Membiarkan benci ikut menguap bersama  mentari yang meredup


Sebelas bulan berkecamuk dalam nafsu yang tak terjaga..
Menyisakan noda-noda hitam kefuturan
Mengecupi sepertiga malam dengan rasa malas
Enggan memadu cinta dengan sang pencipta

Kini Romadhan menghampiri..
Mengulurkan tangan
Meraih jiwa-jiwa  haus akan iman
Menyucikan dengan segala ibadah sepanjang Romadhan

*Novili*
--------
MARHABAN YA ROMADHAN

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
MOHON MAAF LAHIR BATHIN
Semoga Segala amal ibadah kita sepanjangg romadahan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk bulan-bulan berikutnya...

Aamiin...


MEMETIK HIKMAH ZIARAH KUBUR

Makam "Taman Murni" Kel. Tjg Gading Airmolek (8 Juli 2013)

Beberpa hari menjelang bulan Romadhan Pemakaman ramai dikunjungi/diziarahi warga, mereka datang dengan tujuan yang sama tentunya, yakni  datang  untuk mendo’akan dan membersihkan makam keluarga mereka. Menziarahi makam saat menjelang Romadhan sudah menjadi tradisi masyarakat  menjelang bulan puasa ,walaupun sebenarnya tak ada waktu khusus untuk berziarah, karena ziarah kubur  bisa dilakukan kapan saja.
Yang perlu kita ingat bahwa berziarah jangan dijadikan sebagai pembiasaan tanpa makna, hanya sekedar ikut-ikutan saja, hanya sekedar duduk  berdo’a, lalu menabur bunga ke makam . Artikel ini bukan  maksud menggurui, tetapi kita sama-sama mengingatkan diri sendiri sesungguhnya ziarah adalah untuk mengingatkan kita pada kematian, agar kita dapat lebih giat beramal sholih bahwa tak ada yang dapat kita bawa  saat meninggal selain amal kebaikan kita didunia.

Kita sering mengatakan:
 “aduh…. Gak kerasa udah malem aja”
“Aduh…cepat bener waktu berlalu tau-tau udah malem sabtu lagi.., padahal baru kemarin bilang I don’t like Monday”
“Eh…gak kerasa ya…udah setahun aja…”

Tu..kan…..? emang waktu begitu cepat berlalu, tau-tau aja… kita udah didatengin malaikat  maut, ih serem ya? Tapi mau gimana lagi jika emang udah waktunya gak bisa diundur ataupun dipercepat.

Intinya kita didunia ini adalah menunggu , berdiri diantrian panjang maut, kapan? Hanya Tuhan yang tahu…
Jadi apa yang kita lakukan saat menanti maut? Tentunya  memperbanyak bekal untuk kehidupan selanjutnya tentulah segala  amal ibadah kita hanya itu yang dapat kita bawa.

Tapi sesungguhnya Ziarah kubur memiliki beberapa hikmah :
  1. Menjalankan sunah rosul, walaupun  sebelumnya nabi pernah melarang umatnya tapi itu Cuma  kekhawatirannya takut umatnya lemah iman lalu menyembah atau sujud dimakam.
  2. Mengingatkan diri akan kematian ( seperti yang ku tulis) dan kehidupan akhirat
  3. Mendo'kan untuk kebaikan Mayit dll
Aduh…kok tulisanku jadi rada berat gini ya…, mungkin inilah hikmah yang dapat kuambil saat ziarah kemakam Ayah mertuaku tadi, semoga tulisan ini bermanfaat buat kita ya... aamiin

Dimakam Adik dan Ayah Mertua

6*J-Theme