Dua Status, Dua Komentar Nyeleneh


Status facebook  jadi  artikel blog, baru kali ini ku lakukan itupun  karena hajatan kontes  dari pak dhe Abdul Cholik, biasalah… selalu saja ada ide untuk membuat artikel di blog, apapun itu bisa saja jadi ide dan dikemas dalam sebuah artikel blog yang menarik. Ntah… untuk selanjutnya mungkin satutus fb ku dapat ku kembangkan menjadi sebuah arikel yang apik juga.
Baik lah… aku   ambil saja dua status terakhir

Jum’at pukul 16:08
“ Udara yang bersih dengan langit biru…* dijepret beberapa menit lalu …sambil angkat jemuran…, Jadi banyak bersukur dengan cuaca…baik cerah atu hujan gak akan komplein…asal jangan penuh asap”

Hari jum’at lalu cuaca di Airmolek  sangat cerah , udara nya pun bersih…., gak seperti seminggu sebelumnya  penuh kabut asap jarak pandang sangat pendek. Hmmmm… cucian   jadi lebih wangi, tidak seperti sebelumnya sedikit agak-agak bau asap…
Status ini mendapat 10 jempol dan 4 komentar termasuk saya, rupanya  mereka lebih suka menyuarakan isi hati dengan  angkat jempol  yang bearti setuju dengan status ku.

Status ini mendapat komentar dari mbak Yuyun Putri dari Pekanbaru yang bencana asap disana pasti lebih tebal :
‘Baru terasa indahnya terang setelah kita rasakan gelap, segarnya udara  jika tidak ada asap

 Pasti kita sering mendengar bahkan juga ikut mengatakan… “ Adooooh… panas banget sih.. hari ini terik, jadi malas mau keluar”  dan “ ehhhh…ujan lagi…, reda dooonk…..” atau “ hmmm..ujan lagi..” plus pasang muka bete.
 Akhir-akhir ini  hujan udah sering turun dan gak berani  protes, sesungguhnya Allah menjadikan sesuatu  itu gak akan sia-sia, kita hanya mengikuti jadwal alam saja, kecuali soal kebakaran lahan, karena itu bisa dicegah .
 Begitulah manusia jika sudah terjadi sesuatu  baru ingat dan sadar, dan tanpa kita tahu…mungkin semua merupakan rencana-Nya agar kita kembali mengingat_Nya dengan rasa syukur.

Kemuadian status ini  juga mendapat komentar dari  seorang temanku namanya Inal asli melayu , usianya jauh dibawahku tentunya.. Hm… kalo dekat mungkin udah ku jitak kepalanya…  dengan komentar konyolnya.. :
Alzami Fauzan Reynaldy: eye tp tak ada lg libur karna asap n orang jual masker jd mara sampai2 masker jualan e di bakar biar banyak asap lg hehehe
( eye tapi gak ada lagi libur karena asap, penjual masker jadi marah  marah… sampai sampai masker yang dijual dibakar habis biar banyak asap lagi..he2)
Aduhhhh…. Biar deh gak usah libur yang penting udara bersih. Jika ada penjual masker yang begitu pasti orangnya parah banget he2 atau jangan-jangan dia yang ngebakar biar maskernya laku (qiqiqiqi * ketawa  jenis apa nih?* . Emang sih… semenjak bencana asap kemarin jadi banyak penjual masker dadakan ditepi-tepi jalan dan setelah udara bersih penjual masker ikutan bersih ilang kebawa angin ntah kemana.

Oke… lanjut status yang kedua  tiba-tiba membuat mendapat komentar yang tak ku sangka sebelumnya:
Jum,at 18:15
 
Tukul kok suka cari kesempatan ngerangkul pinggul or bahu meluk dsb.. peserta cewek kuiz fam 100 *termasuk pelecehan kah???suka lihat kuiznya.., tapi gak suka perilakunya... Yang menurutku ..hmmm...ya gitu deh..”

Aku dan bapak suka sekali nonton Kuis Family 100 bahkan sejak hostnya Soni Tulung, nah baru terakhir ini kami mengikuti kuis ini lagi. Kuisnya menurutku asyik banget selain  menghibur, juga bisa ikutan nebak, apa lagi kalau tebakan benar rasanya happy banget. Acara ini dibawakan oleh pelawak Tukul Arwana , tambah asyikdan bikin ketawa.

Tapi ada yang nggak aku suka dari pembawa acaranya ini, kok terkadang suka genit dan mencari kesempatan, apa lagi kalau ceweknya cantik . Terutama  ketika babak  Jackpot berlangsung biasanya Tukul mengajak peserta   lebih dekat berdiri dengannya, mungkin agar masuk satu frame tapi caranya itu loh…. Bukan sekedar  menarik tangan saja…melainka merangkul pundak, atau merangkul pinggang dan itu tak hanya sekali biasanya tangan tetap melingkar dipinggang sampai pembacaan nilai selesai, bahkan tak segan meletakkan tanganya tepat di atas bokong si cewek. Terkadang terlihat rasa  tak suka dari cewek tersebut, tapi kemudian tersenyum.. mungkin mereka merasa tak enak hati untuk menolak, padahal dengan becanda itu bisa saja dia menolaknya. Aku ngerasa itu bagian dari pelecehan, bagai mana menurut teman-teman?
Status ini  mendapat tanggapan dari seorang teman :

Turwiyasih Teguh : Yg di rangkul seneng kok bu
Mungkin saja ada yang suka tapi pasti gak semua cewek suka digitu kan kan….??
Misbachudin Dink : blm pernah disemprit itu mbak.
Ini  komentar dari seorang teman blogger juga .., kalau soal gak pernah disemprit aku gak tau deh…., taunya kue kring semprit..,  Apakah si pembawa acara perlu  dimasukin adonan semprit juga  gak ya?   Biar ga gitu lagi…. He2

Nah… nih..komentar terakhir dari Pak Jumiran,… please..deh… bikin gimana gitu…, masa dibilang iri pengen  di peluk tukul juga…..ohhhh noooooo!!! Pak.. yang mana ..kalimat yang menyatakan diriku iri.ho.hooho. Komentar mu membuat ku ngikik n gak bisa berkata-kata lagi..
Emha Jumiran :  Hehehe pada ngiri ya blm kebagian dipeluk tukul. Hahaha

Itulah 2 status Jum,at kemarin yang mendapat 2 komentar jauh dari bayangan..nyeleneh banget… bikin hening, dan mengernyitkan dahi, ha?*garuk garuk dinding*


 Artikel ini diikutkan dalam Giveaway Blogger Dengan Dua Status di BlogCamp

Tuan, Dengarlah Ini



Tuan,
Pahamkah Tuan tentang kami?
Warna langit ? sudah tak ingat lagi
Kami pun sudah gelap
Mana jingga diufuk senja ..
Mana pula  Fajar diambang pagi
Remang rembulan jauh singgah dipandangan

Tuan,
Bukannya kami rabun senja..tapi Tuanlah yang membuta
Teriakan kami  hilang bersama kecamuk asap
Ntah Tuan belagak Pekak..
Suara kami hilang  menguap
Bagai kecumik buntut ayam bau yang tak dianggap..

Tuan..
Tahukah Tuan?
Penciuman kami tak lagi semerbak
Dada kami terhimpit penuh sesak..
Anak-anak kami tersedak-sedak menelan asap  menyemak


Hei…
Tuan-Tuan berkuasa..
Kenapa Tuan menutup mata
Akan kah Tuan Sudah lupa
Dulu Tuan meminta-minta..
Pilih lah saya hei anak bangsa..

Tuan..,
Sekarang kami meminta
Kami ingin Tuan Tegas..
Menindak Pelaku  yang mengganas
Agar kami bernafas lepas

Tuan,
Dengarlah Ini....


----
By : Novili
Airmolek, 14 Maret 2014 : 12:47 Wib



Masalah berubah jadi anugrah

Hari ini dapat salinan do'a dari pak Usman. M.Pd.I, sebuah do'a  membuat  masalah jadi anugrah. Tentunya selain do'a  tetap harus ada ikhtiar yang memadai plus rasa ikhlas dan tawakal untuk menghadapi masalah.

Sengaja aku share disini... biar teman-teman dapat juga mengamalkannya...

Semoga bermanfaat ya..

----
by Novili


Pasiran, Pantai ala Airmolek


Foto-foto merupakan dokumen pribadi
Airmolek adalah kota kecil yang sedang berkembang,  merupakan ibu kota dari Kecamatan Pasirpenyu yang terletak di Kabupaten Indragiri Hulu , Riau. Airmolek dialiri oleh  sungai besar yaitu sungai Indragiri, yang masyarakat setempat menyebutnya dengan  Kuantan .
 
Sungai ini cukup lebar, biasanya masyarakat diseberang sungai jika ingin ke Airmolek, mereka menyebrang menggunakan perahu dayung, atau perahu besar  bermesin yang sering disebut dengan pompong. Jika musim hujan sungai  ini meluap dan tak jarang rumah yang ada di sekitar aliran sungai terendam air alias banjir. Nah… sungai ini dilingkupi berbagai mitos yaitu sering menelan korban jiwa hampir di setiap tahunnya  dan tak  jarang pula terjadi pada saat air surut atau musim kemarau. Sebagian masyarakat mempercayai bahwa   itu merupakan tumbal setiap tahunnya  itu adalah ulah Hantu Air yang merupakan peliharaan seseorang, atau  ulah ‘penunggu’ sungai, banyak anak-anak, remaja bahkan orang dewasa yang tenggelam disungai ini.
Lapangan hijau di pinggir sungai, di jadikan area tanding sepak bola
Pada saat musim kemarau seperti sekarang sungai akan surut  jauh ketengah, tepian sungai  yang panjang dan luas menjadi hamparan pasir bagai tepian pantai. Jika pantai berpasir putih, maka pasir diarea  sungai ini berwarna kecoklatan dan agak lembab terkadang dikeruk warga untuk bahan bangunan. Hamparan pasir inilah yang disebut pasiran. Hamparan pasir yang luas dimanfaat kan sebagai  area bermain, biasanya yang bermain disini  adalah remaja sekitar Airmolek. Pasiran ini ramai ketika menjelang sore hari.. ada sekedar jalan-jalan sore, bermain bola , atau Cuma nongkrong menikmati pemandangan senja hari sambil membawa camilan,  foto-foto,bahkan mandi-mandi untuk anak disekitar sungai.
 
Beberapa hari yang lalu aku sempat mampir kesana, iseng aja sih… sama sekali gak ada niat, waktu  itu pas jalan sore, eh suami ngajak…” kita liat pasiran yuk.. kayanya ramai deh..” ya udah.. kita mampir kesana, ternyata  cukup ramai apalagi disana ada pertandingan sepak bola, tapi aku gak tau itu pertandingan dalam rangka apa, sepertinya hampir tiap hari ada saja yang bermain bola.
Ngeliat itu tangan ku jadi gatel  pengen jepret-jepret , pemandangan hampir senja itu terlihat cantik.., apa lagi aku suka senja. Walau jepretan hasil kamera ponsel  tapi..lumayan  memuaskan hasratku menikmati pemandangan senja hari  .
Pemandangan disalah satu sudut... indah ya...???
Sebenarnya aku ingin sekali agak ketengah memotret sungai, tapi aku rada takut juga …soal  “Hantu Air” terngiang-ngiang ditelinga ku..ha2, apa lagi hari  menjelang jam 6 sore itu  rada-rada agak gelap di tambah dengan udara yang dipenuhi asap asap tipis akibat pembakaran hutan, kesannya jadi horror gitu.. (lebay.com).Dan lagi suami ku rada ogah nemenin ku untuk turun ke pasiran, dia mah asik aja berdiri di tebing an sungai sambil liat-liat pemandangan  gak mau nemenin aku jepret-jepret. Jadi gemes sendiri, kalau gak mau nemenin, ngapain juga tadi ngajak… ya nggak? . Ya udah… sedikit kupaksa  ia buat motret aku dari jauh…., dia  cengar cengir ngeliat aku dengan jilbab panjang kehitaman  di potret gaya punggung terlihat seperti… “Hantu” . Aih.. setelah dilihat hasilnya…sepertinya   dugaannya gak salah he2.

Oh iya, sedikit info…dulu katanya di Pasiran banyak hewan penyu  dan masyarakat  memanfaatkan telur penyu tanpa menjaga kelestariannya. Makin kesini  Penyu makin punah dan tak ada lagi. Itu pulalah sebabnya  kecamatan ini disebut Kecamatan Pasirpenyu, tapi sayang banget penyunya  cuma tinggal kenangan.


---
By : NOVILI

Membaca Buku



Sejak Pertama kali bisa membaca,  aku jadi hobi  membaca,apa saja  yang ada tulisan selalu ingin aku baca (biasa sih…. Semua anak yang baru bisa baca selalu begitu). Aku gak ingat  kapan aku mulai bisa membaca, sebelum masuk SD  aku sudah bisa membaca dengan lancar, padahal aku gak pernah masuk TK… aku juga gak  ingat bagaimana Mak ku ngajarin baca. 
Sayangnya keluarga ku termasuk keluarga pas-pasan (ga tega mau bilang hidup miskin he2), boro-boro mau langganan majalah atau Koran  untuk makan dan sekolah kakak-kakak ku kedua orang tuaku  mesti kerja keras.  Sejak kelas satu SD aku sering pinjam buku diperpustakaan sekolah atau pinjam sama  teman  untuk baca-baca dirumah, buku pelajaran sih jarang….sukanya majalah , cerpen, komik, pokoknya  buku cerita deh. Dari pada bermain diluar aku lebih suka membaca dirumah sambil tiduran. Mak ku sering ngomel….  katanya kalau baca sambil tiduran dapat merusak mata.  Kebiasaan ini terus berlanjut sampai SMP dan SMA, sesekali aku beli majalah sendiri dari sisa uang jajan yang aku kumpulkan. Aku paling gak sabar kalau ada buku baru, pengennya langsung dilahap habis sekali duduk, gak mau ngulang-ngulang.  Lagi-lagi Mak teriak-teriak…, 

“ Vaaaa…!!!! Piring di cuci”
“Vaa….!!!! Rumah disapu dulu…!!!” , “Va….!!!!”
“Va…..!!! ..bla..bla…bla….!!!!
“Jadi orang kok malas…betul…. Tiduuuur..aja  baca buku, kerja dulu…nanti kalau udah selesai semua, baru  baca lagi..”
Mak…lanjut ngomel…
“Aku dulu juga suka baca buku…, tapi kerjaan ku udah beres semua…”

Nah… dari ngomelnya Mamak  , jadi ketahuan… kalau dulu dia juga hobi baca buku,  menurut cerita mamak… dia dulu suka nyewa buku,  biasanya yang tukang sewa  itu yang nyamperin ke rumah (tukang sewa keliling gitu lah..), .Bahkan menurut ceritanya ia juga punya novel sastra lama, seperti  Dibawah lindungan ka’bah, Tenggelamnya kapal Vanderwijk, Siti Nurbaya dll. Tapi sayang.. ketika acara pernikahannya lemari buku dipindahkan… dan buku  banyak yang hilang ntah kemana, karena dirumah ramai orang katanya. Setelah menikah.. jadi sibuk ngurus anak..dan membantu  bapak  juga dalam mencari nafkah…soal buku ga keurus lagi.
Aku jadi ingat, ketika aku balita mak juga sering membaca buku, dan aku selalu disampingnya.. minta mak menceritakan apa yang dia baca, biasanya aku disebelahnya .., oh iya… biasanya nih…mak suka beli buku cerita nabi-nabi  yang tipis…  aku ingat  yang dulu tu harganya 3 atau 4 per seribu rupiah… murah banget (setelah aku bisa baca…buku ini ku baca sendiri..dengan suara lantang…tetangga sampai ikut dengerin..he2).  Setelah SD kelas  2 an gitu.. aku semakin sering merengek minta di belikan buku cerita nabi dan rasul , komik petruk-gareng (ammmpun…suka banget ma buku ini),  dan majalah.. sesekali  sih… biasanya majalah B*b*.

Semakin kesini aku semakin paham… ternyata  kegemaran membaca itu juga diturunkan. Biasanya anak jadi gemar membaca karena kebiasaan dalam keluarga. Walau Mamak suka membaca, ternyata tak semua anak-anaknya  yang  suka membaca, hanya aku yang memiliki hobi membaca, mungkin karena aku anak bungsu dan lebih dekat dengannya.
Jadi ingat dengan keluarga Asma Nadia dan Helvi Tiana Rosa keluarga mereka adalah keluarga pengarang, anak-anak mereka  juga memiliki hobi yang sama. Sayang ya… coba mak ku dulu pengarang buku..he2.  Tapi  disini  nggak mengatakan kalau jadi pengarang buku  itu karena bakat turunan. Siapa aja bisa kok ,cuma soal pembiasaan diri dan faktor lingkungan , bisa lingkungan keluarga, sekolah, komunitas dll.
Jadi ya…., Para Emaks….(dari pengamatan aku terhadap  emak2 disekitar ku..temasuk kakak-kakak  ku..) gak usah pakai resah.. kalau anak  gak mau baca buku:
“ Aduh… si Upik  malas  banget baca buku, maunya main…mlulu, tenggorokan saya sampai sakit  teriak-teriak nyuruh dia baca” ( Lah….,. emaknya teriak-teriak  sambil tiduran depan TV nonton gossip  artis)
Walaupun para emaks ga doyan baca, paling tidak saat anak membaca atau belajar didampingi  dengan kebiasaan ini anak gak akan merasa sendirian,  walau pun masih anak-anak mereka juga mikir, Mak teriak-teriak  nyuruh baca, tapi  sambil merem  megang kipas..dalam hati anak pasti bilang “enak di  elo kaga enak di gua…”qiqiqiiqiq..
Selain menemani anak saat membaca, emak juga wajib memperkenalkan anak dengan buku walaupun mereka belum tahu isinya, tapi membuat mereka jadi akrab dengan buku, jangan dibelikan mainan aja. Kemudian sediakan waktu luang untuk membacakan buku cerita kepada anak-anak, dengan begitu anak jadi penasaran ingin tahu ceritanya dan ingin cepat bisa baca. ( ini pengalaman aku waktu kecil, walau buku dari buku minjem mak selalu  bacakan buat aku disela istirahat siangnya, makasih mak…)
Apalagi sekarang teknologi makin canggih aja…, anak-nak lebih suka bermain games, dan dikenalkan dengan gadget-gadget  terbaru, mereka jadi emoh dan buang muka saat dikasih buku. Hmmm..ini tantangan terberat  buat emaks soalnya maknya juga menggandrungi nya, suka gatel kalau ada gadget keluaran terbaru. Jangan sampai emaks teriak  nyuruh anak baca tapi dia sibuk juga dengan chatting-chattingan.

Walau sekarang  bisa membaca via media online, bahkan  novel atau buku tertentu bisa dibaca di mobile atau computer, tetapi  membaca buku  itu rasanya beda.. selain bisa tengkurep plus rebahan…(tettteeep…dasar malas) eh..jangan bilang kalau pake gadget juga bisa baca sambil tiduran.., tapi buku itu lebih sehat.. tanpa radiasi, coba aja  setengah jam aja..tangan udah panas.. mata perih karena efek cahayanya..jadi menurutku membaca buku itu lebih sip daripada media online.

 ----
 By: Novili

6*J-Theme