ISTRI MENULIS KEBURUKAN SUAMI DI MEDIA SOSIAL

20:28:00


ISTRI MENULIS KEBURUKAN SUAMI DI MEDIA SOSIAL

Sosial media tak lagi hanya  sebagai hiburan tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan. Tentu tergantung dari tujuan orang-orang yang tercakup didalamnya, terutama tentang status yang terulis di facebook, twitter dan lainya. Ntah buat cari uang, cuma buat exist menaikkan klout score, cuma ingin banyak yang like atau komentar.

Sayangnya banyak yang  menulis sembarangan tanpa memperhatikan wilayah pribadi mana yang harus dishare mana yang bukan
Ini bukan menulis ”facebookan/twitteran harus gini lo”   emang sih facebook nya orang itu dan suka-suka dia mau nulis apa, tapi apa yang dilakukan orang itu jangan sampai kejadian juga sama kita, soalnya kalau lagi emosi  atau happy  main tulis aja suka-suka eh taunya   berefek  negatif kedepannya. Bukankah kita harus saling mengingatkan?   


Salah satu status yang nggak bangetz itu adalah menulis tentang pertengkaran yang terjadi antara suami dan istri .

“ Dasar laki-laki… bukannya nemani istri malah enak-enakan jalan sama teman-temannya”
“ sudahlah..aku tak tahan lagi, mau minggat aja dari rumah ini”
“pengangguran ..ya gitu deh, biasa..”
Bla bla bla..

Tau gak sih teman-teman yang baca ini jadi mengernyitkan dahi dan merasa iba ..
“sabar ya….”
“ada apa say…”
“kenapa lagi cyin…”
“udah tinggalin aja…”

Aih… bertaburanlah komentar-komentar  mendadak kepo dan iba, eits…tunggu dulu tak semua teman yang kenal akan mendukung dan perhatian  tentang masalah yang kita hadapi.  Lebih banyak dari mereka tersenyum sinis  dan mungkin bertepuk tangan. Tanpa sadar menulis  status curcol itu membuat kita terjerambab dalam dosa. Bukannya sok alim , tapi sebisa mungkin kita menjauhinya.


Apa saja sih keburukan yang diterima ketika menulis status ini:

Membuka aib suami. Suami merupakan  pakaian istri  begitu sebaliknya, ketika membuka aib suami bearti menelanjangi diri sendiri,seperti  menepuk air di dulang terpecik muka sendiri.

Dosa ghibah, tentu saja itu  sama saja  kita mempergunjingkan suami ke khalayak ramai.

Menanamkan rasa benci dihati pembaca. Niatnya sih mungkin menjelekkan suami tapi  malah kita yang kena. “Ish… dasar istri gak beres, masa ada masalah dengan  suami malah dibikin status, dasar perempuan gak tau malu”#contoh aku gak pernah mikir gini sih…hahaahha #tapikokditulis??! Baru kepikiran saat ngetik , ehm.

Membuat orang berprasangka yang tidak baik terhadap keluarga kita. Mungkin yang kita tulis sekedar uneg  uneg  dan cuma debat kecil sama suami. Tapi sebagian orang membacanya sebagai sebuah head line berita besar yang sangat penting. Tak segan untuk mempergunjingkan kita dibelakang. Tiba-tiba akun kita sangat penting buat distalking oleh orang-orang yang suka kehancuran kita.

Aku tuh punya teman suka share tentang kegiatan dengan suami, ya..yang baik-baik sih dan romantis juga. Nyatanya apa? malah ada yang ngata-ngatain itu cuma sandiwaralah, pamer lah dan ina inu lainnya. Nah berkaca dari sini aja, nulis yang baik-baik aja masih disangka buruk, bagaimana nulis yang jelek. Jadi lahan subur  pergunjingan.
Ups !! jangan bilang “biar aja aku digossipin ,di gunjingin, dosa aku kurang dosa mereka nambah”
Hello….!!! Mereka ngomong gitu karena kamu juga khannnn?
Jangan2 artist yang cari sensasi itu  sepikiran ama yang mikir kaya gini, bikin dosa banyak-banyak, terus bikin sensasi atau buka kartu, terus digossipin se Indonesia raya …,langsung masuk surga, enak bet!
Jadi jangan seneng digossipin orang dengan alasan ini, adanya niat gak baik malah bikin dosa makin numpuk. karena sesuatu itu dinilai juga dari niat.

Membuka pintu pereselingkuhan. Dari beribu teman pasti nyelip yang namanya mantan, gebetan masa lalu, dan pria-pria  picik,licik, berpikiran sempit sesempit  ruang antara paha, ya..karena dipikiran mereka cuma itu. Membaca status-status yang seperti diatas  akan menimbulkan pikiran” bisa nih”, dan tak segan mengirimi pesan sok peduli, sok perhatian, yang awalnya memberikan nasehat, wasiat, lama-lama ajakan berkhalwat dan berujung melampiaskan syahwat.

Tak hanya pria, wanita dengan bibir manis namun bertanduk banyak yang menjadi teman, tak semua  yang bisa memberikan nasehat baik, tapi lebih banyak mengompori, lebih banyak senang mendengar kita yang lagi kalut. Dan dari semua teman itu lebih banyak yang gak peduli, dan gak kenal dekat dengan kita, jadi .. buat apa bikin status yang gak bermanfaat, kecuali status iseng , lucu, dan kurang kerjaan.

Membuat keluarga suami membenci kita. Ya... siapa juga sih yang mau anak, sodaranya disindir-sindir di facebook, jadi diharapkan lebih bijak mengeluarkan uneg-uneg.

Perceraian. Yang tadinya cuma pertengkaran kecil, karena ditulis di fb atau twitter akan membuat pihak-pihak yang terkait  bertambah berang, ntah suami itu sendiri,atau bumbu-bumbu panas yang diracik oleh keluarga, masalah kecil jadi keliatan luar biasa.



Selama kita menginginkan keluarga yang  damai dan hubungan yang rukun, jangan pernah menuliskan pertengkaran antara suami dan istri begitu pula sebaliknya, bahkan pertengkaran dengan siapapun tak sepatutnya kita menuliskannya di ruang publik tanpa batas.

Emosi sih boleh tapi harus berpikir panjang, bahwa kita hidup bukan sendiri sebatang kara, kita memiliki anak, orang tua dan keluarga yang harus kita jaga nama baiknya. Kasian orang tua yang gak ngerti facebook dan dunia maya ini dapat laporan, tuh anak kamu nulis ini itu  di facebook, ortu dan keluarga yang tak tahu apa-apa jadi sasaran dan membuat mereka ikut menaggung malu.
Sebagai anak  apa yang dapat kita berikan kepada keluarga terutama ayah dan ibu? Selain kebahagiaan dan rasa bangga mendapatkan kita sebagai orang baik. Mereka tak minta harta dan uang. Tapi bagaimana jika nama baik telah tercoret,  sangat sulit untuk menghapusnya dari ingatan tiap orang walau telah banyak waktu yang terlewati.


Terus bagaimana kalau ada masalah dengan suami  atau yang lainnya tapi tangan gatal pengen menuliskan yang katanya uneg-uneg  menyesak dada itu? Jangan baper dan mendramatisir keadaan yang membuat hati makin rusuh,tulislah sebaliknya dari apa yang kita rasakan.. seperti sebuah motivasi diri agar lebih kuat sabar ikhlas dan sebagainya. Kalau nggak bisa menuliskan sesuatu yang baik mending ga usah buka facebook dan bikin status, sama halnya   di dunia nyata disaat marah menggebu ‘jika tak bisa berkata baik, lebih baik diam”.

Oke, postingan ini juga berlaku buat bapak-bapak, dan mas-mas tercinta yang senang menyindir  pasangannya dimedia social. Kok bisa??? Lah… terkadang pria juga lebih kekanakan dan lebih kasar dibanding wanita, dan ampuun…nyinyirnya melebihi  nenek-nenek yang lupa naruh sirih dimana?.  ditulis begini supaya abang-abang ganteng yang pas baca ini gak komentar “ iya tuh..istri ku gitu..” nah..jelekin istri kan? Atau ada yang mau bilang “suami ku pengidap  kelainan ini…” oh..jangan disini ya, tapi bagi yang mau sharing  tentang cara mengendalikan diri atau menambahkan sesuatu sekiranya tulisan ini memiliki kekurangan, dipersilakeun dengan segala hormat. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

30 komentar

  1. Yg bikin bingung baru status muji2 sayang2 suami eh sebentar kemudian maki2 suami, nulis status maki2 suami eh diluar umbar kemesraan sama suami...hehehe...urusan keluarga cukup kita aja yg tahu dunia ngga perlu tahu deh...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin suaminya banyak mba..hahaha

      baiknya gitu mba... ngshare secukupnya... biar yang liat jadi enak..bukan justru timbul rasa dengki dihati orang2 jahat...

      Delete
  2. Menulis status di fesbuk janganlah serabutan disebabkan gak punya ide lain. Muatlah atau buatlah status yang manfaat dan memberikan inspirasi. Tidak perlu, bahkan SANGAT membuk aib apabila menulis tentang kekeruhan berumah tangga. Keep it for yourself adalah satu-satunya jalan terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener bunda... media sosial jangan dijadikan tempat sampah..apa aja di keluarin dan dibuang disana.. baiknya dijadikan ladang ibadah...he2

      Delete
  3. Kalo saya lagi kesel sama suami ya langsung kirim message ke suami. Jd suami aja yg tau istrinya lg kesal :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu tandanya..komunikasi yang baik mba...
      mending dibicarain langsung..kenapa juga main sindir.. di ranah umum..
      gak ada yang ngasih kulkas juga...he2

      Delete
  4. klo sampe cerai, setan seneng bgt tuh -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. setan asli..dan sebagian setan kepala hitam... :(

      Delete
  5. Kalo kita nulis kekesalan sama suami, yang baca malah kebanyakan pura2 simpati doang ya mak, sebagian lagi malah tersenyum senang gegara tau ada orang lain yg hidupnya gak sempurna. Ah, banyak mudharatnya memang :(.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wajah kepura-puraan...
      tapi kalo saya yg baca..kalo itu teman,,aku beneran simpati mencoba menasehati aja..semog mereka khilaf dan gak ngulanginya...

      Delete
  6. "Kalau ada istri yang menulis keburukan suami di media sosial, tenggelamkan" hehehe
    gak boleh mak, makanya sekarang era digital ini kita mesti hati2.. banyak ibu2 muda diluar sana yang menggunakan medsos sebagai pelampiasan, apa2 nulis disitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh..itu kata menteri kelautan..
      kalau kata mentri perdagangan apa yah..??hahaha

      Delete
  7. kalo saya belum berkeluarga tapi kalu denger judul nya saya tidak setuju karena seorang istri tidak baik menulis keburukan suami apalagi di media sosial :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan sekedar tak baik.. tapi sangat dilarang..

      Delete
  8. sebenernya bukan cuma keburukan suami aja yaa yang gak boleh disebar. pokoknya kalau lagi emosi sebaiknya beneran jauh2 ya dari medsos, biar gak ketelanjuran menyebar di medsos malah jadi bahaya buat kita sendiri :)
    TFS mak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba..sebaiknya permusuhan , kebencian dan provokasi jangan di share fb...

      Delete
  9. saya kalo lagi kesel sama suami biasanya langsung bbm orangnya Mba biar dia tau kalo istrinya sedang kesel :)
    gak mau ah, persoalan kami diketahui oleh khalayak toh mereka gak akan membantu juga, yang ada mungkin nyukurin kali *loh kok jadi negatif thinking gini*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus kalo negatif thinking mah... jadi ga ngeshare yg lebay...

      Delete
  10. Hmm sepertinya itu sangat tidak baik ya mbak menyebarkan keburukan suami ke medsos, seperti itu akan menjadi istri yang tidak baik, semoga tidak demikian.

    ReplyDelete
  11. Tuhan saja menutupi aib kita kok malah manusia ngumbar aib sendiri.
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah...bener pak de...
      Selama Allah menutup aib kita... kenapa kita buka2 ...*mungkin pengakuan dosa..

      Delete
  12. Naudzubillah...semoga aku dijauhkan dri sifat tsb...

    ReplyDelete
  13. sudah sama-sama dewasa (baca: tua) harusnya sifat menjelekkan pasangan di depan umum (medsos) harus bener2 dihindari ya mba, sumber masalah banget tuh dan kekanak2an... salam kenal, btw :)

    ReplyDelete
  14. Saya juga punya teman yang begitu, mbak. Suka berkeluh kesah tentang rumah tangganya di media sosial. Malah nulis kejelekan suami segala. Biarpun suatu waktu, tidak begitu lagi, tapi kita yang melihat suaminya, kok jadi berprasangka buruk, ya.. hi..hi..
    Seharusnya kita lebih bijak menggunakan media sosial ya.. :)

    ReplyDelete
  15. Iyaaaa, aku juga suka mikir gitu sama temen yang suka mengumbar permasalahan rumah tangganya ke medsos. Menurut aku jatohnya mereka kaya kurang dewasa aja mak. Dan kurang perhatian dari suami, makanya nyari perhatian ke orang lain.. Apalagi yang abis itu mesra lagi, muak aku liatnya :((( Mendingan kalo emg lagi kesel sama suami, curhatnya ke Allah aja ya Maaak

    ReplyDelete
  16. waaaaaaaaaaaaaaaaaa............ walopun belum ada, mata hati pikiran jadi terbukaaa.. watga watga dibalik gawat gawat

    ReplyDelete
  17. Aku jadi sedih kalau lihat suami dan istri berantem di medsos, mba :(
    Makaish telah mengingatkan ...

    ReplyDelete
  18. Andai Istriku menyadarinya.. Kekurangan ku memang kuakui, tapi aku tak pernah mau membalas apapun, lebih baik diam... karena kemarahan bukan jalan terbaik bagiku. karena bagimana pun aku sayang padanya

    ReplyDelete
  19. jangan sampai istri mengumbar aib yang dimiliki suami.

    ReplyDelete

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link atau brokenlink akan dihapus..

FOLLOWERS

LIKE NASHHAH ON FB

GOOGLE FOLLOWERS

VIVA LOG

PAGEVIEWS

RANK ALEXA