Mengalihkan Perhatian Anak Dari Gadget


Mengalihkan Perhatian Anak Dari Gadget

Beberapa waktu lalu aku menulis tentang anak ku yang mulai kecanduan gadget berawal karena dia susah makan, artikel bisa baca disini .  Ya semuanya berawal agar dia anteng , agar dia mau makan, tapi lama kelamaan dia hafal dengan kebiasaan itu. Untuk selanjutnya dia bilang mau makan kalau sambil liat HP, dia mau ditinggal saat aku ke pasar kalau dipinjamin HP. Lama-lama nagih dan suka nangis-nangis kalau gak dipinjami. Dia lebih kangen HP dibanding aku , kalau aku datang yang dikejar tas aku, bukan meluk atau nyium aku, so sad.

Alhamdulilah banget, sekarang dia gak mencak-mencak lagi kalau aku gak kasih pinjam. Tidak mengancam lag mau manjat atau banting sesuatu, banting-banting pintu, tidak nangis histeris lagi kayak orang disiksa . Sudah berjalan sekitar 6 bulan, sejauhi bersyukur banget. Saat melihat aku pegang ponsel touch screen dia udah santai dan gak maksa minta pinjam.

Apakah para moms ada mengalami hal yang sama, mungkin pengalaman aku bisa  diterapkan juga. Ini bukan sok ngajarin sih, tapi sekedar berbagi, jika moms punya cara lain boleh share juga disini ya. Kita belajar bareng menyebarkan hal-hal positif.

Kesiapan Orang tua

Untuk mengawalinya yang harus dipersiapkan adalah diri kita sendiri. Siapkan kesabaran ketika melihat ngambek, teriak-teriak, nangis-nangis, banting-banting mungkin juga mengancam, atau bisa saja berkata agak kasar, siapkan telinga yang tebal hati yang kuat  dan tega melihat airmatanya bercucuran. Jangan sampai lemah hati ditengah jalan, misalnya gak kuat liat dia nangis super kenceng terus kita gak tega dan gadget langsung diberikan. Dipastikan jika kita akan mengulang besok dia akan melakukan hal sama dan lebih lagi agar kita "kalah" dan menuruti keinginannya. 

Persiapan yang lain, adalah moms dan suami gak menggunakan gadget di depan dia, jika ada kerjaan lebih baik "ngumpet" dikamar atau diruangan kerja, agar dia tak tergoda , atau malah merengek minta kasih pinjam. Menurut pengalaman aku nih, seminggu aja udah terasa bedanya, dia setengah lupa dengan gadget, selama dia gak liat kita melakukan hal yang sama. Seperti yang aku ceritain sebelumnya, aku beli ponsel jadul khusus untuk angkat dan terima telpon. 
Mengalihkan Perhatian Anak Dari Gadget
✓ Temani anak bermain. Anak ku baru satu dan dirumah dia bisa dibilang gak punya teman sebaya. Saat siang biasanya di tempat Simbahnya disana ada teman dan sepupu, tapi jika sore dan malam itu dirumah. Kadang suka bosan main sendiri ujung-ujungnya minta pinjam hp, apalagi kalau aku scroll-scroll depan dia. Nah , karena ingin mengurangi perhatiannya pada gadget aku banyak nemenin   dia, dan aku kudu kuat nunggu dia tidur dulu baru buka ponsel, cek WhatsApp atau blogwalking.

Sediakan mainan yang mengedukasi atau melatih saraf motorik anak. Ntah itu Lego, pasir sintetik, puzzle dll. Dengan sibuk bermain, sembari ditemani  perhatian anak jadi teralihkan, menepis ingatannya tentang gatget. Bahkan jadi lebih seru, bonding antara kita dan dia makin meningkat.

Sediakan buku buku full colour,buku dongeng. Walau anak belum bisa baca, biasanya anak tertarik dengan  cerita dongeng. Aku juga belikan buku mewarnai, awalnya dia ogah dan malas buat Corat coret, alasan capek. Padahal kalo lari sana sini manjat, gak pernah ngeluh capek . Begitu diminta diam dan mewarnai dia bilang capek mi. Butuh waktu untuk dia menyukainya.  Tapi gak bisa kalau kita cuma minta ia mewarnai atau main ini itu, tapi kita juga ikut serta ngajarin, main bersama. 

✓Biarkan ia bermain  bersama teman-temannya. Anak butuh komunikasi dua arah, bisa mengungkapkan perasaan dan pendapat nya pada orang lain,  Anak yang terlalu fokus pada gadget dikhawatirkan lambat bicara kesulitan berinteraksi. Ini pula alasan saya memasukan TK saat anak saya usia 4 tahun agar dia berinteraksi dengan teman seusianya, belajar disiplin dll .

Ada beberapa yang aku syukuri , dia jadi banyak hafalan surat, lebih dekat  dengan aku,cepat mengenal huruf. Ya karena aku ajakin main habis magrib, ya nyelipkan gitu deh, jadi gak sadar sebenarnya dia belajar. Ternyata satu poin yang aku sadari ternyata sumbernya ya kita sebagai orang tuanya 

Anakku itu aktif dan energik , bisa dibilang begitu. Makanya dulu aku sempat mengandalkan gadget untuk menenangkannya sesaat, ntah untuk makan atau saat aku sibuk, duh..jangan dicontoh banget.

Mengimbangi geraknya yang aktif emang perlu kesabaran ekstra walau kadang-kadang melotot, atau tangan gak sadar nyubit pantatnya hahaha. Gimana nggak makan aja badannya goyang kiri goyang kanan. Habis mandi lagi ngelap dihandukin gitu ia lompat-lompat terus, baca iqro'  kadang duduk kadang tengkurap , tapi ku biarin aja selama dia bisa menyerap apa yg aku ajarin. Tapi katanya nih anak energik begini, gak lama ntar masuk usia sekolah SD katanya berkurang sih.

Main gadget ternyata gak cuma sekedar kecanduan, beberapa berita di tv dan online banyak juga anak yang katanya terganggu jiwanya gara-gara gadget, terasa resah , gelisah, nangis kalo gak dipinjami gadget. Semoga anak kita gak terlalu sampai kesana, bersyukur aku cepat ambil tindakan, dan sudah berjalan sekitar 6 bulan lebih gitu, kalo gak salah dari sebelum bulan puasa lalu, dan sekarang banyak kemajuan.

15 comments

  1. Gadget ini beneran racun, Mba.
    Dibutuhkan ortu yg disiplin tegas, dan asertif untuk menghadapi serbuan racun gadget

    ReplyDelete
  2. Masyaallah. Hebat deh ortu dan anaknya kalau bisa disiplin dalam menggunakan gadget, ya

    ReplyDelete
  3. Saat ini, kalau aku seringnya bawa buku kosong dan pensil buat anak corat coret kalau misal nunggu pas makan di resto. Salah satu cara untuk gak tergantung sama gadget, tapi peran orang tua juga penting sih ya mba, jangan mencontohkan kita main sama gadget terus, nanti anaknya minta main juga jadinya

    ReplyDelete
  4. Sepakat, mba.
    Peran dan kerjasama dari orang tua sangat penting agar anak terbebas dari kecanduan gadget.

    Aku juga pernah membaca, yang paling mengerikan adalah fakta bahwa kebanyakan orang tua lah pemicu anak kecanduan gadget!

    Duh...

    ReplyDelete
  5. Thank you Mbak Nova. Aku sih udah mengurangi penggunaan gadget depan anak, tapi sayangnya nggak didukung suamiku. Alhasil, hpku terus diminta pinjam. Kezel!! Zzz

    ReplyDelete
  6. meski sungguh sulit buat mengalihkan perhatian anak dari gadget di era sekarang ini, jadi aku berlakukan aturan yang jelas menggunakan gadget, lalu diberikan kepercayaan atas aturan tersebut

    ReplyDelete
  7. Mba Nov, pengalamanny inspiratif banget. Semoga membantu banyak ibu yang kebingungan mengatasi gadget di tangan anaknya

    ReplyDelete
  8. Gagdet sebenarnya gak berbahaya ya mba yg penting Ada kontroling dr Kita orang tua dn hrs bisa mngalihkn k permainan yg interaktif

    ReplyDelete
  9. Bener banget mba, kalau udah pegang gadget tuh jadinya nyandu. Serasa kegiatan yang lain kayak enggak diminati. Makanya memang butuh effort orangtua untuk mendampingi dan mengarahkannya untuk lebih banyak bermain dengan temannya.

    ReplyDelete
  10. Jangan sampai ya anak kita kecanduan gadget, karena main gadget itu asyik banget. Mungkin awalnya susah ya, Mbak, tapi harus telaten dan sabar mengalihkan perhatian anak dari gadget. Dan kita jadi orang tua juga harus lebih aktif juga untuk mengajaknya bermain tanpa gadget.

    Di medsos itu sampai viral, orang kecanduan gadget sampai terganggu jiwanya. :(

    ReplyDelete
  11. Manfaatin balik mba.
    Dengan kudu setoran hafalan kalau mau main henpun.
    Di timer juga penggunaannya.
    Atau hanya boleh ketika akhir pekan.
    Mendidik tidak semudah itu, tapi semoga selalu Allah mudahkan ya maaaak :)

    ReplyDelete
  12. yap saya pun sudah bertekad kurangi main gadget pada anak. sudah belikan banyak buku dan mainan biar waktu bermain bersama anak jg jadi lebih banyak

    ReplyDelete
  13. Enggak usah anak-anak, orang dewasa aja juga bisa kecanduan gadget ya.
    Dan bener sih solusinya itu orang tua yang pegang kendali. Harus menyiapkan solusi lain yang bisa menggantikan kegiatan yang lebih menyenangkan

    ReplyDelete
  14. Semenjak usia dua tahun anakku juga kecanduan mba. Makanya sekarang sedang dibatasi. Semoga bisa lepas sepenuhnya

    ReplyDelete
  15. Kebetulan kalau anakku main gadget sore hari dan hanya boleh 1 jam saja. Aku juga suka kasih kegiatan dirumah untuk pengalihan biar gak minta gadget.

    ReplyDelete

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya di sini yach...:), Tidak terima komentar spam dan komentar mengandung Link,brokenlink , dan harus menggunakan nama semestinya , anonim dan merk tidak akan diterbitkan.