Menjadi seorang istri itu adalah pilihan, karena banyak juga perempuan memilih untuk melajang . Setiap orang memiliki hak masing-masing untuk menentukan hidupnya, termasuk soal menikah. Atau bisa juga bukan memilih untuk melajang cuma sejak awal bilang “nanti dulu lah” dan akhirnya waktu berlalu begitu cepat. Ada pula yang memilih untuk nikah diusia muda, dan ada pula yang merasa galau menunggu jodoh yang belum juga datang.
Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan
Siapa sih, yang gak bahagia ketika pernikahan diambang mata. Sebagian perempuan justru merasa was-was ketika detik-detik bertemu calon mertua untuk pertama kali. Apakah calon mertua akan suka? Terutama ibu mertua. Bagaimana kalau sang calon ibu mertua ternyata orangnya julid, atau bahkan sangat pendiam, yang kita sendiri bingung apa yang harus diobrolin. Banyak juga yang merasa gagal saat pertama kali melakukan pendekatan dengan sang calon mertua.
Menikah adalah sebuah keputusan yang tidak mudah diambil, namun harus dijalani karena fitrah manusia untuk hidup berpasangan, butuh kasih sayang dan saling menyayangi. Menikah mengucapkan janji hanya hanya butuh waktu 15 menit didepan penghulu dan saksi , namun menjaga pernikahan itu sepanjang hayat.
Pada suatu hari Lia (sebut saja begitu ) datang ke rumah Rina. Lia bermaksud mengajak Rina jalan-jalan sekedar makan diluar dan ngobrol. Tetapi seampai dirumah Rina, Rina terlihat repot membantu ibunya didapur. Ya, Ibu Rina adalah pedagang makanan bisa dibilang buka warung makanan. SEbagian tugas ibunya Rina yang mengerjakan seperti menggiling bumbu dll. Rina meminta Lia menunggu, dia ingin menyelesaikan pekerjaannya dulu dan kemudian baru pegi keluar. Melihat Rina yang lagi repot yang keliahatan hidupnya begitu ribet (menurut penilaian Lia), pagi-siang bekerja, sore sampai malam membantu ibu untuk berjualan esok harinya. Lia berbisik “ah..kenapa kamu gak menikah saja dari pada ribet gini bantu orang tua, kalau nikah kamu kan bisa tinggal sama suami gak dirumah ini lagi”.
---
Adakah diantara kita yang menikah dengan alasan seperti yang diutarakan Lia pada Rina. Terkadang banyak menganggap menikah adalah sebuah solusi dari masalah yang kita hadapi. Ya, mungkin menikah bisa jadi solusi untuk beberapa hal, tapi tentu tidak seutuhnya, karena menikah bukanlah pelarian.
Menikah adalah ibadah maka mulailah dengan niat yang baik membangun rumah tangga , bukan karena ingin jauh dari orang tua, bukan karena bosan dengan hidup yang sekarang, atau karena patah hati dan balas dendam dengan seseorang. Menikahlah disaat benar-benar siap menjalaninya, karena menikah itu bearti menambah kewajiban dan tanggung jawab, ada kesiapan mental didalamnya.
Menikah adalah ikatan untuk seumur hidup bukan sehari atau dua hari bukan sebulan dua bulan. Ada yang berani bilang udah nikah saja dulu nanti jika nggak cocok tinggal cerai saja. Cerai tak semudah yang di ucapkan. Buktinya banyak yang bertahan dalam pernikahan walau kenyataannya pernikahan yang ia jalani banyak sekali kerikil yang menghalangi, entah dari segi ekonomi hingga perselingkuhan bahkan KDRT dan tetap bertahan hingga puluhan tahun. Tak semua yang bisa dan kuat untuk mengambil jalan berpisah, apalagi sudah memiliki anak.
Baca Juga : 5 Hal yang membuat istri bertahan, ketika pasangan selingkuh
Baca Juga : 5 Hal yang membuat istri bertahan, ketika pasangan selingkuh
HIdup ini adalah perpindahan dari satu masalah ke masalah yang lain, jadi percuma saja jika maksud menikah adalah untuk menghindari permasalahan hidup. Bahagia itu kita yang ciptakan, walau hidup disituasi dimanapun jika kita mensyukuri apa yang kita punya , berdamai dengan keadaan, berusaha tenang menjalaninya, insha Allah langkah kaki menjalaninya terasa tidak begitu membebani (#selfreminder) ☺ . Faktanya pernikahan yang kita jalani tak seindah dan seromantis yang kita bayangkan diawal, selalu saja ada debat kecil dan peetengkaran dengan pasangan.
Dari sekian banyak permasalahan yang ada, ternyata pernikahan membuat kita banyak belajar dalam melakoni peran kehidupan. karena pernikahan ibarat sekolahan yang tiap saat memberikan kita pelajaran, dan sesekali pasti di uji.
Pernikahan mengajarkan kita tentang tanggung jawab. Menikah artinya beratambah pula kewajiban dan tanggung jawab, baik sebagai istri maupun suami. Jelas tak bisa sebebas saat masih lajang, jika dulu suka pergi kemana suka, dan pulang larut, tentu hal ini tak bisa dilakukan sesering mungkin. Jika dulu suka suka shopping belanja ini itu, sekarang fokus kemasa depan keluarga. Sebagai istri ada pekerjaan rumah tangga yang harus dilakukan, menyiapkan makanan, dalam bersikap pun begitu karena ada dua keluarga yang harus dijaga nama baiknya.
Pernikahan Menuntut Keterbukaan. Keterbukaan disini tentu antara kita dan pasangan. Kadang agak sulit dilakukan para introvert yang suka memendam masalah didalam hati. Rumah tangga dibangun berdua jadi antara kedua sisi harus jalan seimbang . Komunikasi itu selalu jadi nomor satu, jika ada masalah atau ada sesuatu harus dibicarakan. Ngambeg diawal pernikahan memang terkesan manjah-manjah manis. Si istri ngambeg dan sedikit berkaca-kaca, suami langsung merayu dan mengusap kepala. Tapi jika itu dipelihara suami juga bosan, dan tentunya tak semua masalah bisa diselesaikan dengan ngambeg manja. Seorang suami juga begitu jika ada yang kurang berkenan dengan istri, lebih baik langsung diutarakan dari pada diam, dan istri jadi menebak-nebak kenapa suamiku marah. Diam memang emas tapi diam tak menyelesaikan masalah, jika sama-sama diam sama-sama menduga justru permasalahan jadi merembet keman-mana. Yes, komunikasi itu penting dan harus diutarakan dengan tenang bukan mencak-mencak dan gampar-gamparan, apalagi sampai ribut se er-te.
Pernikahan mengajarkan untuk lebih dewasa dalam bersikap. Pernikan adalah awal menjalani hidup yang lebih serius. Tentunya kita tak bisa bermain-main, menikah itu bagai membangun sebuah perusahaan, jika ingin berhasil dan membuat rumah tangga tentram jalani dengan serius. Pikirkan dan ikhtiarkan untuk keutuhan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrohmah.
Pernikahan artinya menambah stok “sabar” yang banyak. Sabar disini bukan artinya diam saja tanpa usaha.
“ Suamiku emang gitu sih, orangnya temperamental suka marah-marah , banting ini itu, sabar aja ,aku paham sifatnya begitu”
“ Istri aku emang gitu, kalau lagi marah suka mencaci maki, sumpah serapah, banting pintu, aku paham ya sabar saja”
Bukan gitu juga kali ya..
Jika ada masalah selesaikan masalah dengan tenang dan cara yang baik bukankah kita telah diajarkan untuk dewasa. Jika pun ada pertengkaran kalau mau baikan jadi gampang, tinggal colek-colekan selesai. Coba deh, kalu saling maki suara keras, mau baikan terhalang gengsi.
Curhat saat ada masalah memang melegakan tapi kita tak bisa asal curhat, pastikan kita curhat pada orang yang tepat dan mampu memberi solusi bukan justru mengompori, dan jangan sampai curhat dan menjelekkan pasangan atau keluarga pasangan di sosial media.
--
Pernikahan memang butuh tanggung kawab, keseriusan, kebijakan, butuh kedewasaaan, tapi menikah itu menyenangkan. Hidup tak akan indah tanpa warna warni, hidup tak akan lengkap tanpa campuran berbagai rasa manis, asam, asin bahkan pahit yang ternyata didalamnya ada obat yang menyembuhkan.
Awali pernikahan dengan niat yang baik, dan cara yang baik, bukan karena ingin keluar dari keluarga, tapi menambah keluarga dan menjalin silaturahmi yang lebih hangat.
Jadi,
Jangan takut menikah, ya.
#Selfreminder
Ikatan perkawinan atau menikah bukanlah suatu permainan, disitu ada keseriusan, ada tanggung jawab yang harus dijalankan, baik sebagai istri atau suami. Setiap pihak tak hanya menuntun hak semata tapi ada tanggung jawab, dan tugas yang akan dijalankan. Jadi buat yang belum berumah tangga jangan percaya kalau nikah itu enak, karena enak itu cuma 20 persen, sisanya kamu akan merasakan enak banget :D. Menikah bukan panggung sandiwara , yang ceritanya bisa diatur diawal, ya tapikan walau bagaimana sulitnya liku yang dilalui, tapi jika dijalani berdua, saling berpegangan dan menguatkan akan terasa bahagia.:)
Masih ingat cerita seorang artis yang suka nyetatus agak-agak nyinyir, nyindir-nyindir, yang katanya masih cemburu dengan mantan pacar suaminya dimasa lalu ?, yes MH. Saya kok sedikit setuju dengan apa yang dia rasakan dan ditulis dalam blog pribadinya, bukan setuju soal kenyinyirannya dalam status, atau terlalu judes dan frontal dalam menyampaikan yang dia rasa. Saya setuju beberapa pendapatnya.
IF (suami MH), banyak dikeluhkan teman-temannya (perlu disebut inisial gak ya?, pasti sudah tahu lah ya keluarga A & M, dan penyanyi burung camar). Mereka pernah menyampaikan atau mengeluh bahwa sejak menikah dengan MH, IF sudah jarang berkumpul dengan mereka, jarang bergaul dan jalan bersama. Ternyata diketahui bahwa MH , tidak menyukai teman-teman lamanya karena cara bergaul yang sudah gak cocok , misalnya masih suka cipika cipiki antar lawan jenis, gak sungkan memperlihatkan aurat didepan bukan muhrim, pakaian yang minim dan seksi.
Ups! Stop! ini bukan artikel buat bergossip ya, itu cuma contoh kasus saja.
Apakah ada istri atau suami yang mengeluh atau merasa kesal dengan pasangan ? karena suka melarang, suka cemburu jika mengetahui ternyata masih suka bertanya kabar tentang teman lawan jenis, atau marah-marah saat mengetahui sering ngumpul tidak jelas hingga malam bersama teman-teman , atau suka protes saat ketahuan suka mencandai seseorang diruang grup chatt.
Sebelum marah-marah atau merasa kesal coba kita pikir ulang. Saat kita memutuskan menikah, artinya kita mencintainya , dan ada tanggung jawab untuk menjaga cinta, mempertahankan rumah tangga agar tetap utuh hingga maut memisahkan.
Jadi please, jika ada yang bilang “ kamu berubah setelah menikah, tidak asyik lagi, tidak gaul lagi”, jawab saja karena aku lebih mementingkan menjaga perasaan istri atau suamiku dibanding memuaskan keinginan kalian. Mungkin Tidak akan putus hubungan begitu saja, mungkin ada saat kumpul bersama , ada saat bercanda, tapi tentu tak sesering sebelum menikah.
"Menjaga perasaan istri atau suami jauh lebih penting dibanding sekedar rasa malu karena dianggap "berubah" setelah menikah"
Kata orang cinta itu tumbuh karena sering bertemu. Jadi jika setelah menikah sudah seharusnya kita berubah, berubah untuk menjaga cinta yang halal. Setelah menikah wajib untuk menghindari hal-hal yang akan mengikis rasa cinta dan merusak rumah tangga, terutama interaksi yang terlalu bebas dengan lawan jenis. Buat para perempuan waspadai pria penggoda iman, buat pria waspadai wanita pelakor dan valakor, dan waspada bahaya curhat dengan lawan jenis.
Masa harus berubah setelah menikah ?, bagaimana dengan hobi ku?, bagaimana dengan teman-teman ?. Pasangan tak akan pernah melarang untuk melakukan hobi, apalagi jika itu positif, tapi walau bagaimanapun tentu ada batasan, ada waktunya, karena pasangan juga butuh perhatian, ihirr ;D. Hidup itu dinamis dan terus berubah, masa prilaku saat SMA, kuliah, menikah, terus punya anak, yo masa gak ada berubahnya. Jika semua untuk kebaikan, move on itu penting. Pernikahan adalah komitmen, jadi kalau mau masih bebas bergaul dengan lawan jenis, atau kongkow-kongkow sampai pagi, masih suka jamah sana jamah sini, mendingan jangan menikah dulu.
#SelfReminder
[Pernikahan] Kenapa ya?, setiap status tentang mantan-mantanan time line selalu ramai.Mungkin merasa seru, lucu, geli, bisa juga merasa baper #eh. Begitu lah hidup, jodoh yang kita temui ternyata bukanlah yang pertama mampir dihati kita, begitu pula dengannya ternyata kita bukanlah orang pertama yang membuat hatinya bergemuruh rindu. Walau bukan yang pertama tapi haruslah yang terakhir #eeea.
Mungkin itulah sebabnya agama islam melarang berpacaran, agar disaat menikah hati kita hanya tertulis satu nama seperti yang tertera di buku nikah. Tidak ada bekas coret-coretan nama lain yang setiap kita melongok kedalam, sebuah nama atau beberapa nama teronggok (onggok?) disana, yang kemudian membuat kita terkenang-kenang akan masa silam (berasa lebay nih kalimat, tapi asyik kan?). Jika kata lagu, untuk jatuh cinta butuh satu detik tapi tuk melupakan butuh seumur hidup.
Bagaimana mesti bersikap dengan mantan pacar atau mantan gebetan?, yaitu terserah masing-masing sesuai kekuatan hati masing-masing. Tapi menurut aku ada baiknya menjaga jarak, tetap berteman boleh saja tetap harus ada batas gak boleh masuk ke labirin hati dan berlari lari disana. Bagaiman jika si mantan sms? lihat dulu isi pesannya, apakah mau nagih hutang, atau cuma nanya kabar, selain itu feeling kita sebagai wanita harus jalan, pasti kita tau maksudnya apa chatt dengan kita, ngegodain, iseng atau bagaimana?. Jika memang ingin membalas chattnya pastikan tidak lebih dari dua kali, karena itu sudah cukup, untuk bilang kabar baik atau sekedar basa basi menanyakan hal yang sama.
Bukan maksud sombong atau tidak boleh berkomunikasi ,tapi lebih kepada menjaga saja. Untuk kebaikan, ketentraman berumah tangga , tentu kita harus menjaga dari hal-hal remeh temeh yang mungkin dapat merusak keutuhan rumahtangga itu sendiri. Bukankah kita selalu berdoa untuk kebaikan rumah tangga dan hidup berbahagia dengan pasangan?
Berikut beberapa hal yang dipastikan akan terjaga , ketika mengambil sikap menjaga jarak atau menjauhi sang mantan:
Terjaganya Perasaan Sendiri
Coba intip kedalam hati ketika chattingan dengan mantan adakah perasaan merasa senang, happy tidak terkira, dan diam-diam menyembunyikannya dari pasangan. Jika iya, sebaiknya hentikan, apalagi cahttingan tentang sesuatu yang gak penting dan gak urgen banget. Ini bahaya banget loh, karena perang melawan perasaan suka itu lebih sulit dari memerangi rasa benci. Setan itu ada dimana-mana sesuatu yang tak indah akan diperlihatkan menjadi wow banget dimata kita,ujung-ujungnya jadi membanding-bandingkan dengan suami/istri. Ah.. gak mau ngomong jauh-jauh intinya segala sesuatu itu berpatokan dari hati dan dalam diri kita, karena itu perasaan kita harus dijaga biar nggak kebablasan.
Yah..kalau isinya biasa,kenapa disembunyikan dari pasangan?
apakah ada perasaan semacam ini menghantui:
aduh…gue merasa dosa banget..
duh..aku salah nih..
duh..gapapa gak ya..jika ketahuan..
duh.. kok masih suka kangen ya..
Dengan menjaga jarak,dan gak berhubungan intens dengan mantan, semoga perasaan kita terjaga dari kekhawatiran kecemasan seperti yang disebutkan, dan pastinya lebih damai, gak ada namanya perang batin.
Terjaganya Perasaan suami untuk tetap percaya pada kita
Sayang gak sih..sama pasangan ? jika jawabannya iya , pasti kita menjaga perasaannya. Bagaimana jika dia mengetahui ternyata kita masih suka chit chat intens dengan mantan dan disembunyikan. Coba bayangkan jika pasangan tahu dan ternyata cemburu dan ternyata marah? itu artinya kita telah melukai perasaan sekaligus mengikis kepercayaannya terhadap kita. Apalagi jika tipe suami yang menjaga banget pernikahan dan setia.
Ah..aku pernah sms-san dengan mantan, suami ku biasa saja kok!
yakin biasa saja…? lelaki terkadang sangat pintar menutupi rasa cemburunya dan ia ingin terlihat kuat dan bijak.
yakin dengan sikap “biasa” suami itu tidak ada hal apa-apa dibelakang?
bisa saja ada beberapa kemungkinan. mungkin saja suami melakukan hal yang sama dan bisa juga suami benar-benar berbesar hati dan memaafkan.
Tapi apapun alasannya bukankah sebaiknya kita saling mejaga, dan hati itu mudah sekali berbolak balik.
Menjaga nama baik sendiri dan keluarga.
Memang ngapain sih? kan cuma chatt biasa saja? masa pakai bawa-bawa nama baik segala sih.
Oke deh, dari sisi kitanya anggap saja tulus dan gak ada perasaan macam-macam, tapi kita jamin gak simantan punya niat baik apa nggak?
Banyak loh tipe-tipe orang yang suka nebar fitnah ini itu. Bisa saja ngomong “keluar” lain cerita dari fakta.
“eh..tau gak, si Shinta mantan aku waktu kuliah yang suaminya si A, tiapa malam chat dengan aku.. nih buktinya…”
“Loh… dia kan sudah punya suami, sudah punya anak 2, kok mau sih chattingan lagi
sama kamu”
“Tau..tuh,kesepian kali suaminya kan jarang dirumah, kerjanya diluar kota dan gak pulang ber hari-hari”
“Wah…pantesan aja, bisa tuh lu kerjain sekalian..”(maaf kalo ada yg namanya Shinta cuma fiktif)
Seram sekali obrolannya, ya. Tidak menutup kemungkinan pihak penimpal akan ikut menyebarkan dengan cerita yang ditambah tambah dengan bumbu bumbu penyedap tapi tak sedap untuk didengar.
Jangan mikir kejauhan deh?
Bukan soal berpikir yang jauh-jauh tapi segala kemungkinan bisa terjadi, dan bagaimanapun itu mencegah lebih baik.
Terjaganya Pernikahan
Pernikahan yang langgeng, damai, tentram adalah impian banya orang, karena itu saat di pelaminan banyak doa serupa diaminkan kepada setiap pengantin. Setiap orang ingin melihat orang bahagia dengan perkawinannya, apalagi rumah tangga sendiri tentu ingin lebih bahagia lagi.
Kebahagiaan rumah tangga tak tercipta begitu saja, harus dijaga harus dipelihara. Salah satu hal kecil untuk menjaganya adalah menjauhkan diri dari hal-hal yang memungkinkan terjadinya perselisihan yang bersumber dari orang ketiga. Wanita terkadang terlalu baper, merasa ada teman curhat,eh suka kebablasan cerita ini itu ke mantan, dan gak segan bilang ke mantan bahwa habis cekcok dengan suami. Padahal ketidak sengajaan curhat alias curcol bisa titik awal kehancuran pernikahan.
Benar sekali, tak ada orang berniat ingin rumah tangga hancur semua memiliki keluarga yang rukun. Tapi niat baik harus direalisasikan dengan perbuatan perbuatan baik agar tetap terlindungi dari godaan-godaan ,yang mungkin diawal kelihatan sangat sepele.
Menurut manteman bagaimana nih?? kira-kira apa keuntungan lain yang didapat jika kita menjaga jarak dengan mantan? share disini yah…
-----
novanovili.com [Pernikahan] Seseorang menghampiriku dengan mata berlinang dan memperlihatkan sebuah sms:
Takut Janda. Ntah kenapa status janda di Negara kita terkesan dipandang sebelah mata. Memang nya Janda salah apa sih? yang salah itu ya lelaki yang menganggap remeh janda, jadi jaga suami bukan jaga janda #Eh. Alasan status janda yang dipandang kurang baik membuat para wanita berusaha keras agar tak menjadi bahan pergunjingan karena sebagaian orang menggap janda sebagai ancaman keutuhan rumah tangga lainnya.
“ I miss you too”
aku mengernyitkan dahi, yah..dapat disimpulkan jika ada sebuah kalimat yang berakhiran “too” artinya itu adalah sebuah balasan , itu pasti dan masuk akal kan…?, pasti sebelumnya ada pesan yang meluncur dengan kalimat “I miss you” dan kemudian dibalas dengan “ I miss you too”.
Seseorang ini sengaja menyadap pesan yang masuk ke ponsel suaminya, jadi sms yang masuk ke ponsel suaminya juga akan masuk ke ponsel miliknya. Jadi yang diperlihatkan ke aku itu adalah kalimat yang sama yang masuk keponsel suaminya. Lain waktu ia juga menunjuk sebuah sms dari seorang wanita yang berisi “ Mas.. aku mau ML lagi..”. Coba bayangkan sodara-sodara, perasaan wanita mana yang tak tercabik-cabik dan stress ketika mendapatkan itu. Aku sama sekali tak dapat membayangkan jika itu terjadi ke aku ( naudzubillah). Besoknya aku bertanya padanya, apa kata suaminya tentang sms itu, dia bilang bahwa itu cuma perempuan curhat, tapi bisa saja dia menutupi dari aku tentang kejadian sebenarnya. Lelaki macam apa sih? yang meladeni curhat semacam itu sungguh tidak masuk akal. Jika lelaki emang baik pasti gak mau meladeni wanita yang curhat-curhat gak jelas, apa lagi sampai nyerempet –nyerempet soal sex segala.
Bagi kita yang tak pernah mengalami (dan jangan sampai pernah ya!) suami selingkuh dan keluarga adem ayem, pasti dengan serta merta bergumam mengatakan bahwa wanita yang bertahan dengan hubungan yang gak sehat sepeti itu adalah wanita tolol, bodoh dll, kok mau digituin?! cerai aja kenapa?!
Oke, bagi kita mungkin sangat mudah mengatakan itu, tapi bagi yang mengalami itu sungguh sesuatu yang sangat berat dan sulit untuk diputuskan. Banyak hal yang menjadi pertimbangan-pertimbangan bahkan tekanan-tekanan dari berbagai pihak. Mungkin juga karena mereka bukan artis yang gampang kawin cerai, 3 anak 3 suami, masyarakat menganggap perceraian adalah hal tabu, jadi sebisa mungkin untuk bertahan dan memiliki harapan semua akan berjalan normal. Kita sangat mudah untuk mengatakan “cerai” mungkin karena kita tak pernah mengalaminya. Sudah dipastikan mereka juga tak akan diam jika jadi korban perselingkuhan, pasti marah dan mengamuk , bertengkar dengan suami, menangis, dan banyak tindakan lain yang ia lakukan agar perkawinan terselamatkan, hanya saja mereka tak pernah cerita pada kita kan..?? karena kita juga hanya mendapatkan gossip-gossip saja, dan yang terlihat hanya yang buruk-buruk saja. Dengan memahami itu , mungkin untuk kedepannya tak mudah bagi kita menolol-nololkan tentang keputusan yang mereka ambil.
Berikut beberapa alasan yang menjadikan seorang istri tetap bertahan ketika pasangannya berselingkuh:
Cinta. Rasa cinta terhadap pasangan adalah alasan klasik untuk memepertahankan sebuah hubungan. walaupun pernikahan itu tak cukup dibangun cuma dengan pondasi rasa cinta. Perkawinan itu semacam sebuah rumah yang perlu kesetiaan sebagai tiang penyangga, ada pengertiaan sebagai dinding, ada pengayoman yang membuat kita merasa aman nyaman merasa dilindungi dan faktor-faktor lainnya. Rasa cinta yang mendalam terkadang membuat orang rela berkorban termasuk perasaan yang terlukai.
Faktor ekonomi dan anak. Anak-anak yang masih kecil yang masih butuh perhatian yang juga membutuhkan biaya pendidikan dan kesehatan, membuat istri enggan bercerai. Alasan yang satu ini banyak dikemukan oleh istri-istri dengan status ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan sendiri atau kurang mencukupi.
Mungkin alasan ini juga yang membuat banyak istri menggugat cerai suami, karena merasa pendapatan lebih tinggi dan merasa bisa menghidupi anak-anak. Ntah ,Benar atau tidak, seorang teman pernah cerita sekarang guru PNS yang sudah sertifikasi banyak menggugat cerai suaminya. Tapi menurutku bukan alasan itu untuk mengguggat cerai suami, pasti punya alasan-alasan lain yang telah terakumulasi dan dipendam sejak lama, mungkin juga soal suaminya yang selingkuh.
Faktor Keluarga. Perceraian dianggap sebuah aib, karena itu jika sampai bercerai sama dengan memberi rasa malu terhadap keluarga besar. Orang tua juga menjadi pertimbangan, takut ayah ibu sakit karena memikirkan anak-anak yang bercerai, takut menyusahkan orang tua karena orang tua bukan merupakan keluarga kaya,bahkan banyak wanita yang menjadi tulang punggung keluarganya. Sehingga keputusan cerai yang diambil bukan meringankan beban masalah tapi justru makin memunculkan masalah-masalah baru
Menyadarkan suami. Nah, jika yang ini alasannya sungguh mulya banget ya? gak banyak istri yang bertahan dengan alasan untuk mengembalikan suami ke jalan yang benar. Jadi ingat tentang kasus artis NU, yang suaminya dicurigai berselingkuh dengan artis NM, yang video kemesraan bertebaran di dunia maya. Bahkan keluarganya menyuruh dia untuk meninggalkan suami tapi apa alasannya? “ jika aku meninggalkan dia, lantas siapa yang akan mendoakannya”. Wanita yang memiliki niat seperti ini memang membutuhkan kesabaran apalagi jika suami memiliki sebuah kebisaan sebagai pria yang suka menebar rayuan pada wanita.
----
Hebat..buat mereka yang sabar, ikhlas dan tetap strong dan berusaha agar suami kembali ke jalan yang benar, begitu kuat melangkah dan tetap bertahan pada pernikahan yang seakan-akan hanya dibangun oleh satu orang dan satu orang yang menghancurkannya dan tetap optimis bahwa semua akan berubah.
Tapi yang perlu diingat selemah apapun wanita harus punya harga diri. Jika perkataan cerai itu terlontar justru dari mulut suami yang berselingkuh itu, artinya dia tak menginginkan mu, dia memang sengaja selingkuh karena dia tak mencintai. Jadi bukan perselingkuhan tanpa sengaja atau karena ada “setan lewat” atau alasan khilaf, perselingkuhan yang dilakukan adalah karena niat. Jika sudah begini tak perlu kamu mengiba, tak perlu banyak alasan untuk mempertahankan orang yang tak menghargai kesetiaan. Mantapkan hati, jika berpisah adalah yang terbaik tegapkan langkah menjauh lah dari nya, kamu terlalu baik untuk orang seperti dia, dan ada Tuhan tempat menggantungkan rezeki. Tunjukkan bahwa kita tetap survive tanpa dia.
Marah adalah hal yang
manusiawi, dan marah itu perlu. Marah
yang dipendam atau ditahan bisa menyebabkan tekanan secara psikis. Marah
yang diekspresikan secara tak beraturan juga dapat menimbulkan penyakit karena hormone
tertentu meningkat yang kemudian masuk ke aliran darah sehingga memicu tekanan
darah tinggi dan detak jantung yang tak beraturan.
novanovili.com [Pernikahan] Dalam menjalani hidup berumah
tangga hingga bertahun-tahun, bohong aja kalau tidak pernah terjadi pertengkaran
antara suami istri. Bahkan banyak yang bilang bahwa pertengkaran itu membuat hubungan
kembali hangat, tentu tak semua pertengkaran ya? dilihat juga asal muasal timbulnya
sebuah pertengkaran. Jika pencetusnya bukan faktor intern dalam rumah tangga
alias faktor dari luar misalnya dari PIL atau WIL, tentu perlu pembicaraan
khusus bahkan keluarga pun ikut andil
jika diperlukan.
[Lifestyle] Sampai detik ini topik nikah muda masih saja jadi perbincangan dimana-mana bahkan berujung pada perdebatan yang gak habisnya. Karena kurang kerjaan malah asyik menikmati beragam pendapat dan saling balas komentar ketimbang membaca topik yang dibahas. Banyak opini dan mendapat tanggapan yang beragam dari berbagai pihak. Tiba -tiba semua ingin ambil posisi untuk bersuara gak cuma yang muslim tapi juga non muslim, gak cuma yang muda tapi juga yang udah nikah dan beranak cucu.
novanovili.com [Pernikahan] Wanita dan pria adalah dua hal
yang tak dapat dipisahkan, keduanya saling membutuhkan. Bahkan pernah mendengar
sebuah istilah, jika kamu ingin melihat
setiap orang bekerja dan semua sibuk maka pisahkan pria dan wanita di pulau yang berbeda, pasti
semua akan terlihat hilir mudik saling
mengunjungi.
novanovili.com [Pernikahan]
Malam telah menunjukkan pukul
22.00 hening telah menggema seantaro rumah. Anak-anak telah terlelap tidur , TV
pun telah dimatikan, jendela pintu telah tertutup rapat. Hawa mulai dingin
dengan derai embun dan semilir angin yang merayapi bumi. Seorang istri
tampak dengan wajah lelah bergegas
memasuki kamar, ia sangat ingin
beristirahat menghilangkan
kepenatan siang dan menenangkan hati dengan segala kejadian yang dihadapinya
hari ini.
Suami istri mendalami ilmu
kebatinan, inilah akibatnya.
Ilmu kebatinan biasanya berkaitan
dengan hal-hal supranatural , ghoib dan sesuatu yang tak kasat mata. Yang
memotivasi seseorang untuk mendalami ilmu ini bermacam-macam misalnya agar fisik lebih kuat, orang-orang
akan tunduk pada ucapan, atau supaya terlihat berwibawa, bisa juga berkaitan
dengan ilmu kanuragan, kekebalan, bahkan bisa menghilang dalam sekejap.
Ilmu-ilmu seperti ini memang terkadang membuat bulu kuduk merinding bahkan
takut untuk membicarakannya sekalipun.
novanovili.com [Pernikahan] Diawal pernikahan selalu identik
dengan cinta yang masih menggebu, romantis setiap hari dan segala kisah manisnya. Tapi
pernikahan bukanlah penyatuan kesamaan, tapi penyatuan dua kepala, dua
karakter, dua kebiasaan yang dibawa sejak lahir dan telah mendarah daging. Dan segala perbedaan itu tentunya sedikit
banyak akan memicu perselisihan diantara keduanya.

Ke Pasar sudah menjadi aktivitas rutin mingguan untuk para ibu-ibu, paling tidak seminggu sekali lah.... karena harga dipasar tentu lebih murah dari pada sayur mayur dan ikan yang di jual di warung dekat rumah atau pun dengan abang-abang tukang sayur yang sering lewat depan rumah.
Karena Alasan repot dirumah tak jarang kita minta bantuan suami untuk belanja kepasar sendirian.. lumayan menghemat waktu... , menjelang suami pulang kita bisa membereskan pekerjaan yang lain ...
hmmm.. tapi sayang cara lelaki belanja sungguh beda dengan perempuan..
kalau perempuan...pasti cerewet, banyak nawar, banyak milih, cari yang lebih murah...(ini yang bikin lama tentunya,si suami pun jadi ga betah nemenin..he2),
terus lebih hemat berbelanja, kalau perlu masih bisa beli yang lain.. :), kalau bisa masih ada uang lebih yang dibawa pulang :P (ayo..ngaku dech..ibu-ibu)
Jika suami berbelanja jarang sekali menawar bahkan hampir tak pernah menawar dan tidak tahu harga pasarannya..(tentu saja , karena jarang ke pasar) jadi kalau di lebihi harga oleh si penjual dia ga kan pernah tahu..
belanja selalu kebanyakan..
Dengan Alasan itu..jika minta bantu ke pasar aku catatkan apa-apa yang mesti di beli dan berapa banyaknya, berapa harganya juga di tulis..., tapi namanya juga lelaki..kalau belanja gak open dengan yang diambilkan penjual.. mo di pilihkan ikan yang kecil-kecil kek ama penjualnya.. dia pun hayo aja....
oke..lah..., emang perempuan dan lelaki emang beda kok..., Jika lelaki lebih fokus..melihat sesuatu.., wanita lebih detail melihat dan bahkan pandangan dan pikirannya bercabang,
jika tangan nya memilih ketimun..dia bisa melihat singkong di seberang sana..melihat kacang panjang disamping situ, bahkan bisa melihat upil di hidung penjualnya yang nyelip ..(wkwkwk.:) ), dan masih sempat berfikir nanti masak apa ya..., atau nanti kekantor pakai baju apa & lipstik warna apa...???
Coba saja lelaki suruh kewarung...di suruh beli gula misalnya.., coba aja tanya .."mas tadi diwarung ada jual ketan ga..? posisinya di depan dekat pintu masuk..?" jawabnya pasti "gak tau".
Karena pandangan fokus itu..Para lelaki sering ketangkap basah oleh para istrinya ketika mereka mengamati wanita cantik yang lewat di depannya...(kalau ada istrinya ngikut sih....., tapi kalau istrinya tahu pas ga ngikut, bearti istrinya dukun...he2)
coba kalau istrinya yang ngamati pria tampan si suami jarang tahu... abis pas lagi nunduk ngegaruk kaki..matanya bisa menangkap bayangan lelaki tampan diseberang sana...wkwkkw..wk..(wahhh..dah melenceng ni tulisan dari judul...ga apa lah ya...???)
Apapun itu....tulisan ini cuma buat share aja kok..tanpa ada tujuan macem2.
Makasih banyak aja dech buat My Husband yang udah mau Ke pasar sendirian....tanpa ditemenin.... be loved you..
Salam Hangat,
*foto ; google
[Pernikahan] Rata-rata, perselingkuhan dimulai dari curhat sebagai sahabat. Awalnya sekadar makan siang bareng, curhat soal pekerjaan kemudian makin akrab dan menjurus pada hal-hal pribadi. Kenyataannya curhat bisa berdampak, kalau dosisnya berlebihan dan berkembang menjadi obrolan mesra. Salah satu indikator ‘bahaya’ nya adalah adanya rahasia, di mana teman perempuan dan lelaki itu mulai ‘sembunyi-sembunyi’ dari pasangan untuk berkomunikasi atau bertemu.
Kondisi ini cenderung didukung kecanggihan teknologi yang memungkinkan komunikasi tanpa batas, seperti sms (sering diplesetkan dengan “sarana mudah selingkuh”) atau chatting lewat internet. Kondisi inilah yang menjadi cikal bakal timbulnya emotional affair atau sebut saja selingkuh hati. Pakar masalah perselingkuhan, psikolog Dr Shirley P. Glass dalam bukunya Not Just Friends: Protect your Relationship from Infidelity and Heal the Trauma of Betrayal mengatakan bahwa ‘selingkuh hati’ terjadi karena kita merasa memiliki chemistry dengan lelaki selain pasangan. Dan pada prakteknya, selingkuh jenis ini belum tentu selalu mengarah pada hubungan seks. Tetapi kenikmatan dan sensasi yang ditimbulkan sama dashyatnya seperti ketika sedang melakukan hubungan intim sehingga kemudian diistilahkan dengan head sex.
Menurut psikolog Ira Petranto, selingkuh hati biasanya berdampak lebih berat bagi perempuan. Mereka sibuk berkhayal hidup bahagia bersama soulmate, sehingga tidak sadar bahwa intensi para lelaki dalam membina hubungan dengan sahabat perempuan belum tentu berhenti sebagai teman curhat. Bisa saja perasaan pria mereda.. Sementara pada perempuan semakin terlibat emosi, semakin sulit melepaskan dan tumbuh rasa ingin memiliki. Akibatnya sebagian perempuan terjebak dalam hubungan tanpa status.

A Wake-up Call Lalu, bagaimana seandainya Anda sudah terlibat selingkuh hati? "Apakah saya harus mengakui kepada pasangan atau lebih baik diam?" Jawabannya: tergantung situasi dan niat. Menurut Ira, sebaiknya Anda memilih: apakah ingin tetap mempertahankan TTM dengan risiko perkawinan Anda bubar atau memperbaiki hubungan dengan pasangan dan bertahan pada perkawinan Anda. Bila Anda memilih untuk mengakhiri hubungan dengan TTM, langkah pertama adalah menghentikan semua bentuk tindakan yang menunjukkan kasih sayang, seperti: ngobrol mesra atau janji kencan. Lalu, bicara dari hati ke hati dengan pasangan. Tapi ketika melakukan "pengakuan dosa", sangat penting untuk mempertimbangkan momen yang tepat dan kesiapan mental pasangan agar tidak menimbulkan masalah baru.
Diharapkan kedua pihak bisa saling introspeksi dan mencari kesepakatan baru. Selingkuh hati bisa merupakan a wake-up call, agar Anda menyadari ketidakberesan dalam perkawinan Anda karena terlalu sibuk bekerja atau jenuh dengan keruwetan urusan rumah tangga. Untuk itu, kata Ira, ciptakan kebersamaan dan keterbukaan dengan pasangan setiap saat. “Tidak ada salahnya kalau Anda meluangkan waktu sejenak sepulang kantor untuk ngobrol santai sambil menonton TV atau sesekali bermanja-manja dengan pasangan.” Hal yang perlu disadari, selingkuh -apapun jenisnya- hanyalah pelarian sesaat dan tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan, akan berujung menyakitkan hati – apakah itu pasangan Anda, pasangan orang lain atau diri sendiri. Jadi, kalau tidak siap "terbakar", lebih baik jangan "bermain api".
-------------------------------------
--------------------------------------
Oks.... Walau postingan diatas cuma copy paste.. Semoga dapat menjadi pertimbangan bagi kita untuk tidak sembarang curhat,sedangkan dengan sesama jenis saja kita mesti hati2, tak semua masalah kita bisa kita ceritakan pada orang lain.. Karena tidak semua orang bisa menganjurkan kebaikan..tapi justru menjerumuskan.. apa lagi pada lawan jenis.. istri atau suami orang lain..
Cobalah berkaca pada diri kita sendiri... Bayangkan jika adalah korban selingkuh hati dari pasangan adalah kita...., jujur saja kita pasti tidak suka bahkan mungkin marah-marah jika suami atau istri kita memiliki tempat curhat intens.. Selain kita.....???!!!! (wow!!!! bisa perang duania ke tiga deh..)
Sekarang ada baiknya kita intropeksi diri...
Apakah kita punya perasaan lebih pada seeorang tempat kita curhat...rindu...sering telepon berlama-lama.. Serbu Sms... dengan pokok permasalahan yang tidak jelas...
Dan menyembunyikannya dari istri atau suami...
Hati-hati mungkin anda sudah selingkuh hati..bahkan zina hati..(a'udzubillahi mindzalik)
Pasangan selingkuh hati biasanya dari orang sekitar kita... Bisa teman kantor.. Teman kuliah... Atau bermula dari sms nyasar atau telepon nyasar yang diladeni....hmmmm..atau bisa jadi dari teman lama yang ketemu lagi pas acara reunian....
Wah!wah! Mesti waspada nih..
Soalnya Bukan Tuhan aja yang ada dimana-mana..setan juga sliweran...
"Semoga Allah swt, menjaga kita dari tipu daya setan.." amin...
Cobalah berkaca pada diri kita sendiri... Bayangkan jika adalah korban selingkuh hati dari pasangan adalah kita...., jujur saja kita pasti tidak suka bahkan mungkin marah-marah jika suami atau istri kita memiliki tempat curhat intens.. Selain kita.....???!!!! (wow!!!! bisa perang duania ke tiga deh..)
Sekarang ada baiknya kita intropeksi diri...
Apakah kita punya perasaan lebih pada seeorang tempat kita curhat...rindu...sering telepon berlama-lama.. Serbu Sms... dengan pokok permasalahan yang tidak jelas...
Dan menyembunyikannya dari istri atau suami...
Hati-hati mungkin anda sudah selingkuh hati..bahkan zina hati..(a'udzubillahi mindzalik)
Pasangan selingkuh hati biasanya dari orang sekitar kita... Bisa teman kantor.. Teman kuliah... Atau bermula dari sms nyasar atau telepon nyasar yang diladeni....hmmmm..atau bisa jadi dari teman lama yang ketemu lagi pas acara reunian....
Wah!wah! Mesti waspada nih..
Soalnya Bukan Tuhan aja yang ada dimana-mana..setan juga sliweran...
"Semoga Allah swt, menjaga kita dari tipu daya setan.." amin...
ABOUT ME
Hai, saya Nova
, seorang ibu, blogger, dan freelance digital yang senang berbagi cerita melalui tulisan. Di blog ini, saya menulis tentang lifestyle, dunia perempuan, kesehatan, serta berbagai informasi menarik lainnya. Semoga setiap artikel yang Anda temukan di sini menjadi teman membaca yang menyenangkan. Terima kasih sudah berkunjung dan menjadi bagian dari perjalanan blog ini. Jika tertarik untuk bekerja sama, silakan cek halaman Disclosure




















