-->
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Canva Solusi Buat Kamu Yang Gak Ngerti Desain Grafis


Kamu tahu Canva ? Canva adalah semacam tool desain online Yang memiliki banyak q, yang di rancang secara profesional dan memiliki lebih dari 1 juta gambar atau foto. Keren banget ya. Dengan Canva kita bisa dengan mudah mendesain image, logo, iklan, banner, invoice, bahkan cover majalah dengan mudah kita lakukan tanpa harus ada skill design karena memiliki banyak template, dan font yang beragam. Cukup berkunjung ke web Canva, daftar  bisa via Facebook, kemudian kamu bisa dengan bebas memilih template untuk desain kamu . Oh iya bagi pengguna Android kamu bisa download aplikasinya via google play.

Ini Alasan Sewa Mobil Lebih Diminati Konsumen

Jual  SUV Mobil  jakarta

Apakah kamu memiliki angan-angan memiliki mobil pribadi? Tentu saja setiap keluarga ingin memiliki mobil yang bisa digunakan untuk keperluan keluarga, seperti jalan-jalan atau traveling bareng keluarga, mudik , dll. Sekarang banyak sekali mobil keluaran terbaru yang sesuai dengan kebutuhan keluarga kecil, dan harga mobil relatif terjangkau dengan harga kurang dari 200 juta. Kemudahan memiliki mobil pun bisa terwujud karena bisa membeli dengan sistem kredit bahkan adapula dengan cara online.

Pentingnya Menggunakan Deodorant Dalam Aktivitas Setiap Hari


Rasa percaya diri itu penting banget, apalagi untuk orang-orang yang selalu tampil atau beraktifitas dan berhubungan dengan banyak orang. Namun adakalanya rasa percaya diri itu turun naik, karena berbagai hal baik dari pengaruh psikologis atau merasa penampilan kurang sempurna. Beberapa faktor luar yang dapat mempengaruhi kepercayaan diri adalah pakaian, bau mulut, merasa tubuh gemuk hingga bau badan.


Pakai Sarung Tangan Motor Jangan Cuma Karena Takut Hitam

Naik motor sudah menjadi keseharian ku. Motor memang menjadi transportasi utama didaerah ku, angkot atau yang sering kami bilang oplet itu hanya untuk jarak jauh saja, untuk dalam kota masayarakat umumnya menggunakan motor. Walau motor menjadi transportasi utama, banyak masayarakat yang kurang memikirkan keselamatan saat berkendara, pakai helm jika mau saja atau ketika ada woro-woro bakalan ada razia, bahkan banyak anak-anak SMP yang naik motor  ngebut-ngebut sesukanya. Padahal helm itu bukan untuk kebaikan pak polisi tapi untuk keamanan dan kenyamanan bagi pengendara sendiri, jadi kenapa pakai helm saja kucing-kucingan sama polisi ya?. Hmm..termasuk aku sih , tapi kadang-kadang hahahaha ( sami mawon)
Untuk aku pribadi awalnya emang gak suka pakai helm sih, tapi makin kesini aku malah lengkap kalau naik motor , pakai helm dan sarung tangan. Awalnya banyak alasan sih, ya berat lah, alah..cuma dekat saja kok, atau kan lewat “dalam” gak ada polisi (nah..kan?). Loh, kok tiba-tiba berubah pikiran?

Perempuan memang makhluk yang unik ya, terkadang untuk menyampaikan sesuatu itu butuh pendekatan, dan sudut pandang yang berbeda (tsaah) . Jika pak polisi bilang pakai lah helm dan sarung tangan, agar lebih aman dan nyaman berkendara, dan ketika terjadi kecelakaan kemungkinan cedera akan lebih minimal. Maka para wanita (aku) memiliki cara pandang berbeda, yang kenyataannya nyinyiran orang lain lebih menusuk dari tilang polisi.
“ih..tangan ama muka kok beda warna sih..?”
“Muka mu kok agak iteman  sekarang ya..?”
“ Kok tanganmu udah keriput kering gitu, makanya pakai pelembab, dan pakai sarung tangan kalau naik motor, walau cuma jarak dekat?”
Apa?I Apa ? Kamu bilang! Coba bilang sekali lagi? ( tapi cuma dalam hati)
Buru-buru lari ke depan kaca…, ya ampun bener kata dia..
“makasih ya, sudah ngata-ngain tangan aku beda dengan pipi “ ( dalam hati juga) :D jauh beda dengan status fb :
“ Ih..sebel banget, kok ya nyinyir bilang warna tangan beda dengan warna wajah, wajar donk orang kemana-mana naik motor, lagi pula muka kan lebih sering dibedakin dirawat sama tangan, jadi tangan suka lupa ngerawat dirinya sendiri bla bla bla ” padahal dalam hati ngiyain.
Dengan motivasi kulit belang akhirnya beli sarung tangan motor, lengkap diolesi krim petroleum jelly dulu biar gak kering , dan menggunakan  helm. Duh, wanita.
Tapi nih, sebaiknya pakai helm  atau  sarung tangan motor jangan cuma takut hitam. Karena Jika itu dijadikan motivasi maka kita cuma pake ujung jaket untuk meutupinya atau melilitkan ujung jilbab ke wajah, nggak aman banget kan ya. Jadi apaun motivasinya tetap keamanan yang diutamakan.
Pilih helm yang benar-benar aman dan ada penutup wajahnya dan usahakan bewarna gelap. Penutup berfungsi menghindari angin, dan debu yang bisa mebuat pedih mata, juga menghindari adanya binatang kecil yang kadang suka “nyasar” ke mata seperi lebah dan kumbang. Disarankan warna gelap, agar tidak terlalu silau, dan panas matahari tidak begitu menyengat diwajah yang membuat kulit kering, dan menghitam karena sengatan matahari.
Kalau sarung tangan memang jarang digunakan orang untuk jarak dekat sih, tapi untuk kesehatan kulit gak ada salahnya kita menggunakannya. Apalagi untuk daerah Riau yang panas memang baik untuk menjaga kesehatan dan kelembaban kulit, selain itu agar tangan tidak licin saat berkeringat, yang kemungkinan bisa menyebabkan kecelakaan. Sarung tangan motor memang banyak jenisnya, kita bisa sesuaikan dengan kebutuhan harganya juga relatif murah. Jika hanya untuk jarak dekat buat sehari-hari, gak mungkin dong kita beli sarung tangan ala pembalap motor. Pilih sarung tangan motor yang dilengkapi dengan karet sehingga lebih mudah mencengkram walaupun dalam keadaan licin ketika hujan.
Dari segi keamanan sebaiknya tidak menggunakan  sarung tangan yang langsung melekat di setang motor. Memang terlihat unik, motifnya juga lucu-lucu dan simple  tapi sangat tidak dianjurkan, apalagi mempertimbangkan soal keamanan karena menghambat gerakan reflek saat jatuh, tangan tak leluasa menumpu.
Jadikan  sarung tangan sebagai perlengkapan wajib saat naik motor, karena bukan sekedar mencegah kulit tangan hitam atau sebagai aksesoris semata. Nyatanya  sangat membatu kenyamanan dan keamanan saat berkendaraan.

Keputusan Berhijab & Segala Kekhawatiran



Aku tergolong terlambat memutuskan untuk berhijab.  Keputusan ku untuk berhijrah sempat pula dilarang oleh kakak ku dengan bilang selesaikan kuliah dulu, aku gak tau juga apa alasan dia. Namun beberapa Minggu kemudian aku tak lagi minta persetujuannya, aku langsung berhijab, tapi bersyukur dia gak ada mengomentari negatif tentang keputusan ku.

Kita bersyukur berada di zaman yang memudahkan kita untuk berhijab berpenampilan lebih muslimah . Beda banget dengan kejadian beberapa dekade lalu,  dengan mengatakan orang berjilbab dengan aliran tertentu bahkan disebut atau difitnah sebagai penyebar racun. Dikantor, dipemerintahan, disekolah sangat jarang bahkan tidak ada yang berkerudung. Tapi kini begitu mudah orang untuk berhijab, banyak toko yang menjual tak terkecuali secara online.

Walau kini keputusan berhijab bisa begitu mudah dilaksanakan tapi masih saja yang banyak merasa belum siap melakukannya. Banyak beralasan bahwa dia belum pantas berhijab, karena merasa hati masih belum bersih, sholat yang belum benar dan lainnya. Padahal menurut aku lebih baik berhijab dulu, kemudian pelan-pelan membenahi ibadah yang lain. Hijab bisa kita jadikan benteng pertahanan untuk tidak melakukan hal buruk, misalnya pengen ninggalin sholat, kemudian  iman dihati berbisik “kamu berhijab kan malu dengan hijabmu  kalau nggak sholat” akhirnya kita sholat deh. Ya, semua bisa kita lakukan tahap demi tahap.Sebenarnya perintah  berhijab bisa disejajarkan  dengan perintah sholat, karena Allah langsung yang memerintahkan dalam firmanNya .

Selain karena belum siap secara hati, banyak pula yang enggan berhijab karena timbul kekhawatiran didalam hatinya. Tapi nyatanya kekhawatiran itu terlalu mengada-ada, yang tanpa sadar itu hanyalah sebuah bisikan agar kita ingkar pada perintah Nya.

Berikut beberapa hal yang dikhawatirkan atau ditakutkan saat memutuskan untuk berhijab.

Takut Terlihat Jelek . Alasan ini terlalu mengada-ada, karena sekarang sudah banyak berbagai mode hijab yang bisa disesuaikan dengan bentuk wajah, begitu juga pakaian gamis, setelan rok dan celana kulot yang justru membuat kita terlihat lebih anggun. Sebenarnya hijab justru membuat kita lebih cantik, kulit jadi lebih bersih karena terlindung dari sengatan matahari dan debu, begitu juga dengan rambut yang selalu terlindungi. Tak hanya berefek pada fisik tapi lambat laun membuat hati dan pikiran lebih positif dan lebih ikhlas menerima segala sesuatu yang terjadi. Soal cantik itu tergantung kita merawat diri , kalo nggak berhijab pun kalo malas dandan malas mandi, pake baju asal-asalan sembrono, ya gak enak dipandang juga kan?

Takut Tidak Dapat Jodoh. Jodoh itu ditangan Tuhan, bagaimana bentuk “wajah” jodoh tergantung usaha dan cara apa kita menjemputnya. Semoga dengan berhijrah berhijab menjadi kendaraan untuk menjemput jodoh yang lebih Sholih. Alasan ini juga tidak sesuai toh banyak juga mereka yang belum berhijab tapi belum dapat jodoh hingga usia 40 tahun. Jadi kesimpulannya, hijab bukan penghalang mendapatkan jodoh.

Takut Tidak Dapat Pekerjaan. Dizaman sekarang sepertinya semua sudah menerima keberadaan hijab, bahkan polisi pun berhijab. Orang2 sudah paham kok, dalam pekerjaan itu yang dibutuhkan adalah keahlian pada bidangnya bukan penampilan semata., Bukankah dengan berhijab bukan berarti penampilan amburadul kan?. Memangnya mau melamar jadi apa, kok takut ditolak? kecuali kamu melamar untuk bekerja ditempat “hiburan malam” yang memiliki aroma mesum. Dunia begitu luas memang tak sedikit perusahaan yang menolak wanita berhijab, tapi masih begitu banyak yang menerima wanita berhijab.

Takut Karena dilarang suami. Jika suami melarang berhijab, cobalah tanya alasannya. Apakah dia ingin melihat kita seksi. Perintah berhijab adalah untuk menutup aurat dari pandangan bukan muhrim terutama lelaki lain. Tanyakan apakah suami senang jika ada pria lain melototi  pinggul istri yang dibalut jins ketat? , Apakah suami suka jika belahan dada kita dinikmati oleh pria lain yang sengaja mengintip saat kita menunduk. Yakin deh, pasti mereka tidak suka. Kita istri hanya tertutup untuk orang lain, jika dirumah tentunya kita bisa tampil seksi untuk memuaskan hati suami. Mana lebih utama Mengikuti perintah suami ataukah mentaati perintah Allah?

Wanita berhijab bukan artinya tak memiliki cela. Hijab adalah jalan untuk menuju  kesempurnaan ibadah. Ada langkah , ada tahap, ada proses menuju kesempurnaan itu. Jika sekarang berhijab tapi mencela, berhijab tapi pembohong, berhijab tapi bla-bla, semoga dengan kemantapan hati membuat ibadah kita semakin bagus dan hubungan antar manusia semakin baik. Selamat memutuskan untuk berhijab. :)



Ketika Panggilan Mengalami Penyempitan Makna



Bahasan kali ini sedikit menyinggung pelajaran bahasa Indonesia, karena aku ingat ada salah satu bab pelajaran bahasa Indonesia kalau nggak salah ketika aku sekolah smp, yang membahas tentang perluasan makna, penyempitan makna, peyorasi dan ameliorasi. Hmm, tapi gak serius banget, tapi ini penting karena  merupakan bagian  perkembangan bahasa di tanah air Indonesia kita #halaaaah :D. (Paragraf pertama aja udah bikin males)
Penyempitan dan perluasan makna sebuah kata itu ternyata di pengaruhi perkembangan jaman. Terbukti sekarang banyak sekali istilah –istilah baru yang muncul, yang dulu mungkin sudah ada tapi sangat asing terdengar ditelinga, dan sekarang ternyata justru jadi familiar banget.  
Oke kembali ke judul, Ketika Panggilan Mengalami Penyempitan Makna. Jadi dulu saat belajar ibu guru menerangkan  kalimat yang ada di buku cetak tentang beberapa contoh kata panggilan yang mengalami perluasan makna adalah kata “ibu” jika dulu ibu hanya panggilan untuk wanita yang melahirkan kita , kini ibu bisa digunakan  untuk panggilan ke semua wanita yang dihormati tak hanya lebih tua usia tapi juga karena pangkat, misalnya ibu guru, ibu camat dll.Contoh panggilan yang mengalami penyempitan makna adalah kata “bibi” jika dulu adalah panggilan untuk istri paman, atau orang dewasa yang usianya lebih muda dari orang tua kita, tapi kini bermakna lebih sempit yaitu panggilan untuk yang bantu-bantu dirumah/ ART.

Setelah 20 tahun berlalu ternyata banyak berubah, jika dulu dengan maksud menghormati dan kelihatan lebih sopan, ternyata kini justru berbalik dan dianggap tidak sopan. Jika dulu panggilan “mbak” untuk daerah jawa itu adalah panggilan halus dan sopan bahkan anak kecil perempuan juga dipanggil mbak. Tapi ternyata panggilan mbaK itu memiliki makna yang khusus dan sempit yaitu mbak-mbak yang bantu-bantu dirumah. Ah ..ternyata jaman membuat orang ingin selalu dipanggil muda kalau dulu bibi sekarang jadi mbak, naik pangkat satu generasi :D.
Terus yang dipanggil mbak dipanggil apa?. Nah, karena tak ingin disamakan  dengan yang bantu-bantu dirumah yang mbak-mbak  maunya dipanggil “kakak” , bahkan anak kecil sekalipun. Keponakan ku usia 8 tahun juga tidak mau dipanggil mbak, jadi ceritanya sepupu aku yang di Jakarta mudik ke Riau, dia punya anak cewe usia sekitar 8 atau Sembilan tahun gitu, maksud hati sih mau ngajarin Hamid hormat sama yang lebih tua jadi manggilnya “mba Keysa”, terus  sepupuku aku nyolek “stttt.. jangan panggil mbak, dia gak mau dipanggil mbak maunya dipanggil kakak”,”Loh..kenapa?”, “iya.., dia bilang emang keysa mbak-mbak yang masak dirumah”. Oalaaaaah…, aku jadi ngikik dalam hati, Kids jaman now (eh istilah ini beberapa bulan lalu belum ada).
Oh, Iya ada satu kisah lucu yang baru kemarin diceritakan kakak ku. Jadi saat dia kepasar , ya namanya didaerah pasarnya emang tradisional banget, banyak yang jualan cuma gelar tikar terus naroh sayur dan  ikan sungai begitu saja. Jadi ceritanya kakak ku belanja  dan mau tanya harga “ mak, mak itu harga ikan nya berapa?” itu yang jualan nunduk dan gak peduli, dan kakak ku nanya sampai berkali-kali tapi yang jualan cuek aja. Akhirnya nanya sama yang jualan disebelah “itu kenapa?”, yang ditanyain tentu saja nggak tau, akhirnya yang jualan buka suara sembari ngomel sodara-sodara! , mau tau apa katanya. “Enak aja manggil mamak-mamak, awak masih muda gini, panggil kakak lah!”.  Ya tuhan, terus  kakak ku bilang, kalau aku mah terserah aja mau dipanggil orang, kakak,mamak, ibu asal jualan laku. Padahal tu ibu-ibu yang jualan udah tua juga dan sudah  punya anak cucu. Ah ternyata panggilan ‘kakak’ sudah merembet ke area pasar  hahhaaha, gak mau dipanggil emak-emak, apa disuruh bikin blog dan  gabung ke emak blogger dulu ya?

Ternyata kini menyebut dan memanggil dengan sebutan lebih tua itu dianggap kurang sopan. Dan fenomena ini disadari oleh pelaku bisnis, yang berdagang, bahkan tukang angkot dan tukang ojek sekalipun. Jadi agar dapat pelanggan dan pelanggan senang maka abang tukang ojeg dengan senang hati memanggil pelanggannya “kakak”, walaupun ibu-ibu dan bercucu. :D, apa lagi si ibu yang dipanggil kakak itu tersenyum menyeringai #apaansih. 
Kalau aku pribadi sih terserah saja mau dipanggil siapa, dipanggil ibu boleh walau agak baper ,wkwkwkwk, dipanggil kakak  juga lebih bergairah :D.  Cuma jujur saja belum bisa move on dari panggilan kakak walau sekarang sudah bisa menyadari bahwa banyak yang memanggil ibu.

Memang sudah naluri perempuan ingin selalu terlihat lebih cantik dan lebih muda, dan iri liat Puspa Dewi masih seger burger diusia 50 tahun. Jangan iri kalau kitanya aja malas merawat tubuh dan mandi suka dijamak, jangan iri kalau lebih senang makan jeroan, kaki dan kepala ayam daripada ngunyah wortel mentah. Emangnya siapa yang iri sih?! ;D *celingak-celinguk. Dan bahkan ada yang tidak mau pakai kerudung karena takut terlihat  seperti orang tua atau takut dipanggil ibu. Aduh..kalau alasan belum siap mungkin masih bisa diterima ya, karena soal hati. Tapi kalau takut dipanggil ibu-ibu kok ya berlebihan, kan jadi doa kalau ada yang manggil  dengan sebutan “ibu haji”, pada hal nginjek pasir mekah aja belum pernah hehehe. Sekarang kerudung kan sudah banyak modenya ,  bahkan makainya juga simple  dan gak ribet seperti kerudung pashmina , dan banyak bermunculan hijab – hijab terbaru yang membuat penampilan lebih anggun dan muda.

Satuhal yang kita sadari ternyata kita berada dizaman dimana setiap orang ingin gak mau disebut tua. Kalau teman-teman disini suka dipanggil sebuatan apa sih, mba, kakak, tante, atau ibu?. hmm… aku juga pernah dengar ada yang   gak mau dipanggil tante, “enak aja..emang saya tante-tante”. Memang nya “tante-tante” disini punya makna yang menyempit juga kah..?? apakah tante-tante itu memiliki aroma negatif atau bagaimana? (serius nanya). O iya? buat yang laki-laki sukanya dipanggil mas, bapak, om, atau babang ,ah..jadi inget Hamish Daud:D, efek kebanyakan ngikutin akunt gossshhhhhip.

Diantara Kekunoan dan Kekinian Batik



Siapa yang tak kenal dengan batik?, Dulu  batik lebih dikenal dari daerah Jawa. Perempuan perempuan jawa pada masa lampau menjadikan seni batik sebagai sebuah keterampilan dan sekaligus sebagai mata pencaharian. Pekerjaan  membatik merupakan pekerjaan ekslusif, hingga ditemukannya “batik cap” yang nyatanya lelaki pun bisa membatik.

Awalnya batik memiliki corak dan motif yang terbatas, namun seiring dengan perkembangan corak batik dipengaruhi  budaya luar dan warnanya pun dipengaruhi kalangan tertentu.Misalnya warna merah yang dipengaruhi budaya tionghowa, atau corak bunga tulip belanda pada masa penjajahan dulu.

Ada tiga macam batik jika dijabarkan berdasarkan teknik pembuatannya . Batik Tulis, batik yang dihias dengan tekstur dan corak  batik dengan menggunakan tangan, pembuatannya bisa memakan waktu dari satu hingga tiga bulan, dan biasanya harganya juga lebih mahal.Teknik yang kedua adalah sistem Cap, kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik yang dibentuk dengan menggunakan teknologi cap yang biasanya terbuat dari tembaga yang pembuatannya  memakan waktu yang kurang dari seminggu. Yang ketiga yaitu teknik lukis dimana kain akan dilukis secara langsung dengan motif batik pada kain putih. Batik juga lebih dikenal dari asal muasal daerah pembuatannya seperti batik bali, batik Cirebon, batik Madura, batik malang, batik pekalongan dll. Unesco pun mencanangkan bahwa batik merupakan hasanah budaya bangsa yang patut dilestarikan


Pada zaman dahulu pemakaian kain batik  selain digunakan sebagai sarung bagi sebagian wanita jawa juga di kenakan pada saat acara-acara adat seperti pernikahan dll, dan kadang juga dipakai saat acara kematian. Sehingga batik saat itu tekesan kuno dan ketinggalan zaman. Batik hanya dipakai oleh bapak-bapak atau ibu-ibu atau untuk kain gendongan bayi , dan mbok jamu , sehingga yang memakai batik terkesan tua dan ketinggalan Zaman.

Namun seiring waktu dan tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa batik harus dilestarikan dan merupakan suatu kebanggaan bagi yang mengenakannya. Hal ini sangat menarik produsen batik untuk menciptakan batik yang lebih “ muda” yaitu menciptakan warna yang tidak hanya coklat kehitaman atau krem, tapi memiliki warna yang beragam dan motif yang menarik, sehingga batik juga bisa dikenakan untuk anak-anak muda. Ini juga bertujuan menumbuhkan rasa kebangsaan bagi anak-anak muda zaman sekarang. Batik pun tak sekedar berupa kain tapi bisa dibuat menjadi baju dan bawahan yang menarik.


Untuk kebutuhan pakaian wanita  menyediakan gaun, outer, baju muslim, dan mukena juga tersedia bawahan seperti celana panjang dan rok. Untuk kebutuhan Pria menyediakan Hem, Kemeja, kaos, busana muslim pria. dibuat dengan desain yang lebih mewah.

Untuk Jenis kain batik,menyediakan  Batik Tulis, Batik Cap, Batik printing, Batik cap tulis. Harga bahan bakal baju  juga relatif murah dengan harga mulai 50.000 an namun kesan istimewa dan elegan serta kualitas tak diragukan lagi, tersedia juga bahan untuk seragam kantor acara pernikahan dan lainnya.

Kini batik tak lagi dibilang kuno, batik telah merambah kalangan  baik kalangan kelas ekonomi menengah hingga ekonomi atas. Industri Manufaktur batik makin berkembang, batik tak hanya batik daerah Jawa, ada batik Melayu, batik Kalimantan dengan corak suku Dayak dll.

Kini orang-orang tak lagi sungkan untuk mengenakan batik baik diacara formal maupun santai. Bahkan ibu-ibu dirumah merasakan nyamannya mengenakan batik mulai dari daster hingga sprey. Memang sudah seharusnya kita bangga dengan karya dan budaya bangsa kita.

6*J-Theme